Ekonomi
( 40512 )Ekpsor Kendaraan Bakal Tembus 500 Ribu Unit
JAKARTA, ID – Ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (completey build up/CBU) diperkirakan menembus 500 ribu unit tahun ini, sejalan dengan rencana produsen otomotif di dalam negeri yang akan terus menambah jumlah pengiriman dan negara-negara tujuan baru. Ekspor tersebut akan menjadi tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif Tanah Air, naik 5,7% dibanding tahun lalu sebanyak 473 ribu unit. “Kita mengupayakan (tembus 500 ribu unit), karena potensi ada. Australia memiliki potensi besar untuk menjadi negara tujuan ekspor baru, Jepang juga masih potensial,” kata Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (20/02/2023). Kukuh melihat, potensi peningkatan ekspor masih sangat terbuka, terlebih dari Australia yang pasarnya sangat besar. Sejak 2017, tidak ada prinsipal yang memproduksi kendaraan di Australia, sehingga negara tersebut saat ini mengimpor 100% kendaraan dari luar negeri. “Ada brand-brand tertentu yang sudah beroperasi di Indonesia, rutin mengirim mobil ke sana dengan rentang 30-50 ribu unit per tahun dari pabrik di negara lain. Kalau jumlah tersebut produksinya bisa dipindahkan ke Indonesia untuk dikirim ke Australia, tentunya dapat menambah volume ekspor,” ucap Kukuh. (Yetede)
Wapres: Investasi BPKH Harus Aman
Wapres Ma’ruf Amin menilai, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mesti memastikan investasi aman dan menguntungkan, salah satunya dengan menangkap peluang-peluang usaha di Indonesia dan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji. ”Soal investasi itu, kan, kalau dalam undang-undangnya itu, investasi itu harus menguntungkan dan aman. Nah, itu memang butuh upaya-upaya yang lebih serius dari BPKH. Selama ini, kan, larinya ke sukuk saja. Aman, cuma memang kurang maksimal, namanya sukuk itu sudah ada takarannya,” kata Wakil Presiden di Cianjur, Jabar, Minggu (19/2). (Yoga)
Mendorong Ekspor Otomotif
Industri otomotif nasional diharapkan mampu meraup pangsa pasar global lebih besar dan menjadi penyumbang devisa penting bagi negara. Presiden Jokowi pada pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di JIExpo, Jakarta, Kamis (16/2) mendorong dilakukannya ekspor lebih besar oleh industri otomotif nasional yang beberapa tahun terakhir berkinerja impresif dan memiliki prospek cerah pada 2023 meski ekonomi global dalam bayang-bayang resesi. Indonesia mungkin belum menjadi pemain menonjol di dunia, tetapi perkembangan industri otomotif Indonesia beberapa tahun terakhir dinilai pengamat mulai mengusik dominasi tak terbantahkan Thailand sebagai manufacturing hub otomotif yang kompetitif di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan; China, India. Keunggulan Thailand adalah biaya produksi lebih rendah, infrastruktur yang baik, serta kebijakan pemerintah yang mendukung.
Industri otomotif kita mulai unjuk gigi pada 2014, terutama karena didukung kekuatan daya serap di pasar domestik. Dengan meningkatnya produksi, skala ekonomi bisa dicapai sehingga cukup kompetitif saat memasuki pasar ekspor. Status Indonesia berubah menjadi eksportir neto kendaraan pada 2013 dengan ekspor terus meningkat, mencapai 600.000 unit saat ini, dan volume produksi kian mengejar Thailand. Ekspor otomotif Indonesia juga merambah puluhan negara. Untuk lebih merebut pangsa pasar ekspor perlu dukungan insentif, kebijakan fiskal, perbaikan infrastruktur, dan kemudahan investasi agar biaya produksi kian bisa ditekan dan harga jual ekspor lebih kompetitif lagi. (Yoga)
EKSPOR, Desa yang Menjaga Devisa
Sementara banyak eksportir besar menyimpan devisa di negara lain, pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sejumlah desa berupaya menjaga pundi-pundi devisa Indonesia. Melalui bulu mata palsu, kopi, kakao, lada, dan tenun, mereka turut menyumbang remah devisa di saat cadangan devisa yang tergerus dan kinerja ekspor yang menurun. Siapa sangka produk bulu mata UKM di sejumlah desa di Kabupaten Purworejo, Jateng, telah merambah 16 negara, di antaranya AS, Kanada, Turki, Zimbabwe, Nigeria, Belanda, Jepang, India, Meksiko, dan Perancis. Pada 8 Februari 2023, kabupaten tersebut telah memiliki desa devisa yang digagas Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), ”kendaraan” pelaksana misi khusus (special mission vehicle) Kemenkeu. Melalui Program Desa Devisa, 80 pelaku UKM bulu mata palsu di Desa Popongan, Semawung, Clapar, dan Pekutan itu mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta menjaga dan membidik pasar ekspor.
