;

Surplus Neraca Pembayaran Menurun

Ekonomi Yoga 21 Feb 2023 Kompas
Surplus Neraca Pembayaran Menurun

Neraca pembayaran Indonesia pada 2022 surplus 4 miliar USD, lebih rendah dibandingkan neraca pembayaran 2021 yang surplus 13,5 miliar USD. Pelemahan ekspor patut diwaspadai karena berdampak langsung terhadap neraca pembayaran Indonesia. Adapun transaksi berjalan Indonesia pada 2022 surplus 13,2 miliar USD akibat kinerja ekspor yang melambung. Sementara itu, transaksi modal dan finansial pada 2022 defisit 8,9 miliar USD setelah surplus 12,6 miliar USD pada 2021. Dalam keterangan pers, Senin (20/2) Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menjelaskan, BI senantiasa mencermati dinamika global yang bisa memengaruhi prospek neraca pembayaran Indonesia. BI juga terus memperkuat bauran kebijakan yang didukung sinergi dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.

Mengutip laporan neraca pembayaran Indonesia triwulan IV-2022, BI memperkirakan neraca pembayaran Indonesia tahun ini tetap baik sejalan dengan perkiraan makin meredanya risiko ketidak pastian ekonomi global. Pada saat yang sama, perbaikan ekonomi domestik tetap berlanjut didorong oleh permintaan yang menguat. Dalam jumpa pers bertajuk ”Tinjauan Pertumbuhan Ekonomi dan Neraca Pembayaran Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global”, Senin, di Jakarta, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, seluruh pemangku kepentingan patut waspada terhadap pelemahan ekspor yang dapat memengaruhi neraca pembayaran Indonesia. Tingginya harga komoditas pada tahun 2021, yang membuat kinerja ekspor Indonesia melambung, diperkirakan tidak bertahan lama dan akan melandai pada tahun ini, dan dengan rantai pasok global yang membaik, tidak ada lagi jurang permintaan dan pasokan komoditas dunia. Harga komoditas pun menjadi lebih stabil. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :