;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Properti CTRA Tertekan Daya Beli Lemah

20 Mar 2025
Meskipun PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menghadapi tantangan cukup berat pada tahun 2025, prospeknya masih dianggap menarik oleh para analis. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menilai pencapaian marketing sales tinggi pada 2024 sulit diulang karena lemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian global. Indy Naila dari Edvisor Profina Visindo menambahkan bahwa kondisi ekonomi, inflasi, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi turut menekan profitabilitas perusahaan. Meskipun begitu, Indy tetap optimistis bahwa adanya potensi penurunan suku bunga dan dukungan insentif PPN DTP dapat mendorong pertumbuhan moderat marketing sales CTRA hingga 5% menjadi Rp 11,5 triliun.

Kevin Halim dan Jeffrosenberg Chenlim dari Maybank Sekuritas memproyeksikan marketing sales CTRA akan datar di 2025 karena basis yang tinggi pada 2024, namun tetap merevisi naik proyeksi laba bersih CTRA berkat ketersediaan properti yang memenuhi syarat pembebasan PPN. Meskipun menurunkan target harga saham CTRA, ketiga analis – Sukarno, Indy, dan Kevin – tetap merekomendasikan trading buy dengan target harga bervariasi antara Rp 850 hingga Rp 1.000 per saham.

Buyback Saham, Harapan Baru Investor

20 Mar 2025
Pelonggaran aturan buyback oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memungkinkan bank untuk melakukan pembelian kembali saham tanpa menunggu persetujuan RUPS. Kebijakan ini disambut positif oleh perbankan, termasuk Bank Negara Indonesia (BBNI) yang siap segera mengeksekusi buyback senilai Rp 1,5 triliun, menurut Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI. Bank Mandiri, melalui Sekretaris Perusahaan M. Ashidiq Iswara, juga tengah memfinalisasi rencana buyback sebesar Rp 1,17 triliun sebelum RUPS.

Kebijakan ini dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar saham, terutama saham sektor perbankan yang belakangan tertekan. Achmad Yaki dari BCA Sekuritas menyatakan kebijakan serupa pernah berhasil mendorong penguatan IHSG saat pandemi 2020. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga menilai kebijakan ini dapat menjadi katalis positif karena valuasi saham bank besar kini sudah murah dibandingkan nilai wajarnya. Kedua analis sepakat bahwa aksi buyback dapat mendukung pemulihan IHSG dan meningkatkan likuiditas pasar modal.

Ekonomi Terancam Stagnasi akibat Merosotnya Kepercayaan Pasar

19 Mar 2025

Pasar menilai arah kebijakan ekonomi pemerintah masih belum jelas, sedang koordinasi antar sektor dinilai kurang sinkron selama triwulan I-2025. Akibatnya, kepercayaan pasar terus melemah seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang bahkan sempat menyebabkan penundaan perdagangan pada sesi pembukaan pertama, Selasa (18/3) jadi salah satu refleksi kondisi tersebut. Di sisi lain, berbagai indikator menunjukkan sinyal pelemahan ekonomi yang berisiko membuat pertumbuhan stagnan di kisaran 5 %, atau mengalami stagnasi. Pada penutupan pasar, IHSG berada di level 6.223,39 atau melemah 3,84 % dibanding penutupan hari sebelumnya, sekaligus mencatatkan kinerja terburuk sejak 2021.

Bahkan, IHSG sempat jatuh hingga ke level 6.011,84 pada penutupan sesi pertama perdagangan atau anjlok 6 %. Untuk meredam pelemahan lebih dalam, BEI bahkan sempat menghentikan perdagangan saham selama 30 menit pada pukul 11.19 WIB. Penurunan IHSG ini tidak sejalan dengan kinerja beberapa pasar saham harian di bursa luar negeri yang justru positif. Kondisi ini menandakan faktor utama kejatuhan bursa saham berasal dari domestik. Ekonom senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan, kondisi ekonomi domestik yang sedang bermasalah dapat mengakibatkan perekonomian Indonesia tumbuh rendah. Bahkan, OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 hanya 4,9 %. (Yoga)

Anak Muda Marah pada Korupsi

19 Mar 2025

Marah pada korupsi yang menggurita di negaranya, anak-anak muda Serbia tiada henti berunjuk rasa. Empat bulan terakhir, Serbia diguncang unjuk rasa anak-anak muda. Unjuk rasa terbaru, terbesar sejauh ini berlangsung pada Sabtu (15/3). Dilaporkan, 100.000 hingga 300.000 orang turun ke jalan, mulai dari ibu kota Belgrade hingga kota-kota kecil, menentang korupsi masif di pemerintahan Serbia. Pemantik unjuk rasa besar-besaran di Serbia adalah korupsi. Pemicunya, insiden ambruknya atap stasiun kereta di Novi Sad, kota terbesar kedua, yang menewaskan 15 orang, November 2024, yang baru direnovasi pada 2022, tetapi sudah ambruk dan menelan korban jiwa. Insiden itu mengungkap adanya borok korupsi.

