;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Mari Memilah Right Issue Emiten BUMN yang Menarik

09 Jun 2022

Enam perusahaan plat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menggelar rights issue di tahun ini. Emiten yang akan menggelar penerbitan saham baru ini yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Sejumlah emiten menggunakan rights issue sebagai jalan masuk penyertaan modal negara (PMN), seperti Bank BTN, Waskita, dan Adhi Karya. Waskita, setelah mendapat PMN, akan menggelar rights issue juga untuk publik dengan target Rp 1 triliun, sehingga total aksi korporasinya akan menurunkan porsi pemerintah. Emiten-emiten ini akan menggunakan dana segar dari right issue untuk memperkuat modal dan ekspansi.

Nilai Tambah Baterai Listrik US$ 5,18 Miliar

09 Jun 2022

Investasi industri baterai listrik di Indonesia, akan segera terealisasi. Hilirisasi mineral ini juga diharapkan akan semakin memutar roda perekonomian dalam negeri. Pada Rabu (8/6) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi oleh Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, meresmikan implementasi rencana tahap kedua baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT), Batang, Jawa Tengah. Sementara itu, Bahlil menjelaskan, total lahan yang akan digunakan dalam implementasi tahap kedua industri baterai listrik terintegrasi tersebut, mencapai 1.000 hektar (ha). Dari luas lahan tersebut, perusahaan asal Korea Selatan LG Energy Solution akan menempati lahan seluas 275 ha dengan nilai investasi US$ 9,8 miliar atau setara sekitar Rp 142 triliun. Ia menyebut, investasi hirilisasi oleh LG bakal memberikan nilai tambah sebesar US$ 5,18 miliar untuk Indonesia. 

World Bank Pangkas Proyeksi Ekonomi RI

09 Jun 2022

Bank Dunia (World Bank) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022. Lembaga ini memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5,1%, turun 0,1% poin dari sebelumnya 5,2%. Dalam laporan bertajuk Global Economic Prospects edisi Juni 2022, World Bank menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini cukup stabil. Hal ini didorong oleh kondisi Covid-19 yang mulai membaik, serta ada berkah dari peningkatan harga komoditas global.

INDUSTRI BATERAI LISTRIK TERINTEGRASI

09 Jun 2022

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo dan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae-sung, menghadiri peresmian tahapan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/6). Total nilai proyek tersebut mencapai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

AKSI KORPORASI BUMN : TRANSFORMASI 2 BANK DILANJUTKAN

09 Jun 2022

Kementerian Badan Usaha Milik Negara melanjutkan transformasi dua entitas bank yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Kedua bank itu akan menggelar aksi korporasi jelang akhir tahun ini. Saat rapat dengan Komisi VI DPR pada Selasa (7/6), Kementerian BUMN akan menambah permodalan bagi Bank Tabungan Negara (BTN) guna meningkatkan rasio permodalan bank itu menjadi 19%. Skema penambahan modal dilakukan melalui penawaran saham terbatas (rights issue). Sebelumnya, Kementerian BUMN juga berencana menjadikan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai entitas pelat merah. BSI disiapkan untuk menggelar rights issue senilai Rp5 triliun yang waktunya akan dilakukan pada kuartal III atau kuartal IV tahun ini. Dengan permodalan yang kuat, baik BTN dan BSI nantinya akan menjadi entitas yang kuat untuk menopang perekonomian nasional. Di satu sisi, kementerian BUMN juga berencana melakukan integrasi unit usaha syariah (UUS) BTN ke dalam entitas BSI. Dengan demikian, seluruh layanan syariah perbankan milik pemerintah seluruhnya berada dalam naungan BSI.


