Ekonomi
( 40430 )70.000 Koperasi Desa Merah Putih untuk Lumbung Pangan dan Singkirkan Tengkulak
Presiden Prabowo Subianto berencana membentuk Koperasi Desa Merah Putih di desa-desa seluruh Indonesia. Pemerintahan Prabowo menargetkan hingga 70.000 Kopdes Merah Putih akan diluncurkan tahun ini. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan sejumlah alasan Prabowo mengeluarkan inisiatif tersebut. Prabowo, kata Tito, berharap Kopdes Merah Putih akan mampu mewujudkan ketahanan pangan hingga memotong rantai distribusi dari desa. Tito menyampaikan Kopdes Merah Putih bisa menyediakan lumbung pangan atau gudang bahan pokok yang dikelola secara lebih modern di desa-desa.
"Presiden mengharapkan bahwa setiap desa memiliki ketahanan pangan masing-masing," kata Tito seusai rapat di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta pada Selasa, 11 Maret 2025. Nantinya, kata dia, lumbung atau gudang yang dikelola Kopdes Merah Putih akan menjadi tempat penyimpanan bahan baku. Stok tersebut, ucap Tito, bakal dibeli koperasi dari para petani. Tito menyampaikan Kopdes Merah Putih juga bakal mempersingkat rantai distribusi dari petani ke konsumen di wilayah-wilayah lain. Selama ini, kata Tito, distribusi hasil tani kerap diperantarai oleh tengkulak, rentenir, hingga praktik ijon yang membuat petani tidak menikmati keseluruhan nilai ekonomi panen mereka. (Yetede)
23 Ribu Desa Di Indonesia Hadapi Masalah Lingkungan yang Serius, Menurut Analisa CELIOS
Center of Economic and Law Studies (Celios) mencatat sebanyak 27 persen desa di Indonesia menghadapi masalah lingkungan yang serius. Hal itu disebabkan oleh praktik ekonomi dan bisnis yang kerap kali mengekploitasi alam dan mengabaikan keberlangsungan hidup masyarakat lokal. "23 ribuan desa itu mengalami masalah yang serius, dalam hal keterkaitannya dengan ekonomi dan kegiatan bisnis," kata Director of Fiscal Justice Celios, Media Wahyudi Askar, saat merilis hasil penelitian Membangun Ekonomi Restoratif Di Desa di Kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Maret 2025. Media menjelaskan, 14,88 persen wilayah di Indonesia berbatasan dengan laut, dan lebih dari 24,11 persen berada di kawasan hutan.
Semua mengalami kerusakkan yang parah akibat kegiatan bisnis yang tidak memperhatikan alam. Bahkan, 56 persen dari total desa yang ada di Indonesia tidak meiliki sumber mata air yang layak dan terjadi kekeringan. "Masyarakat terancam kehidupannya dalam beberapa tahun yang akan datang," kata Media, seandainya kondisi tersebut tidak segera diatasi. Padahal, lanjut Media, lebih dari 23 ribu desa memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ekonomi restoratif. Ekonomi restoratif merupakan kegiatan ekonomi yang tidak hanya memikirkan bagaimana caranya menghasilkan sesuatu dari alam, tetapi juga memulihkan kerusakan ekosistem yang ditimbulkan. (Yetede)
Daya Belanja Warga Tertahan karena Seretnya Kenaikan Gaji
Pengeluaran warga menurun di tengah gaji yang pas-pasan. Sejalan dengan itu, daya beli warga makin tertekan. Kondisi ini menjadi alarm perekonomian nasional yang bergantung pada konsumsi warga. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan, selama 15 tahun terakhir atau sepanjang 2010-2024, pertumbuhan rata-rata gaji warga cenderung melambat. Ini merupakan analisis data rata-rata upah atau gaji bersih buruh/karyawan yang tercatat di BPS. Pada 2010, pertumbuhan rata-rata gaji warga sebesar 6,7 % per tahun. Namun, pada 2024, pertumbuhan gaji hanya menyentuh 2,8 % per tahun. Sementara dua tahun sebelumnya di angka 12,2 % per tahun (2022) dan 3,5 % per tahun (2023). Dalam 15 tahun itu, terjadi pelambatan sebanyak delapan kali, yaitu pada 2012, 2014, 2017, 2018, 2019, 2020, 2023, dan 2024.