Di Kabupaten Lampung Timur, lada hitam turut menyumbang devisa. Lada hitam produksi petani di enam desa telah masuk India, Kenya, Australia, dan Jerman. Sentra desa lada hitam itu juga telah menjadi desa devisa. Desa Devisa merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan potensi komoditas ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. LPEI atau Indonesia Eximbank menginisiasi Program Desa Devisa itu sejak 2019. LPEI menargetkan pengembangan 5.000 desa devisa hingga 2024. Hingga Desember 2022, LPEI telah melahirkan 178 desa devisa. Desa-desa devisa yang tersebar di sejumlah daerah ini terdiri dari berbagai kluster, antara lain, kopi, kakao, furnitur, udang, lada, dekorasi rumah, dan tenun. Melalui Program Desa Devisa itu, UKM dan petani Indonesia bisa naik kelas sebagai eksportir. Program tersebut dapat membuat aliran devisa Indonesia tetap terjaga. (Yoga)
Peningkatan Kapasitas Pekerja Perempuan
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sabtu (18/2) mengatakan, pihaknya terus mendorong kapasitas tenaga kerja perempuan, antara lain lewat program Woman Innovation Camp yang menekankan pada pemahaman internet of things (IoT). Upaya itu diyakini dapat mewujudkan tenaga kerja perempuan yang terampil dan memenuhi kebutuhan industri. ”Peran perempuan amat penting mengingat 54 % pekerja Indonesia adalah perempuan,” katanya. (Yoga)
Reformasi Sektor Keuangan Solusi Atasi Saving Investment Gap
JAKARTA, ID – Potensi kenaikan rasio tabungan nasional terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia masih sangat besar. Rendahnya rasio tersebut membuat kesenjangan tabungan dan investasi (saving investment gap) cukup lebar. Reformasi sistem keuangan menjadi kunci pendorong kenaikan rasio tabungan terhadap PDB. Reformasi sektor keuangan dapat ditempuh melalui peningkatan akses ke jasa keuangan, diversifikasi sumber pembiayaan jangka panjang, pengembangan instrumen keuangan dan penguatan mitigasi risiko, serta peningkatan perlindungan investor dan konsumen. Strategi lain untuk menaikkan rasio tabungan nasional terhadap PDB adalah menggalakkan literasi keuangan secara masif, menjaga biaya hidup tetap rendah lewat pengendalian inflasi, menaikkan besaran iuran dana pensiun, serta membuka lapangan kerja seluas mungkin untuk sektor utama yang sudah pulih pascapandemi serta sektor yang menjadi program utama pemerintah, seperti hilirisasi. (Yetede)
Pasar Saham Cemaskan Suku Bunga Naik Lebih Lama
NEW YORK, ID – Para investor di pasar saham global sekarang mengantisipasi kemungkinan siklus penaikan suku bunga acuan akan lebih lama. Data inflasi terbaru telah meningkatkan kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral akan berlanjut. Pasar saham global sebagian besar jatuh pada akhir perdagangan pekan lalu karena kekhawatiran tersebut. Setelah bursa saham di Eropa dan Asia ditutup melemah, pasar saham AS ditutup bervariasi setelah komentar bernada hawkish dari beberapa pejabat The Federal Reserve (The Fed). Setelah keluar data bahwa imbal hasil obligasi 10 tahun AS sedikit lebih rendah, penurunan di indeks Nasdaq berkurang dan Dow naik secara moderat sampai ditutup naik 100 poin lebih. Kalangan analis mencatat bahwa volume transaksi tipis di AS menjelang liburan pada Senin (20/02/2023) untuk memperingati Hari Presiden. “Bukan hanya ekspektasi terhadap The Fed yang meningkat, para pialang juga memperkirakan (Bank Sentral Eropa) menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi,” kata Edward Moya dari Oanda. (Yetede)
