IHSG Mengatur Strategi Demi Jaga Pasar Saham
Tekanan yang berlarut-larut di pasar saham domestik Indonesia menuntut intervensi dari otoritas pasar modal untuk meredam kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada 28 Februari 2025, yang dipicu oleh faktor global seperti kebijakan tarif impor Presiden AS Donald Trump. Untuk menghadapi kondisi pasar yang tidak biasa ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan berbagai upaya, termasuk berencana untuk menunda penerapan kebijakan short selling, serta melakukan roadshow untuk menjelaskan kondisi pasar kepada investor asing.
Pentingnya edukasi terhadap investor domestik juga disorot oleh Aria Santoso, Presiden Direktur CSA Institute, yang menyarankan BEI untuk memberikan penjelasan tentang kondisi pasar agar investor jangka panjang tidak panik. Selain itu, Aria juga mengusulkan perluasan edukasi mengenai solusi lindung nilai seperti produk option. Di sisi lain, Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menekankan bahwa langkah BEI akan efektif jika didukung oleh kebijakan makroekonomi yang pro-investasi.
Beberapa pelaku pasar berharap langkah-langkah seperti aksi buyback saham dapat membantu pemulihan IHSG. Di sisi lain, Satria Sambijantoro dari Bahana Sekuritas mengingatkan bahwa intervensi pasar yang berlebihan dapat mengurangi daya tarik pasar saham domestik. Namun, Kristian Sihar Manullang dari BEI menjelaskan bahwa kebijakan auto rejection dan unusual market activity (UMA) diterapkan untuk melindungi investor, meskipun dapat mengganggu strategi pasar tertentu.
Secara keseluruhan, respons terhadap tekanan pasar ini mencakup langkah preventif dari BEI dan pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung stabilitas ekonomi makro untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023