;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Polisi turut Meminta "Jatah" THR

25 Mar 2025

Belum usai kasus pemerasan yang dilakukan oknum ormas yang meminta THR kepada pengusaha, kini aparat penegak hukum dan pegawai pasar turut ”minta jatah” ke warga. Kondisi ini sungguh menyesakkan di tengah kesulitan warga menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pekan lalu, jajaran Polres Metro Bekasi Kota mengungkap adanya ormas GMBI yang memeras pengusaha di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar. Kini, sang penegak hokum pun berbuat demikian. Di platform media sosial X @NalarPolitik, beredar secarik surat berkop Polsek Metro Menteng Jakpus yang ditujukan kepada pimpinan Hotel Mega Pro, Menteng, Jakpus. Surat tersebut berisi permohonan pemberian partisipasi Lebaran untuk anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan.

Dalam surat tersebut juga dirinci empat nama anggota Bhabinkamtibmas yang perlu diberi THR, tiga diantaranya adalah anggota kepolisian dan satu orang staf. Kapolsek Menteng, Komisaris Rezha Rahandhi membenarkan surat tersebut. Setelah verifikasi lapangan, surat itu tak teregistrasi di Polsek Menteng. Surat itu dibuat oleh Bhabinkamtibmas Pegangsaan, Aipda Anwar tanpa sepengetahuan atasannya. ”Surat itu dibuat tanpa diketahui dan diverifikasi Kepala Unit Pembinaan Masyarakat selaku atasan langsung,” kata Rezha. Penyidik Propam Polres Metro Jakpus telah memeriksa empat orang yang tercantum dalam surat tersebut, mulai dari pembuat surat hingga Kepala Unit Binmas Polsek Menteng dan penerima surat.

Atas ulahnya, Aipda Anwar sudah ditahan dalam penempatan khusus selama 20 hari untuk pemeriksaan pelanggaran kode etik. Anggota Kompolnas, Choirul Anam, menyayangkan peristiwa ini. Anam meminta supaya polisi tersebut ditindak, bahkan diberi hukuman tegas. ”Polisi tidak boleh melakukan permintaan dalam bentuk apa pun dengan dalih apa pun, termasuk meminta THR,” ujarnya. Apa yang dilakukan Aipda Anwar telah mencoreng citra Polri yang sedang gencar menindak kasus pemerasan oleh ormas atau instansi lain. (Yoga)

13 orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Minyakita

25 Mar 2025

Satgas Pangan Polri telah menetapkan 13 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Minyakita. Kemendag juga telah memberi sanksi administratif kepada 106 pelaku usaha yang melanggar tata niaga Minyakita. Namun, kendati tindakan hukum dan administratif telah dilakukan, hargaMinyakita masih tetap tinggi. Karenanya, pengawasan peredaran Minyakita perlu diperketat, pasokannya juga perlu ditingkatkan guna mengantisipasi potensi penurunan jumlah Minyakita di pasar akibat penarikan Minyakita tak sesuai takaran. Anggota Satgas Pangan Polri, Brigjen Djoko Prihadi, Senin (24/3) mengatakan, polisi bersama kementerian / lembaga terkait mengawasi perdagangan Minyakita selama Ramadhan-Lebaran 2025, dan mendapatkan informasi dan temuan terkait penyalahgunaan Minyakita. Pelakunya adalah industri minyak goreng ilegal. Modusnya juga beragam, mulai dari pemalsuan merek Minyakita, penggunaan lisensi Minyakita industri minyak goreng resmi, dan mengurangi isi atau volume Minyakita.

”Terkait kasus Minyakita tak sesuai takaran, kami telah menetapkan 13 tersangka. Upaya penegakan hukum itu merupakan hasil tindak lanjut dari sembilan informasitentang Minyakita tak sesuai takaran yang kemudian kami kembangkan menjadi 15 kasus,” kata Djoko dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta. Satgas Pangan Polri mencatat, per 24 Maret 2025, Bareskrim Polri telah menangani 2 kasus dugaan penyalahgunaan Minyakita dengan satu tersangka, Polda Jabar 2 kasus dengan 2 tersangka, dan Polda Banten 1 kasus dengan 2 tersangka. Polda Gorontalo menangani 2 kasus dengan 4 tersangka, Polda Jatim 2 kasus dengan 2 tersangka, dan Polda Metro Jaya 3 kasus dengan 2 tersangka. (Yoga)

Menjaga Stabilitas di Tengah Konsolidasi Aset

25 Mar 2025

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan susunan pengurus Danantara sebagai entitas baru yang diharapkan dapat mengelola kekayaan negara dan konsolidasi saham BUMN, langkah ini justru memicu ketidakpastian di pasar saham. Hal ini terlihat dari fluktuasi tajam IHSG yang terjadi setelah pengumuman tersebut. Pemerintah melalui Danantara bertujuan untuk mewujudkan efisiensi lintas BUMN, namun ada beberapa kekhawatiran terkait dengan struktur dan kapabilitas pengelolaannya, terutama terkait dengan fokus bisnis PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang sempit, serta mekanisme inbreng saham yang belum jelas.

