Ekonomi
( 40512 )Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu Lampaui Kewenangan
JAKARTA, ID - Putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pelaksanaan Pemilu 2024 dengan memenangkan gugatan perdata Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) melampaui kewenangannya. Persoalan terkait pelaksanaan ataupun penundaan pemilu merupakan ranah kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini ditegaskan Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia di Jakarta, Kamis (2/3/2023). “Ya, begini pertama, saya cukup menyayangkan keputusan PN itu. Pertama bahwa putusan itu melampaui kewenangannya,” kata Doli. Terpisah, KPU menyatakan akan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memerintahkan KPU sebagai pihak tergugat untuk tidak melaksanakan sisa tahapan Pemilu 2024. “KPU akan upaya hukum banding,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (23//2023). Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Zulkifli Atjo mengatakan putusan dalam gugatan perdata yang diajukan oleh Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) belum berkekuatan hukum tetap (inkrah). (Yetede)
CIMB Niaga Targetkan AUM Wealth Management Tumbuh 20%
JAKARTA, ID – PT Bank CIMB Niaga Tbk memasang target pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) dari bisnis wealth management tahun ini sebesar 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan nasabah tajir yang terus berkembang di Indonesia dan menjadi potensi besar untuk diambil perseroan. “Total AUM untuk nasabah af fluent tumbuh lebih dari 20%, total nilainya (AUM saat ini) lebih dari Rp 100 triliun,” kata Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi dalam acara Wealth Xpo, di Jakarta, Kamis (02/03/2023). Salah satu yang dilakukan perseroan untuk menumbuhkan bisnis ini adalah menyelenggarakan Wealth Xpo sebagai salah satu signature event untuk mengapresiasi nasabah istimewa yaitu CIMB Preferred dan CIMB Private Banking, serta masyarakat di era pascapandemi. Mengusung tema Embracing The Spirit of Opportunity, CIMB Niaga ingin membangkitkan semangat optimisme masyarakat di tengah dinamika ekonomi politik global dan nasional yang masih menantang. (Yetede)
Tiongkok Kejar Target Pertumbuhan 6%
BEIJING, ID – Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan makin ambisius mengejar target pertumbuhan 2023, yang berpotensi mencapai 6%. Pemerintah Tiongkok berupaya meningkatkan kepercayaan investor dan konsumen serta membangun pemulihan yang menjanjikan pascapandemi. Menurut empat sumber yang mengetahui rencana ambisius dalam diskusi tertutup bahwa Pemerintah Tiongkok kemungkinan menargetkan tingkat pertumbuhan hingga 6%. Sementara itu, tiga sumber lain menyebutkan jika Tiongkok menargetkan pertumbuhan antara 5%-5,5%. Apabila dilihat secara keseluruhan, angka-angka tersebut menunjukkan peningkatan optimistis di dalam lingkaran kebijakan Negeri Tirai Bambu dibandingkan November tahun lalu. Yakni di saat para penasihat pemerintah merekomendasikan target-target yang lebih lemah yakni di kisaran 4,5% sampai 5,5%. Rekomendasi itu sendiri dibuat beberapa minggu sebelum otoritas Tiongkok mencabut pembatasan Covid-19 paling tegas di dunia. Data terbaru juga menunjukkan, ekonomi pulih dari guncangan pandemi dengan kecepatan yang lebih baik dari perkiraan. (Yetede)
Ikhtiar Menambah Cadangan
JAKARTA-Kebijakan penyimpanan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri diproyeksikan mengerek jumlah cadangan devisa Indonesia. Potensi penambahan cadangan devisa cukup signifikan, mengingat jumlah valuta asing yang ditahan adalah 30% dari total hasil ekspor. Direktur Eksekutif Institute For Development of Economic and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, memperkirakan hasil ekspor Indonesia Surplus rata-rata US$ 5 miliar per bulan. Namun yang masuk ke Indonesia paling tinggi US$ 500. "Jadi, kalau seperempat atau sepertiganya masuk dan ditahan, itu sudah lumayan bisa menambah cadangan devisa Indonesia," ujarnya, kemarin, 2 Maret 2023. Menurut Tauhid, tambahan cadangan devisa akan tergantung pada komitmen eksportir, khususnya perihal insentif yang cocok dan menguntungkan, sehingga mereka tertarik membawa hasil ekpsor ke dalam negeri. (Yetede)