Setelah diguncang demonstrasi, aparat hukum Serbia mengusut kasus stasiun Novi Sad. Sejumlah pejabat, termasuk PM Milos Vucevic, Menhub dan Infrastruktur Tomislav Momirovi, serta penggantinya, Milan Duric, mundur. Namun, di mata anak-anak muda pengunjuk rasa, harapan mereka tak berhenti di situ. Mereka menginginkan perubahan menyeluruh, yang bisa memupus kanker korupsi di Serbia. Sedemikian kuat gurita korupsi di Serbia, segala perkara hingga urusan mencari pekerjaan tak lepas dari praktik korupsi. Sangat bisa dimaklumi jika anak-anak muda di negara itu marah dan menumpahkannya lewat serangkaian unjuk rasa.

Ivana, mahasiswa Universitas Novi Sad, mengatakan, ”Ijazah saya tidak akan berguna selama korupsi dan kolusi mewabah. Lapangan kerja terbuka bukan karena saya terampil. Saya bisa dapat kerja kalau mau menyuap atau jadi kroni,” ujarnya (Kompas, 18/3/2025). Data Transparency International memperlihatkan, Serbia menduduki peringkat ke-105 dari 180 negara soal indeks persepsi korupsi. Hal ini diperburuk oleh catatan Freedom House yang menempatkan Serbia sebagai negara dengan kebebasan  terbatas dengan nilai 56 dari skala 0-100. (Yoga)

Lebaran 2025, Perputaran Uang Diprediksi Melemah

19 Mar 2025

Penurunan jumlah pemudik pada Lebaran 2025 mengindikasikan turunnya perputaran uang di masyarakat. Di sisi lain, biaya mudik yang membengkak, ancaman PHK, dan beban konsumsi membuat masyarakat cenderung mengencangkan ikat pinggang. Hasil Survei Potensi Pergerakan Nasional oleh Kemenhub memperkirakan, jumlah pemudik pada Idul Fitri 1446 H atau Lebaran 2025 sebanyak 146,48 juta orang atau 52 dari total penduduk Indonesia, turun 24 % dibanding proyeksi 193,6 juta pemudik yang melakukan perjalanan pada Lebaran 2024. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang berpendapat, seiring dengan turunnya jumlah pemudik tersebut, jumlah perputaran uang selama libur Lebaran 2025 pun turun. Dibanding Lebaran 2024, perputaran uang saat Lebaran 2025 diperkirakan turun 12,28 %.

”Jika asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137,97 triliun. Prediksi tersebut dihitung dari jumlah pemudik tahun ini sejumlah 146,48 juta atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga empat orang,” katanya, Selasa (18/). Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah rata-rata uang yang dibawa setiap keluarga pemudik senilai Rp 3,75 juta atau naik 10 % dari Lebaran 2024. Dengan demikian, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 137,97 triliun. Perhitungan itu berpotensi meningkat. Jika rata-rata uang yang dibawa per keluarga Rp 4 juta, total perputaran uang menjadi Rp 145,04 triliun. Meski demikian, asumsi perputaran uang Lebaran 2025 di kisaran Rp 137 triliun-Rp 145 triliun ini masih berada di bawah perputaran uang Lebaran 2024. (Yoga)

Obligasi NegaraTetap Laris Di Tengah Gejolak IHSG

19 Mar 2025

Di tengah dinamika pasar saham, kinerja lelang Surat Utang Negara atau SUN pada Selasa (18/3) menunjukkan hasil positif dengan penawaran masuk sebesar Rp 61,75 triliun. Masih kuatnya kepercayaan investor terhadap postur APBN disebut menjadi faktor pendorong tingginya penawaran sehingga melebihi target indikatif. Menurut Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu,  lelang enam seri SUN pada Selasa pukul 09.00-11.00 WIB menghasilkan penawaran masuk sebesar Rp 61,75 triliun, mencapai 2,38 kali dari target indikatif sebesar Rp 26 triliun.

