;

Profil Ray Dalio yang Duduk di Kanan Prabowo Saat Rapat soal Danantara

Profil Ray Dalio yang Duduk di Kanan Prabowo Saat Rapat soal Danantara

Presiden Prabowo Subianto mengundang investor kawakan asal Amerika Serikat, Ray Dalio, serta sejumlah konglomerat Indonesia untuk membahas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Maret 2025. Prabowo menilai pengalaman luas Ray Dalio dalam ekonomi global, terutama di Asia dan Timur Tengah, dapat memberikan masukan berharga bagi pengelolaan Danantara. Menurutnya, perspektif Dalio sebagai warga negara asing memungkinkan kritik yang lebih terbuka dan objektif. Ray Dalio adalah pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, yang ia dirikan pada 1975 di apartemennya di Connecticut, AS.

Saat ini, perusahaan tersebut mengelola dana sebesar US$ 124 miliar atau sekitar Rp 1.984 triliun (asumsi kurs Rp 16.000 per US$). Selama 47 tahun, Dalio membangun Bridgewater Associates menjadi hedge fund terkemuka dan perusahaan swasta paling penting kelima di AS menurut Majalah Fortune. Pada 2017, ia mengundurkan diri sebagai CEO dan merilis buku "Principles: Life & Work," yang menjadi best-seller New York Times. Ia juga menerbitkan dua buku lainnya, yaitu "Principles for Dealing with the Changing World Order" dan "Principles for Navigating Big Debt Crises."

Pada 2022, Dalio pensiun sebagai co-CIO, menyelesaikan transisi kepemimpinan di Bridgewater. Perusahaan ini dikenal dengan budaya “transparansi radikal” yang mendorong kebebasan berpendapat. Forbes memperkirakan kekayaan Ray Dalio mencapai US$ 14 miliar, menjadikannya orang terkaya ke-124 di dunia pada 2024. Atas kontribusinya terhadap ekonomi global, ia masuk dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia oleh Majalah TIME. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :