Mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional
Ramadan dan Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Karenanya, pemberian sejumlah stimulus dari pemerintah dinilai tepat untuk mendongkrak daya beli masyarakat, karena secara historis pada momentum tersebut konsumsi masyarakat meningkat. Meski demikian, pemerintah perlu mewaspadai periode berikutnya, ketika berbagai stmulus berakhir. Tabungan rumah tangga diketahui menurun ketimbang tahun sebelumnya, bahkan turun hingga 23% disbanding Tahun 2020 yang membuat masyarakat diprediksi lebih berhati-hati dalam berbelanja. Menilik laporan Badan PusatStatistik (BPS), pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,48% month tomonth (mtm).
Dibandingkan dengan bulan yang sama tahunsebelumnya atau secara tahunan (year onyear) terjadi deflasi 0,09%. Angka PHK sepanjang 2024 mencapai 77.965 tenagakerja dan sekitar 4.050 pekerjapada Januari 2025, menurut data Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), turut membebani daya beli masyarakat yang sudah lemah kian terpuruk. Pada Triwulan IV 2024, ekonomi Indonesia tetap tumbuh 0.53% dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q), dengan total pertumbuhan ekonomi tahun 2024 sebesar 5,03%. Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,80%.
Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani RumahTangga (PK-LNPRT) tumbuh paling tinggi dengan angka 12,48%. Data ini menggambarkan, meskipun ada tantangan terhadap daya beli masyarakat, sektor tertentu tetap mengalami pertumbuhan yang signifikan. Menurut Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Centerof Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, pihaknya belum melihat penurunan daya beli di tahun 2025, karena daya beli yang terbentuk di awal tahun banyak pengaruh dari sisi biaya. Dua bulan awal 2025, masyarakat masih diberikan diskon tarif listrik yang menyebabkan deflasi secara bulanan (month to month/MtoM). (Yetede)
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023