Keenam seri SUN yang dimenangkan adalah SPN tenor 12 bulan senilai Rp 2 triliun dengan yield atau imbal hasil 6,25 %, seri FR0104 tenor 5 tahun senilai Rp 12,70 triliun dengan yield 6,70023 %, dan FR0103 tenor 10 tahun senilai Rp 7,15 triliun dengan yield 7,01985 %.Lalu, untuk seri FR0106 tenor 15 tahun dengan total yang dimenangkan sebesar Rp 1,75 triliun dengan yield 7,03713 %, seri FR0107 tenor 20 tahun senilai Rp 4,1 triliun dengan yield 7,07804 %, serta FR0105 tenor 40 tahun senilai Rp 300 miliar dengan yield 7,10892 %.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, dengan kuatnya penawaran yang masuk, penawaran yang dimenangkan sebesar Rp 28 triliun, lebih besar dari target indikatif Rp 26 triliun. Dari penawaran yang dimenangkan, dana investor asing Rp 5,33 triliun, sisanya Rp 22,67 triliun berasal dari investor dalam negeri. Nilai penawaran masuk dari investor asing Rp 13,95 triliun, artinya komposisi dari investor asing terhadap total penawaran mencapai 22,59 %. ”Tingginya incoming bid dari investor asing menggambarkan investor asing memiliki kepercayaan tinggi terhadap APBN 2025 dan pengelolaan keuangan negara,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta, Selasa. (Yoga)

Rute Batam-Johor dibuka ASDP untuk Wisata dan Logistik

19 Mar 2025

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan berekspansi dengan mengembangkan jangkauan rute dari Batam, Kepri, ke Johor, Malaysia. Targetnya, dua kapal akan mulai beroperasi pada 2025. Prospek pariwisata antar kedua negara pun dianggap menjanjikan. Operator feri di Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), berencana memperluas jangkauan rute hingga ke Malaysia.

Rute tersebut akan menghubungkan Batam, Kepri, di Indonesia dengan Johor di Malaysia. ”Namun, masih banyak hal yang perlu kami siapkan karena ini kerja samanya government to government (G2G), negara dengan negara, bukan sekadar bisnis ke bisnis,” ujar Dirut ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, di Jakarta, Senin (17/3).

Rute Batam-Johor ini akan menargetkan pasar logistik dan wisata, serupa dengan Batam dan Singapura yang selama ini sudah berjalan. Ke depan, rute internasional yang tengah disiapkan ini akan didukung dua feri ASDP. Feri akan beroperasi di antara Pelabuhan Bintang 99 Persada di Batam dan Pelabuhan Tanjung Belungkor, Bandar Penawar, di Johor. Kedua pelabuhan tersebut bukan di bawah naungan ASDP. (Yoga)

Persaingan Nike dan Adidas

19 Mar 2025

Bagi sebagian orang, jika sudah menggunakan Adidas, mereka enggan beralih ke Nike, begitu pula sebaliknya. Salah satunya Fildaz Raeditya (33) yang selama 10 tahun setia menggunakan produk Adidas tanpa pernah membeli merek lain. Dari berbagai produk yang pernah ia coba sebelumnya, Adidas menjadi pilihan yang paling nyaman di kakinya, sesuai dengan selera, dan memberikan rasa percaya diri yang lebih. ”Durability (daya tahan) Adidas luar biasa. Total ada delapan pasang sepatu yang saya miliki. Dari yang termurah, Rp 300.000 untuk model Superstar, hingga yang termahal Rp 3 juta, yaitu Microacer, favorit saya. Yang paling sering dipakai Adizero SL,” ujarnya, Selasa (18/3).

Menurut Didit, kesetiaannya pada Adidas didasarkan pada konsep klasik yang ditawarkan merek tersebut. Selain itu, beberapa seri Adidas juga menghadirkan sentuhan futuristik, bahkan menggabungkan kedua konsep itu dalam satu desain. Yavi Diamanta. Hingga usia 30 tahun, tetap setia pada Nike dan tak pernah beralih ke merek lain. ”Nike punya kampanye yang luar biasa. Bold, well-crafted, dan erat dengan dunia atlet. Gue suka banget atlet-atlet Nike. Cerita bagaimana Nike bisa merekrut Michael Jordan, misalnya, itu gila banget. Belum lagi deretan sepatu ikonik Nike yang sudah menjadi bagian dari kultur,” ujar Yavi. Menurut dia, model Air Jordan 1 adalah sepatu yang tak lekang oleh waktu.

Dua koleksi lainnya yang menjadi favoritnya adalah Nike Blazer Mid 77 dan Jordan 1 Purple Court. Dari kecil dia memang suka dan merasa paling cocok dengan Nike, dan tidak tertarik membeli merek lain. Persaingan merebut hati konsumen tak hanya terlihat dari cerita Yavi dan Didit. Dua jenama, Nike dan Adidas, juga bersaing ketat berdasarkan sejumlah data. Mengutip laporan Brand Finance, di sektor aparel atau fashion, kedua merek ini masuk 10 besar merek dengan nilai tertinggi di dunia pada 2024. Nike, mencatat nilai merek sebesar 29,873 miliar USD, menempati peringkat kedua. Posisi Nike digeser Louis Vuitton dari Perancis yang kini berada di peringkat pertama dengan nilai pasar 32,235 miliar USD.  

