Ekonomi
( 40512 )Tren Penurunan Surplus Neraca Dagang Dimulai
Tren penurunan surplus neraca dagang Indonesia sepertinya mulai terjadi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan pada November 2022 sebesar US$ 5,16 miliar. Surplus tersebut terpangkas US$ 0,51 miliar dari bulan Oktober 2022 yang sebesar US$ 5,67 miliar.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mencatat, neraca dagang Indonesia selalu surplus selama 31 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Surplus neraca perdagangan tersebut terjadi, lantaran nilai ekspor masih lebih tinggi dari nilai impor. Adapun nilai ekspor tercatat US$ 24,12 miliar, turun 2,4% month-to-month (mtm). Sedang impor senilai US$ 18,96 miliar, turun 0,91% mtm.
Febrio Kacabiru, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan tak menampik kinerja ekspor-impor Indonesia sedikit melambat di bulan November lalu. Namun, ia melihat, secara keseluruhan, neraca perdagangan telah mengakumulasi surplus hingga US$ 50,59 miliar di periode tersebut.
BRI Komitmen Dukung UMKM yang Makin Tumbuh
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen untuk terus menumbuhkembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia agar dapat bangkit dari keterpurukan karena pandemi, terus tumbuh, dan makin tangguh ke depannya. Hal tersebut didukung dengan kembali menggelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 untuk keempat kalinya. Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan, jumlah peserta meningkat dari 500 UMKM di tahun lalu menjadi 500 UMKM bazar dan 250 UMKM showcase di tahun ini. Nilai transaksi dari Rp 10,3 miliar di tahun lalu juga ditargetkan meningkat menjadi Rp 15 miliar. Sementara dari sisi business matching, asal buyer dari 14 negara mencatat realisasi nilai kontrak ekspor US $ 65 juta atau sekitar Rp 1 triliun di tahun 2021. Kini dengan menggandeng 20 negara asal buyer, BRI menargetkan US$ 75 juta. “Tapi Alhamdulillah saya dapat laporan sudah jalan dari tanggal 8 Desember, realisasinya sudah UU$ 76,7 juta atau Rp 1,2 triliun,” ungkap Sunarso dalam Opening Ceremony UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (15/12/2022). Dia mengungkapkan, penyelenggaraan acara UMKM EXPO(RT) dilatarbelakangi keyakinan bahwa tugas utama negara yaitu menyejahterakan rakyat melalui pembukaan lapangan pekerjaan. Apalagi kontribusi UMKM yang mampu menyerap sebanyak 97% tenaga kerja nasional. Lewat pendekatan tersebut, dia meyakini sumber daya manusia nasional bisa dioptimalkan sebaik mungkin, yang pada akhirnya bakal memaksimalkan indeks jam kerja nasional. Negara yang demikian, diungkap Sunarso akan semakin mendekatkan masyarakatnya pada kesejahteraan. “Dengan latar belakang itulah perlu kita mendorong produk-produk UMKM supaya tidak hanya dikonsumsi di dalam negeri, tapi juga kita jual ke luar melalui kegiatan yang kita sebut sebagai UMKM EXPO(RT),” beber dia.
Utang Luar Negeri Indonesia Turun Sebesar US$ 5 Miliar
Jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia kembali menyusut. Bank Indonesia (BI) melaporkan, jumlah ULN per akhir Oktober 2022 mencapai sebesar US$ 390,2 miliar. Jumlah tersebut turun US$ 5 miliar dibandingkan per September 2022 yang sebesar US$ 395,2 miliar.
Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan bahwa penurunan utang luar negeri terjadi di semua sektor.
Secara tahunan, posisi utang luar negeri per Oktober 2022 terkontraksi 7,6%. Lebih dalam dari penurunan pada bulan sebelumnya yang sebesar 6,8% secara year on year (yoy).
Jika diperinci, utang luar negeri pemerintah di periode tersebut tercatat sebesar US$ 179,7 miliar, turun US$ 2,7 miliar ketimbang posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 182,3 miliar.