Astra Agro dan UT Gelontorkan Capex Rp 19,7 Triliun
SEMARANG, ID– Sebanyak dua anak usaha PT Astra International Tbk (ASII), yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT United Tractors Tbk (UT/UNTR), menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 19,7 triliun tahun ini. Perinciannya, capex Astra Agro berkisar Rp 1,5-1,7 triliun, sedangkan UT berkisar US$ 1-1,2 miliar atau Rp 15-18 triliun. Presiden Direktur Astra Agro Santosa menjelaskan, sebagian besar capex 2023 akan dimanfaatkan perseroan untuk mendanai penanaman kembali tanaman sawit (replanting) dan perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM). Adapun sisanya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur dan perawatan pabrik, seperti pergantian dan peremajaan alat. “Jadi, range capex 2023 kami berkisar Rp 1,5-1,7 triliun, tidak terlalu besar. Dari situ, mungkin separuhnya untuk TBM, karena kenaikan harga pupuk tahun lalu luar biasa tinggi, sekitar 92%. Jadi, belum kenal, sedang saya evaluasi, karena perubahan harga pupuk tersebut,” ungkap Santosa dalam acara Talk to The CEO di Semarang, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. (Yetede)
Industri Makanan dan Minuman Serap Investasi Rp 92 Triliun
JAKARTA, ID - Industri makanan dan minuman (mamin) diyakini bakal menyerap investasi lebih dari Rp 92 triliun pada tahun ini, seiring tingginya minat investor ke sektor strategis ini. Terus bertambahnya permintaan di dalam maupun luar negeri, membuat investasi di sektor ini tetap meningkat dari tahun lalu yang mampu mencatatkan pertumbuhan 48%. Kenaikan permintaan produk yang dibarengi peningkatan investasi di tahun ini, akan mendorong pertumbuhan industri mamin sebesar 6,25%, jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu.“Investasi di mamin ini ternyata banyak diminati oleh investor. Bahkan beberapa investor yang tidak mempunya latar belakang industri mamin menghubungi saya. Mereka sangat berminat karena kebutuhan mamin terus meningkat, dan ekspornya juga sangat bagus,” kata Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman kepada Investor
Daily di Jakarta, baru-baru ini. Adhi mengungkapkan, investasi yang masuk di sektor mamin, sebagian besar ke segmen olahan susu (dairy product), makanan ringan (snack), dan bumbu-bumbuan. (Yetede)
BTN Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 11% Tahun Ini
JAKARTA, ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tahun ini mengincar pertumbuhan laba bersih sekitar 10-11% secara year on year (yoy). Pada akhir 2022, BTN meraih laba bersih Rp 3,04 triliun, meningkat 28,15% (yoy). “Tumbuh sejalan dengan ekspansi, ya kalau tumbuh 11%. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” ujar Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Untuk pertumbuhan kredit tahun ini juga dibidik sebesar 10-11% (yoy) dengan tetap fokus pada kredit perumahan. Dana pihak ketiga (DPK) pada 2023 juga sejalan dengan kredit dan laba ditargetkan tumbuh 10-11% (yoy). Di sisi kualitas kredit, BTN menjaga rasio kredit macet (non performing loan/NPL) gross di bawah 3% pada akhir tahun ini. Haru menjelaskan pada 2022 perseroan melakukan perbaikan proses bisnis dan juga melakukan penjualan aset dari ritel dan komersial. “Target NPL 2023 itu sekarang di 3,4%, nanti kami upayakan 2,9%, maksimum 3% di 2023,” kata Haru. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









