;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Konsumsi dan Investasi Dorong Ekonomi RI

16 Mar 2023

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Keyakinan ini didasarkan konsumsi dalam negeri yang kuat dan lonjakan investasi dari kebijakan hilirisasi sumber daya alam. ”Semua faktor ini akan membuat Indonesia menjadi bintang bersinar di kawasan Asia Tenggara,” ujar Presdir PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong pada acara DBS Asian Insight Forum 2023, Jakarta, Rabu (15/3). Peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini juga sangat strategis. Ditambah, Indonesia baru saja menyelesaikan kepemimpinan G20 tahun lalu. (Yoga)

Jokowi: Impor Pakaian Bekas Sudah Sangat Mengganggu

16 Mar 2023

JAKARTA, ID – Lebih dari sepekan menjadi pemberitaan media massa, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara. Ditegaskan, impor pakaian bekas harus dihentikan karena aktivitas tersebut sudah sangat mengganggu perkembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri yang sedang mengalami kontraksi akibat anjloknya permintaan global. Ia memerintahkan kementerian dan lembaga (L/K) terkait untuk menelusuri faktor penyebab impor pakaian bekas, asal-usul negara pengekspor, dan segera mengambil langkah penanggulangan. “Yang namanya impor pakaian bekas, stop,”ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meresmikan pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/03/2023). Turut hadir mendampingi Presiden di antanya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Oleh karena itu, kata Presiden, dirinya telah memerintahkan semua aparat, kementerian, dan lembaga terkait untuk menyelidiki aktivitas impor pakaian bekas tersebut. “Sudah saya perintahkan untuk cari betul
dan sehari-dua hari ini sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri, sangat mengganggu,” tandas Jokowi. (Yetede)

Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor

16 Mar 2023

JAKARTA, ID - PT Freeport Indonesia telah mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi persetujuan ekspor ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Izin ekspor Freeport berakhir pada 19 Maret nanti. Izin ekspor diberikan untuk periode satu tahun dan dapat diperpanjang bila memenuhi persyaratan. Vice President Corporate Communications Freport Indonesia Katri Krisnati mengatakan permohonan sudah diajukan ke Kementerian ESDM. Namun hingga kini masih dievaluasi pemerintah. “Kami masih menunggu persetujuan dari pemerintah,” kata Katri kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (15/3). Perpanjangan ekspor diberikan bila kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) minimal mencapai 90% dari rencana kerja. Adapun kemajuan smelter Freeport telah mencapai 54,5%. Progres tersebut melampaui rencana kerja yang ditetapkan sebesar 52,9%. Freeport membangun smelter di Manyar, Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga. Freeport telah menanamkan investasi hingga US$ 1,78 miliar atau setara Rp 27 triliun dari total US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2020 tentang Pengusahaan Mineral dan Batu bara menyatakan izin ekspor konsentrat hanya diberikan hingga 10 Juni 2023. Ketentuan ini merujuk dari Undang-Undang No.3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (Yetede)

Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,48 Miliar

16 Mar 2023

JAKARTA, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2023 mengalami surplus sebesar US$ 5,48 miliar. Sementara itu, surplus neraca perdagangan tersebut membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai ekspor Indonesia Februari 2023 mencapai US$ 21,40 miliar atau turun 4,15% dibanding ekspor Januari 2023. Dibanding Februari 2022 nilai ekspor naik sebesar 4,51%. Nilai impor Indonesia Februari 2023 mencapai US$ 15,92 miliar, turun 13,68% dibandingkan Januari 2023 atau turun 4,32% dibandingkan Februari 2022. “Neraca perdagangan sampai Februari 2023 telah membukukan surplus selama 34 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 dan masih dalam tren yang meningkat,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah dalam konferensi pers BPS pada Rabu (15/3/2023). Surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas. Neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar US$ 1,22 miliar yang disebabkan oleh komoditas minyak mentah dan hasil minyak. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas surplus US$ 6,70 miliar yang ditopang oleh bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72). (Yetede)