Pada 2024, Adidas berada di peringkat kedelapan dengan nilai pasar 14,448 miliar USD. Dengan kekuatan branding-nya yang solid, kedua jenama ini juga mencatat pendapatan besar. Berdasarkan data Statista yang dipublikasikan pada 14 Januari 2025, pendapatan Adidas mencapai 23,683 miliar euro pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya di 21,427 miliar euro. Nike mencatat pendapatan 47,78 miliar euro pada 2024, naik dari 42,65 miliar euro pada 2023. Pendapatan besar yang diraih Nike dan Adidas juga didukung oleh luasnya jaringan toko ritel serta jumlah pekerja yang tersebar di seluruh dunia. (Yoga)

Sulitnya Mendaftar Program Mudik Gratis

19 Mar 2025

Kondisi ekonomi yang lesu membuat program mudik gratis bagi warga Jakarta laris manis. Pemprov DKI Jakarta pun menambah 1.161 kuota mudik gratis bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman, tapi warga khawatir tingginya antusiasme membuat sebagian dari mereka tetap tidak mendapatkan  kuota tersebut. Eny Faridah (31), warga Jakbar, Selasa (18/3) mengatakan, bersiap untuk perang tiket (war ticket) mudik gratis yang disediakan Pemprov DKI Jakarta pada gelombang dua, Rabu (19/3).Tanpa menggunakan tiket mudik gratis, ia harus mengeluarkan ongkos Rp 3 juta untuk dia, suami, dan anaknya, pergi pulang naik kereta api atau bus umum.

Nilai uang itu dua kali lipat dari THR yang keluarganya dapatkan. Padahal, tahun lalu, ia baru kena PHK. Karena itulah, tiket mudik gratis sangat berharga sekali baginya dan sekeluarga. Jika tidak mendapatkan tiket mudik gratis, Eny mengatakan tidak akan pulang kampung pada Lebaran kali ini. Ia akan melewatkan Idul Fitri tanpa berkumpul dengan keluarga besar. Perjuangan untuk mendapat tiket mudik gratis sudah ia lakoni sejak gelombang pertama. Ia sudah bersiap seusai sahur, tetapi apes bagi Eny, laman pendaftaran selalu gagal dibuka. Ia kesulitan mengakses pendaftaran kuota mudik gratis itu.

”Tulisannya masih dalam antrean terus. Semoga saya bisa mengamankan tiket gelombang kedua. Saya takut gagal lagi,” ujar Eny. Ada 1.161 kuota penumpang tambahan pada gelombang ini dengan 27 unit bus yang disediakan. ”Dengan ini, total kuota mudik gratis pada gelombang pertama dan kedua mengangkut sebanyak 23.564 penumpang,” kata Kadis Perhubungan Jakarta, Syafrin Liputo, Selasa (18/3). Pendaftaran mudik gratis gelombang kedua dilakukan secara daring melalui situs resmi mudikgratis.jakarta.go.id. (Yoga)

Industri Tambang Menantang, Royalti tetap Dikejar

19 Mar 2025

Pemerintah menyasar tambahan penerimaan negara melalui rencana peningkatan tarif royalti tambang mineral dan batubara. Upaya tersebut dinilai mendadak dan waktunya tidak tepat. Para pelaku usaha pertambangan ramai-ramai meminta pemerintah mengkaji ulang rencana tersebut. Usulan penyesuaian tarif royalti muncul dari rencana revisi PP No 26 Tahun 2022 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian ESDM. Selain itu, aturan dalam PP No 15/2022 tentang Perlakuan Perpajakan dan/atau PNBP di Bidang Usaha Pertambangan Batubara juga diusulkan direvisi. Pada komoditas bijih nikel, misalnya, berdasarkan usulan revisi, akan berubah dari sebelumnya single tarif 10 % menjadi tarif progresif 14-19 % menyesuaikan harga mineral acuan (HMA). Sementara pada feronikel, dari single tarif 2 % diusulkan menjadi tarif progresif 5-7 %, menyesuaikan HMA.

Pada komoditas batubara, tarif yang berlaku saat ini ialah progresif menyesuaikan harga batubara acuan (HBA) tarif PNBP Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) 14-28 %. Pada usulan revisi, terbagi dua. Pertama, tariff royalti naik 1 % untuk HBA lebih besar atau sama dengan 90 USD per ton sampai tarif maksimum 13,5 %. Lalu, tarif IUPK 14-28 % dengan perubahan rentang tarif (revisi PP No 15/2022). Usulan itu mendapat tentangan dari para pelaku usaha pertambangan, termasuk dari nikel dan batubara. Selama ini, pertambangan menjadi salah satu kontributor terbesar PNBP. Namun, kali ini industri pertambangan relatif sedang menantang. Mulai dari harga komoditas yang cenderung turun akibat kelebihan pasokan hingga kebijakan penahanan devisa hasil ekspor (DHE) 100 % dengan jangka waktu minimal satu tahun. (Yoga)