Ekonomi
( 40554 )Ekonomi Diproyeksi Tetap Tumbuh di Level 5 Persen walau PHK Marak terjadi
Di tengah maraknya isu PHK di berbagai sektor industri nasional, Kantor Riset Makroekonomi ASEAN+3 atau AMRO memproyeksi permintaan domestik Indonesia sepanjang tahun ini tetap akan stabil. Ini turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi yang diproyeksi tetap di level 5 % pada 2025. Lead Economist AMRO, Sumio Ishikawa, Rabu (5/3) menyebut, stabilnya permintaan domestik serta implementasi program prioritas pemerintah akan menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5 % sepanjang 2025. ”Koordinasi kebijakan tetap menjadi kunci untuk mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ditengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan,” tulis Ishikawa. Di luar periode pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia satu dekade terakhir atau di periode 2014-2024 stagnan di 5 %.
Ekonomi Indonesia sepanjang 2024 tumbuh 5,03 %, lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2023 yang sebesar 5,05 %. AMRO menyampaikan, prospek pertumbuhan jangka pendek Indonesia, seperti ekonomi pasar berkembang lainnya, mungkin menghadapi risiko dan tantangan dari kebijakan ekonomi Pemerintah AS. Risiko tersebut disusul dengan potensi meningkatnya tensi perdagangan global seiring ketidakpastian pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia, seperti AS, China, dan Eropa. Menghadapi tantangan di atas, lanjut Ishikawa, Pemerintah Indonesia telah mengambil sikap fiskal ekspansif, dengan memperlebar defisit anggaran menjadi 2,3 % dari produk domestik bruto (PDB) pada 2024 untuk mendorong perekonomian dan mempercepat proyek infrastruktur.
Pada 2025, defisit anggaran mungkin akan meningkat lebih lanjut karena pemerintah memperkenalkan program-program prioritas baru, seperti program Makan Bergizi Gratis, memberikan subsidi tambahan kepada rumah tangga berpendapatan rendah, dan menerapkan tarif PPN yang lebih tinggi sebesar 12 % hanya untuk barang-barang mewah. Catatan AMRO tersebut belum memasukkan rentetan penghentian operasi pabrik industri padat karya yang berimbas pada ”badai” PHK yang terjadi tahun ini sebagai risiko yang akan memicu perlambatan konsumsi dan pelemahan permintaan domestik. (Yoga)
Belenggu Pinjaman menjerat Kelas Menengah
Masyarakat kelas menengah Indonesia tiada henti diterpa ujian. Kenaikan harga kebutuhan pokok dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan daya beli melemah. Tidak berhenti itu, badai PHK pun kian marak terjadi belakangan. Kemenaker mencatat, jumlah pekerja yang terkena PHK selama 2024 mencapai 80.000 orang, meningkat dibanding tahun 2023 yang sebanyak 60.000 orang. Gelombang PHK berlanjut pada awal 2025 seiring pailitnya Sritex Group dan perusahaan tekstil lain. Tak hanya kehilangan mata pencarian, kenaikan harga kebutuhan pokok pun turut menekan kelas menengah. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI), rata-rata penghasilan bersih masyarakat hanya meningkat 15 % selama 2017-2023, sedang Indeks Harga Konsumen naik lebih tinggi, yakni 18,5 %.
Sulitnya perekonomian yang dihadapi kelas menengah juga terekam dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS. Populasi kelas menengah Indonesia pada 2023 turun 8,5 juta orang menjadi 52 juta orang dibanding lima tahun sebelumnya. Alhasil, konsumsi rumah tangga sebagai penopang perekonomian tumbuh di bawah 5 % dalam dua tahun terakhir. Dalam kondisi tersebut, urusan perut tetap harus dipenuhi. Tidak heran jika sebagian masyarakat memanfaatkan berbagai aplikasi pinjaman instan guna menyambung hidup. Platform seperti buy now pay later (BNPL) dan pinjaman daring menjadi solusi cepat ketika layanan perbankan mensyaratkan administrasi yang cenderung sukar.
Kondisi itu tampak dari meningkatnya penyaluran kredit oleh BNPL dan pinjaman daring. Berdasar data OJK, penyaluran kredit BNPL per Januari 2025 tercatat sebesar Rp 26,69 triliun atau tumbuh 44,19 % secara tahunan, yang terdiri dari BNPL perusahaan pembiayaan Rp 7,12 triliun dan BNPL perbankan Rp 22,57 triliun. Sementara, saldo pembiayaan oleh industri pinjaman daring alias fintech peer to peer lending per Januari 2025 tercatat Rp 78,5 triliun atau tumbuh 29,94 % secara tahunan, lebih tinggi disbanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14 % secara tahunan. Peningkatan tersebut juga terjadi pada kredit rumah tangga oleh perbankan. Per Desember 2024, kredit rumah tangga perbankan tercatat Rp 1.836 triliun atau tumbuh 10,38 % secara tahunan, lebih tinggi dibanding periode 2023 yang tumbuh 9,17 % secara tahunan.
Direktur Eksekutif Information Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi berpendapat, kondisi ekonomi yang sulit membuat sebagian masyarakat terpaksa memenuhi kebutuhannya melalui pinjaman instan. Namun, di balik kemudahannya, terdapat risiko yang harus dipahami. Meski pengajuannya lebih mudah daripada kredit perbankan, bunga kredit yang ditawarkan jauh lebih tinggi. Suku bunga kredit pinjaman daring, per hari 0,3 % atau sebulan 9 % dan setahun 108 %. Besaran suku bunga kredit tersebut berpotensi menjadi beban dan berujung pada gagal bayar. Alih-alih mengandalkan pinjaman, kebutuhan tersebut sebaiknya dipenuhi dengan menggunakan penghasilan rutin. Jangan sampai terbelenggu pinjaman yang mengakibatkan gagal bayar. (Yoga)
Trump Tetap Melaju dengan Agenda-agendanya untuk Memenuhi janji-janji kampanyenya
Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump, berjanji untuk melanjutkan janji-janji kampanyenya guna mengubah
orientasi ekonomi, imigrasi, dan kebijakan luarnegeri negara secara cepat dan
tanpa henti. Ia mengutarakan itu dalam pidato kenegaraan tahunan di hadapan Kongres
AS di Washington pada Selasa (04/03/2025) waktu setempat. Pidato Trump
berlangsung selama 99 menit berisi penuh tentang rencana-rencana kebijakan yang
dijanjikan selama kampanye pilpres dan langsung dijalankan selama minggu-minggu
pertama setelahkembali menjabat. Ia berjanji untuk terus memberikan perubahan
besar untuk menyelamatkan negara dari apa yang ia gambarkan sebagai kehancuran
dan kesalahan yang ditinggalkan oleh pendahulunya.
“Amerika menginginkan perubahan, tetapi
ada cara yang bertanggung jawab untuk membuat perubahan dan cara yang sembrono,
dan kita dapat membuat perubahan itu tanpa melupakan siapa kita sebagai sebuah
negara dan sebagai sebuah demokrasi," tutur Trump, seperti dikutip AP. Di
awal-awal masa jabatan keduanya sekarang, Trump telah memulai misi untuk
membubarkan sebagian pemerintah federal, membangun kembali hubungan dengan
sekutu-sekutu AS, dan mengenakan tarif yang telah memicu perang dagang Amerika
Utara. “Itu hanyalah tindakan yang cepat dan tanpa henti. Orang-orang memilih saya
untuk melakukan tugas itu dan saya melakukannya," kata Trump tentang minggu-minggu
awal masa jabatannya. (Yetede)
Saham Konsumer Ritel Kian Atraktif Dengan Peluang Cuan Hingga 65 %
Ramadan menjadi momentum terbaik
bagi emiten konsumer (consumer goods) dan ritel modern untuk memacu
penjualan dan menanggok untung lebih, mengingat daya beli masyarakat biasanya
lebih meningkat dibanding bulan biasanya. Langkah perusahaan konsumer ritel
yang gencar meningkatkan promosi untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan,
akan membawa saham-sahamnya kian atraktif dengan peluang cuan hingga 65%. “Di
tengah kekhawatiran melemahnya permintaan selama musim Idul Fitri, kami tetap
meyakini emiten konsumer ritel akan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan
yang solid. Meski, persaingan akan ketat dan volatilitas dariharga komoditas
dapat menimbulkan tantangan terhadap margin emiten," kata Analis BRI Danareksa
Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang
dipublikasi Rabu (5/3/2025).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
menyematkan rekomendasi buy untuk empat saham ritel modern, yakni PT Mitra
Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp 2.000, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
(MAPA) di target harga Rp 1.250, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan
target harga Rp 1.100 dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dengan target
harga Rp 540. Di sektor konsumer, sekuritas tersebut memberi rekomendasi buy
untuk lima saham, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dengan target
harga Rp 14.000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) di target harga Rp 8.800,
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, PT Mayora Indah Tbk
(MYOR) dengan target harga Rp 3.050, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga Rp 640, serta hold saham PT Unilever Indonesia
Tbk (UNVR) di target harga Rp 1.500. (Yetede)
Perbaikan Smelter Manyar, PT Freeport Indonesia, Rampung Juni
PT Freeport Indonesia (PTFI)
memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant
Smelter Manyar, dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritikal secara
bertahap menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 danBoeing 747 ke Surabaya,
yang selanjutnya menempu jalan darat ke Gresik, Jatim. “Kami berupaya semaksimal
mungkin agar proses recovery berjalan efektif dan efisien agar smelter
secepatnya kembali berproduksi. Pemilihan pesawat kargo karena waktu tempuh
dari luar negeri hanya 35 jam, jauh lebih cepat dari kapal laut yang memakan
waktu 60 hari,” kata Presdir PTFI, Tony Wenas, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Durasi perbaikan smelter ditargetkan
rampung pada Juni mendatang. Rencanakerja sudah disampaikan ke pemerintah dan
menjadi dasar pemberian izin ekspor konsentrat tembaga. Pabrik asam sulfat di
Smelter Manyar mengalami insiden kebakaran pada Oktober 2024, sebulan setelah
diresmikan oleh Presiden Indonesia ke-7 Jokowi. Kebakaran itu masuk dalam
kategori kahar sehingga pemerintah memberi kesempatan ekspor. Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia mengatakan akan ada sanksi bagi PTFI bila perbaikan pabrik asam
sulfat tidak rampung pada Juni mendatang, berupa pungutan pajak ekspor
maksimal. (Yetede)
Program Pemerintah dikonsolidasikan oleh Presiden Prabowo
Presiden Prabowo memperkuat konsolidasi pelaksanaan program pemerintah pada seluruh jajaran kabinet dan lembaga negara menjelang berbuka puasa di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3). Presiden mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri kendati puluhan kebijakan sudah dikeluarkan. Konsolidasi Presiden dengan jajaran kementerian/lembaga dihadiri menteri Kabinet Merah Putih, penasihat khusus Presiden, kepala dan wakil kepala lembaga, kepala staf angkatan TNI, serta Ketua KPK dan Kepala BPKP itu berlangsung tertutup. Wakil Mendagri, Bima Arya usai acara mengungkapkan, Presiden menyampaikan beberapa program prioritas di 130 hari pemerintahan, seperti rencana membangun sekolah rakyat, memperbaiki fasilitas pendidikan sampai ke pelosok Nusantara, serta rencana mendirikan 70.000 koperasi desa sebagai outlet untuk bahan kebutuhan pokok dan obat-obatan serta klinik.
Disampaikan pula anggaran untuk desa yang saat ini bukan lagi Rp 1 miliar per desa. Namun, ada Rp 1 miliar dari dana desa dan Rp 6 miliar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Presiden juga menegaskan keinginannya untuk memotong rantai kemiskinan dengan menyekolahkan yang tidak mampu di sekolah-sekolah terbaik dan memberikan akses kesehatan. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Presiden mengingatkan jajarannya agar tak ragu dengan program prioritas yang berjalan. ”Kritikan wajar, kritikan membuat kita semakin cermat dan waspada. Tapi, kita sudah on the track,” tutur Bima menyampaikan arahan Presiden. Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi menambahkan, Presiden mengingatkan jajarannya untuk tidak berpuas diri kendati puluhan kebijakan sudah dikeluarkan. (Yoga)
Memastikan Nasib Buruh Sritex yang terkena PHK
Kasus yang menimpa produsen tekstil Sritex perlu mendapat perhatian semua pihak. Nasib para pekerja perusahaan yang di PHK mendesak untuk segera dicarikan solusi. Sritex, yang dulu dikenal sebagai raksasa industri tekstil Indonesia, menghentikan operasionalisasinya per 1 Maret 2025. Gelombang PHK massal tak terhindarkan, dengan lebih dari 10.965 pekerja di empat pabriknya kehilangan pekerjaan, setelah MA menolak kasasi Sritex pada Desember 2024 dan memperkuat status kepailitan perusahaan. Dengan kondisi keuangan yang semakin terpuruk dan kendali penuh berada di tangan kurator, Sritex tidak lagi dapat membeli bahan baku ataupun menjual produknya, yang berujung penghentian operasionalisasi total (Kompas, 2/3/2025).