Kejagung Akan Gelar Perkara Tentukan Status Jhonny Plate

16 Mar 2023

JAKARTA, ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo 2020-2022. Gelar perkara bertujuan menentukan status Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam perkara tersebut. Hal ini ditegaskan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi saat jumpa pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (15/3/2023). “Tentunya gelar perkara untuk perkara keseluruhan, tetapi tentunya sekaligus termasuk juga terkait dengan posisi JP (Johnny Plate),” kata Kuntadi. Kuntadi menyampaikan, Johnny G Plate pada Rabu (15/03/2023) menjalani pemeriksaan selama 6 jam sejak pukul 8.45 WIB. Politisi NasDem itu dicecar 26 pertanyaan oleh tim jaksa penyidik. Kuntadi menyebutkan Johnny mampu menjawab pertanyaan tim jaksa penyidik dengan baik “Dari hasil pemeriksaan, kami anggap cukup dan selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara dalam waktu secepat-cepatnya untuk menentukan sikap,” ujar Kuntadi. (Yetede)

Suspensi Saham Waskita Beton Dibuka Pekan Depan

16 Mar 2023

JAKARTA,ID - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menggelar paparan publik insidentil dalam rangka pemenuhan persyaratan pencabutan suspensi perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memprediksi suspensi saham bisa dibuka pekan depan. Director of Finance & Risk Management Waskita Beton Asep Mudzakir mengatakan, sejauh ini, total utang yang direstrukturisasi perseroan mencapai Rp 8,8 triliun, terdiri atas obligasi sebesar Rp 2,1 triliun, vendor Rp 2,2 triliun, dan perbankan Rp 5,7 triliun. Saat ini, kemajuan implementasi restrukturisasi keuangan perseroan berjalan dengan lancar. Menurut dia, perseroan telah beraudiensi dengan BEI. Hasilnya, ada dua syarat suspensi saham WSBP dibuka, yaitu  ditekennya perjanjian perwaliamanatan (PWA) dan menggelar paparan publik insidentil. “Kami berharap suspensi saham ini dapat dibuka paling tidak minggu depan,” kata dia, Rabu (15/3/2023). Pada 15 Februari 2023, dia menerangkan, perseroan telah mendapatkan izin restrukturisasi  dari para pemegang obligasi untuk melaksanakan konversi utang ke saham, sesuai ketentuan restrukturisasi dalam perjanjian perdamaian. Selain itu, perseroan menargetkan proses konversi utang vendor menjadi saham dapat diselesaikan pada akhir kuartal II tahun ini. (Yetede)

BNI Revisi Naik Target Kredit Jadi 10%

16 Mar 2023

JAKARTA, ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) optimistis kinerja tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari adanya revisi target ke atas pertumbuhan kredit menjadi 10% secara tahunan (year on year/yoy), dari target yang ditetapkan sebelumnya 7-9%. “Tahun ini perseroan pun telah menyusun rencana bisnis bank dengan indikator kinerja utama berupa pertumbuhan kredit hingga 10%, dengan NPL gross kurang dari 2,5% di penghujung 2023,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2022, Rabu (15/3/2023). Target pertumbuhan neraca yang berkualitas tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap profitabilitas perseroan, sehingga net interest margin (NIM) diproyeksikan berada di atas 4,8% dan return on equity (ROE) di kisaran 15,7-16%. “Untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut, BNI mengembangkan solusi transaksi dan pembiayaan ekosistem untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam,” sambung dia. (Yetede)

Bank Kecil dan Digital Waspadai Efek SVB

16 Mar 2023

Otoritas Jasa Keuanga (OJK) menilai, kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak langsung ke perbankan Indonesia. Optimisme semacam itu sejalan dengan penilaian OJK tentang stabilitas sektor perbankan yang masih terjaga. Namun efek domino kejatuhan bank di Amerika Serikat (AS) tetap harus diwaspadai perbankan, terutama bank digital dan bank berskala kecil menengah. "Bank pada dua kategori ini rentan terkena dampak karena kurangnya kepercayaan masyarakat jika dibanding dengan bank besar," kata Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbakan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, Rabu (15/3). Dia mengakui kesehatan bank digital dan bank berskala kecil saat ini terjaga, sejalan dengan aturan terkait permodalan yang ketat. Namun tetap saja, bank di kelompok ini harus mengantisipasi agar tidak terjerembab seperti SVB. Satu caranya adalah memperkuat permodalan. Pengamat dan Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy menilai, kesehatan bank digital semakin baik seiring langkah efisiensi.Kendati beberapa bank masih merugi. Selain karena stabilitas perbankan kuat, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut kasus SVB tak berdampak langsung karena bank-bank di Tanah Air tak punya hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB. Bank domestik juga tidak menyalurkan kredit dan melakukan investasi ke perusahaan berbasis teknologi dan kripto.