Sejalan dengan menurunnya pertumbuhan gaji, pertumbuhan pengeluaran warga juga melambat di rentang waktu yang sama. Periode 2010-2014, pengeluaran rata-rata tumbuh 12,6 % per tahun. Di periode 2015-2019 pengeluaran tumbuh melambat menjadi 8,5 % per tahun dan di periode 2020-2024 makin melambat menjadi 5,2 % per tahun. Warga pun berhemat untuk menyiasati naiknya kebutuhan hidup di tengah keterbatasan gaji. Edwin (31), guru SD swasta di Jakbar, menekan pengeluaran harian, maksimal Rp 25.000 per hari, karena gajinya hanya Rp 3,3 juta per bulan, jauh di bawah UMP Jakarta 2025 sebesar Rp 5,39 juta per bulan. Ia juga tidak melihat peluang mendapat kenaikan gaji dalam waktu dekat.
Adaptasi hidup dengan berhemat juga dilakukan 32 % responden dalam Survei Kepemimpinan Nasional Kompas pada 4-10 Januari 2025. Dari semua responden yang memilih berhemat, sebanyak 25 % dari kalangan kelas bawah dan menengah bawah. Langkah penghematan dilakukan karena 60,8 % responden tidak mempunyai tabungan dan hidup pas-pasan dengan gaji yang ada. Sebanyak 47 % warga yang hidup tanpa tabungan berasal dari masyarakat bawah dan menengah bawah. Seiring dengan pertumbuhan gaji yang melambat, warga lebih memprioritaskan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan makan harian. Analisis Kompas, pertumbuhan pengeluaran makanan periode 2020-2024 lebih kuat, yakni 5,6 % per tahun dibandingkan pengeluaran bukan makanan sebesar 4,9 % per tahun. (Yoga)
Pertemuan Presiden-Pengusaha terkemuka nasional di Istana Kepresidenan
Pekan lalu, selama dua hari berturut-turut, Presiden Prabowo bertemu para pengusaha terkemuka nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan ekonomi global, kebijakan nasional, dan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, serta BPI Danantara. Pertemuan disebutkan sebagai langkah konkret membangun komunikasi erat dan memperkuat kolaborasi pemerintah-swasta, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional, dan menarik investasi yang bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan keterlibatan para taipan, berbagai program strategis diharap bisa berjalan lebih cepat dan efektif.
Tercatat ada 77 proyek strategis nasional di era Prabowo, meliputi 29 proyek baru dan 48 proyek lanjutan (carry over) yang perlu dukungan anggaran masif dan kerja sama dengan swasta. Tak sedikit program itu mengundang pro-kontra. Sebut saja, MBG dan Danantara, karena pembiayaannya harus mengorbankan anggaran sektor lain, termasuk pendidikan dan layanan publik. MBG juga dipertanyakan di sejumlah daerah. Ada kabar anak-anak Papua lebih membutuhkan pendidikan gratis daripada MBG. Tergerusnya kepercayaan akibat kontradiksi kebijakan, berbagai pernyataan kontroversial para pemimpin negeri, korupsi masif di birokrasi dan BUMN, membuat setiap langkah direspons secara kritis oleh publik dan tak jarang menghadapi penolakan.