Selain itu, susunan pengurus Danantara juga mendapat sorotan terkait rekam jejak, independensi, dan potensi konflik kepentingan, terutama terkait dengan keterlibatan non-WNI dalam posisi strategis. Publik menuntut adanya urgensi nasionalisme korporat dalam pengelolaan aset negara yang tetap profesional dan modern. Meskipun konsolidasi aset diperlukan, proses ini harus dilakukan dengan transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang kuat agar tidak memperumit sistem yang ada. Pemerintah diharapkan menyusun roadmap yang jelas dan terbuka terkait Danantara untuk mengurangi ketidakpastian dan memastikan efisiensi yang diinginkan tidak berubah menjadi kompleksitas baru yang justru merugikan.

Penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan substansial dan berkala kepada publik, pasar, dan pelaku usaha agar proyek ini dapat berjalan dengan baik dan tidak menambah beban pada stabilitas keuangan nasional.


Whoosh Berikan Diskon 20% untuk Penumpang

25 Mar 2025

PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) menawarkan program tarif khusus sebesar Rp200.000 untuk perjalanan kereta cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung dengan menggunakan kartu langganan Frequent Whoosher Card jenis Jaban Gold. Tarif ini lebih hemat dibandingkan tarif reguler yang bersifat dinamis dan bisa mencapai Rp225.000 pada periode tertentu, seperti saat peak season Lebaran. Selain itu, KCIC juga menyediakan kartu langganan untuk rute lainnya seperti Jakarta-Karawang dan Karawang-Bandung dengan tarif mulai dari Rp50.000. Pengguna juga bisa mendapatkan diskon 10%-20% jika melakukan perjalanan rombongan dengan minimal 10 orang hingga 31 Maret 2025. Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC, menambahkan bahwa 800 personel petugas di stasiun selalu siap memberikan pelayanan prima kepada penumpang.


Harapan Baru: Danantara dan Pemulihan Ekonomi

25 Mar 2025
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi melengkapi jajaran pengelolanya dan siap menjalankan mandat besar untuk mengelola aset BUMN hingga US$ 900 miliar. Dipimpin oleh Rosal Perkasa Roeslani sebagai CEO dan Pandu Sjahrir sebagai CIO, Danantara dirancang untuk menjadi katalis pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dengan fokus investasi pada sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan infrastruktur digital.

Rosal menegaskan bahwa Danantara akan menyalurkan investasi dengan prinsip daya saing, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ekspor. Sementara Pandu menekankan pentingnya investasi jangka panjang yang berkelanjutan dengan imbal hasil di atas biaya modal.

Sejumlah ekonom menyambut positif langkah Danantara, meski memberikan catatan penting. Haryo Kuncoro memperkirakan dampak nyata Danantara baru terasa dalam 3–4 tahun ke depan. Andry Satrio Nugroho melihat Danantara berfungsi ganda sebagai super holding dan sovereign wealth fund (SWF), namun menyoroti pentingnya kejelasan peran keduanya.

Wijayanto Samirin menyarankan agar Danantara memprioritaskan investasi di Bursa Efek Indonesia, dan menghindari investasi di SBN karena dinilai tidak produktif, terutama di tengah defisit fiskal. Sementara itu, Dradjad Wibowo memberikan tiga catatan: pentingnya tata kelola dan jaminan bagi bank Himbara, optimalisasi sinergi BUMN, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam investasi.

Dengan personel kuat dan mandat ambisius, keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada implementasi strategi yang disiplin dan transparan, serta kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tata kelola investasi yang sehat.

Menjangkau Pajak dari Sektor Informal

25 Mar 2025
Pemerintah berupaya meningkatkan tax ratio atau rasio penerimaan pajak terhadap PDB dengan mendorong inklusi keuangan, terutama dengan mengajak masyarakat memiliki rekening bank. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk menarik potensi pajak dari sektor informal yang selama ini sulit terpantau.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa seruan Prabowo ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sistem keuangan formal, yang hingga 2023 telah mencakup 76,3% masyarakat dewasa.

