;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

NIM Bank Tinggi Tarik Minat Asing Masuk Indonesia

14 Dec 2022

JAKARTA, ID – Industri perbankan di Indonesia masih mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tebal bahkan hingga tahun depan. Hal tersebut juga berdampak pada tren konsolidasi yang semakin marak, terlebih masih banyak investor asing tertarik masuk ke Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Oktober 2022 tercatat sebesar 4,70%. Tren peningkatan NIM terlihat sejak Desember 2020, di mana saat terjadi pandemi Covid-19 NIM berada di level 4,32%, kemudian naik menjadi 4,5% pada Desember 2021, dan terus meningkat ke level 4,70% pada Oktober 2022. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia masih memiliki NIM tebal dan mendorong investor asing untuk melakukan akuisisi pada bank lokal. NIM tebal menarik bank asing seperti Jepang, Korea, China untuk mengakuisisi bank lokal karena rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih rendah atau baru sebesar 34%. (Yetede)

Tekanan Berkepanjangan Nilai Tukar Rupiah

14 Dec 2022

Nilai tukar rupiah diperkirakan terus melemah.  Sejumlah ekonom menyebutkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menembus 16 ribu pada akhir tahun ini. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan rupiah berpotensi bergerak di rentang 16.100-16.500 per dolar AS pada akhir tahun. Ia mengatakan rupiah sulit bisa menguat dibawah 15 ribu per dolar AS, sesuai dengan asumsi pemerintah dalam APBN 2022 atau belanja 2023. "Ini fenomena superdollar karena investor global mencari aset aman  setelaha ancaman resesi menguat," kata Bhima kepada Tempo, kemarin. Sinyal resesi, menurut dia, salah satunya terlihat dari pelemahan Baltic Dry Index atau index kargo global yang anjlok 57% dalam setahun terakhir. Situasi tersebut masih akan ditambah  dengan kenaikan bertahap The Fed, yang diperkirakan bisa terjadi tiga kali pada 2023 untuk menjinakkan inflasi di Amerika. (Yetede)

Harapan Laba Terganjal Penurunan Ekspor

14 Dec 2022

JAKARTA-Kinerja ekspor diprediksi melambat pada awal 2023. Walhasil, pelemahan rupiah yang biasanya memberikan tambahan keuntungan bagi eksportir diperkirakan tidak terjadi kali ini. Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, menuturkan pelemahan permintaan global akibat resesi dinegara-negara maju membuat proyeksi kinerja ekspor lesu. "Mungkin beberapa sektor ekspor yang bahan bakunya lokal masih ada sedikit selisih kurs yang menguntungkan, tapi tidak demikian dengan sektor yang mengimpor bahan baku. Pasti ini menyesakkan." ujarnya kepada Tempo, Selasa, 13 Desember 2022. Sebagai antisipasi, pelaku usaha berupaya melakukan efisiensi dan bertahan melewati gejolak perekonomian yang diperkirakan makin kencang pada 2023. Perusahaan ekspor yang sudah terkena dampak krisis saat ini antara lain tekstil, alas kaki, dan furniture. (Yetede)

Konsumen Meikarta Menagih Janji Pengembang

14 Dec 2022

Drama megaproyek properti Meikarta kembali berlanjut. Kabar teranyar, ratusan konsumen memprotes lantaran mereka tak kunjung mendapatkan unit properti yang telah dijanjikan pengembang, yang digarap sejak 2016 dengan nilai total investasi Rp 278 triliun. Konsumen menagih janji dari pengembang Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), yang masih terafiliasi dengan Grup Lippo. Alasannya, masih banyak unit apartemen yang dibeli konsumen belum dibangun oleh perusahaan tersebut. Komunitas Peduli Konsumen Meikarta juga meminta DPR membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelesaikan kasus Meikarta. Mereka menilai, Meikarta telah melakukan wanprestasi serah terima unit, karena melewati batas waktu grace period serah terima. Menurut dia, Meikarta telah menjual 100.000-130.000 unit properti hunian. Jika mengacu harga unit termurah di tahun 2017 senilai Rp 127 juta per unit, Asep bilang, total uang yang sudah diterima Meikarta mencapai kisaran Rp 12,7 triliun-Rp 16,51 triliun.

Neraca Dagang Surplus, Rupiah Masih Pupus

14 Dec 2022

Kinerja ekspor Indonesia diramal masih moncer menjelang akhir tahun 2022. Neraca perdagangan diproyeksi kembali mencetak surplus bernilai jumbo. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, neraca perdagangan November 2022 kembali mencetak surplus. Meski angkanya lebih rendah daripada bulan Oktober yang surplus bernilai US$ 5,67 miliar. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan November sebesar US$ 5,18 miliar. Ia memperkirakan, pertumbuhan ekspor bisa lebih tinggi, yakni mencapai 10,37% year on year (yoy), dibanding kinerja impor yang diramal tumbuh 3,65% yoy. Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan, surpus neraca perdagangan bulan lalu sebesar US$ 4,51 miliar. Kepala Ekonom PT Bank Syariah Indonesia Tbk Banjaran Surya Indratomo juga memperkirakan, neraca perdagangan November surplus US$ 4,25 miliar. Sementara Ekonom BCA David Sumual lebih optimistis, bahwa neraca perdagangan bakal mencetak surplus lebih besar pada bulan lalu, Proyeksinya, surplus mencapai US$ 5,24 miliar.

Market Cap Bursa Anjlok Rp 236 Triliun

14 Dec 2022

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam tiga bulan terakhir mengikis nilai kapitalisasi pasar alias market capitalization ( market cap ) bursa. Jika dihitung sejak menyentuh level all time high pada 13 September 2022 lalu, bursa saham sudah kehilangan market cap senilai Rp 236 triliun. Penurunan IHSG yang cukup dalam juga terjadi sejak awal Desember lalu. Dalam sembilan hari perdagangan, IHSG terkapar di zona merah. Meski dalam dua hari terakhir, indeks mulai kembali ke jalur hijau. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penurunan market cap IHSG antara lain dipengaruhi oleh koreksi saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Dengan demikian, GOTO bahkan tak lagi masuk dalam jajaran 10 saham dengan market cap terbesar di bursa. Saham GOTO memang menjadi pemberat laju IHSG sepanjang tahun ini. Saham emiten teknologi ini telah mengikis IHSG sebesar 429,7 poin secara year to date.

Saham GOTO Rebound Usai 11 Hari Mentok ARB

14 Dec 2022

SAHAM PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya bangkit setelah 11 kali beruntun mengalami auto rejection bawah (ARB). GOTO bertengger di posisi Rp 100 atau naik 14,94% pada Selasa (13/12). Pada awal perdagangan, saham GOTO sempat turun tajam 7,4% ke Rp 81 per saham. Namun GOTO berhasil naik dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di Rp 108. Kemarin, total nilai transaksi GOTO di pasar reguler mencapai Rp 2,49 triliun dengan market cap Rp 118,44 triliun. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal, estimasi maksimum support dan resistance GOTO berada pada rentang Rp 81 sampai dengan Rp 120."Untuk kenaikan ini sementara masih technical rebound. Sebab dari perspektif tren, GOTO masih dalam markdown phase," jelas Nafan, Selasa (13/12).

BSI dan Kemkeu Dorong Penerima KUR Naik Kelas

14 Dec 2022

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Kementerian Keuangan bakal mendampingi penerima pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) syariah agar naik kelas. BSI meneken kesepahaman (MoU) Kerjasama Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah dalam Program UMKM Financing Empowerment (U-FinE). Program UMKM Financing Empowement (U-FinE) buntuk mendorong inklusivitas keuangan UMKM dan mendorong nasabah penerima KUR syariah naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi sebagai pengusaha kelas menengah maupun besar. Direktur Retail Banking BSI, Ngatari mengatakan, peran BSI dan Kementerian Keuangan akan mendorong akselerasi pembiayaan dan pendampingan UMKM.

