;

KATALIS INDUSTRI SAWIT

Ekonomi Hairul Rizal 19 Dec 2022 Bisnis Indonesia (H)
KATALIS INDUSTRI SAWIT

Kabar baik menghampiri industri sawit Indonesia. Aturan baru penerapan B-35 untuk bahan bakar minyak jenis Biosolar mulai Januari 2023, digadang-gadang mampu menjaga harga minyak sawit mentah pada tahun depan, saat beragam tantangan menghadang. Sejumlah kalangan meramal berbagai faktor eksternal, seperti ekses resesi global, dan mulai lancarnya pasokan bahan bakar nabati dari Ukraina bakal menekan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).Namun, daya serap pasar domestik terhadap salah satu komoditas andalan Indonesia tersebut, sebagai imbas beleid B-35, diyakini bakal membuat harga sawit global terungkit.Peningkatan porsi biodiesel menjadi 35% di dalam Biosolar, di mana saat ini masih 30% (B-30), dipercaya membuat stok CPO sebagai bahan baku biodiesel makin ketat pada paruh pertama 2023. Terlebih, keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 205/2022 yang menjadi dasar dari penerapan B-35 dikeluarkan hanya sekitar 2 pekan sebelum berganti tahun. Perihal kebijakan baru tersebut, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Eddy Martono mengatakan, Indonesia masih memiliki pasokan CPO yang memadai untuk mendukung program B-35. Artinya, pelaku usaha tidak perlu banyak melakukan perubahan strategi bisnis agar sejalan dengan kebijakan pemerintah. Senada, Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute Policy (PASPI) Tungkot Sipayung menilai penerapan B-35 sebagai langkah jitu dalam menghadapi ancaman resesi global 2023.Tungkot menuturkan, ancaman resesi pada tahun depan bisa menyebabkan penurunan harga CPO di pasar global hingga ke level US$700 per ton karena melemahnya daya beli.

Download Aplikasi Labirin :