Ekonomi
( 40430 )KUR Rp 27,72 Triliun disalurkan Oleh BRI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmen dalam mengimplementasikan Asta Cita guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Sepanjang dua bulan di awaltahun ini, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 27,72 triliun. Nilai tersebut setara 15,84% dari total alokasi tahunan sebesar Rp 175 triliun yang ditetapkan pemerintah. Pada periode ini, sebanyak 649,6 ribu debitur UMKM telah menerima manfaat dari penyaluran KUR ini. Tak hanya dari sisi jumlah penyaluran, BRI juga memastikan KUR tersalurkan ke sektor-se-ktor strategis yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dalam distribusi penyaluran KUR, di mana lebih dari separuh atau sekitar 55,88% dialokasikan kesektor produksi.
Sektor ekonomi dengan penyaluran terbesar adalah pertanian, dengan total penyaluran KUR Rp 11,57 triliun. Besarnya penyaluran ini selaras dengan upaya Pemerintah mendukung program ketahanan pangan Indonesia. Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari dalam keterangannya menegaskan bahwa komitmen ini terus dilakukan BRI dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkembang secara berkelanjutan. “Kami percaya, dengan semakin luasnya akses pembiayaan melalui KUR, makin banyak pelaku usaha yang dapat bertumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional," ujarnya, Minggu (9/3/2025). (Yetede)
Profil Ray Dalio yang Duduk di Kanan Prabowo Saat Rapat soal Danantara
Presiden Prabowo Subianto mengundang investor kawakan asal Amerika Serikat, Ray Dalio, serta sejumlah konglomerat Indonesia untuk membahas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Maret 2025. Prabowo menilai pengalaman luas Ray Dalio dalam ekonomi global, terutama di Asia dan Timur Tengah, dapat memberikan masukan berharga bagi pengelolaan Danantara. Menurutnya, perspektif Dalio sebagai warga negara asing memungkinkan kritik yang lebih terbuka dan objektif. Ray Dalio adalah pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, yang ia dirikan pada 1975 di apartemennya di Connecticut, AS.
Saat ini, perusahaan tersebut mengelola dana sebesar US$ 124 miliar atau sekitar Rp 1.984 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per US$). Selama 47 tahun, Dalio membangun Bridgewater Associates menjadi hedge fund terkemuka dan perusahaan swasta paling penting kelima di AS menurut Majalah Fortune. Pada 2017, ia mengundurkan diri sebagai CEO dan merilis buku "Principles: Life & Work," yang menjadi best-seller New York Times. Ia juga menerbitkan dua buku lainnya, yaitu "Principles for Dealing with the Changing World Order" dan "Principles for Navigating Big Debt Crises."
Pada 2022, Dalio pensiun sebagai co-CIO, menyelesaikan transisi kepemimpinan di Bridgewater. Perusahaan ini dikenal dengan budaya “transparansi radikal” yang mendorong kebebasan berpendapat. Forbes memperkirakan kekayaan Ray Dalio mencapai US$ 14 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-124 di dunia pada 2024. Atas kontribusinya terhadap ekonomi global, ia masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia oleh Majalah TIME. (Yetede)
Industri TPT Tertekan akibat Kebijakan Pro-impor
Kalangan pertekstilan masional memandang PHK dan penutupan 60 perusahaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) termasuk Sritex, akbat kebijakan pro impor pemerintah. Ketua Umum Asosiasl Produsen Serat dan Benang Filament Indoresia (APSyFD), Redma Gita Wirawasta menyatakan bahwa dalam 2 tahun terakhir pemerintah seperti secara sengaja membiarkan sektor tekstil dan produk tekstil berada dalam tekanan produk impor. Padshal, pemerintah sudah sangat paham jika permasalahan utama sektor TPT adalah banjirnya barang impor legal. Solusinya sudah jelas, kendalikan impor legal dan berantas praktik importasi illegal, dalam hal penegakan hukum dan perbaikan kinerja bea cukai, ungkap dia di Jakarta, Minggu (9/3/2025).
Terkait pengendalian impor, Redma menilai pemerintah setengah hati melakukannya, sehingga Permendag 36 tahun 2023 hanya berlaku 3 bulan dan kemudian direlaksasi lagi jadi Permendag 8 tahun2024. Pemerintah seakan tutup mata bahkan engzan mengakui, seakan semua baik-baik saja, padahal mudah dilihat dan kasat mata,"tutur dia. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konvekai Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman mengungkapkan, birokrasi korup dan impor menjadi permasalahan utama Pemerintahan Presiden Prabowo.