Kasus yang menimpa Sritex adalah kasus kesekian kali yang menimpa industri tekstil dan produk asal tekstil. Kasus sejenis dipastikan akan terjadi di perusahaan-perusahaan lain karena masalah industri di produk ini sangat sensitif dengan perubahan regulasi, perubahan terkait ketenagakerjaan, perubahan permintaan pasar, dan lain-lain. Ujung dari penanganan masalah ini adalah memastikan nasib buruh. Jumlah mereka yang mencapai puluhan ribu jiwa dan mungkin ratusan ribu jiwa lainnya yang bergantung pada industri ini akan memunculkan masalah sosial dan ekonomi yang pelik apabila terjadi masalah. Sinyal awal dari internal perusahaan tentang kondisi perusahaan di tengah berbagai perubahan domestik dan internasional penting agar pihak terkait bisa ikut memberi solusi.
Meski, tak mudah mencari solusi ketika permintaan pasar global anjlok, permintaan dalam negeri tidak bisa diandalkan, dan perubahan lainnya menimpa pasar tekstil dan produk asal tekstil. Upaya pemerintah untuk menangani Sritex layak mendapat apresiasi. Akan tetapi, kondisi pasar yang tidak menguntungkan akan mempersulit upaya penanganan kasus Sritex. Apalagi bila upaya yang disodorkan lebih banyak disertai kepentingan lain, penanganan Sritex dan juga para buruhnya tidak akan berkelanjutan. Pemerintah dan swasta bisa menawarkan pemberdayaan agar mereka bisa terus memiliki sumber pendapatan. Upaya seperti ini pernah dilakukan di Jatim ketika sebuah pabrik rokok ditutup beberapa tahun lalu. (Yoga)
Bursa Global Rontok akibat Perang Dagang
Bursa saham AS dan sejumlah negara bereaksi negatif pada kepastian perang dagang. Dalam pernyataan, Senin (3/3) malam waktu Washington DC atau Selasa (4/3) dini hari WIB, Presiden AS Donald Trump memastikan tarif impor mulai berlaku Selasa. AS memberlakukan tarif impor 25 % untuk Kanada dan Meksiko. China juga terkena tambahan bea masuk dari 10 % menjadi total 20 %. Kanada dan Meksiko merupakan mitra dagang utama yang terikat perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara dengan AS, NAFTA. AS terutama menjadi pasar, Kanada-Meksiko menjadi pemasok. Dengan pemberlakuan tarif impor, praktis kesepakatan itu mati sehingga rantai pasok bisa terganggu.
Saling mengenakan tarif impor dikenal sebagai perang dagang. Perang dagang membuat harga berbagai barang naik sehingga konsumsi dikhawatirkan menurun. Penurunan konsumsi bisa membuat penjualan para produsen dan distributor terpangkas. Di bursa, koreksi pendapatan itulah yang membuat harapan pada nilai dividen berkurang. Akibatnya, harga saham terkoreksi. Sejak pengumuman Trump, negara-negara sasaran segera membalas. Kanada segera memberlakukan tarif 25 % untuk komoditas senilai 20,6 miliar USD. Jika Washington tak kunjung menunjukkan itikad baik, tarif setara akan dikenakan pada komoditas senilai 86,6 miliar USD.
China bakal menerapkan tarif 15 % untuk aneka impor produk pertanian dan peternakan AS. Mulai Senin pekan depan, tarif diberlakukan untuk kacang kedelai serta daging, mencakup babi, sapi, dan ayam. Pada 2024, China mengimpor total 24,7 miliar USD produk pertanian dan peternakan dari AS. Beijing juga melarang kerja sama dengan 10 perusahaan AS. Ada juga pembatasan ekspor ke 15 perusahaan AS, karena dinilai membahayakan kepentingan nasional China. Selepas pengumuman Trump, tiga indeks utama bursa New York langsung memerah. Nasdaq paling terpukul, anjlok 2,64 % karena indeksnya terpangkas 497 poin. S&P 500 serta Dow 30 lebih rendah koreksinya, masing-masing 1,76 % untuk S&P 500 dan 1,48 % untuk Dow 30.