Pengunjung Datang, Kinerja Emiten Hiburan Semringah

09 Jun 2022

Kembalinya mobilitas masyarakat saat Covid melandai menggairahkan kembali sektor hiburan dan pariwisata. Kinerja pendapatan emiten bidang ini membaik di kuartal pertama 2022 lalu. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) salah satunya, yang membukukan pendapatan usaha senilai Rp 152,34 miliar atau tumbuh 70,25% dari pendapatan Rp 89,48 miliar pada kuartal pertama tahun lalu. Ancol memang masih membukukan rugi, tetapi berhasil memangkas rugi sebanyak 35,11%, menjadi Rp 37,04 miliar. Kemudian PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), emiten yang mengoperasikan wahana liburan Jungleland Adventure Themepark juga mencetak perbaikan kinerja pendapatannya. JGLE meraih pendapatan Rp 30,72 miliar, naik 79,12% dibandingkan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2021 lalu yang hanya Rp 17,15 miliar. Emiten yang bergerak di sektor jasa rekreasi dan hiburan lainnya ada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang menorehkan pendapatan bersih Rp 133,84 miliar atau melonjak 389,72% dari pendapatan pada periode yang sama tahu lalu Rp 27,33 miliar. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, emiten pengelola jaringan bioskop CGV ini juga berhasil menekan rugi bersih 39,36% dari Rp 83,34 miliar menjadi Rp 50,53 miliar.

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Melambat

09 Jun 2022

Perekonomian dunia harus membayar mahal akibat invasi Rusia ke Ukraina. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, sementara inflasi bakal lebih tinggi. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Rabu (8/6) menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) global akan tumbuh 3 % pada 2022, turun tajam dari perkiraan pada Desember 2021 sebesar 4,5 %. (Yoga)

Alokasikan Untung untuk Menjaga Tren

09 Jun 2022

Pemerintah dan korporasi diharapkan ”mendaur ulang” hasil booming komoditas guna menjaga tren pertumbuhan ekonomi di tengah potensi kenaikan inflasi. Pendapatan dari kenaikan harga komoditas itu dapat dialokasikan ke sektor lain atau diinvestasikan kembali untuk mengembangkan usaha. Kepala Ekonom Citibank Indonesia Helmi Arman (8/6) berpendapat, Indonesia merupakan eksportir sekaligus importir bersih komoditas pangan dan energi. Tak heran jika kenaikan harga batubara, minyak mentah, dan CPO menjadi ”durian runtuh” (windfall) sekaligus memunculkan tambahan pengeluaran akibat kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri. ”Dampak positif dan negatifnya bisa dilihat dari sisi korporasi, rumah tangga, dan fiskal negara,” kata Helmi dalam diskusi ”Tinjauan Komoditas Indonesia: Prospek dan Tantangan” yang digelar Bank Pembangunan Asia (ADB).

Berdasarkan perkiraan Citi Research, booming komoditas membuat korporasi besar mendapatkan aliran kas masuk 1,5 % PDB. Angka itu diperoleh dari pendapatan atas ekspor 1,4 % PDB dan pembelian konsumen atau rumah tangga 0,1 % PDB. Pendapatan korporasi tersebut dapat menambah PDB nasional sebesar 0,5 %. Sementara aliran kas rumah tangga justru minus 0,4 % PDB. Menurut Helmi, korporasi besar dapat memanfaatkan keuntungan dari durian runtuh ini untuk menjaga tren pertumbuhan. Keuntungan dapat digunakan untuk meningkatkan investasi ke sektor lain. Di sisi fiskal, booming komoditas menambah kas negara, tetapi tambahan dana itu dipakai untuk berbagai pembiayaan, termasuk pengendalian pandemic Covid-19, subsidi energi, dan perlindungan sosial. Fiskal dan pangan. (Yoga)