Sejarah pembangunan ekonomi Indonesia, hampir sejak merdeka, melibatkan partisipasi swasta. Namun, sejarah pembangunan ekonomi Indonesia juga mencatat kentalnya jejak kroni kapitalisme di dalamnya. Tak sedikit dari para pengusaha yang sebelumnya banyak mendapat privilese dari pemerintah ini bermasalah di masa lalu, seperti kasus BLBI, pagar laut, dan berbagai kasus hukum lain. Publik berharap kerja sama pemerintah-swasta tetap didasarkan pada kriteria yang transparan, bukan lagi privilese dan kongkalikong seperti di masa lalu. Jangan sampai proyek-proyek masif yang sebelumnya sudah menimbulkan banyak polemik hanya menjadi proyek bagi-bagi kue. (Yoga)
Investor Asing Kembali Lirik Pasar Keuangan Indonesia
Gejolak pasar keuangan yang ditandai tertekannya nilai tukar dan amblesnya pasar saham perlahan mulai kondusif seiring masuknya kembali aliran modal asing. Kendati demikian, dinamika pasar keuangan global tetap perlu diwaspadai dengan tetap menjaga sentimen positif dari sisi domestik. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, Minggu (9/3) mengatakan, investor asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik, sepekan terakhir dengan mencatatkan beli neto Rp 8,99 triliun.
Ini mencerminkan perbaikan kepercayaan investor terhadap aset keuangan Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan data transaksi 3-6 Maret 2025, investor asing mencatatkan beli neto sebesar Rp 8,99 triliun di pasar keuangan domestik, terdiri dari beli neto di pasar saham sebesar Rp 0,34 triliun dan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 9,53 triliun, serta jual neto di Sekuritas Rupiah BI (SRBI) sebesar Rp 0,88 triliun. ”Terlihat dari stabilnya nilai tukar rupiah di kisaran Rp 16.295–Rp 16.320 per USD, terapresiasi 1,75 % dalam sepekan.
Selain itu, pasar saham juga menunjukkan penguatan dengan IHSG naik 0,27 % ke level 6.636 dan mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 5,8 %. Ini mengindikasikan investor mulai optimistis terhadap prospek ekonomi nasional,” tutur Josua. Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan 28 Februari 2025 lalu ditutup di level Rp 16.575 per USD atau terdepresiasi 2,58 % dibanding penutupan akhir tahun 2024. Hal serupa juga dialami oleh IHSG yang menyentuh level 6.300, anjlok 5 % dalam sepekan, bahkan terendah sejak September 2021. (Yoga)
Pekerja Terkena PHK karena Pabrik Direlokasi
PHK kembali terjadi. Terbaru, PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh Indonesia menutup pabriknya di Tangerang, Banten, yang berdampak pada PHK terhadap 3.500 pekerja. Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengungkapkan, penutupan pabrik PT Adis Dimension Footwear mengakibatkan 1.500 pekerja kehilangan pekerjaan. Sementara, PT Victory Ching Luh Indonesia memberhentikan 2.000 pekerja. Kedua pabrik tersebut merupakan pemasok sepatu merek Nike. ”Kami telah berkomunikasi dengan Public Affairs Nike. Kedua pabrik tersebut direlokasi. PT Adis pindah ke Majalengka dan PT Victory ke Cirebon sehingga terpaksa memberhentikan karyawannya di Tangerang.
Namun, semua hak pekerja telah dipenuhi sesuai ketentuan undang-undang,” ujar Eddy, Minggu (9/3). Alasan PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh Indonesia keluar dari Banten adalah faktor upah sektoral serta upah minimum kabupaten/kota (UMK). Wilayah Majalengka dan Cirebon lebih mendukung iklim investasi dan produksi perusahaan, terutama di tengah rendahnya permintaan pasar. Berdasarkan data yang dihimpun Kompas, UMK di Kabupaten Cirebon tercatat Rp 2,68 juta, sementara di Kabupaten Majalengka sebesar Rp 2,40 juta. Adapun di Kabupaten Tangerang, UMK mencapai Rp 4,90 juta. (Yoga)
Di NTT, Uang Hasil Jual Buah Pisang Di NTT, Dipakai untuk Beli Kue Pisang
Beberapa tandan pisang yang baru dijejer di lapak jualan Pasar Betun, Kabupaten Malaka, NTT, langsung ludes disambar pembeli. Buah pisang yang dijual Sabtu (8/3) itu baru saja dipanen. Segar, berukuran besar, dan murah. ”Sudah habis empat tandan,” ujar Maria Seran (50) petani yang langsung menjual buah pisang ke pasar. Harga pisang per tandan terbatas Rp 25.000. ”Kalau beli di atas lima tandan, harganya bisa kurang lagi,” katanya. Kendati menjual pisang seharga itu, ia merasa tidak rugi. ”Di kebun masih banyak pisang. Kalau beli di kebun, bisa lebih murah, Rp 10.000 per tandan,” ujarnya. Warga menyebutnya ”pisang Malaka”.
Buah pisang itu biasanya diolah menjadi kue pisang, pisang goreng, es pisang, nagasari isi pisang, kue molen isi pisang, dan kolak pisang. Aneka olahan berbahan pisang itu juga dijual di Pasar Betun. Ironisnya, banyak petani pisang menggunakan uang hasil menjual buah pisang untuk membeli kue pisang. ”Saya sering beli kue pisang,” kata Yasinta Bria (55), petani pisang yang juga berjualan di pasar itu. Harga satu potong kue pisang paling murah Rp 1.000. Padahal, mereka menyadari, dengan menambah tepung dan gula, kemudian digoreng, nilai tambah pisang meningkat. Penghasilan yang mereka peroleh pun berkali-kali lipat dari sekadar menjual buah pisang dengan harga Rp 10.000 per tandan.
Jika dihitung, dalam satu tandan bisa diolah hingga 455 potong molen. Dengan harga 1 potong molen Rp 1.000, penghasilan yang diperoleh Rp 455.000. Pendapatan ini setara 45 kali harga jual satu tandan pisang yang harganya hanya Rp 10.000. Pemerhati masalah ekonomi dari Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang, Tuti Lawalu, mengatakan, minimnya nilai tambah pada produk pertanian menyebabkan petani hampir tidak menikmati hasil kerja keras mereka. ”Justru yang menikmati kerja keras petani adalah para pedagang hingga industri pengolahan. Itulah yang membuat petani tetap miskin,” katanya. (Yoga)
Mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional
Ramadan dan Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Karenanya, pemberian sejumlah stimulus dari pemerintah dinilai tepat untuk mendongkrak daya beli masyarakat, karena secara historis pada momentum tersebut konsumsi masyarakat meningkat. Meski demikian, pemerintah perlu mewaspadai periode berikutnya, ketika berbagai stmulus berakhir. Tabungan rumah tangga diketahui menurun ketimbang tahun sebelumnya, bahkan turun hingga 23% disbanding Tahun 2020 yang membuat masyarakat diprediksi lebih berhati-hati dalam berbelanja. Menilik laporan Badan PusatStatistik (BPS), pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,48% month tomonth (mtm).
Dibandingkan dengan bulan yang sama tahunsebelumnya atau secara tahunan (year onyear) terjadi deflasi 0,09%. Angka PHK sepanjang 2024 mencapai 77.965 tenagakerja dan sekitar 4.050 pekerjapada Januari 2025, menurut data Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), turut membebani daya beli masyarakat yang sudah lemah kian terpuruk. Pada Triwulan IV 2024, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 0.53% dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q), dengan total pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sebesar 5,03%. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,80%.
Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani RumahTangga (PK-LNPRT) tumbuh paling tinggi dengan angka 12,48%. Data ini menggambarkan, meskipun ada tantangan terhadap daya beli masyarakat, sektor tertentu tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan. Menurut Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Centerof Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, pihaknya belum melihat penurunan daya beli di tahun 2025, karena daya beli yang terbentuk di awal tahun banyak pengaruh dari sisi biaya. Dua bulan awal 2025, masyarakat masih diberikan diskon tarif listrik yang menyebabkan deflasi secara bulanan (month to month/MtoM). (Yetede)
IHSG Berpotensi Menguat
Indeks hargasaham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat dan melanjutkan kenaikan menuju 6.700 setelah pekan lalu menguat signifikan hingga 5,77%. Meski pergerakannya masih sangat dipengaruhi ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS)-China, laju IHSG juga akan ditopang sentimen positif dari dalam negeri. Karena itu, semua pihak diminta menahan diri mengeluarkan pernyataan yang bisa menambah beban pasar. Pelaku pasar menilai, rencana Polri mengawasi pasar saham sebaiknya tidak dilakukan. Sebab, hal itu hanya akan menimbulkan guncangan hebat di pasar modal. Apalagi, net sell asing masih kencang, mencapai Rp 791 miliar pada Jumat pekan lalu. Artinya, kepercayaan asing belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), modal asing senilai Rp 8,99 triliun masuk ke pasar keuangan domestik pada periode 3-6 Maret 2025. Mayoritas modal asing masuk ke surat berharga negara (SBN), mencapai Rp 9,53 triliun, sedangkan disaham Rp 340 miliar. Secara kumulatif, 1 Januari sampai 6 Maret 2025, asing net sell Rp 20,12 triliun di pasar saham dan net buy Rp 19,01 triliun di pasar SBN serta Rp 6,11 triliun di SRBI. “IHSG mencatatkan penguatansignifikan di pekan lalu ke level6.636, dan memberikan harapan bagi pelaku pasar bahwa tren bearish yang menghantui sejak pertengahanSeptember 2024 mulai mereda. Secara teknikal, indeks berhasil breakout dari MA20 di level 6.628, yang menjadi indikasi positif bahwa IHSG berpotensi menguji kembali level psikologis 6.700 dalam waktu dekat," kata founder Stocknow.id Hendra Wardana, Minggu (9/3/2025). (Yetede)
Emiten Batu Bara siap Membagikan Dividen
Beberapa emiten batu bara yang masuk konstituen IDX High Dividend 20 mulai mengirimkan tanda-tanda pembagian dividen tahun buku 2024. Tak ketinggalan, emiten small cap juga menyebut sudah menyiapkan dana bila pemegang saham merestui pembagian dividen. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) serta PT Bukit Asam Thk (PTBA) adalah tiga diantara IDXHIDIV20 yang sudah bicara perihal dividen. Direktur Indo Tambangraya Megah, Yulius Kurniawan Gozali menyampaikan bahwa performa ITMG pada semester Il-2024 tercatat dua kali lipat lebih baik dari semester pertama. Mestinya, hal ini bisa dibaca secara jeli oleh para pelaku pasar. Di sisi lain, BNI Sekuritas dalam risetnya yang dipublikasi memperkirakan, ITMG bakalmengucurkan dividen final sebesar Rp 293 persaham dengan rasio dan yield 60% dan 12.5%.
Adapun, UNTR diprediksi membagi dividen interim sebesar Rp 729 per saham dan final Rp1.456 per saham, sehingga totalnya Rp 2.184 per saham. Total rasio dan yield dividen UNTR masing-masing 43% dan 8,8%. Merujuk laporan keuangan konsolidasian. ITMG membukukan laba bersih pada full year2024 sebesar USS 374 juta. Jika dikomparasikanberdasarkan semester, laba ITMG pada semester II-2024 mengalami pertumbuhan sebesar US$ 245 juta, daripada laba semester l-2024 sebesar US$ 129 juta. "Mudah-mudahan dividen yang diumumkan ITMG nanti cukup atraktif bagi para pemegang saham. Rencananya, kami akan menggelar RUPS pertengahan April," ujar Yulius. Besaran rasio pembayaran dividennya (dividend payout ratio/DPR) diestimasikan berada di level 60-70%. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









