Ekonomi
( 40512 )BI Ramal Harga Migas ke Depan Makin Mahal
Bank Indonesia (BI) melihat harga energi dalam beberapa bulan ke depan makin mahal, terutama harga minyak dan gas (migas). Selain pangan, lonjakan harga migas ini akan mendorong inflasi di banyak negara. Kondisi ini bakal menambah ketidakpastian ekonomi global.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, beberapa negera seperti Eropa akan menghadapi musim dingin. Padahal, saat ini, pasokan gas masih dibatasi oleh Rusia. "Kita akan melihat potensi harga energi, minyak dan gas akan naik dalam bulan-bulan ke depan," kata Dody, Senin (31/10).
BUKA Mencetak Laba Bersih Rp 3,62 Triliun
PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada September 2022. Emiten berkode saham BUKA ini mengantongi pendapatan bersih segede Rp 2,58 triliun dengan laba bersih Rp 3,62 triliun.
Merujuk laporan keuangan, penjualan bersih BUKA naik 92,14% secara tahunan dari Rp 1,34 triliun. Perinciannya, pendapatan mitra naik 191,07% secara tahunan menjadi Rp 1,44 triliun. Lalu, segmen
marketplace
naik 191,07% menjadi Rp 1,03 triliun dan segmen Buka Pengadaan naik 52,93% jadi Rp 107,92 miliar.
Kenaikan pendapatan bersih ini diiringi oleh kenaikan beban pokok pendapatan yang melejit 770,11% secara tahunan menjadi Rp 1,81 triliun.
Saham Jagoan Pelawan Inflasi & Bunga Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji kekuatannya. Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati dua momen penting terkait indikator makro ekonomi, yang akan menentukan arah IHSG ke depan. Pertama, pengumuman data inflasi Indonesia periode Oktober 2022. Kedua, pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau rapat dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Hasil konsensus pasar, inflasi Indonesia masih akan berada di kisaran 6% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi tahunan di periode September 2022 yang tercatat masih di level 5,95%. Sejumlah indeks sektoral pun masih ada yang bertengger di zona merah. Dari 11 indeks sektoral yang ada di BEI, lima di antaranya masih mencatat kinerja negatif sejak awal tahun. Penurunan terbesar diduduki indeks sektor teknologi dan properti yang masing-masing anjlok 27,78% dan 10,61%. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya ssepakat, kinerja saham konsumer masih prospektif karena pada 2023 seiring ada pemilihan umum. Untuk itu, Cheril menjagokan saham MYOR dan UNVR untuk dikoleksi. Sedangkan Lukman merekomendasikan buy on weakness saham ICBP dengan target harga Rp 10.400, buy INDF dengan target harga Rp 6.800, buy on breakout MYOR dengan target Rp 2.460, dan buy on weakness UNVR dengan target harga Rp 6.000. Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memilih saham perbankan sebagai jagoannya. Dia merekomendasikan buy saham emiten bank BUKU IV, yakni BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.
Kemenkeu Prediksi Ekonomi Kuartal III Tumbuh 5,75%
Kementerian Keuangan (Kemkeu) optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal III bakal moncer. Bahkan, ekonomi periode Juli hingga September 2022 diyakini bisa tumbuh lebih tinggi dibanding kuartal II-2022, yang saat itu didorong oleh momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemkeu Febrio Kacaribu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III-2022 tembus 5,7%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,44%.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III akan meningkat. Salah satu pendukung pertumbuhannya adalah ekspor.
Selisih Yield Kian Menipis, Investor Asing Pilih Keluar dari Obligasi Domestik
Tren kenaikan suku bunga tinggi mengangkat imbal hasil (yield) obligasi. Di akhir pekan lalu (28/10), yield SUN tenor 10 tahun ada di level 7,58%. Yield SUN tenor 10 tahun naik lantaran yield US Treasury tenor yang sama kembali ke level 4%.
Research & Consulting Manager
Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, agresifnya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mengerek Fed fund rate (FFR) telah mendorong peningkatan yield surat utang AS alias US Treasury. Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan yield obligasi domestik.
