;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Mengembalikan Kepercayaan Investor

19 Mar 2025

Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosok 3,84% ke level 6.223 pada perdagangan Selasa (18/3/25), melanjutkan pelemahan selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini justru terjadi di tengah penguatan bursa regional. IHSG bahkan sempat mengalami trading halt setelah anjlok hingga 5% ke level 6.011. Hal ini mencerminkan puncak kekecewaan investor terhadap kurangnya dukungan pemerintah dalam menstabilkan pasar modal Indonesia.

Karenanya, pemerintah harus bergerak cepat memulihkan kondisi dengan mengembalikan kepercayaan investor. Indeks berpeluang menguji resistance di 6.500-6.700 dalam jangka menengah, terutama menjelang kuartal ketiga yang diperkirakan menjadi momentum rebound. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih dalam tren turun, dengan potensi koreksi lebih dalam ke level 5.900-6.000 jika tekanan jual berlanjut. (Yetede)


Transaksi Rp 8.400 Triliun dicatatkan Qlola by BRI

19 Mar 2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berinovasi dalam layanan perbankan digital melalui QLola by BRI, yang semakin mendapat kepercayaan dari berbagai sektor industri. Hingga akhir tahun 2024, platform ini telah mencatat lebih dari 190.000 pengguna baru dari berbagai sektor, termasuk Agriculture, Mining, FMCG, Telecommunication, serta sektor digital seperti e-commerce dan fintech. Kepercayaan yang terus meningkat ini sejalan dengan kinerja QLola by BRI, terutama dalam mendukung pendapatan nonbunga.

Sepanjang 2024, transaksi nasabah melalui platform QLola Cash terus meningkat, dengan volume cash management tumbuh 19,13% (yoy), sementara fee based income layanan tersebut naik 3,80%. Sejak diluncurkan pada Desember 2022, QLola by BRI telah membukukan peningkatan volume transaksi cash management sebesar 15,9% (yoy), dengan total transaksi mencapai Rp 8.400 triliun. Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI, Agus Noorsanto menyatakan bahwa BRI menargetkan QLola by BRI sebagai Top of Mind dalam perbankan digital. Strategi ini diperkuat melalui pemasaran yang agresif,perluasan ekosistem digital, serta penguatan kehadiran di pasar. (Yetede)


Prospek Industri Alas Kaki Cerah

19 Mar 2025

Dalam setahun terakhir, Indonesia menjadi pilihan utama bagi merek-merek ternama dunia seperti Nike dan Adidas untuk memperluas produksi mereka. Hal ini menunjukkan industri alas kaki memiliki prospek yang cerah. Direktur Eksekutif Asostasi Persepatuan Indonesia (Aprixindo) Yoseph Billie Dosiwoda menerangkan, industri alas kaki sudah 30 tahun ada di Indonesia, yang membuat Skills dan knowledgenya sudah terbangun. Begitu pula ekosistem bahan baku dan industri jasa pendukung nya. "Akan lebih baik lagi jika pemerintah membenahi sektor perburuhan, memperbaiki logistik dan transportasi (jalur domestikdan pelayaran internasional), serta segera menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa," ucapnya di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Beberapa investor industri alas kaki dan bahan bakunya sudah banyak yang melirik Indonesia untuk ekspansi, tapi tertunda karena formulasi pengupahan dicabut dan menyebabkan upah buruh naik secara drastis. "Saat ini dimana kondisi ekonomi global sedang tidak terlalu baik, sayangnya kondisi internal Indonesia juga kurang kompetitif," ucap dia. Untuk jenama besar yang orientasinya ekspor, kondisi industrinya ditentukan oleh kondisi permintaan di pasar global dan apakah Indonesia merupakan negara yang kompetitif. Biaya operasional dan logistik masih tinggi, akses pasar ke negara-negara konsumen sepatu seperti Uni Eropa tidak terlalu bagus disbanding Vietnam dan Kamboja,"ucap Billie. (Yetede)


