Ekonomi
( 40430 )IHSG Mengatur Strategi Demi Jaga Pasar Saham
Tekanan yang berlarut-larut di pasar saham domestik Indonesia menuntut intervensi dari otoritas pasar modal untuk meredam kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada 28 Februari 2025, yang dipicu oleh faktor global seperti kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump. Untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak biasa ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan berbagai upaya, termasuk berencana untuk menunda penerapan kebijakan short selling, serta melakukan roadshow untuk menjelaskan kondisi pasar kepada investor asing.
Pentingnya edukasi terhadap investor domestik juga disorot oleh Aria Santoso, Presiden Direktur CSA Institute, yang menyarankan BEI untuk memberikan penjelasan tentang kondisi pasar agar investor jangka panjang tidak panik. Selain itu, Aria juga mengusulkan perluasan edukasi mengenai solusi lindung nilai seperti produk option. Di sisi lain, Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menekankan bahwa langkah BEI akan efektif jika didukung oleh kebijakan makroekonomi yang pro-investasi.
Beberapa pelaku pasar berharap langkah-langkah seperti aksi buyback saham dapat membantu pemulihan IHSG. Di sisi lain, Satria Sambijantoro dari Bahana Sekuritas mengingatkan bahwa intervensi pasar yang berlebihan dapat mengurangi daya tarik pasar saham domestik. Namun, Kristian Sihar Manullang dari BEI menjelaskan bahwa kebijakan auto rejection dan unusual market activity (UMA) diterapkan untuk melindungi investor, meskipun dapat mengganggu strategi pasar tertentu.
Secara keseluruhan, respons terhadap tekanan pasar ini mencakup langkah preventif dari BEI dan pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung stabilitas ekonomi makro untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.
PHK Besar-Besaran Masih Berlanjut
PT Sritex dan tiga anak usahanya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 9.604 pekerja, menyusul keputusan Pengadilan Niaga Semarang yang memutuskan Sritex dalam keadaan pailit. Tim kurator mengumumkan bahwa PHK massal ini terjadi akibat perusahaan yang tidak dapat beroperasi lagi setelah tanggal 1 Maret 2025. Total pekerja yang terdampak PHK pada Januari hingga Februari 2025 mencapai 10.669 orang. Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan, yang akrab disapa Noel, mengatakan bahwa pemerintah akan membantu mencari pekerjaan baru bagi para pekerja yang terdampak, termasuk melalui peluang kerja di daerah seperti Garut dan perusahaan besar seperti Huawei. Pemerintah juga akan mendorong pekerja untuk mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan mereka. Selain itu, hak-hak pekerja seperti pesangon dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) akan dipenuhi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Terdapat juga kasus PHK di sektor lain seperti pabrik Yamaha yang berencana menutup lini produksi, yang turut memengaruhi ratusan pekerja. Sementara itu, sektor manufaktur, yang selama ini banyak menyerap tenaga kerja, semakin tertekan karena penurunan daya beli dan kebijakan yang tidak mendukung industri.
Ekonomi Terpuruk, Bursa Menurun
Deflasi Bisa Terpotensi Di Bulan Februari 2025
Cuan Dari Bisnis Mobil Listrik
Perang Dagang Semakin Memanas
Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Didorong Kemitraan Danantara, Swasta dan Umum
Kemitraan antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), swasta, serta UMKM berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Swasta berperan sebagai katalis inovasi dan investasi, sementara UMKM yang dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan mendorong ekonomi lokal. Swasta mutlak dirangkul karena berkontribusi dominan terhadap kebutuhan investasi nasional ditengah keterbatasan kemampuan APBN. Dari total kebutuhan investasi lima tahun ke depan (2025-2029) untuk menggapai pertumbuhan 8%, 86,7%-nya diharapkan datang dari swasta, sisanya baru dari APBN dan BUMN.
Sedangkan UMKM memiliki peran strategis terhadap perekonomian mengingat sektor ini menjadi penyerap 96,9% tenagakerja dan berkontribusi 60,5% produk domestik bruto (PDB). Sehingga, selain strategis, kemitraan antara ketiganya dinilai tepat karena selaras dengan misi BPI Danantara sebagai agen pembangunan sekaligus agent of economic growth, selain pengelola investasi negara. “Dengan Danantara sebagai agen pembangunan dan penggerak pertumbuhan ekonomi, kolaborasi ini bisa menjadi ekosistem yang saling memperkuat,” ujar Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira, Jumat (28/02/2025). (Yetede)
Konsumsi Rumahtangga Digenjot Kolaborasi
Pemerintah danpengusaha berkolaborasi untuk menggenjot konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2025, ditopang oleh momentum Puasa dan Idulfitri. Sejumlah program disiapkan untuk mengerek konsumsi rumah tangga, yang menyumbangkan 50% lebih produk domestic bruto (PDB) Indonesia. Pemerintah akan merilis stimulus diskon harga tiket pesawat 10% lebih selama dua minggu untuk penerbangan domestik, diskon tarif tol sebesar 20%, program pariwisata mudik Lebaran, program mudik gratis bersama 74 BUMN kolaborator, tiket gratis angkutan laut Lebaran 2025, dan operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilitas bahan pokok.
Pemerintah dan pengusaha juga akan menggelar program belanja nasional. Contohnya, program Friday Mubarak, sebuah inisiatif dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendorong konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran. Seiring dengan itu, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 5% pada kuartal I-2025. Adapun sepanjang 2025, target pertumbuhan ekonomi dipatok 5,2%. (Yetede)
Pinjaman Jumbo Diraih oleh Chandra Asri
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui entitas investasi infrastruktur perseroan, PT Chandra Daya Investasi (CDI) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman (term loan) senilai Rp 2 triliun dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), untuk mendukung operasional dan pengembangan bisnis CDI secara menyeluruh, sekaligus memperkuat modal kerja perusahaan dalam menjalankan proyek-proyek berkelanjutan. "Fasilitas yang diterima CDI berupa committed term loan, yang dapat dialokasikan untuk proyek green asset seperti energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, efisiensi energi, dan lainnya," kata Chief Finan-cial Officer Chandra Asri Group, Andre Khor, Jumat (28/2/2025).
Melalui CDI, Chandra Asri Group memperkuat ketahanan bisnisnya dengan melakukan diversifikasi ke sektor infrastruktur. Special purpose vehicle untuk investasi infrastruktur ini adalah joint venture dengan EGCO (Electricity Generating Public Company Limited) dari Thailand. Fokus utama CDI pada pembangkit listrik dan distribusi energi, pengolahan air, pengelolaan tangka & dermaga, serta logistik. Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor infrastruktur yang mendukung bisnis usaha Chandra Asri Group di bidang energi dan kimia, sebagai dasar untuk mendukung pertumbuhan Indonesi. (Yetede)
IHSG Jatuh ke Titik Terendah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,31% di pengujung bulan Februari ke level 6.270, sekaligus menjadi level terendah d alam tiga tahun terakhir. IHSG bahkan terkoreksi tajam 11,43% sejak awal tahun 2025 hingga Jumat (28/2/2025). Investor asing telah mencatatkan aksi jual (net sell) hampir Rp 19 triliun di pasar saham sepanjang tahun ini. Phintraco Sekuritas mengungkapkan, akumulasi jual investor asing sebelumnya sudah pernah terjadi beberapa kali dalam 10 tahun terakhir. Nilai akumulasi net sell investor asing paling dekat adalah ditahun 2015 dengan posisi pelemahan IHSG sebesar 12,13%. “Dengan asumsi kembali terjadi net sell investor asing pada perdagangan Jumat (28/2/2025), nilai akumulasi jual asing sepanjang 1 Januari-28 Februari 2025 diperkirakan mencapai level yang sama dengan 2015.
Pelemahan IHSG sudah mencapai 11%, hampir sama dengan besarnya pelemahan di tahun 2015 tersebut," ungkap Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat sore (28/2/2025). Pada penutupan perdagangan Jumat (28/2/2025), IHSG terkoreksi 214,9 poin ke posisi 6.270, dengan volume transaksi 220 juta lot, frekuensi transaksi 1,3 juta kali, dan total nilai transaksi bursa sebesar Rp 20,6 triliun. Aksi jual bersih asing mencapai Rp 2,91 triliun, dengan lima saham yang paling banyak dilepas asing adalah BBRI Rp 879,3 miliar, MDKA Rp522,4 miliar, BBCA Rp 382,9 miliar, INKP Rp 261,6 miliar, dan BBNI Rp 233,6 miliar.
Dirut BEI, Iman Rachman menyoroti berbagai faktor global dan domestik yang berkontribusi terhadap tekanan pasar. Kebijakan ekonomi global, terutama terkait kebijakan tarif perdagangan dan suku bunga AS, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham Indonesia. “Trump 2.0 tidak mudah. Sekitar 70% dana global tetap mengalir ke aset berkualitas tinggi di AS. Selain itu, ancaman tarif dagang terus muncul, seperti yang sebelumnya terjadi pada Meksiko dan Kanada, serta Uni Emirat Arab," jelas dia. Selain faktor tarif, kebijakan pajak pertambahan nilai (VAT) yang diharapkan menurun ternyata tidak sesuai ekspektasi. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