Mengelola Risiko Laju Inflasi

09 Jun 2022

Penerapan restriksi sosial di Shanghai, China, karena Covid-19 telah menghambat rantai pasok global sehingga menekan pertumbuhan konsumsi dan ekonomi global. Di sisi lain, pecahnya perang Rusia-Ukrania telah menimbulkan implikasi luas, di antaranya kenaikan harga minyak, pangan, dan biaya distribusi. IMF dalam World Economic Outlook edisi April 2022 memproyeksikan inflasi bisa mencapai 5,7 % di negara maju dan 8,7 % di negara berkembang. Proyeksi ini lebih tinggi daripada kalkulasi sebelumnya, yakni masing-masing 3,9 % dan 5,9 %. Fenomena ekonomi yang ditandai dengan stagnasi perekonomian dan disertai inflasi tinggi dikenal sebagai stagflasi, yang berisiko meningkatnya angka pengangguran sehingga berisiko juga pada mogoknya mesin di pasar keuangan. Kekhawatiran akan stagflasi belum terlihat pada perekonomian domestik. Meski inflasi Mei 2022 meningkat ke level 3,55 % secara tahunan, tertinggi sejak Desember 2017, inflasi inti yang menjadi tolok ukur daya beli masyarakat sejauh ini masih cukup stabil.

Komponen pengukur inflasi seperti harga komoditas, kurs rupiah, dan kondisi ekonomi negara mitra dagang, inflasi inti Mei 2022 tercatat 2,5 %, tidak jauh bergeser dibandingkan bulan sebelumnya, 2,6 %. Inflasi inti saat ini masih ditopang  terjaganya stabilitas nilai tukar dan konsistensi kebijakan otoritas moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi. Kalangan dunia usaha masih optimistis dengan manuver pemerintah mengotak-atik postur anggaran, yang dipandang sebagai strategi tepat mengendalikan inflasi tahun ini. Optimisme ini tecermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Indonesia yang Mei lalu tercatat berada di level 50,8. Meskipun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya di level 51,9, PMI di atas level 50 masih menunjukkan bahwa dunia usaha tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Terlebih lagi, APBN Perubahan 2022 mengakomodasi penebalan perlindungan sosial dan menggemukkan alokasi untuk kompensasi dan subsidi energi. (Yoga)


Produsen Tekstil Cemaskan Impor

09 Jun 2022

Tren berbelanja baju bekas atau thrift shopping yang semakin marak memicu kekhawatiran pelaku industri tekstil dalam negeri. Kegiatan menjual dan membeli baju bekas yang sejatinya untuk mengurangi limbah tekstil dapat membuka keran impor pakaian bekas yang merugikan industri dalam negeri dan membawa masuk sampah baru. Direktur Eksekutif Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Riza Muhidin mengatakan, meskipun tren tersebut berawal dari niat baik mengurangi limbah dan menjaga lingkungan, pada praktiknya pasar yang tercipta akibat budaya thrifting itu justru membuka keran baru perdagangan impor pakaian bekas yang menggerus industri lokal. BPS mencatat, sepanjang 2021, nilai impor barang tekstil sudah jadi lainnya, pakaian bekas dan barang tekstil bekas, serta gombal atau kain tua (HS 63) mencapai total 328,2 juta USD atau Rp 4,7 triliun (kurs Rp 14.493 per dollar AS). Nilai impor tersebut meningkat selama lima tahun terakhir.

Di pasaran, baju bekas impor yang umumnya bermerek dijual dengan harga murah sehingga membuat produsen tekstil dalam negeri, khususnya yang berskala kecil dan menengah, semakin terdesak. Selain harus bersaing dengan derasnya arus impor pakaian baru, mereka juga berkompetisi dengan laju impor pakaian bekas. Padahal, berdasarkan Permendag No 51/M-DAG/PER/7/2015, impor pakaian bekas sebetulnya dilarang karena tidak higienis dan berpotensi membahayakan kesehatan. Pakaian bekas yang telanjur tiba wajib dimusnahkan dan importir yang memperdagangkannya dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan. Pasal 47Ayat(1) UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan juga mengatur bahwa setiap importir wajib mengimpor barang dalam keadaan baru, meskipun dalam keadaan tertentu, (Yoga)