;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

OPTIMISME KONSUMEN MENGUAT

10 Jun 2022

Kabar baik kembali menghampiri perekonomian Indonesia. Setelah kinerja manufaktur terus berada di zona ekspansi serta capaian inflasi yang terkendali, kini giliran sektor konsumsi unjuk gigi. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menyentuh angka tertinggi selama pandemi Covid-19. Kemarin, Kamis (9/6), Bank Indonesia (BI) melansir hasil Survei Konsumen periode Mei 2022 yang menunjukkan bahwa IKK mencapai 128,9 atau lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya yang tercatat 113,1.Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa optimisme terhadap kondisi ekonomi terus menguat. Menurut BI, persepsi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama, meningkat. Demikian pula dengan ekspektasi positif konsumen terhadap perekonomian ke depan, terutama kondisi dunia usaha. Optimisme yang menguat akan menjadi katalis positif bagi akselerasi perekonomian nasional.

Investor Baru Terus Mencaplok Bank Kecil

10 Jun 2022

Sejumlah bank di Tanah Air masih rame diburu para pemodal. Yang terbaru, Investree Singapore Pte Ltd resmi membeli 1,5 miliar atau setara 10,9% saham Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR). Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/6), harga pembelian senilai Rp 280 per saham. Berarti nilai transaksi Investree itu sekitar Rp 422,02 miliar pada 7 Juni 2022. Amin Nurdin, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) berpendapat, bank kecil bisa ekspansi lewat transfer teknologi, SDM dan pengembangan bisnis.

Memacu Daya Saing Perbankan Syariah

10 Jun 2022

Industri perbankan syariah di Indonesia memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi secara nasional. Sejak dirintis, perbankan syariah diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial. Sejauh ini, terdapat dua pola bisnis perbankan syariah, yaitu sebagai bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS). Keduanya sama-sama menjunjung prinsip tata kelola sesuai syariah. Sebagai negara berpenduduk mayoritas muslim, industri perbankan syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kenyataan di atas cukup menarik untuk dicermati. Fakta bahwa upaya yang telah dilakukan untuk membangun industri perbankan syariah di Indonesia ternyata selama ini masih jauh panggang dari api. Sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan untuk mengungkit daya saing perbankan syariah. Salah satu ikhtiar yang semula diyakini dapat meningkatkan market share perbankan syariah, yaitu mendorong UUS untuk spin off dari induknya.

Pertama, kinerja keuangan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang periode 2016—2021, UUS tumbuh cukup kompetitif dengan compound annual growth rate (CAGR) pada aset, financing, funding, dan profit before tax (PBT) secara rata-rata lebih tinggi (>18%) dibandingkan dengan BUS (<13%). Demikian juga dari sejumlah rasio kunci UUS seperti RoA sebesar 2,2% dibandingkan BUS 1,3%; NOM UUS 2,3%, sementara BUS 1,4%; dan BOPO UUS <80%, sementara BUS >85%. Baik profitabilitas maupun efisiensi biaya, faktanya UUS mengungguli model BUS. Kedua, tingkat ketahanan UUS juga lebih tinggi dibandingkan BUS terutama pada masa krisis pandemi tercermin dari indikator NPF UUS di bawah 3%, sementara BUS >4%. Pencapaian tersebut tentunya tanpa mengurangi kesyariahan dari praktik bisnis UUS yang selalu diiringi pengawasan prinsip-prinsip syariah oleh OJK, Dewan Pengawas Syariah, serta Satuan Kerja Audit Internal Bank. Ketiga, UUS mempercepat literasi dan inklusi perbankan syariah karena pola bisnisnya memiliki akses terhadap market dari bank induk yang menjangkau seluruh kalangan (universal). Keempat, yaitu tingkat layanan dan pricing UUS yang setara atau lebih baik dari bank induk, sehingga membuat nasabah tetap merasakan layanan terbaik. Kelima, dari sisi kelembagaan. Pada akhir 2021, terdapat 12 BUS dan 21 UUS pada industri perbankan syariah di Indonesia. Dari total 21 UUS, mayoritas merupakan bank yang memiliki modal kecil dan skala bisnis terbatas.

Incar Rp 25 Triliun dari Obligor BLBI Tahun Depan

10 Jun 2022

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menargetkan pemulihan piutang BLBI pada tahun 2023 sebesar Rp 25 triliun. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (8/6) lalu mengatakan, pemulihan piutang akan menjadi salah satu program prioritas dan proyek unggulan pada tahun 2023.

PABRIK GULA BARU : Swasembada Gula Tercapai 2024

10 Jun 2022

Pemerintah memproyeksikan swasembada gula kristal putih dapat tercapai pada 2024 menyusul sejumlah strategi yang telah disiapkan termasuk dengan meningkatkan luas area tanam. Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian (Kementan) Ardi Praptomo mengatakan pemerintah menyiapkan dua strategi untuk merealisasikan target swasembada gula kristal putih. “Upayanya melalui upaya ekstensifikasi dan intensifikasi,” ujarnya saat Musyawarah Nasional (Munas) I Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo), Kamis (9/6). Dia menjelaskan pada strategi ekstensifikasi diperlukan perluasan lahan tebu seluas 75.000 hektare. Selain itu, lanjutnya, batas minimum produktivitas lahan adalah 85 ton per hektare dengan rendemen 8%-8,5%.