"Permasalahan banjir impor ini sengaja dibiarkan, karena banyak oknum birokrasi di pemerintahan mendapatk keuntungan dari praktik ilegal ini. Kami harap Presiden Prabowo segera membersihkannya,” ujarnya. PHK dan penutupan pabrik yang terangkap hanya perusahaan menengah besar (IKM). "IKM yang tutup, hampir 1.000 unit dengan tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan mencapai raturan ribu orang. Pihak IPKB kecewa dengan kinerja pemerintah, khususnya Menkeu yang membiarkan buruknya kinerja Bea Cukal terus berlanjut. Padahal negara sedang membutuakan pendapatan untuk menjalankan programnya, tapi barang impor dibiarkan masuk tanpa membayar bea masuk dan pajak. Sedangkan pajak kami dinaikan, kami dipaksa beraaing dengan barang Iampor yang tidak bayar pajak,” katanya. (Yetede)
Perbedaan Antara Konglomerat dan Oligarki, Juga Persamaannya
Istilah konglomerat kembali menjadi pembicaraan hari-hari ini setelah Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah taipan Tanah Air di Istana Negara, Jakarta pada Kamis, 6 Maret 2025. Langkah Prabowo itu mengingatkan akan kebijakan politik koncoisme Presiden ke-2 RI Soeharto yang merangkul erat para konglomerat. Di era Orde Baru, konglomerat menguasai ekonomi Indonesia karena dekat dengan keluarga Cendana, julukan keluarga Seoharto sampai dasawarsa 1980-an. Bisnis-bisnis mereka merajalela seiiring penguasa politik memanfaatkan para pengusaha untuk dijadikan mesin uang, dengan imbalan diberi fasilitas dan kemudahan berbisnis.
Konglomerat adalah sekelompok perusahaan atau individu yang memiliki bisnis beragam dan luas, seringkali fokus pada industri tertentu, berpengaruh besar dalam ekonomi karena ukuran dan jangkauan bisnisnya. Konglomerat dapat memiliki pengaruh politik, tetapi tidak selalu memiliki kontrol langsung atas kekuasaan politik. Sedang oligarki adalah sekelompok orang atau keluarga yang memiliki kontrol langsung atas kekuasaan politik dan ekonomi suatu negara. Acap kali memiliki bisnis yang luas dan beragam, tetapi pengaruh mereka lebih besar dalam bidang politik. Oligarki umumnya dapat memiliki kontrol atas media, keuangan, dan sumber daya alam, serta memiliki pengaruh besar dalam pembuatan kebijakan publik
Kesamaan konglomerat dan oligarki yaitu; 1. Pengaruh ekonomi yang besar, baik melalui bisnis yang luas dan beragam maupun melalui kontrol atas sumber daya alam dan keuangan. 2. Kekuatan politik yang signifikan, baik melalui kontrol langsung atas kekuasaan politik (oligarki) maupun melalui pengaruh tidak langsung (konglomerat). 3. Jaringan yang luas dan kompleks, baik dalam bidang bisnis, politik, maupun sosial. 4. Akses ke sumber daya yang luas, baik dalam bidang keuangan, sumber daya alam, maupun teknologi. 5. Pengaruh terhadap kebijakan publik baik melalui kontrol langsung atas kekuasaan politik maupun melalui pengaruh tidak langsung. (Yetede)
Berkantor di Singapura, Maskapai Indonesia Airlines Siap Mengudara ke 30 Negara Tujuan
Maskapai penerbangan asal Singapura Calypte Holding Pte. Ltd., melalui anak usahanya PT Indonesia Airlines Group (INA), telah resmi mengantongi izin untuk mengudara per 7 Maret 2025. Menurut Chief Executive Officer Indonesia Airlines dan Executive Chairman Calypte Holding Pte. Ltd. Iskandar, maskapai ini akan menjadi maskapai penerbangan komersial pertama di Indonesia yang hanya melayani rute penerbangan internasional. "Berdasarkan perencanaan bisnis dan hasil studi kelayakan yang telah disusun, Indonesia Airlines hanya akan berfokus pada penerbangan internasional," kata Iskandar melalui laman Linkedin Indonesian Airlines, Minggu, 9 Maret 2025.
Pada tahap awal, maskapai penerbangan INA akan menerjunkan 20 armada yang hanya berbasis di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten. Penerbangan yang hanya berfokus untuk perjalanan internasional ini memiliki 48 kota tujuan di 30 negara. Iskandar menyebut akan menyediakan layanan paling lengkap yang akan memudahkan perjalanan konsumen. "Maskapai penerbangan komersial pertama di Indonesia ini memiliki konsep end to end service dan hanya akan melayani rute penerbangan internasional dalam lima tahun pertama,” kata Iskandar. (Yetede)
Mendorong IPO, Membangun Kembali Kepercayaan Pasar
Investor di pasar saham Indonesia merasa kecewa dengan kinerja emiten baru yang melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) dalam beberapa tahun terakhir. Banyak harga saham IPO yang justru turun tajam setelah tercatat di bursa, dengan 20 dari 41 emiten baru pada 2024 mengalami penurunan harga saham, lebih banyak dibandingkan dengan 2023. Minimnya transparansi dan dugaan praktik imbalan atau gratifikasi dalam proses IPO semakin mengikis kepercayaan investor, terutama investor ritel yang menjadi pihak yang paling dirugikan.
Situasi ini berisiko merusak kredibilitas pasar saham Indonesia, apalagi di awal 2025, bursa saham sempat mengalami penurunan signifikan ke bawah level 6.300, yang merupakan level terendah sejak Oktober 2021. Oleh karena itu, investor mengharapkan perlindungan lebih baik dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan memperketat seleksi IPO untuk memastikan hanya perusahaan dengan fundamental yang kuat yang dapat melantai di bursa.
Menghilangkan Pesimisme, Dunia Usaha Diajak Dongkrak Ekonomi
Utang Negara Bertambah, Rasio Utang Jadi Sorotan
Emiten Unggas Tetap Optimis di Tengah Ketidakpastian
Beban Bank BUMN Meningkat Akibat Penugasan Pemerintah
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