Penopang Ekonomi Menjaga Daya Beli

19 Mar 2025

Pemerintah optimistis daya beli masyarakat akan menopang laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025. Kinerja perekonomian turut disokong oleh surplus neraca perdagangan, Purchasing Manufacture Index (PMI), hingga inflasi yang terjaga. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2025 mencapai 5,3%. Karenanya, pemerintah berkomitmen mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk menjamin keterjangkauan harga pangan di masa Bulan Suci Ramadan seperti operasi pasar, gerakan pasar murah, serta fasilitasi dan pengawasan distribusi. Pemerintah juga akan terus menjaga level harga gabah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk menopang dayabeli masyarakat atas kebutuhan transportasi, insentif seperti diskon tarif tol dan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) tiket pesawat diberikan pada momentum Ramadan dan Idulfitri tahun ini. “Hal ini memberikan optimisme bahwa kuartal I-2025,dari total agregat demand, masih terjaga.  Komponennya konsumsi rumah tangga," kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil lelang Surat Utang Negara di Jakarta, Selasa (18/3/2025). Meski terjadi deflasi secara beruntun pada Januari dan Februari 2025, Sri Mulyani meyakini bahwa harga barang dan daya beli tetap terjaga. Apalagi deflasi pada dua bulan tersebut juga teriadi karena diskon tarif selama 58 bulan beruntun.

Sementara, neraca perdagangan mengalami surplusUS$ 3,12 miliar pada Februari2025. Menurut dia, hal ini merunjukkan kinerja neraca perdagangan sudah surplus, daya beli masyarakat bisa terjaga. “Daya beli dijaga supaya tidak tergerus oleh harga, yang dikelola agar tetap rendah atau bahkan menurun, seperti tiket menurun, listrik menurun untuk rumah tangga. Hal ini diharapkan menjaga konsumsi rumah tangga, karena daya belinya terjaga dengan harga yang relatif stabil," terang Sri Mulyani. Pada Februari 2025, PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level 53,6 yang tertinggi dalam 11 bulan terakhir. (Yetede)


Perputaran Uang Idulfitri kali ini tak sebanyak 2024

19 Mar 2025

Kadin Indonesia memperkirakan perputaran uang pada Idulfitri tahun ini mencapai Rp 137,975 triliun, turun dari perputaran uang pada Idulfitri 2024 di Rp 157,3 triliun. Perputaran uang selama libur Idulfitri 1446 Hijriah diprediksi menurun seiring jumlah pemudik yang mengalami penurunan. “Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan sejumlah 146,48 juta orang atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga 4 orang. Jika rata rata keluarga membawa uang sebesar Rp 3,75 juta yang naik 10% dari tahun lalu, maka potensi perputaran uang diprediksi sebesar Rp 137,975 triliun," jelas Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang dalam pernyataan resmi, Selasa (18/3/2025). Jumlah ini masih berpotensi naik, karena angka rata rata per keluarga diambil angka yang minimal dan moderat.

Berdasarkan hasil survey dilakukan badan kebijakan transportasi, pusat statistik, Kemenhub maupun akademisi, jumlah pemudik HariRaya Idulfitri 2025 diperkirakan146,48 juta orang atau 52% dari penduduk Indonesia, turun 24% disbanding tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik. Nataldan Tahun Baru (Nataru) dan Idulfitri yang sangat berdekatan, sehingga yang sempat berlibur selama Nataru tidak lagi merencanakan liburan atau pulang kampung saat libur Idulfitri. Ditambah, dengan kondisi ekonomi saat ini masyarakat cenderung menghemat (saving), mengingat beberapa bulan ke depan akan memasuki tahun ajaran baru yang memerlukan biaya masuk sekolah. Ditambah, maraknya PHK. (Yetede)


Gabah Petani Untuk Semua Kualitas Wajib Diserap Bulog

19 Mar 2025

Mentan, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Perum Bulog wajib aktif menyerap gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kg untuk semua kualitas (any quality) atau tanpa kecuali. Bulog juga diminta terjun langsung menyerap gabah petani, bukan hanya menerima di gudang. “Semua sektor harus bergerak cepat, enggak ada alasan, Bulog wajib serap gabah any quality. Petani menunggu kepastian harga di sawah, Bulog malah menunggu di gudang, ini enggak bisa dibiarkan,” ungkap Mentan dalam keterangan yang. Selasa (18/03/2025).