MEMOLES CUAN PELAT MERAH

14 Dec 2022

Ramalan ketidakpastian ekonomi dunia pada tahun depan tak bikin optimisme korporasi pelat merah surut. Transformasi dan akselerasi performa, baik organik maupun melalui suntikan dana pemerintah, pada tahun ini digadang-gadang menjadi motor pendorong bisnis badan usaha milik negara (BUMN). Dus, setoran BUMN ke penerimaan negara via dividen pun diproyeksikan terus bertambah. Demikian pula dengan kontribusi BUMN untuk perekonomian nasional lewat investasi juga diharapkan terungkit. Kendati demikian, sejumlah kalangan mengingatkan agar korporasi pelat merah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi risiko resesi global. Apalagi, bagi BUMN yang aktivitas bisnisnya mengandalkan ekspor. Jika ditelusuri, akselerasi performa BUMN tecermin lewat raihan keuntungan yang makin menebal. Dalam 9 bulan 2022, Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang dipimpin oleh Erick Thohir mencatat laba konsolidasi sebesar Rp155 triliun. Capaian itu naik 24% dari realisasi laba konsolidasi BUMN sepanjang 2021 yang tercatat sebesar Rp125 triliun. Perbaikan korporasi pelat merah juga terjadi pada sisi rasio utang terhadap modal yang menyusut dari 38,6% pada 2020 menjadi 36,2% pada 2021, dan 34% per kuartal III/2022 yang belum diaudit. Perihal capaian tersebut, Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury mengingatkan bahwa ekonomi global dan domestik pada 2023 penuh tantangan. Associate Director BUMN Research Group Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai pengumpulan ekuitas korporasi pelat merah pada tahun depan berisiko terhalang tekanan resesi global yang dapat menekan kinerja BUMN berorientasi ekspor, seperti pertambangan.

PHK di Sektor Padat Karya Diperkirakan Berlanjut

14 Dec 2022

Gelombang PHK pada industri manufaktur padat karya berorientasi ekspor diperkirakan berlanjut pada 2023. Kalangan usaha berpandangan, hal ini disebabkan ketidakpastian ekonomi yang melemahkan permintaan pasar ekspor. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dari laporan OJK, Dewan Jaminan Sosial Nasional, dan Kemenaker, pembayaran manfaat program Jaminan Hari Tua (JHT) Januari-Oktober 2022 sebesar Rp 36,52 triliun dengan total kasus 2,8 juta kasus. Dari 2,8 juta kasus ini, jumlah kasus pembayaran manfaat JHT dari kriteria PHK sebanyak 834.037 kasus dengan nilai JHT dibayarkan Rp 8,57 triliun. Ketua Bidang Perdagangan Apindo Benny Soetrisno menjelaskan,  permintaan ekspor sedang mengalami penurunan. Situasi ini terutama dialam pengusaha di industri manufaktur padat. Selain tekstil dan alas kaki, kelesuan permintaan ekspor juga dialami pelaku industri mebel dan pengolahan karet. Permintaan ekspor mebel yang biasanya tinggi menjelang akhir tahun kini menurun.

Benny mengatakan, sudah ada pengusaha yang mengeluhkan pembatalan pesanan dari klien di luar negeri karena masih banyaknya stok barang yang dipunyai klien. Per 21 November 2022, sebanyak 163 perusahaan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Asosiasi Pengusaha Garmen Korea (KOGA), serta Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSYFI) telah melakukan PHK. Total karyawan yang terdampak kebijakan PHK dari perusahaan-perusahaan itu  87.236 orang. Wakil Ketua Umum API Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan SDM Nurdin Setiawan mengatakan, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional bergantung 70 $ pada pasar dalam negeri dan 30 % pasar ekspor yang melemah dengan proyeksi pembatalan order 30 %. Hal ini juga dialami negara eksportir TPT lainnya, seperti Bangladesh, India, dan China. ”PHK di industri TPT seperti fenomena gunung es. Data pekerja terdampak hanya mewakili data parsial kondisi asli di lapangan,” ujarnya. Di sisi lain, pelaku usaha terkendala menggarap pasar domestik. (Yoga)