Telkom Buka Opsi IPO Anak Usaha

10 Jun 2022

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka opsi penawaran umum perdana (initial puclic offering/IPO) saham bagi anak usahanya, PT Sigma Tata Sedaya yang bakal berganti nama menjadi PT Telkom Data Center (TDC). Selain IPO, Telkom membuka opsi penempatan terbatas (private placement) kepada mitra strategis. Sementara itu, kalangan analis dan sejumlah sekuritas menyatakan, saham TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah terdiskon hingga Rp905 (23%). Saham TLKM direkomendasikan beli (buy), dengan target harga Rp5.000. Pada perdagangan Kamis (9/6), saham TLKM ditutup melemah 50 poin (1,25%) ke level Rp4.050 dengan market cap Rp401,2 triliun. Dalam sepekan, saham TLKM turun 6%, dalam sebulan anjlok 12,3%, selama tahun berjalan (year to date/ytd) menguat 0,2%, dan dalam setahun naik 15,7%. Saham TLKM baru saja tergusur dari peringkat ke-3 market cap emiten di BEI. Posisi saham Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang market cap-nya tembus Rp454,7 triliun. (Yetede)

Bank Siap Tingkatkan Cadangan

10 Jun 2022

Bank-bank di Tanah Air berancang-ancang untuk menaikkan dana pencadangan. Hal ini untuk merespons kebijakan Otomatis Jasa keuangan (OJK) yang bakal menghentikan program restrukturisasi  kredit nasabah terdampak Covid-19 mulai Maret 2023 diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun ini, sehingga prospek bisnis perbankan diprediksi semakin cerah. Data OJK menunjukkan kredit perbankan per April 2022 tumbuh 9,`% yoy, atau 3,69% secara year to date, meningkatkan signifikan dibandingkan Maret yang tumbuh 6,67% yoy. Secara sektoral, per April lalu, kredit yang paling moncer adalah kredit sektor pertambangan dan penggalian yang melejit 49,8%, perikanan 16,4% transportasi pergudangan dan komunikasi 12,3% kemudian pengolahan 12,1%. Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan, tren restrukturisasi kredit  perseroan terus mengalami penurun, seiring membaiknya kinerja para debitur. (Yetede)

Mulai Membaik, Pariwista Bali Diperkirakan Baru Pulih Penuh 2024

10 Jun 2022

Bank Indonesia (BI) menyebutkan bawah pariwisata di Provinsi Bali pada tahun ini diproyeksikan membaik dibandingkan 2021, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Pemulihan sektor pariwisata di Pulai Dewata tersebut ke kondisi sebelum pandemi diperkirakan baru terjadi pada 2024. "Pariwisata Bali 2022 diproyeksikan membaik  dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan banyaknya penyelenggaraan sejumlah event internasional, dan pelonggaran kebijakan perjalanan yang mendorong minat wisman dan wisnus untuk melakukan wisata ke Bali," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam focus group discussion (FGD) dengan media massa di Seminyak, Bandung, Bali, baru-baru ini. Trisno menjelaskan, kondisi pariwisata di Bali tergambar dari tingkat kunjungan penumpang, baik domestik maupun internasional, melalui bandara. "Semoga tidak ada apa-apa sehingga wisatawan mancanegara  bisa naik terus. Tahun depan 2-3 juta orang. Tahun berikutnya  baru sampai 6,25 orang. Kami proyeksikan, kedatangan Wisnu kan mencapai 58% sedangkan kedatangan wisman mencapai 11,58% dibandingkan kondisi tahun 2019," ujar Trisno. (Yetede)

Hingga 2024, Investasi Wedang Bay Industrial Capai US$ 24 Miliar

10 Jun 2022

Investasi PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang merupakan kawasan Industri terpadu pengolahan logam berat hingga 2024 mencapai US$ 24 miliar. Adapun total investasi hingga saat ini telah mencapai US$ 11 miliar. Rencananya US$ 15 miliar sampai 2024. Ini fase ketiga dari pengembangan," kata GM Communication, CSR & Environment IWIP Erry Kurniawan di Jakarta, kemarin. Proyek yang terletak di Halmahera Tengah, Maluku Utara itu mulai dibangun sejak 2018. Diikatannya pada saat Indonesia mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi, IWIP terbukti masih dapat masih berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara. Tercatat pertumbuhan industri pengolahan terbesar di Indonesia dengan nilai 9,48% pada kuartal IV 2020. Proyek ini juga terus menunjukkan  komitmennya dalam memberdayakan anak bangsa dengan membidik 10,400 tenaga kerja baru 21.600 orang hingga akhir 2021 kemarin. 

ECB Mulai Naikkan Suku Bunga Bukan Depan

10 Jun 2022

Bank Central Eropa ECB pada Kamis (9/6) memastikan suku bunga acuan akan dinaikkan mulai bulan depan. Stimulus pembelian obligasi juga  akan diakhiri mulai Juli 2022. Keputusan yang ditunggu-tunggu ini akhirnya keluar setelah ECB terus ditekan untuk bergerak memerangi lonjakan inflasi. Dewan Gubernur ECB dalam rapat kebijakan yang digelar di Amsterdam, Belanda sepakat bahwa sebagai langkah pertama adalah mengakhiri stimulus pembelian obligasi per 1 Juli 2022, yang nilainya mencapai lima triliun euro atau US$ 5,4 triliun sejak 2014.

 "Dewan Gubernur kemudian akan menaikkan suku bunga acuan ECB sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya di 21 Juli (2022)," kata ECB dalam pernyataannya, seperti diikuti AFP. Presiden ECB Christine Lagarde dalam dalam konferensi persnya mengungkapkan, keputusan Dewan Gubernur diambil secara aklamasi. "Kami sekarang menapaki jalan yang akan mencukupi serangkaian pergerakan (penaikan suku bunga) sepanjang beberapa bulan ke depan," dia. (yetede)