Mentan menyampaikan itu usai mendengar keluhan petani di Kabupaten Tanah Laut yang mengutarakan Bulog di wilayah itu jarang turun kelapangan padahal mayoritas petani tengah memasuki musim panen. Mentan menegaskan, Kalsel, khususnya Tanah Laut, punya potensi pertanian sangat besar. Untuk itu, Mentan meminta jajaran TNI, Polri, dan pemda bersinergi menjaga dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah itu. “Saya titip Pak Dandim, Pak Wakapolda, kita jaga bersama daerah ini. Potensinya luar biasa, jangan sampai ada yang main-main,” ujar dia. Mentan juga menekankan, bantuan pertanian harus diberikan ke daerah yang benar-benar serius memacu produksi pangan dan harus tepat sasaran. (Yetede)


Mengembalikan Kepercayaan Investor di Pasar RI

19 Mar 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam, yang memicu tindakan trading halt oleh otoritas bursa setelah penurunan mencapai 5%. Meskipun ada sedikit pemulihan di sesi kedua, penurunan IHSG menciptakan sentimen negatif di pasar modal Indonesia. Gejolak ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kekhawatiran atas kondisi fiskal yang melemah dan isu reshuffle kabinet, terutama terkait dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi situasi ini dengan mendatangi Bursa Efek Indonesia dan memastikan bahwa DPR akan mendukung langkah-langkah pemerintah untuk memulihkan kepercayaan investor dan menstabilkan pasar. Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Kabinet Merah Putih dan menjamin pengelolaan APBN yang optimal. Dia juga menekankan bahwa indikator ekonomi Indonesia tetap solid, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor yang menunjukkan kinerja baik.

Beberapa analis pasar, seperti Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas dan Felix Darmawan dari Panin Sekuritas, menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kepercayaan investor, seperti memaksimalkan penerimaan negara dan mempertimbangkan pemangkasan suku bunga acuan. Selain itu, ketidakpastian politik dan regulasi dianggap sebagai faktor yang memperburuk sentimen pasar, dengan investor yang cenderung lebih berhati-hati dalam berinvestasi di tengah ketidakpastian ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun berencana mengeluarkan kebijakan baru untuk menanggulangi gejolak pasar lebih lanjut.


Tantangan RI Menuju Negara Berpenghasilan Tinggi

19 Mar 2025

Selama 30 tahun terakhir, Indonesia terjebak dalam middle-income trap (MIT), dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan PDB per kapita yang masih rendah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami era bonus demografi sejak 2015, di mana 76,48% dari total populasi Indonesia berada dalam usia produktif, sektor informal yang dominan menjadi penghambat utama kemajuan. Pada 2024, lebih dari setengah angkatan kerja Indonesia (55,35%) bekerja di sektor informal dengan upah rendah dan tanpa perlindungan sosial, yang sulit untuk dipajaki.

Meskipun Indonesia memiliki potensi untuk keluar dari MIT, kenyataannya Indonesia harus memperhatikan pelajaran dari negara seperti Brasil dan Korea Selatan. Brasil gagal memanfaatkan bonus demografi karena ketergantungannya pada industri pengolahan bernilai tambah rendah yang berorientasi pada komoditas ekspor. Sebaliknya, Korea Selatan berhasil bertransisi menjadi negara dengan pendapatan tinggi melalui investasi besar di sektor industri bernilai tambah tinggi, pendidikan, dan riset teknologi. Pendekatan Korsel, yang memaksimalkan penerimaan pajak untuk menarik investasi asing dan meningkatkan kualitas SDM, terbukti berhasil.

Untuk keluar dari MIT, Indonesia harus menghindari deindustrialisasi prematur dan fokus pada pengembangan industri bernilai tambah tinggi. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci, karena tanpa SDM yang terampil, bonus demografi yang ada bisa sia-sia. Indonesia kini berada di persimpangan jalan; jika dapat memanfaatkan bonus demografi dengan cara yang mirip dengan Korea Selatan, Indonesia berpotensi keluar dari MIT, tetapi jika gagal, Indonesia bisa terperangkap seperti Brasil.


Kemendag Rutin Pantau Pasar untuk Stabilitas Harga

19 Mar 2025

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan bahwa harga kebutuhan pangan pokok di pasar tetap terjangkau menjelang Lebaran. Menurutnya, meskipun ada fluktuasi harga, terutama untuk cabai rawit yang mencapai harga tinggi, pemerintah terus melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan Satgas Pangan serta pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan harga. Dalam kunjungannya ke Pasar Senen, Jakarta, Budi mencatat bahwa harga daging sapi, ayam, telur, beras, dan minyak goreng masih sesuai dengan harga acuan nasional.

Namun, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan, seperti cabai rawit yang disebabkan oleh faktor cuaca. Meski demikian, Budi optimis harga cabai akan turun seiring dengan distribusi dari sentra pemasok di Kediri, Jawa Timur. Dalam upaya menstabilkan harga pangan menjelang Lebaran, pemerintah juga melaksanakan operasi pasar subsidi (Opadi) di Jawa Barat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, berharap bahwa Opadi ini dapat meredam lonjakan harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang berpendapatan rendah.

Keseluruhan, pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui pemantauan yang ketat dan berbagai kebijakan intervensi pasar, guna memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat menjelang Lebaran.


Stimulus Dibutuhkan untuk Menjaga Stabilitas Pasar Saham

19 Mar 2025
Pasar saham Indonesia mengalami tekanan berat dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 5%, memicu trading halt untuk pertama kalinya sejak krisis pandemi Covid-19. Pada perdagangan Selasa (18/3), IHSG sempat jatuh 7% ke level 6.084, sebelum akhirnya ditutup di 6.223,38 dengan penurunan 3,84%, yang merupakan level terendah sepanjang tahun.

Berbeda dari krisis sebelumnya, kejatuhan IHSG kali ini terjadi di tengah penguatan bursa regional dan global, menandakan bahwa faktor domestik menjadi penyebab utama. Rully Arya Wisnubroto, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, menyebut bahwa rendahnya optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia menjadi pemicu aksi jual besar-besaran. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti pemangkasan anggaran, pembentukan Danantara, serta Koperasi Merah Putih menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Rumor pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani, meskipun telah dibantah, semakin memperburuk sentimen pasar. Untuk menenangkan kondisi, DPR melalui Ketua Komisi XI, Misbakhun, mendatangi BEI untuk memberikan dukungan, sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji mengeluarkan stimulus guna meredam volatilitas perdagangan saham.

Menurut Felix Darmawan, ekonom Panin Sekuritas, kondisi pasar semakin diperburuk oleh defisit anggaran, turunnya Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), serta pemangkasan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD dari 5,2% menjadi 4,9%. Hal ini membuat institusi asing seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Morgan Stanley menurunkan peringkat saham Indonesia.

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas, menyoroti bahwa pemerintah Indonesia perlu belajar dari China, yang telah mengeluarkan paket stimulus untuk menopang pasar saham. Sementara itu, Erwin Supandi, Head of Equities Retail Henan Putihrai Sekuritas, menilai kondisi saat ini bisa lebih buruk dibandingkan saat pandemi Covid-19.

Secara teknikal, support IHSG berada di level 5.880 hingga 6.000, dan jika level ini ditembus, tekanan terhadap IHSG berpotensi semakin kuat. Untuk mengatasi situasi ini, dibutuhkan langkah konkret dari regulator dan pemerintah agar pasar saham Indonesia lebih stabil dan kondusif.