Reaksi negatif bursa terlihat pula di Asia Pasifik. Indeks Nikkei, Jepang terkoreksi 1,37 % karena kehilangan 509,88 poin di pembukaan perdagangan, Selasa. Sementara S&P Australia terkoreksi 67,9 poin. Penurunan juga terpantau di bursa Mumbai, India. Indeks S&P Sensex Mumbai terkoreksi tipis 0,15 % karena kehilangan 115 poin. Di bursa Shanghai, China, Selasa, Indeks SSE Composite terkoreksi tipis 0,12 %. Pelaku pasar khawatir dengan prospek ke depan selepas pengumuman Trump. ”Apa yang seharusnya mereka lakukan adalah membangun pabrik mobil dan hal-hal lain di AS. Dengan begitu, mereka tidak akan dikenai tarif,” kata Trump di Gedung Putih. (Yoga)
Permintaan Kredit Naik Menjelang Lebaran
Menjelang momentum Lebaran, permintaan kredit melalui platform buy now pay later (BNPL) dan pinjaman daring oleh masyarakat diperkirakan akan meningkat. Meski tingkat kredit macet saat ini masih berada dalam batas aman, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan berhati-hati dan waspada. Berdasar data OJK, penyaluran kredit melalui platform BNPL per Januari 2025 mencapai Rp 26,69 triliun atau tumbuh 44,19 % secara tahunan. Ini terdiri dari BNPL perusahaan pembiayaan sebesar Rp 7,12 triliun dan BNPL perbankan sebesar Rp 22,57 triliun, yang masing-masing tumbuh 41,9 % secara tahunan dan 44,65 % secara tahunan. Sementara, saldo pembiayaan oleh industri pinjaman daring atau fintech peer to peer lending per Januari 2025 tercatat Rp 78,5 triliun atau tumbuh 29,94 % secara tahunan, lebih tinggi dibanding Desember 2024 yang tumbuh 29,14 % secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman memperkirakan pertumbuhan tersebut akan berlanjut menjelang perayaan hari raya Lebaran, sebagaimana terjadi tahun lalu. ”Kita bisa mempelajari fakta yang pernah terjadi tahun lalu. Dengan membandingkan posisi April 2024 dengan Maret 2024, terlihat bahwa outstanding (saldo) pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembayaran mengalami peningkatan. Demikian juga untuk industri pinjaman daring juga meningkat,” katanya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK Februari 2025, Selasa (4/3). (Yoga)
Konglomerat Bersepakat, Bursa akan Bangkit Kembali, dan Badai pasti Berlalu
Sejumlah konglomerat pemilik perusahaan terbuka di pasar modal menyampaikan bahwa sejumlah emiten memiliki fundamental yang kuat di tengah tekanan global. Mereka menilai tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan justru menjadi momentum positif untuk meningkatkan investasi saham dalam jangka panjang. Para pemilik perusahaan besar di pasar modal menyampaikan pandangan tersebut kepada media seusai diundang dalam diskusi bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/3). Diskusi itu menyoroti perkembangan pasar saham yang beberapa bulan terakhir ramai ditinggal investor asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir perdagangan bursa hari itu terkoreksi 7,9 % ke level 6.519 sejak awal 2025. Pengusaha seperti Garibaldi Thohir, mengaku masih percaya diri dengan pasar dalam negeri kendati mayoritas harga saham di bursa tengah anjlok seperti masa pandemi Covid-19. Penurunan harga saham, menurut dia, lebih dipicu sentimen terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang terpilih kembali pada akhir 2024. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan investor untuk membeli saham berkinerja baik.
”Secara fundamental, banyak perusahaan di dalam negeri yang fundamentalnya bagus, value-nya murah, it’s time to buy,” ujar Presdir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tersebut, kepada media. Konglomerat dari Grup Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja, juga mengaku percaya diri dengan fundamental perusahaan terbuka di Indonesia. Kendati demikian, masih ada peluang besar bagi Indonesia untuk memperbaiki kinerja perusahaan hingga memperdalam pasar di bursa. Pebisnis perusahaan Grup Barito, Agus Salim Pangestu, mengakui fundamental perusahaan yang baik membantu kinerja keuangan perusahaan di bawah benderanya tetap tumbuh positif. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









