;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

PELUANG INVESTASI : Australia Lirik Potensi Sulsel

16 Mar 2023

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) membuka peluang investasi bagi perusahaan di Australia, terutama pada sektor pariwisata, energi, pertanian, perikanan, dan peternakan. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dalam lawatannya ke Negeri Kanguru, Rabu (15/3).Dia mengatakan, beberapa sektor yang ditawarkan tersebut merupakan sumber daya unggulan Sulsel yang dinilai bisa dikembangkan secara maksimal. Apalagi, Australia telah dipercaya menjadi mitra kerja sama wilayah ini sejak lama.”Hubungan dan kerja sama antara Sulsel dan Australia memang telah terjalin sejak lama. Oleh karena itu dibukanya peluang ini diharapkan bisa makin menguatkan hubungan kita,” katanya dalam keterangan resminya.Andi Sudirman menginginkan investasi dari Australia bisa mendukung pemerataan pembangunan di wilayahnya. ”Kami yakin investasi dari perusahaan Australia bisa mengembangkan potensi wilayah kami sebagai sebuah aktivitas ekonomi yang menjanjikan bagi para investor,” jelasnya.Sementara itu, perwakilan dari The Australia Indonesia Centre (AIC) Helen Fletcher Kenedy mengatakan, pihaknya mengapresiasi dibukanya peluang ini.

Pengelola Smelter Berburu Dana di Pasar Modal

15 Mar 2023

Saat akses kredit bank seret, sejumlah perusahaan berbasis mineral menggali peluang pendanaan dari publik. Mereka akan menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Beberapa perusahaan itu adalah PT Amman Mineral Internasional (induk usaha Amman Mineral Nusa Tenggara), PT Trimegah Bangun Persada (Holding Harita Nickel), dan PT Merdeka Battery Materials (anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk). Direktur Utama Trimegah Bangun Persada, Roy A Arfandy bercerita, proyek smelter nikel berteknologi high-pressure acid leach (HPAL) kerap terkendala pendanaan bank, khususnya saat awal pengembangan smelter. "Setengah mati cari pinjaman. Investasi pabrik mixed hydroxide precipitate (MHP) kami cukup besar, yakni US$ 1,2 miliar. Bank pemerintah banyak menahan pendanaan karena masalah sumber listrik, terkhusus dari energi batubara," ungkap dia, baru-baru ini. Kini, entitas Harita Group milik crazy rich Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, itu siap masuk BEI pada April 2023 dan mengincar US$ 600 juta. "Kami akan menggunakan hasil IPO untuk menyelesaikan proyek smelter," sebut Roy. Amman Mineral mengincar dana IPO senilai US$ 1 miliar untuk menuntaskan proyek smelter mineral logam di Batu Hijau. Ihwal kabar penundaan IPO, manajemen Amman Mineral belum menjawab konfirmasi KONTAN.

Bitcoin Laris Manis di Kala Investor Saham Menangis

15 Mar 2023

Harga bitcoin menguat di saat harga stablecoin USD Coin (USDC) longsor setelah kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB). Harga bitcoin pada Selasa (14/3) pukul 19.59 WIB, naik 8,14% menjadi US$ 26.183,10 per BTC. Kenaikan harga bitcoin ini tergolong cepat. Jumat (10/3) lalu, per pukul 11.00 WIB, nilai tukar bitcoin masih berada di US$ 19.624,30 per btc. Jadi, dalam waktu sekitar empat hari, harga bitcoin sudah melesat sekitar 33,42%. Sebelumnya muncul keriuhan lantaran Circle, perusahaan di balik USDC, mengungkapkan beberapa cadangan dana koin disimpan di SVB. Meski begitu harga USDC saat ini masih stabil di US$ 0,99. Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mengatakan, kenaikan harga bitcoin tidak terkait kebangkrutan SVB. "Namun, memang ada perkiraan investor jadi membeli bitcoin di tengah hancurnya sistem perbankan di Amerika Serikat (AS)," ujar dia. CEO Triv Gabriel Rey menyarankan, investor harus berhati-hati sebelum memutuskan membeli atau melepas bitcoin saat ini. "Sebab, kondisi makro seperti kenaikan suku bunga, ancaman resesi, dan inverted yield masih terjadi di Amerika Serikat (AS)," ujar dia, Selasa (14/3).

