Ekonomi
( 40512 )Marketplace Lokal Segera Pungut Pajak
Marketplace
global, pemerintah akan menunjuk penyelenggara
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak bagi setiap transaksi yang terjadi di
marketplace. Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menyiapkan calon beleid yang menjadi dasar hukum penunjukan
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak tersebut.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak, Bonarsius Sipayung bilang, aturan teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ditargetkan rampung pada semester I-2023. Setelah itu, barulah penunjukan
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak diberlakukan.
Pemerintah turut melibatkan para pelaku usaha
marketplace
dalam menyusun calon beleid tersebut. Saat ini, masih dibahas beberapa persyaratan bagi
marketplace
yang akan ditunjuk sebagai pemungut pajak. Antara lain berdasarkan nilai transaksi maupun jumlah traffic di platform
e-commerce
tersebut.
Sebelumnya, Bonar memastikan, bahwa rencana pemerintah yang akan menunjuk
marketplace
lokal sebagai pemungut pajak tidak akan memberatkan
marketplace
tersebut. Untuk itu, pemungutan dan penyetoran pajak dibuat sesederhana mungkin. Kemudian, nilai pajak yang dipungut juga relatif kecil.
EXCL Cetak Laba Rp 1,1 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih menghadapi persaingan yang ketat di industri telekomunikasi. Sepanjang tahun 2022, EXCL meraup pendapatan sebesar Rp 29,2 triliun, tumbuh 8,93% secara tahunan. Pendapatan EXCL ditopang oleh pendapatan data dan layanan digital yang mencapai Rp 26,54 triliun, naik 8,32% secara tahunan. Segmen ini berkontribusi 91,09% terhadap seluruh pendapatan.
Sayangnya, laba yang diatribusikan kepada entitas induk EXCL melorot 13,85% secara tahunan jadi Rp 1,1 triliun. Ini karena EXCL menanggung kenaikan beban. Di antaranya, beban penyusutan, beban infrastruktur, dan beban interkoneksi.
Presiden Direktur EXCL Dian Siswarini mengatakan, persaingan industri telekomunikasi di 2022 cukup ketat, terutama di periode kuartal empat. "Konsumsi data EXCL tetap kuat, terutama didorong oleh
streaming
video, yang kami perkirakan akan terus berlanjut di 2023," kata Dian, Senin (20/2).
AUM Reksadana Pasar Uang Menurun Jadi Rp 88,7 Triliun
Dana kelolaan reksadana pasar uang secara industri menurun pada Januari 2023. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana pasar uang turun Rp 1,2 triliun jadi Rp 88,7 triliun dari Desember 2022 Rp 89,86 triliun.
Kondisi yang sama dialami oleh para manajer investasi. Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, Asset Under Management (AUM) reksadana pasar uang milik Panin turun dari Rp 763,84 miliar pada Desember 2022 menjadi Rp 711,49 miliar pada bulan lalu.
"Penurunan AUM reksadana pasar uang terjadi karena adanya redemption atau switching ke produk reksadana lainnya, seperti reksadana pendapatan tetap," jelas Rudiyanto kepada KONTAN, Senin (20/2). Sebab dia mengatakan, Panin Dana Likuid masih menghasilkan imbal hasil alias return sebesar 0,29% pada Januari 2023. Sedangkan, Panin Dana Likuid Syariah memiliki return sebesar 0,28% di bulan yang sama.
Menurut Rudiyanto, komposisi Panin Dana Likuid adalah 41% efek obligasi, serta 59% di pasar uang dan kas.
Rudiyanto menuturkan, Panin AM masih mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan dari produk reksadana pasar uang di deposito sebagai strategi untuk menjaga kinerja produk tersebut sepanjang tahun 2023.
MITIGASI DINI INFLASI MUSIMAN
Sebulan menjelang Ramadan, pemerintah merapatkan barisan untuk menyusun strategi pengendalian inflasi. Apalagi, ada gelagat kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Faktanya, kondisi daya beli masyarakat masih penuh tekanan yang ditandai dengan bertahannya ekspektasi inflasi indeks harga konsumen (IHK) konsisten di level tinggi, yakni kisaran 5%. Jika ditengok, inflasi menjelang dan selama Ramadan acap kali tinggi karena secara historis permintaan konsumsi meningkat. Akan tetapi, momentum pada tahun ini berbeda karena tingkat inflasi telah menginjak posisi 5,28% (year-on-year/YoY) per Januari lalu. Tak heran pemerintah pun memasang kuda-kuda agar dapat menjangkar inflasi pada bulan ini hingga setidaknya pasca-Lebaran mendatang. Sejumlah strategi baru pun disiapkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan ada beberapa siasat yang akan dilakukan pemerintah untuk menjaga gerak inflasi di kisaran 2%—4%. Pertama, menjamin pasokan melalui akselerasi implementasi lumbung pangan dan perluasan kerja sama antardaerah. Kedua, intervensi harga melalui kegiatan pasar murah, subsidi biaya distribusi, dan replikasi model bisnis. Ketiga, memaksimalkan anggaran ketahanan pangan yang mencapai Rp104,2 triliun. Adapun, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edi, mengatakan ada beberapa komoditas pangan strategis yang akan mendorong inflasi lebih tinggi mulai bulan depan. Beberapa di antaranya beras, cabai merah, bawang merah, ikan segar, telur ayam ras, daging aya ras, dan cabai rawit. Andil komoditas tersebut terhadap inflasi IHK telah menjulang sejak pengujung tahun lalu.
KEGIATAN EKSPLORASI : IRONI PERTAMBANGAN DI ERA PENGHILIRAN
Industri pertambangan nasional ternyata masih dianggap kurang kompetitif di tengah hingar bingar optimasi sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik di Tanah Air. Kurang kompetitifnya industri pertambangan nasional tecermin dari minimnya investasi yang dikeluarkan untuk kegiatan eksplorasi sepanjang tahun lalu. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, dari US$5,69 miliar investasi yang dibenamkan sepanjang tahun lalu, alokasi untuk eksplorasi hanya US$261,36 juta. Artinya, meski target investasi subsektor mineral dan batu bara (minerba) pada 2022 mampu menembus target yang ditetapkan US$5,01 miliar, tetapi hanya sekitar 4,58% yang digunakan untuk kegiatan eksplorasi pertambangan. Arya Rizki Darsono, Ketua Komite Tetap Minerba Kadin Indonesia, mengatakan ketidakpastian hukum yang dihadapi oleh pelaku usaha pertambangan menjadi alasan utama minimnya investasi untuk kegiatan eksplorasi. “Faktor penyebab tidak selalu terkait dengan biaya, tetapi faktor di lapangan, seperti isu lahan, sosial dan lingkungan, serta banyaknya sumber daya yang ada di kawasan hutan,” katanya, dikutip Senin (20/2). Pemerintah pun dinilai perlu membuat regulasi yang tidak hanya memuat kewajiban pelaku usaha pertambangan melakukan kegiatan eksplorasi, tetapi juga mengatur kemudahan dan menghilangkan hambatan yang ada di lapangan.
