Ekonomi
( 40789 )Kemkeu Siapkan Anggaran Motor Listrik
Pemerintah menjamin alokasi anggaran untuk program bantuan subsidi motor listrik sudah disiapkan. Anggaran tersebut salah satunya bisa berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).
"Masalah dananya (anggaran motor listrik) ada atau tidak, dananya ada kok dari bulan lalu, kita masih ada SiLPA," kata Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Isa Rachmatarwata dalam Media Briefing: PP Nomor 6/2023, Dorong Penganggaran Optimal Untuk Pembangunan Nasional, Selasa (7/3).
Kendati bisa bersumber dari SiLPA, tapi Kemkeu tetap harus harus berhati-hati karena prinsipnya tak boleh menyediakan dana tanpa ada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Nantinya, anggaran tersebut akan disiapkan dan ditambahkan pada pagu Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian. Tentunya tidak asal menambahkan, Kemkeu akan membuat perkiraan estimasi anggaran yang pas. Jangan sampai anggarannya terlampau besar, sehingga tidak termanfaatkan karena itu bentuk inefisiensi.
Yang jelas, menurutnya, anggaran motor listrik yang akan disalurkan pada dua kementerian tersebut akan berasal dari anggaran Bendahara Umum Negara (BUN), dalam hal ini Menteri Keuangan.
Indika Energy Garap Proyek Tambang Emas
PT Indika Energy Tbk (INDY) terus mempecepat proyek pengembangan tambang emas Awak Mas dari PT Masmindo Dwi Area di Luwu, Sulawesi Selatan.
Pada Kamis (2/3), INDY menandatangani perjanjian fasilitas kredit (Facility Agreement) senilai US$ 250 juta bersama lima anak usahanya dan sindikasi bank sejumlah bank. Yakni, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank UOB Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP).
Bank BNI bertindak sebagai agen dan BMRI sebagai agen jaminan. Selain it, BBNI dan BMRI masing-masing bertindak sebagai bank rekening, Sedang lima anak usaha INDY yang ikut meneken kredit sindikasi ini adalah PT Indika Inti Corpindo, PT Tripatra Multi Energi, PT Tripatra Engineering, PT Tripatra Engineers and Constructors, dan Tripatra (Singapore) Pte. Ltd.Kelima anak usaha INDY tersebut bertindak sebagai para penanggung awal.
Head of Corporate Communications
Ricky Fernando mengatakan, dana kredit untuk membiayai konstruksi pembangunan infrastruktur, sarana fasilitas, dan pembukaan lahan tambang emas di proyek Awak Mas.
Tunggu Bunga The Fed, Peminat Lelang Sukuk Bunga Negara Menurun
Lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara, Selasa (7/3), lebih sepi dari lelang sebelumnya. Kemarin, total penawaran yang masuk cuma Rp 19,96 triliun, jauh lebih kecil dibanding penawaran yang masuk di lelang dua pekan sebelumnya, mencapai Rp 30,44 triliun.
Meski lebih rendah dari lelang sebelumnya, penyerapan pemerintah dari lelang pekan ini sesuai target indikatif yang ditetapkan, yaitu Rp 11 triliun. Cuma memang, angka penyerapan ini juga lebih rendah dibanding dua pekan lalu, sebesar Rp 12 triliun.
Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah menyebut, lelang pada pekan ini memang mengalami penurunan dibanding lelang sebelumnya, tetapi kualitasnya masih cukup baik. "Terbukti kami dapat memenangkan Rp 11 triliun sesuai target," kata dia, Selasa (7/3).
Pada lelang kali ini Dwi mengatakan, terjadi penurunan keikutsertaan investor asing yang masuk. Dalam lelang kemarin, penawaran dari asing cuma sebesar Rp 2,67 triliun dan dimenangkan sebesar Rp 795 miliar.
Head of Business Development Division
Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menilai, penurunan penawaran masuk pada lelang kali ini diakibatkan pasar yang masih berhati-hati terhadap langkah The Fed. Ini seiring ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga 25-50 bps pada rapat FOMC di pertengahan Maret ini.
Bank DKI Siap IPO, Membidik Dana Rp 3 Triliun
Bank DKI tak lama akan menambah deretan bank pemerintah daerah yang masuk bursa dengan menawarkan saham perdana atau
initial public offering
(IPO).
Jika tidak ada aral melintang, Bank DKI akan melakukan aksi korporasi itu sebelum semester satu 2023 berakhir. Kabar yang masuk ke Kontan, bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan membidik dana Rp 3 triliun.
Tak menampik kabar tersebut, Direktur Utama Bank DKI Utama Fidri Arnaldy hanya menyebut aksi korporasi tersebut adalah kebijakan strategis Bank DKI di tahun in. "Bank DKI terus mematangkan rencana aksi korporasi tersebut," sebut Fidri, Selasa (7/3).
Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI, Rommy Wijayanto menambahkan, IPO Bank DKI kelak mewujudkan transparansi ke publik.