Era Baru Devisa Hasil Ekspor
JAKARTA-Era baru penyimpanan devisa hasil ekspor resmi dimulai. Bank Indonesia meluncurkan instrusmen operasi moneter Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE), yang berlaku efektif sejak 1 Maret 2023. Instrumen ini akan memfasilitasi penempatan DHE oleh Eksportir di bank yang ditunjuk sesuai dengan mekanisme pasar. Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Fadjar Manarjid, menuturkan instrusmen ini bertujuan mendorong serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat fundamental perekonomian domestik. "Eksportir dapat menempatkan dana dari rekening khusus DHE melalui appointed bank kepada Bank Indonesia, dimana pada tahap awal ini sudah ada 20 bank yang bekerja sama.," ujarnya, kemarin, 2 Maret 2023, Bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BCA, Bank Danamon BPTN, Bank Panin,BANK DBS Indonesia, Maybank Indonesia, Bank Mizuho, Bank OCBC NISP, Bank Permata, Bank UOB Indonesia, Standard Chartered Bank, Bank of China, Citibank Indonesia, JP Morgan Chase Bank, Bank ICBC Indonesiam dan MUFG Bank. (Yetede)
Genjot Baterai EV, ANTM Menambang Nikel di Hutan
Pemerintah mengizinkan dua anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk menambang nikel di kawasan hutan. Keputusan ini untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, termasuk memperkuat industri baterai kendaraan listrik. Lewat Keputusan Presiden (Keppres) No 3/ 2023 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2004 tentang Perizinan atau Perjanjian di Bidang Pertambangan yang Berada di Kawasan Hutan, pemerintah dalam lampiran Keppres No. 3/2023 itu secara khusus menyebutkan izin untuk dua anak usaha ANTM, yakni PT Sumberdaya Arindo dan PT Nusa Karya Arindo untuk bisa menambang nikel di hutan. Masih mengacu Keppres yang sama, dua anak usaha Antam meraih persetujuan pemerintah pada 30 September 2022. Sumberdaya Arindo mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) bernomor 1104/1/IUP/PMDN/2022 dengan luas wilayah perizinan 14.421 ha. Adapun Nusa Karya Arindo mendapat IUP bernomor 1105/1/IUP/PMDN/2022 dengan luas wilayah perizinan 20.763 ha.
Sedangkan Antam mendapatkan IUP bernomor 1103/1/IUP/PMDN/2022 dengan luas wilayah perizinan 3.648 ha. Wilayah perizinan tersebut berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Selain Grup Antam, ada 11 perusahaan mineral dan batubara yang juga mendapatkan izin menambang di hutan. Hal ini dimungkinkan mengingat perizinan sudah mereka peroleh sebelum berlakunya Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
ANTM sebagai pemilik sumber daya nikel terbesar kedua di Indonesia ini nampaknya ingin memanfaatkan momentum peningkatan tren penggunaan kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV), dengan mengembangkan ekosistem industri baterai EV.
Dus,
spin-off
ini merupakan langkah awal ANTM untuk mendukung penggunaan EV Battery.Plh Direktur Eksekutif IMA, Djoko Widajatno berharap, pihak-pihak yang mendapatkan perizinan atau perjanjian pertambangan di kawasan hutan menerapkan
good mining practices
(GMP).
Prospek Ekonomi 2023 Diramal Lebih Cerah
Meski ketidakpastian membayangi, perekonomian Indonesia diyakini masih akan berada pada jalur aman. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan hanya akan tumbuh melambat di tengah risiko resesi yang dialami banyak negara lain.
JP Morgan Indonesia optimistis, ekonomi Indonesia tahun ini kemungkinan sangat kecil untuk jatuh ke jurang resesi.
Head of Indonesia Research and Strategy
JP Morgan Indonesia Henry Wibowo mengatakan, kekuatan ekonomi Indonesia ditopang permintaan domestik yang masih kuat.
"Konsumsi Indonesia masih kuat, meski ada hantaman ketidakpastian global," ujar Henry, Rabu (1/3).
Selain itu, nominal produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2022 telah mencapai US$ 1,2 triliun. Sekitar 50% di antaranya disumbang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tidak akan mengalami resesi, tapi hanya mengalami
soft landing. Tak hanya itu, perekonomian Eropa juga cukup resilien.