MENGAWAL LENGGANG KINERJA DAGANG

16 Mar 2023

Kinerja dagang In­­donesia la­gi-lagi mon­cer. Ter­mutakhir, Ba­dan Pusat Statis­­tik (BPS), Rabu (15/3), meng­­­­­umum­­kan neraca per­­­­da­­­gangan pada Februari 2023 tembus US$5,48 miliar. Artinya, grafik sur­­plus neraca perdagangan Indonesia tak pernah nyungsep ke area negatif dalam 34 bulan terakhir. Tak pelak, capaian positif tersebut kian menahbiskan Indonesia sebagai negara yang hingga kini masih memiliki fundamental ekonomi kuat. Namun jika dicermati, sejatinya ada gelagat negatif yang patut diwaspadai. Kinerja dagang yang positif tersebut berisiko berbalik arah lantaran performa ekspor dan impor pada Februari 2023 turun secara bulanan. Tren yang sama juga terjadi pada bulan sebelumnya. Menurut data BPS, ekspor pada Februari 2023 turun sebesar 4,15% secara bulanan (month-to-month/MtM) menjadi US$21,40 miliar, kendati secara tahunan masih meningkat sebesar 4,51% (year-on-year/YoY). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan tren pelemahan ekspor dipengaruhi oleh sejumlah harga komoditas yang menurun, serta perlambatan perekonomian negara mitra dagang. Secara bulanan, ekspor migas tercatat turun 20,26%, sedangkan ekspor nonmigas juga melorot 3% secara MtM. Salah satu kekhawatiran kinerja impor lantaran penurunannya pada kategori impor bahan baku/penolong yang menjadi bahan baku industri. Sebaliknya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri optimistis kinerja ekspor Indonesia berpeluang membaik setelah pembukaan kembali perbatasan China.

Bagi Dividen Rp7,3 Triliun, BNI Optimistis Kinerja 2023 Semakin Positif

16 Mar 2023

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022 dan telah menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp7,32 triliun. Nilai ini naik 2,69 kali lipat dari total dividen tahun buku 2021 yang mencapai Rp2,72 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan Rp392,78, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp146. Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah yang sebesar 60%, maka perseroan akan menyetorkan dividen senilai Rp4,39 triliun ke rekening Kas Umum Negara. Sementara atas kepemilikan 40% saham publik, dividen senilai Rp2,92 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan kenaikan rasio pembayaran dividen menjadi 40% pada tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang terus membaik dengan capaian laba Rp18,3 triliun pada 2022. Royke menuturkan perseroan optimistis dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Secara umum, 2023 diprediksi sebagai tahun yang penuh tantangan dengan masih berlanjutnya isu geopolitik, perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi secara global. Inflasi pun diperkirakan melandai ke 3,8% setelah meredanya dampak kenaikan harga BBM ke inflasi konsumen. Stabilnya ekonomi domestik ini tentunya akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi perbankan. “Dengan mempertimbangkan prospek dan potensi bisnis serta kondisi makro ekonomi, perseroan tetap optimistis pertumbuhan kinerja akan positif seiring dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2023,” jelasnya. Perseroan juga mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital dalam rangka peningkatan kemampuan transaksional, terutama pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNIDirect dengan tujuan untuk menjadi top-of-mind transactional bank bagi nasabah. Perseroan juga gencar melakukan perluasan kemitraan melalui platform open API dan pengembangan teknologi terkini seperti AI, blockchain, hingga metaverse dalam rangka memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan customer experience.