MEMANTIK INVESTASI BATERAI LISTRIK
Beragam insentif maupun subsidi yang diberikan pemerintah untuk sektor hulu hingga hilir industri kendaraan listrik digadang-gadang dapat menjadi magnet kuat untuk menggaet investor. Apalagi, bagi industri baterai kendaraan listrik yang belakangan masih seret akselerasinya. Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan telah berkomitmen untuk membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk barang tambang, termasuk bijih nikel kadar rendah sebagai bahan baku utama pembentuk baterai listrik. Pembebasan PPN itu juga menyasar pada impor dan perolehan barang modal mesin, serta peralatan pabrik untuk industri kendaraan bermotor setrum nantinya. Tak ayal, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun optimistis paket insentif yang diberikan pemerintah tersebut bakal direspons positif oleh investor. “Saya kira itu yang penting sekali, karena itu jadi ongkos untuk pembuatan baterai di rantai pasok lainnya,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM Agus Tjahajana saat ditemui, Selasa (7/3). Apalagi, kata Agus, pemerintah sudah memberi potongan harga untuk nikel kadar rendah lewat pengurangan tarif royalti ke level 2%. Adapun, tarif royalti untuk nikel kadar tinggi dipatok sebesar 10%.
Di sisi lain, dia berharap, paket insentif itu dapat menjadi daya pikat yang kuat untuk calon investor. Alasannya, daya tawar yang diberikan pemerintah sudah relatif kompetitif jika dibandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand dan Vietnam. Gayung bersambut, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membeberkan sejumlah pabrikan multinasional mulai serius menjajaki peluang investasi di sisi hulu hingga hilir ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan mengatakan sejumlah perusahaan yang sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan Indonesia antara lain berasal dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan China. Sementara itu, subsidi atas pembelian setiap unit kendaraan listrik di hilir pun diyakini bakal menambah keyakinan investor untuk berinvestasi di industri baterai listrik. Pasalnya, insentif tersebut bakal menumbuhkan penggunaan kendaraan listrik yang bisa menjadi jaminan market bagi investor yang ingin masuk ke Indonesia. Heri Yusuf, SVP Corporate Secretary MIND ID, menilai pertumbuhan permintaan kendaraan listrik menjadi faktor penting bagi keberlanjutan industri baterai listrik.
CADANGAN DEVISA : MODAL PERKASA PENJAGA ‘GARUDA’
Modal bank sentral untuk memagari eksistensi rupiah di zona aman makin tebal, menyusul moncernya kinerja ekspor dan penerimaan negara yang mengerek cadangan devisa hingga menyentuh angka tertinggi dalam setahun terakhir.n Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2023 mencapai US$140,3 miliar, meningkat dibandingkan dengan Januari 2023 yang senilai US$139,4 miliar. Data ini melengkapi amunisi BI yang telah tersedia sebelumnya dalam rangka menjaga stabilitas rupiah, yakni kebijakan term deposit valuta asing devisa hasil ekspor atau TD Valas DHE. Operasi moneter itu bertujuan untuk mengikat devisa ekspor ke dalam negeri dan diyakini mampu memangkas frekuensi atau lalu lintas dolar Amerika Serikat (AS) sehingga nilai tukar rupiah terkendali. Implementasi TD Valas DHE dan cadangan devisa yang menggemuk mampu menguatkan kuda-kuda bank sentral dalam menahan gempuran ketidakpastian global yang memicu keluarnya dana asing alias capital outflow. Apalagi,
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, memprediksi tren capital outflow akan kembali marak dalam beberapa bulan ke depan akibat sinyal dari Bank Sentral AS The Fed yang tetap hawkish. Hal ini terefleksi dari kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat turun US$497,5 juta di pasar obligasi. Sementara itu, di pasar saham, investor asing tercatat membukukan net buy sebesar US$377,4 juta, sehingga secara total investor asing membukukan net sell sebesar US$120,1 juta. “Seiring dengan harga komoditas yang masih relatif tinggi, kinerja ekspor yang tumbuh ikut serta dalam mendorong kenaikan cadangan devisa,” ujarnya. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, menambahkan posisi cadangan devisa diperkirakan tetap memadai sepanjang 2023 sehingga dapat mendukung stabilitas rupiah. Dia memperkirakan cadangan devisa Indonesia akan tetap terjaga pada kisaran US$135 miliar—US$145 miliar hingga akhir tahun ini.