Tahun ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, pemerintah akan memacu konsumsi dan investasi untuk mendorong perekonomian tahun ini.
Kasus Rafael Memicu Gerakan Tolak Bayar Pajak
Kasus pegawai pajak Rafael Alun Trisambodo kini menjelma bola liar. Ketidaksesuaian harta yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan profil jabatannya, memicu kekecewaan masyarakat.
Di sosial media, banyak masyarakat yang menumpahkan kekecewaannya terhadap institusi pajak. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menggaungkan gerakan menolak membayar pajak.
Salah satu tokoh yang mencetuskan ajakan menolak membayar pajak ini adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj. Ia mengancam mogok bayar pajak jika Rafael Alun Trisambodo terbukti menyelewengkan uang pajak.
Hal serupa juga pernah diserukannya saat mantan pegawai Ditjen Pajak, Gayus Tambunan terbukti melakukan penyelewengan dana pajak. Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mengatakan, pernyataan tersebut merupakan teguran keras kepada petugas pajak. Menurutnya, pernyataan Said Aqil merupakan pendapat positif, sehingga petugas pajak harus meresponnya dengan melakukan pembenahan.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, seruan tolak bayar pajak merupakan bentuk kekecewaan publik. Sehingga, seruan tersebut secara sosiologis cukup absah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap gerakan tolak bayar pajak itu dihentikan karena bisa membuat penerimaan pajak tidak maksimal. Dampak lanjutannya bisa membuat perekonomian Indonesia menurun drastis.
Tambah Armada, Emiten Pelayaran Galang Dana
Emiten pelayaran masih percaya diri untuk menggelar ekspansi pada tahun ini. Sejumlah perusahaan yang bergerak di bisnis logistik angkutan laut ini akan melanjutkan strategi penambahan armada.
Beberapa emiten sudah menggalang dana dari pinjaman perbankan, contohnya PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) dan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM). Entitas anak ELPI mendapatkan fasilitas kredit dari Bank OCBC NISP dengan limit Rp 160 miliar dan US$ 4 juta.
Dana dari kredit tersebut ditujukan untuk pembiayaan pembangunan kapal jenis
tug & barge
. Sedangkan HATM telah menandatangani perjanjian kredit dengan Bank Central Asia sebesar Rp 150 miliar. Pinjaman itu akan dipakai HATM untuk membeli kapal
burd carrier
baru. Langkah menambah armada juga dilakukan oleh PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT Temas Tbk (TMAS), dan PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI).
Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia mengatakan, pihaknya menargetkan tambahan sekitar lima kapal pada tahun ini. Hanya saja, SMDR masih terus mengkaji sehingga jumlah realisasinya masih bisa berubah.
Untuk menopang kinerja tahun ini, SMDR menyiapkan belanja modal (capex) US$ 150 juta, termasuk untuk ekspansi armada. "Ada beberapa kapal baru yang akan kami terima di tahun ini. Bulan Maret kami akan meluncurkan satu kapal baru di Jepang," ungkap Bani, Rabu (1/3).
Emiten CPO Kejar Kenaikan Produksi
Sejumlah emiten perkebunan sawit telah merilis kinerja 2022. Mayoritas emiten produsen
crude palm oil
(CPO) ini membukukan pertumbuhan kinerja.
Salah satunya adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). Di tahun lalu, DSNG membukukan penjualan Rp 9,63 triliun, naik 35% secara tahunan.
Pertumbuhan penjualan tersebut ikut menopang laba bersih DSNG. Pada 2022, laba bersih DSNG senilai Rp 1,21 triliun, naik 63% secara tahunan dari Rp 739,6 miliar.
Selain DSNG, pada 2022, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga mencatat pertumbuhan laba bersih 158% secara tahunan jadi Rp 3,09 triliun. Joni Tjeng, Sekretaris Perusahaan TAPG mengatakan, tahun ini perseroan berupaya untuk mengerek volume produksi. "Kami targetkan produksi TBS bisa meningkat di kisaran
single digit,
" ujar Joni kepada Kontan, Rabu (1/3).
Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja menuturkan, tahun ini DSNG membidik pertumbuhan produksi 10%. Tahun lalu, DSNG memproduksi TBS 2,21 juta ton, naik 13,8% secara tahunan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