Kredit di UMKM Ekspor Meningkat
Kenaikan ekspor nasional mengangkat penyaluran kredit ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor. Meski nilainya belum besar, penyaluran kredit ke segmen ini terus bertumbuh.
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), misalnya, menyalurkan kredit ke segmen ini senilai Rp 25,79 triliun hingga September 2022. Nilai penyaluran kredit yang dikemas dalam program BNI Xpora itu tumbuh 71,08% secara tahunan atau
year on year
(yoy).
Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati menyatakan, BNI berkomitmen menyediakan fasilitas transaksi dagang dan fasilitas pembiayaan kepada para UMKM ekspor. "Kami mengoptimalkan kehadiran Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI di Seoul, Tokyo, Hong Kong, Singapura, London, New York dan kantor perwakilan di Amsterdam," ujarnya, kemarin (15/12).
Investree Melanjutkan Ekspansi ke Timur Tengah
Platform fintech
peer-to-peer lending, PT Investree Radhika Jaya (Investree) tengah mengincar ekspansi ke wilayah Timur Tengah, terutama Qatar. Sebelumnya, Investree sudah berekspansi ke wilayah Asia Tenggara seperti Filipina dan Thailand.
Ekspansi ke Timur Tengah ini berkaitan dengan pendanaan seri D yang akan dipimpin oleh JTA International Holding dari Qatar. JTA International Holding ialah perusahaan investasi asal Doha, Qatar, yang mempunyai portofolio di sejumlah sektor bisnis teknologi, energi, olahraga, pariwisata, dan lain sebagainya.
CEO Investree Adrian Gunadi menyampaikan, pendanaan ini masih akan berlangsung dan ditargetkan bakal selesai di Januari 2023. Secara prinsip, kata Adrian, Investree sudah memiliki kesepakatan dan tahap finalisasi.
MITIGASI ARAL EKONOMI
Arah ekonomi tahun depan memang sulit ditebak. Selain ketidakpastian global yang masih tinggi, tahun politik juga dinilai bakal membuat dunia usaha di Indonesia memilih wait and see. Tak ayal, baik pemerintah maupun dunia usaha pun menyiapkan inisiatif strategis agar dapat menerobos ancaman resesi global pada tahun depan. Untungnya, secara makroekonomi, Indonesia mengantongi setumpuk modal kuat untuk berkelit dari dampak resesi dunia yang diestimasi melanda pada tahun depan. Kinerja ekspor yang terus moncer, penerimaan pajak yang menembus target, hingga laba bank yang memuaskan menguatkan fondasi ekonomi nasional. Kemarin, Kamis (15/2), Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data terbaru neraca perdagangan yang pada November 2022 kembali surplus senilai US$5,16 miliar. Ini merupakan surplus selama 31 bulan berturut-turut. Dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2023 yang digelar kemarin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi yang kembali ke level di atas 5% pada tahun ini menjadi modal kuat untuk menghadapi risiko resesi global pada 2023. Senada, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa mitigasi untuk merespons ketidakpastian 2023 terus diperkuat.
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 Catat Deal Business Matching Rp1,2Triliun
UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022, yang menjadi salah satu program PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dalam mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan go international, mencatatkan kesepakatan bisnis hingga Rp1,2 triliun.Virtual business matching, salah satu kegiatan dalam UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 yang diselenggarakan pada 6–8 Desember 2022, telah menghasilkan 241 business matching activity, dengan total nilai kesepakatan mencapai US$76,7 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.Melalui virtual business match ing, pembeli internasional bertemu dan saling bernegosiasi dengan UMKM hingga tercapai kesepakatan transaksi bisnis yang saling menguntungkan. SelainSelain virtual business matching, UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 juga menghadirkan online expo, bazaaronline di marketplace Shopee dan Tokopedia, Live Shopping, Coaching Clinic, Podcast, Yuk Berkreasi, Business Matching, UMKM Haul, Nusantarasa, Sharing & Talkshow bersama ekspertis.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa program tersebut menjadi salah satu langkah nyata dan komitmen BRI sebagai agent of development untuk turut memajukan UMKM Indonesia.
SKEMA SUBSIDI PEMBELIAN : KENDARAAN LISTRIK BAKAL KIAN POPULER
Agen pemegang merek otomotif memprediksi kendaraan listrik di Indonesia makin populer setelah pemerintah menggelontorkan subsidi kendaraan jenis itu.
Pemerintah mengungkap perkiraan besaran subsidi pembelian mobil listrik, sepeda motor, dan konversi motor listrik. Subsidi mobil listrik akan sebesar Rp80 juta, sedangkan mobil hibrida (hybrid) Rp40 juta.Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan kebijakan subsidi itu bisa mendorong elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. “Rasanya sebagai salah satu pelaku industri yang memang sudah cukup lama eksis dengan elektrifi kasi di Indonesia, rencana ini bisa membantu untuk makin memopularisasi adopsi kendaraan elektrifi kasi,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (15/12).
Setali tiga uang, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) optimistis insentif kendaraan listrik bisa membawa Indonesia menjadi pemain utama mobil listrik global.Public Relation PT HMID Uria Simanjuntak meyakini rencana insentif ini akan memperkuat Indonesia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi juga memperkirakan rencana pemerintah memberikan insentif kendaraan listrik bakal mendorong produsen electric vehicle (EV) untuk berinvestasi di Tanah Air. Menurutnya, potensi investasi pabrikan EV ke Tanah Air tersebut akan sejalan dengan naiknya minat pasar domestik terhadap mobil listrik dengan adanya insentif dari pemerintah.
Pertumbuhan Ekonomi 2023 Butuh Berbagai Jenis Insentif
JAKARTA, ID – Laju pertumbuhan ekonomi 2023, yang diharapkan sedikitnya 5,3%, membutuhkan insentif fiskal dan penghapusan berbagai kebijakan yang menghambat kemajuan industri manufaktur dan ekspor. Insentif fiskal dan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha dibutuhkan karena tahun depan, Bank Indonesia (BI) masih menaikkan suku bunga acuan mengikuti langkah The Federal Reserve (Fed). Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan sejumlah risiko global yang patut diwaspadai Indonesia tahun depan, khususnya tingkat suku bunga Bank Sentral AS yang tetap tinggi. “Tahun depan, Fed funds rate atau suku bunga acuan The Fed akan mencapai 5% untuk merespons inflasi,” kata Perry saat membuka acara seminar nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) secara daring, Selasa (14/12/2022). Kendati inflasi AS sudah menurun dalam lima bulan berturut-turut ke level 7,1% pada November lalu, namun masih jauh dari sasaran 2%. Untuk memerangi inflasi, The Fed diperkirakan kembali menaikkan bunga acuan 50 bps menjadi 4,25-4,50% pada Rabu (14/12/2022) waktu setempat dan mencapai 5% tahun depan. (Yetede)
BUMN Karya Raih Total Kontrak IKN Rp 10 Triliun
JAKARTA, ID – Sejumlah emiten badan usaha milik negara (BUMN) karya dan anak usahanya telah membukukan total nilai kontrak di proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hampir Rp 10 triliun hingga kuartal IV-2022. Nilai kontrak terbesar diraih oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP yakni sebesar Rp 2,9 triliun. Selanjutnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan nilai kontrak Rp 2,5 triliun, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Rp 2,3 triliun, kemudian PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Rp 1,8 triliun, dan anak usaha Wijaya Karya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), sebesar Rp 306 miliar. Hingga kini, emitenemiten karya ini masih terus memburu kontrak baru di proyek IKN. Akan tetapi, lanjut dia, secara time line tiga paket pekerjaan itu baru akan diumumkan pada tahun depan. “Jadi, sampai akhir tahun ini, kami masih di angka Rp 2,9 triliun,” jelas Bakhtiyar kepala Investor Daily, Rabu (14/12). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









