Vitamin Ekonomi dari Duit Natal & Tahun Baru
Perekonomian nasional di ujung tahun ini kembali berdenyut dan mendapat vitamin tambahan. Selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), perputaran uang di Tanah Air bakal semakin kencang, bisa mencapai puluhan triliun rupiah.
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, di periode ini, perputaran uang fisik maupun digital berpotensi mencapai Rp 80-an triliun. "Banyak karyawan yang mendapatkan bonus akhir tahun. Jadi mereka membelanjakannya untuk kebutuhan baju, makanan, minuman dan transportasi. Ada pula yang pulang kampung dan lain-lain," ucap dia, kemarin.
Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, potensi mobilitas pada Nataru tahun ini setara 16,35% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 44,17 juta orang. Angka tersebut lebih banyak ketimbang tahun lalu yang diprediksi 19,9 juta orang.
Bukan hanya sektor pariwisata dan hotel, para pengusaha transportasi juga sudah berancang-ancang. PT Garuda Indonesia Persero Tbk (GIAA) memproyeksikan trafik penumpang akan meningkat 20% pada momen Nataru dibandingkan bulan lainnya. Proyeksi peningkatan ini akan sejalan pertumbuhan pendapatan operasi khususnya dari lini penumpang. "Proyeksi pertumbuhan trafik penumpang akan dinamis sejalan demand
masyarakat untuk melakukan perjalanan di akhir tahun," ucap Irfan Setiaputra Direktur Utama Garuda.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023