Penguatan Kawasan Asean Melalui Peningkatan Inklusi Keuangan Digital UMKM
Asean merupakan salah satu episentrum pertumbuhan perekonomian global. Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan perekonomian kawasan Asean tumbuh 4,7% pada tahun 2023, lebih tinggi dari kawasan lainnya dan kelompok negara maju. Ke depan, kawasan Asean juga diproyeksikan masih tetap tumbuh dengan tingkat yang lebih besar dibandingkan kawasan lainnya. Sebagai pemegang Keketuaan Asean (Asean Chairmanship) pada tahun 2023 ini, Indonesia, selaku salah satu pendiri Asean, tentu perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk menghasilkan terobosan yang dapat membawa Asean menjadi kawasan terbaik di dunia. Salah satu agenda prioritas Keketuaan Indonesia di Asean di sektor keuangan adalah mendorong literasi dan inklusi keuangan digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Agenda ini dipilih dengan pertimbangan yang matang. Pertama, geliat pertumbuhan ekonomi kawasan Asean tidak lepas dari peranan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian. Lebih dari 97% usaha di kawasan Asean merupakan UMKM, yang berkontribusi terhadap penciptaan 67% lapangan kerja dan 45% Produk Domestik Bruto (PDB) di kawasan (Asean Investment Report 2022). (Yetede)
Pasar Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed
JAKARTA, ID – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 0,5% ke level 6.776 pada perdagangan Selasa (7/3/2023). Ke depan, indeks cenderung tertekan, karena pelaku pasar masih menanti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Sikap wait and see pemodal membuat indeks menembus level support kuat di 6.800, kemarin. Sejalan dengan itu, indeks bisa terus melemah hingga menyentuh 6.630. Kemarin, investor asing mencetak net sell Rp 377 miliar. Asing agresif melepas saham BBCA dengan net sell Rp 182 miliar, ASII Rp 84 miliar, ADRO Rp 55 miliar, ARTO Rp 44 miliar, dan TLKM Rp 35 miliar. Namun, secara year to date (ytd), asing masih net buy Rp 2,6 triliun. Sepanjang tahun ini, indeks telah turun 1,22%. Pelaku pasar kini menanti pidato Gubernur The Fed Jerome Powell di depan Kongres AS soal perkembangan ekonomi AS. Hal ini akan memberikan gambaran arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan. Sejumlah kalangan memprediksi The Fed menaikkan lagi suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps) pada FOMC Meeting, 21-22 Maret 2023, menjadi 4,75-5% dari saat ini 4,5-4,75%, karena inflasi AS masih tinggi. (Yetede)
Survei BPS: 72,19% Petani Indonesia Berskala Kecil
JAKARTA, ID–Hasil Survei Pertanian Terintegrasi (Sitasi) 2021 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sekitar 72,19% petani di Indonesia masuk kelompok skala kecil dengan ukuran fisik di antaranya kepemilikan lahan kurang dari 2 hektare (ha). Dari ukuran ekonomi, rata-rata pendapatan bersih petani skala kecil tersebut hanya Rp 5,23 juta per tahun. Melalui Sitasi 2021, diharapkan pemerintah bisa menentukan kebijakan yang paling tepat dalam memperbaiki nasib para petani skala kecil di Tanah Air. Deputi Bidang Stastistik Produksi BPS M Habibullah menyampaikan, ambang batas yang dihasilkan Sitasi 2021 untuk pengukuran petani skala kecil adalah luas lahan kurang dari 2 ha dan jumlah ternak yang dipelihara 3 TLU (tropical livestock unit). Untuk ukuran ekonomi, pendapatan pertanian mereka maksimal Rp 18,8 juta per tahun. “Persentase petani skala kecil di Indonesia pada 2021 sebanyak 72,19%. Sebaran terbesar di Pulau Jawa 58,18%, di Sumatra 20,29%, diikuti Bali dan Nusa Tenggara 7,45%, Sulawesi 6,89%, Kalimantan 4,41%, serta Maluku dan Papua 2,78%,” papar Habibullah saat diseminasi dan diskusi hasil survei BPS terkait Sitasi 2021 yang digelar Ombudsman RI, Selasa (07/03/2023). (Yetede)
Maret, BRI Salurkan KUR Rp 12 Triliun
ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mulai menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) 2023 pada 6 Maret 2023. Untuk tahap awal pencairan KUR 2023, pada bulan Maret ini telah dialokasikan penyaluran KUR sebesar Rp 12 triliun. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Desember lalu mengungkapkan bahwa program KUR telah terbukti membantu permodalan UMKM. Pemerintah mendorong seluruh lembaga keuangan termasuk bank untuk berkontribusi dalam pengembangan UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi nasional untuk tumbuh dengan baik dan berkeadilan. Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI mulai mengucurkan kredit subsidi tersebut kepada UMKM. Penyaluran KUR tersebut dilakukan setelah terbitnya perangkat kebijakan KUR tahun 2023 seperti Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Permenko No 1 Tahun 2023 dan perangkat pendukung lainnya. “Melalui BRISPOT, BRI dapat terus memperbarui operating model end to end tenaga pemasar, yang berdampak terhadap produktivitas 27 ribu mantri BRI. Berkat keberadaan BRISPOT, BRI saat ini mampu mencairkan KUR sebesar Rp 1 triliun per harinya,” jelas Supari, Selasa (7/3/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