Pemerintah dan BI All-out Jaga Inflasi
JAKARTA, ID - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan habis-habisan (all-out) menjaga inflasi pada kisaran target 3%±1% tahun ini. Keberhasilan mengendalikan inflasi bakal menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional sekaligus mencegah dampak rambatan (spillover effect) gejolak ekonomi global terhadap perekonomian domestik. “Upaya yang dilakukan untuk mencapai target inflasi 3%±1% tahun ini adalah terus memperkuat kebijakan, menjaga stabilitas makro, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (20/02/2023). Airlangga antara lain didampingi Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arif Prasetyo Adi, dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (Yetede)
Laba Bersih Himbara Mencapai Rp 107 Triliun
JAKARTA, ID – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berhasil membukukan laba bersih secara individual sebesar Rp 107,09 triliun sepanjang 2022, melesat 51,51% dibandingkan dengan Rp 70,68 triliun pada 2021. Dari empat bank pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) masih menjadi bank dengan laba terbesar, baik di Himbara maupun secara nasional. Apabila dirinci, secara bank only laba bersih BRI yang diatribusikan kepemilik mencapai Rp 47,83 triliun pada 2022, tumbuh 48,49% secara year on year (yoy). Posisi kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan laba bersih Rp 37,69 triliun, meningkat 48,33% dibandingkan Rp 25,41 triliun pada 2021. Di posisi ketiga, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang mengantongi laba bersih secara bank only Rp 18,53 triliun pada 2022, tumbuh 73,34% (yoy). Kemudian, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berada di urutan keempat, dengan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp 3,04 triliun, meningkat 28,27% dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar Rp 2,37 triliun. (Yetede)
Restrukturisasi Obligasi Waskita Karya Ditarget Tuntas April
JAKARTA, ID – Pemerintah menargetkan restrukturisasi obligasi PT Waskita Karya Tbk (WKST) tuntas pada April 2023, lebih cepat dibandingkan rencana awal Juli. Hal ini dilakukan agar Waskita dapat melanjutkan pengerjaan proyek strategis, seperti penyelesaian proyek tol senilai Rp 12 triliun. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, kreditur Waskita baik dari perbankan, dana pensiun, hingga investor ritel harus legowo menerima restrukturisasi Waskita agar perusahaan ini bisa kembali pulih. “Dengan segala pertimbangan, kami lakukan restrukturisasi ulang, karena tidak ingin ada perlakuan berbeda antara bank dan pemegang obligasi. Jangan sampai bank sudah memberikan kelonggaran kepada Waskita, tetapi dananya dipakai untuk bayar obligasi,” terang pria yang akrab disapa Tiko dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa, Senin (20/2/2023). “Jadi, kami minta standstill enam bulan, karena ingin membahas ramai-ramai dengan para kreditur maupun bond holder. Jujur saja, bond holder ini kompleks, karena beragam, mulai dari dana pensiun (Dapen), fund manager, sama ritel. Ini restrukturisasi paling ruwet,” ucap dia. (Yetede)
Erick Thohir: Presiden Jokowi Peduli terhadap Kemajuan Sepak Bola Nasional
JAKARTA, ID - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengungkapkan, Presiden Joko Widodo sangat peduli terhadap kemajuan sepak bola nasional. Ungkapan Presiden disampaikan saat bertemu Erick Thohir bersama Pengurus PSSI di Istana Merdeka Jakarta, Senin (20/2). “Bapak Presiden secara pribadi sangat peduli terhadap sepak bola nasional. Dan, tentunya posisi beliau berada di pemerintahan. Beliau tadi juga memberikan masukan-masukan kepada kami bahwa bagaimana Pemerintah siap mendukung transformasi sepak bola Indonesia,” ungkap Erick saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/2). Dia mengatakan, kepedulian pemerintah terhadap sepak bola nasional terlihat dari keinginan membangun training camp bagi tim nasional Indonesia. “Infrastruktur lainnya, seperti lapangan-lapangan pertandingan yang memang akan dipakai untuk kejuaraan Internasional. Pemerintah juga mendukung terutama masalah perizinan, apabila memungkinkan, dan harus dipastikan sudah keluar seluruhnya tiga bulan sebelum musim kompetisi,” ujar Erick Thohir. Erick Thohir pun menjelaskan.(Yetede)
Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal IV-2022 Surplus US$ 4,7 Miliar
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-2022 surplus US$ 4,7 miliar atau meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat defisit US$ 1,3 miliar. Kinerja NPI triwulan IV-2022 tersebut ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi serta perbaikan defisit transaksi modal dan finansial. “Kinerja NPI pada kuartal IV-2022 tetap solid dan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam pernyataan resmi yang diterima, Senin (20/2/2023). Dia menjelaskan, transaksi berjalan kembali mencatat surplus sebesar US$ 4,3 miliar (1,3% dari PDB), melanjutkan capaian surplus pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 4,5 miliar (1,3% dari PDB). “Kinerja transaksi berjalan tersebut bersumber dari surplus neraca perdagangan nonmigas yang terjaga, didukung oleh harga komoditas ekspor yang tetap tinggi,” kata Erwin. Sementara itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi kepada investor asing yang meningkat, sejalan dengan siklus bisnis dan tren kenaikan suku bunga. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