Pengamat pajak dari CITA, Fajry Akbar, menilai bahwa kebijakan ini merupakan langkah awal yang baik, namun masih belum cukup. Pemerintah juga harus mengandalkan data transaksi nontunai dari pihak ketiga. Fajry mengingatkan pentingnya keadilan dalam kebijakan perpajakan, mengingat mayoritas pelaku sektor informal adalah usaha mikro dan kecil. Ia juga menyoroti ironi rencana pajak untuk sektor informal sementara kalangan super kaya justru mendapatkan peluang keringanan melalui family office.

Sementara itu, Raden Agus Suparman dari Botax Consulting menyambut baik kebijakan ini. Menurutnya, penggunaan rekening bank akan memudahkan pengawasan transaksi dan menekan kesenjangan pajak (tax gap), yang pada 2019 mencapai 8,5% dari PDB. Ia memperkirakan, jika tax gap bisa ditekan hingga 4%, maka potensi tambahan penerimaan pajak bisa mencapai Rp 996 triliun.

Dengan strategi inklusi keuangan ini, keberhasilan peningkatan tax ratio sangat bergantung pada kebijakan yang adil, efisien, serta tidak membebani pelaku usaha kecil yang rentan.

Gelombang Merger Bawa Optimisme Baru

25 Mar 2025
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham Axiata Group diyakini akan memperkuat posisi keduanya dalam industri telekomunikasi Indonesia. Aksi korporasi ini diharapkan tidak hanya memperluas spektrum dan jaringan infrastruktur digital, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya dan meningkatkan margin profitabilitas.

Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai merger ini dapat memperkuat konektivitas digital dan meningkatkan ruang belanja modal EXCL untuk ekspansi. Senada, analis Mirae Asset Sekuritas Daniel Widjaja menyoroti potensi penghematan Rp 1,7 triliun per tahun dari penonaktifan 12.000–15.000 menara yang tumpang tindih serta peluang pertumbuhan di sektor Fixed Broadband (FBB) dan layanan 5G.

Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas melihat merger ini akan menghasilkan entitas baru dengan 94 juta pelanggan, pendapatan gabungan US$ 2,8 miliar, dan EBITDA US$ 1,4 miliar. Namun, ia juga mengingatkan tantangan ke depan, terutama terkait persaingan harga dan ARPU yang stagnan akibat tekanan ekonomi serta persaingan ketat di pasar data.

Kendati menghadapi tantangan, para analis tetap optimistis. Paulus menetapkan rating buy untuk saham EXCL dengan target harga Rp 3.200, sementara Indy dan Daniel masing-masing menargetkan Rp 2.700 dan Rp 2.900. Merger ini diyakini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan jangka panjang di industri telekomunikasi.

THR Lebaran: BRI Siapkan Rp 51,74 Triliun

25 Mar 2025
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 51,74 triliun atau Rp 343,4 per saham, yang mencerminkan 86,02% dari laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 60,15 triliun. Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menunjukkan komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BBRI, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini dilakukan dengan memperhatikan struktur modal dan kesiapan likuiditas untuk ekspansi bisnis, serta menjaga rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di angka 19%.

Kinerja keuangan BRI pada Februari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dengan laba bersih Rp 4,6 triliun, tumbuh 42% secara tahunan dan 129% secara bulanan. Hal ini memunculkan optimisme terhadap prospek saham BBRI.

Achmad Yaki, Head Online Trading BCA Sekuritas, melihat prospek perbaikan kinerja BRI sebagai sinyal positif, dan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 4.400. Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Analis Teknis Senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai pembagian dividen akan menjadi katalis positif, dan menyarankan buy dengan target harga Rp 3.830.

Dengan fundamental yang menguat dan pembagian dividen besar, saham BBRI diproyeksi memiliki potensi pemulihan dan pertumbuhan ke depan.

Peraruhan untuk Stempel Layak Investasi

24 Mar 2025

Investor menilai potensi keuntungan berinvestasi di Indonesia semakin menurun. Tanpa perbaikan struktural dan pendekatan teknokratis dalam kebijakan pemerintah, berbagai risiko baru bisa muncul. Status layak investasi atau investment grade, jadi taruhan.  Demikian pesan dan aspirasi yang mengemuka pada Kompas Collaboration Forum (KCF) di Jakarta, Jumat(21/3). Komisaris Utama PT Pan Brothers Tbk Benny Soetrisno dan pengajar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta, A Prasetyantoko, menjadi narasumber dalam acara bertema ”Ada Apa dengan Perekonomian Nasional?” tersebut. Prasetyantoko mengatakan, kondisi pasar keuanga domestik, terutama pasar saham, dalam beberapa waktu terakhir mengalami koreksi yang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Maret 2025 turun hingga ke level 6.270 atau terkoreksi 21 % dibanding level tertingginya, 7.900 pada September 2024.

