Lebaran 2025, Perputaran Uang Diprediksi Melemah
Penurunan jumlah pemudik pada Lebaran
2025 mengindikasikan turunnya perputaran uang di masyarakat. Di sisi lain,
biaya mudik yang membengkak, ancaman PHK, dan beban konsumsi membuat masyarakat
cenderung mengencangkan ikat pinggang. Hasil Survei Potensi Pergerakan Nasional
oleh Kemenhub memperkirakan, jumlah pemudik pada Idul Fitri 1446 H atau Lebaran
2025 sebanyak 146,48 juta orang atau 52 dari total penduduk Indonesia, turun 24
% dibanding proyeksi 193,6 juta pemudik yang melakukan perjalanan pada Lebaran
2024. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah,
Sarman Simanjorang berpendapat, seiring dengan turunnya jumlah pemudik
tersebut, jumlah perputaran uang selama libur Lebaran 2025 pun turun. Dibanding
Lebaran 2024, perputaran uang saat Lebaran 2025 diperkirakan turun 12,28 %.
”Jika asumsi perputaran uang selama
Idul Fitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, asumsi perputaran uang selama Idul
Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137,97 triliun. Prediksi tersebut dihitung
dari jumlah pemudik tahun ini sejumlah 146,48 juta atau setara dengan 36,26
juta keluarga dengan asumsi per keluarga empat orang,” katanya, Selasa (18/).
Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah rata-rata uang yang dibawa setiap
keluarga pemudik senilai Rp 3,75 juta atau naik 10 % dari Lebaran 2024. Dengan
demikian, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 137,97 triliun. Perhitungan
itu berpotensi meningkat. Jika rata-rata uang yang dibawa per keluarga Rp 4 juta,
total perputaran uang menjadi Rp 145,04 triliun. Meski demikian, asumsi
perputaran uang Lebaran 2025 di kisaran Rp 137 triliun-Rp 145 triliun ini masih
berada di bawah perputaran uang Lebaran 2024. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023