Imbal hasil yang sedang tinggi-tingginya di obligasi Amerika mendorong investor asing keluar dari pasar SBN dalam negeri. Hingga 25 Oktober 2022, posisi asing di SBN tersisa Rp 714,21 triliun.
Adapun strategi investasi yang dipilih bisa "buy and hold" pada seri obligasi negara benchmark yang sudah terdiskon banyak. Selain itu, investor juga dapat mencoba obligasi korporasi dengan peringkat utang single A ke atas agar semakin kecil risiko gagal bayar. Di sepanjang tahun ini, yield obligasi korporasi tenor 10 tahun rating AAA naik 0,57%, rating AA naik 0,06%, rating A naik 0,16%, serta rating BBB naik 0,56%.
Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menyarankan, investor bisa memilih obligasi korporasi karena kupon yang ditawarkan lebih menarik dan lebih besar dibandingkan obligasi pemerintah.
Bank Gencar Kembangkan Kartu Kredit Digital Melalui Aplikasi
Kartu kredit digital menjadi salah satu layanan keuangan yang gencar dikembangkan perbankan untuk mengikuti tren. Terbaru, Jenius, platform digital Bank BTPN meluncurkan kartu kredit Jenius Visa.
Digital Banking Head
Bank BTPN, Irwan S Tisnabudi menyatakan bahwa keunggulan kartu kredit digital ini mulai dari proses pengajuan dan aktivasi, mengatur alokasi limit, melakukan blokir dan buka blokir semua dari aplikasi Jenius. Nasabah juga bisa mengubah transaksi menjadi cicilan dengan Split Pay.
Bank CIMB Niaga juga memiliki kartu kredit digital bernama Octo Card. Saat ini jumlah kartu kredit digital dari CIMB Niaga itu memiliki lebih dari 100.000 Octo Card yang beredar.
Octo Card terintegrasi di dalam digital
super app
Octo Mobile. Kartu kredit ini bisa digunakan baik untuk belanja
online
di
e-commerce
maupun
offline. Melalui fitur
scan
QRIS tanpa harus membawa kartu fisik atau bersentuhan (contactless).
SIASAT TAGIH JANJI INVESTASI
Pemerintah berhasil menuntaskan komitmen investasi dari pemodal yang menerima insentif berbentuk tax holiday dan tax allowance senilai Rp134,7 triliun pada tahun ini. Angka tersebut tentu saja dapat membantu upaya Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menggapai target pada tahun ini yang ditetapkan senilai Rp1.200 triliun. Akan tetapi, apabila dibandingkan dengan angka komitmen investasi yang dijanjikan oleh penerima tax holiday dan tax allowance senilai Rp1.708 triliun, eksekusi Rp134,7 triliun itu sejatinya masih amat kecil. Artinya, otoritas penanaman modal harus berjibaku untuk menagih janji investasi senilai Rp1.573,3 triliun. Persoalannya, hingga detik ini Kementerian Investasi/BKPM belum menyusun batas waktu mengenai masa aktif insentif tersebut. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Imam Soejedi dan Deputi Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Yuliot, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut saat dihubungi Bisnis mengenai hal tersebut. Akan tetapi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, saat diwawancarai Bisnis pada pekan lalu menjelaskan bahwa instansinya berkomitmen untuk terus melakukan penagihan realisasi atas investasi yang telah dijanjikan itu. Selain kedua jenis insentif itu, pemerintah sesungguhnya juga menyediakan fasilitas lain untuk penanaman modal yakni investment allowance dan super tax deduction.
Pengungkit Industri Manufaktur
Industri manufaktur di Indonesia seperti tak kekurangan energi menghadapi beragam tantangan yang mengadang akibat ketidakpastian ekonomi global. Buktinya, sejauh ini industri pengolahan masih sanggup menampilkan kinerja yang baik. Salah satu indikator yang dapat dijadikan ukuran adalah realisasi investasi sektor manufaktur. Menurut Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari—September 2022 realisasi penanaman modal sektor manufaktur mencapai Rp365,2 triliun atau melesat 54% secara tahunan. Jika ditelusuri lebih jauh, kontribusi sektor manufaktur terhadap total realisasi investasi nasional selama Januari—September 2022 tergolong besar, yakni mencapai 40,9%. Pada periode tersebut, industri manufaktur tetap berada di fase ekspansi. PMI kuartal III/2022 mencapai 53,71%, naik dari 53,61% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan terbesar terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam, disusul logam dasar besi dan baja, serta kertas dan barang cetakan. Perihal kinerja manufaktur, pada awal bulan ini, S&P Global juga melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia selama September 2022 mencapai 53,7, naik dari bulan Agustus yang tercatat 51,7. Angka tersebut menggambarkan tingkat ekspansi sektor manufaktur Indonesia meningkat.
KINERJA SEKTORAL : PANEN CUAN EMITEN CPO BERLANJUT
Penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) sepanjang kuartal III/2022 tidak menyurutkan sejumlah emiten perkebunan dalam melanjutkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang positif hingga September 2022. Ke depan, pergerakan harga CPO, prospek permintaan, dan volume produksi membayangi kinerja emiten di sektor ini. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menjadi salah satu emiten dengan lompatan pendapatan dalam 9 bulan 2022. Pendapatan emiten Grup Rajawali Corpora itu meningkat 61,14% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,44 triliun. Selain BWPT, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga mengantongi pertumbuhan pendapatan 51,51% YoY menjadi Rp6,74 triliun. Di sisi lain, emiten kebun sawit Grup Astra, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) justru mengalami penyusutan pendapatan sebesar 8,31% dari Rp18,01 triliun sepanjang Januari-September 2021 menjadi Rp16,51 triliun hingga kuartal III/2022. Berbanding terbalik, laba TAPG dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) melonjak dengan pertumbuhan tiga digit. Dalam 9 bulan 2022, laba bersih TAPG mencapai Rp2,33 triliun atau meroket 227,74% YoY, sedangkan profit DSNG melompat 114,75% secara tahunan menjadi Rp893,11 miliar.
Dari kalangan emiten, CEO PT Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) Budi Halim menyampaikan harga CPO yang menguat pada awal 2022 menyebabkan kenaikan harga jual rata-rata pada 9 bulan 2022 sebesar 25% YoY menjadi Rp12.849/kg. “Meskipun terjadi gejolak harga CPO pada kuartal III/2022, perseroan terus membukukan kinerja yang kuat dengan EBITDA sebesar Rp1,7 triliun pada 9 bulan 2022, serta profitabilitas yang tetap solid,” paparnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (30/10). Dari kacamata analis, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi akumulasi untuk saham emiten perkebunan sawit TAPG dan DSNG seiring dengan kinerja positif keduanya hingga akhir kuartal III/2022. Target harga untuk saham TAPG dan DSNG juga dikerek naik. Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Peter P. Sutedja dan Reynanda A. Purwoko dalam risetnya menyebutkan meski laba bersih TAPG pada kuartal III/2022 turun 29% secara kuartalan menjadi Rp641 miliar, laba bersih sepanjang Januari—September 2022 tumbuh 228,78% menjadi Rp2,42 triliun.
SUBSTITUSI IMPOR : Pemerintah Dorong Perakitan HKT di Indonesia
Pemerintah menargetkan perakitan industri produk telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri hingga 2025.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa kinerja industri produk telepon genggam, komputer genggam, dan komputer tablet atau HKT terus menunjukkan tren positif setelah pemerintah mewajibkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 35%.“Berdasarkan roadmap yang telah disusun, Kemenperin [Kementerian Perindustrian] menargetkan perakitan produk HKT dapat dilakukan secara completely knocked down mulai tahun ini hingga 2025,” katanya, Minggu (30/10). Telepon seluler sendiri menjadi salah satu produk yang terus didorong dalam program substitusi impor 35%. Selain itu, Kemenperin juga memasukan telepon seluler ke dalam neraca komoditas untuk 25 produk elektronika dengan nilai impor tertinggi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