Hal itu terjadi karena, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Goldman Sachs, revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), dari 5 % menjadi 4,9 %. Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan profitabilitas emiten di Indonesia akan turun seiring outlook pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Selain itu, kebijakan pemerintah, seperti efisiensi anggaran, Danantara, dan program tiga juta rumah, dipandang dapat berdampak pada keberlanjutan fiskal ke depan. Alhasil, aliran modal asing di pasar keuangan domestic selama 17-20 Maret 2025 tercatat jual neto sebesar Rp 4,25 triliun, yang menekan nilai tukar rupiah yang cenderung bergerak dalam kisaran Rp 16.300-Rp 16.500 per USD.

Di sisi lain, investor asing masih menaruh keyakinan pada pasar obligasi negara, mengingat peringkat kredit atau sovereign credit rating Indonesia masih dipertahankan pada level investment grade alias layak investasi. ”Sudah bunyi, sinyal  di equitymarket (pasar saham). Perlu dijaga jangan sampai merembet memengaruhi soverign rating-nya. Kalau itu sampai terjadi, kemungkinan terjadinya krisis yang lebih kompleks akan lebih besar,” kata Prasetyantoko. Apabila peringkat kredit Indonesia turun, likuiditas akan semakin mengetat dan berpotensi memicu krisis ekonomi. Dengan kata lain, perkembangan dinamika di pasar keuangan akan mendahului sektor riil. (Yoga)

Menabung Emas untuk Semua Kalangan

24 Mar 2025

Bagi Sari Indrayati (39) orangtua remaja berusia 16 tahun di Tangsel, Banten, menabung emas adalah prioritas bulanan yang tak bisa ditinggal. Sari bukanlah pegawai swasta atau ASN yang setiap bulan mendapat kepastian gaji, bonus, dan THR menjelang Idul Fitri. Ia sehari-hari menerima pesanan katering sembari membuka kios kecil di depan rumahnya yang menjual seblak dan bakso aci. Sari juga menerima panggilan untuk sejumlah layanan kesehatan tradisional berbasis keterampilan, seperti akupunktur, refleksi, dan bekam. ”Penghasilan saya pas-pasan, apalagi harga kebutuhan pokok terus naik. Tapi, saya tetap menyisihkan sedikit untuk membeli emas tiap bulan walau 0,5 gram atau 0,1 gram,” ujar Sari, (22/3). Meski penghasilannya tak menentu, Sari rutin menabung emas sejak tujuh tahun lalu. Bagi banyak keluarga kelas menengah, emas adalah tabungan yang mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Dian Lestari (34) pegawai administrasi perusahaan swasta di Bekasi, Jabar, mengatakan rutin membeli emas setiap beberapa bulan sebagai bentuk investasi jangka panjang. ”Dulu saya membeli emas hanya untuk dipakai, tapi sekarang juga investasi. Jika butuh dana mendadak, emas lebih mudah dijual ketimbang aset lain,” ujarnya. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diolah lembaga publikasi riset Next Indonesia Center menunjukkan, pada 2023, warga kelas menengah berpenghasilan Rp 1,9 juta hingga Rp 9,4 juta per kapita per bulan menjadi kelompok yang paling banyak menyimpan emas, minimal 10 gram. Dari 15,19 juta rumah tangga kelas menengah di Indonesia, 6,16 juta rumah tangga atau 41 % menyimpan emas minimal 10 gram. Dari 439.620 rumah tangga kelas atas di Indonesia, 316.417 rumah tangga atau 71 % menyimpan minimal 10 gram emas.

Berdasarkan survei yang sama, emas bukan komoditas eksklusif bagi kelompok rumah tangga menengah dan kaya. Semua lapisan ekonomi di Indonesia, hingga yang berstatus rentan dan miskin, menyimpan emas minimal 10 gram. Dari total 36,83 juta rumah tangga calon kelas menengah, 6 juta rumah tangga atau 16,3 % menyimpan 10 gram emas. Sebanyak 1 juta rumah tangga atau 7 % dari total 15 juta rumah tangga rentan menyimpan emas. Adapun 217.789 kelompok rumah tangga atau 3,9 % dari 5,5 juta rumah tangga miskin juga memiliki 10 gram emas. Direktur Eksekutif Next Indonesia Center Christiantoko menjelaskan, kelas menengah menjadi kelompok terbanyak yang menyimpan emas. Dalam kondisi ekonomi melemah, konsumsi menurun, sebagian pendapatan dialihkan ke aset seperti emas, karena dianggap aman, mudah diakses, dan likuid ketimbang instrumen lain, seperti saham atau obligasi. (Yoga)