;

Pertemuan Presiden-Pengusaha terkemuka nasional di Istana Kepresidenan

Ekonomi Yoga 10 Mar 2025 Kompas
Pertemuan Presiden-Pengusaha  terkemuka nasional di Istana Kepresidenan

Pekan lalu, selama dua hari berturut-turut, Presiden Prabowo bertemu para pengusaha terkemuka nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, membahas berbagai isu strategis, termasuk perkembangan ekonomi global, kebijakan nasional, dan program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan dan energi, serta BPI Danantara. Pertemuan disebutkan sebagai langkah konkret membangun komunikasi erat dan memperkuat kolaborasi pemerintah-swasta, guna memastikan stabilitas ekonomi nasional, dan menarik investasi yang bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing industri nasional. Dengan keterlibatan para taipan, berbagai program strategis diharap bisa berjalan lebih cepat dan efektif.

Tercatat ada 77 proyek strategis nasional di era Prabowo, meliputi 29 proyek baru dan 48 proyek lanjutan (carry over) yang perlu dukungan anggaran masif dan kerja sama dengan swasta. Tak sedikit program itu mengundang pro-kontra. Sebut saja, MBG dan Danantara, karena pembiayaannya harus mengorbankan anggaran sektor lain, termasuk pendidikan dan layanan publik. MBG juga dipertanyakan di sejumlah daerah. Ada kabar anak-anak Papua lebih membutuhkan pendidikan gratis daripada MBG. Tergerusnya kepercayaan akibat kontradiksi kebijakan, berbagai pernyataan kontroversial para pemimpin negeri, korupsi masif di birokrasi dan BUMN, membuat setiap langkah direspons secara kritis oleh publik dan tak jarang menghadapi penolakan.

Sejarah pembangunan ekonomi Indonesia, hampir sejak merdeka, melibatkan partisipasi swasta. Namun, sejarah pembangunan ekonomi Indonesia juga mencatat kentalnya jejak kroni kapitalisme di dalamnya. Tak sedikit dari para pengusaha yang sebelumnya banyak mendapat privilese dari pemerintah ini bermasalah di masa lalu, seperti kasus BLBI, pagar laut, dan berbagai kasus hukum lain. Publik berharap kerja sama pemerintah-swasta tetap didasarkan pada kriteria yang transparan, bukan lagi privilese dan kongkalikong seperti di masa lalu. Jangan sampai proyek-proyek masif yang sebelumnya sudah menimbulkan banyak polemik hanya menjadi proyek bagi-bagi kue. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :