TRANSISI ENERGI : Power Wheeling Tarik Investasi Listrik EBT
Keyakinan itu didorong oleh permintaan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dari konsumen industri yang belakangan tumbuh signifikan dari sejumlah perusahaan multinasional, seperti Nike, Adidas, Coca-cola, H&M, dan Nestle. Penggunaan jaringan transmisi dan distribusi milik PT PLN (Persero) oleh konsumen, khususnya industri dan produsen listrik diyakini bakal meningkatkan penetrasi EBT di dalam sistem kelistrikan umum. “Sebagai konsumen besar, tentunya PLN akan merespons dengan baik permintaan dari Industri tersebut. Apalagi hal itu terkait dengan kelangsungan industri di Tanah Air. Pertanyaan berikutnya adalah sinergi apa yang dapat membantu PLN memenuhi permintaan listrik EBT tersebut,” kata Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Arthur Simatupang, Selasa (21/2). Menurut Arthur, sisi permintaan untuk listrik dari EBT bakal meningkat drastis. Di sisi lain, dinamika permintaan listrik EBT dari industri memerlukan fleksibilitas dalam pengembangannya, terutama dari sisi pasokan yang seringkali menjadi tantangan bagi produsen listrik. “Skema power wheeling selayaknya menjadi salah satu opsi dalam upaya memastikan adanya suplai yang fleksibel dengan mekanisme Renewable Purchase Obligations .”
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023