MENEKAN KETERGANTUNGAN DOLAR AS : LCS DIPERLUAS KE ASEAN

15 Mar 2023

Bank Indonesia akan memperluas kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan secara bilateral atau local currency settlement ke seluruh negara Asean dalam rangka menekan ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menjaga stabilitas rupiah. Perluasan itu menjadi salah satu misi utama yang akan dieksekusi oleh bank sentral sejalan dengan posisi Indonesia yang memegang Keketuaan Asean 2023 atau Asean Chairmanship 2023. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, mengatakan keketuaan Asean merupakan posisi strategis bagi Indonesia yang dapat dijadikan momentum untuk menguatkan ketahanan ekonomi nasional, termasuk di pasar uang. “LCS kita dorong di kawasan, dengan integrasi penggunaan mata uang lokal,” katanya dalam agenda Asean dan Signifikansinya Bagi Perekonomian Indonesia, Senin (13/3). Saat ini, tercatat ada empat negara yang telah melakukan kerja sama penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dengan Indonesia. Keempatnya adalah China, Jepang, Thailand, dan Malaysia. LCS menjadi instrumen tambahan yang dioptimalisasi oleh otoritas moneter dalam rangka menjaga stabilitas rupiah seiring dengan terus menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan derasnya aliran keluar modal asing (capital outflow). Maklum, pelemahan mata uang Garuda berimpak cukup besar, tak hanya di pasar keuangan juga pada ekonomi secara makro. Dolar AS yang terus menguat mendorong kenaikan biaya produksi akibat importasi bahan baku dan penolong yang makin mahal. Sementara itu, dalam implementasinya tidak seluruh pelaku usaha atau eksportir bersedia untuk menerapkan LCS dalam setiap transaksi perdagangan. Musababnya, pebisnis terlebih dahulu memperhatikan kondisi pasar uang.

MEMITIGASI GEJOLAK PASAR SAHAM

15 Mar 2023

Pelaku pasar modal mesti waspada. Sentimen eksternal yang dipicu oleh penutupan Sillicon Valley Bank dan Signature Bank di Amerika Serikat kembali menimbulkan volatilitas tinggi di pasar saham global, termasuk Indonesia. Tekanan yang menyelimuti saham-saham sektor teknologi dan perbankan diproyeksi berlangsung dalam jangka pendek. Pasar saham global merah merona pada perdagangan Selasa (14/3). Indeks harga saham gabungan (IHSG) terperosok 2,14% ke level 6.641,81 bersama dengan bursa lain di regional. Akibat koreksi itu, indeks komposit melemah 3,05% sepanjang tahun berjalan 2023. Pelemahan indeks komposit sejalan dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp1,33 triliun pada perdagangan kemarin. Sejalan dengan itu, sejumlah saham emiten berkapitalisasi pasar besar berguguran. Di sektor finansial, koreksi a.l. dialami oleh saham BMRI yang tercatat turun 4,1%, BBCA -2,6%, BBRI -2,5%, dan BBNI melemah 3,5% pada Senin (14/3). Beberapa saham emiten bank digital juga terpukul dalam hingga menyentuh level auto rejection bawah (ARB), seperti saham ARTO yang anjlok 6,64% dan BBYB turun 6,84%. Sektor teknologi juga menghadapi gelombang tinggi akibat bangkrutnya SVB yang dikenal sebagai bank yang fokus pada pembiayaan startup. Beberapa saham yang merosot dalam, a.l. GOTO yang turun 3,97%, BUKA terkoreksi 3,88%, serta EMTK dan NFCX yang masing-masing anjlok 6,29% dan 6,87%. Research and Consulting Infovesta Utama Nicodemus Anggi mengatakan pengaruh dari runtuhnya SVB ke IHSG hanya panic selling sesaat ke pasar saham domestik. Dihubungi terpisah, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan pasar saham global dan Indonesia dapat pulih dengan cepat, sepanjang kejatuhan SVB dan Signature Bank tidak menular ke bank lainnya dan bisa dikendalikan oleh regulator AS. Mirae Asset Sekuritas tetap merekomendasikan saham perbankan dalam pilihan utama lantaran krisis SVB diperkirakan berdampak minim ke bank-bank nasional.

RUPST 2023: Beri Kontribusi Optimal, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp24,7 Triliun

15 Mar 2023

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. atau Bank Mandiri menyepakati pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari laba bersih konsolidasi 2022. Dari nilai tersebut, besaran dividen per lembar saham Bank Mandiri mencapai kisaran Rp529,34 atau naik 46,8% jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya yang sebesar Rp360,64 per lembar saham. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan dividen kepada Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sebesar 52% saham Bank Mandiri atau sebesar Rp12,84 triliun akan disetorkan kepada Rekening Kas Umum Negara. Nilai tersebut naik 46,7% dari posisi tahun lalu. Sementara itu, 40% dari laba bersih konsolidasi tahun lalu atau sebesar Rp16,46 triliun akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Besaran dividen tersebut sejalan dengan komitmen manajemen Bank Mandiri yang terus berupaya untuk berkontribusi secara optimal kepada masyarakat. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham Bank Mandiri juga menyetujui pelaksanaan pemecahan saham (stock split) perseroan dengan rasio 1:2 guna mendorong peningkatan likuiditas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2023 SUMATRA ECONOMIC SUMMIT : MENGANGKAT PERFORMA SUWARNADWIPA

15 Mar 2023

Perekonomian di Pulau Sumatra, khususnya Sumatra Utara dihadapkan pada dua tantangan besar yakni pengendalian inflasi dan ketimpangan sumber pertumbuhan ekonomi. Sejumlah upaya perlu dilakukan oleh stakeholder terkait menyusul masih adanya ketimpangan pembangunan di wilayah ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara Doddy Zulverdi pada ajang 4th Sumatranomics: 2023 Sumatra Economic Summit yang digelar di Medan, Sumatra Utara, Senin (13/3). Dia mengungkapkan bahwa ada dua tujuan besar yang ingin dicapai pada forum Sumatranomics 2023. Pertama, menggali ide-ide yang nanti diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah untuk mempercepat proses meningkatkan kualitas rekomendasi kebijakan dan juga sebagai wadah bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas keilmuan mereka. Menurutnya, dari sudut pandang Bank Indonesia ada dua tantangan struktural di dalam perekonomian domestik, khususnya Sumatra Utara (Sumut). Kedua, adanya ketimpangan antar wilayah, di mana terdapat 25 kabupaten/kota di Sumut tergolong daerah relatif tertinggal. Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Arief S. Trinugroho berharap agar ajang Sumatranomics mampu memberikan ide pemikiran yang tak hanya berbentuk konseptual nan utopis mengenai solusi, strategi kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi, hingga dampak krisis akibat berbagai dimensi melalui tulisan ilmiah.

Bisnis ”Bakar Uang” Ancam Sektor Keuangan

15 Mar 2023

AS menghadapi kemelut perbankan terbesar setelah krisis keuangan 2008. Kebangkrutan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Silvergate menjadi pemicunya. Pelajaran berharga yang bisa dipetik ialah bisnis yang melulu membakar uang dan tidak memiliki fondasi usaha sehat hanya akan mengancam sektor keuangan yang akhirnya berisiko menyeret ke krisis. Dosen Ekonomi dan Rektor Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko, Selasa (14/3) menyatakan, SVB bangkrut karena ceroboh membiayai  perusahaan yang juga kurang hati-hati. Situasi aman-aman saja untuk sementara waktu karena bank sentral AS mengucurkan dana ekstra murah. Adapun potensi kebangkrutan tidak  terdeteksi secara dini.

Selama likuiditas murah berlimpah disertai pengawasan perbankan lemah, Prasetyantoko melanjutkan, SVB leluasa memasuki sektor bisnis yang rawan. Saat suku bunga naik, beban bunga meningkat. Pada saat yang sama, pinjaman ke perusahaan rintisan bidang teknologi tidak menghasilkan laba sehingga bank rontok. ”Pelajaran untuk kita, perlu kembali ke dasar, agar perbankan membiayai sektor dengan pendapatan yang jelas, bukan bisnis penuh impian. Strategi ’bakar uang’ harus disudahi,” ungkapnya. Istilah bakar uang merujuk pada fenomena perusahaan yang memiliki pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan. Hal ini biasa terjadi pada perusahaan-perusahaan rintisan di awal usaha mereka sampai kemudian pada titik tertentu laba dihasilkan secara konsisten. (Yoga)


PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat

15 Mar 2023

Pemerintah saat ini telah memberlakukan visa kedatangan atau visa on arrival bagi wisatawan mancanegara dari 86 negara. Pengawasan pelaksanaan kebijakan ini perlu diperketat agar jangan sampai muncul permasalahan turis asing melanggar aturan dengan berkedok wisata. Sebelumnya, ramai diberitakan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Rusia dan Ukraina, diduga melakukan pelanggaran dengan berkedok tengah berwisata di Bali, namun turis itu justru bekerja di Bali, bukannya berwisata. Hal ini membuat Pemprov Bali bersurat ke Kemenkumham untuk mencabut kebijakan visa kedatangan bagi warga Rusia dan Ukraina.

Pemprov Bali juga dikabarkan mengeluarkan larangan wisman mengendarai sepeda motor. Kebijakan ini untuk merespons beberapa kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat wisman yang tidak mahir mengendarai sepeda motor. ”Fenomena itu harus disikapi dengan tidak tergesa-gesa, kecuali pelanggarannya sudah masif, lama, dan berulang-ulang. Pengawasan terhadap wisman pemegang visa kedatangan menjadi penting,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah, Selasa (14/3)di Jakarta. Budijanto menyarankan pemerintah memberlakukan kebijakan visa kedatangan harus berdasarkan potensi pasar dan resiprokal. (Yoga)


Digitalisasi Topang Kinerja Bank Mandiri

15 Mar 2023

Pemulihan ekonomi dan transformasi digitalisasi yang dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu pendukung kinerja tahun 2022. Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi Rp 41,2 triliun atau meningkat 46,9 % dari tahun 2021. Dari perolehan laba itu, sebanyak 60 % atau Rp 24,7 triliun dibagikan menjadi dividen. Setiap satu saham menerima dividen Rp  29,34 atau naik 46,8 % dari dividen tahun 2021 yang Rp 360,64 per saham. Sisa laba akan digunakan sebagai laba ditahan.

Situasi perekonomian yang terus membaik seiring pandemi Covid-19 yang terkendali juga berdampak positif pada restrukturisasi Bank Mandiri. Menjelang akhir relaksasi restrukturisasi pada 31 Maret 2023 mendatang, Bank Mandiri sudah menyelesaikan sebagian besar kredit yang direstrukturisasi tersebut. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, kinerja Bank Mandiri tidak terlepas dari perekonomian yang terus membaik. Hingga akhir 2022, kredit secara konsolidasi tumbuh 14,48 % menjadi Rp 1.202 triliun. Dana pihak ketiga naik 15,46 % menjadi Rp 1.490 triliun. Portofolio tersebut ditopang oleh dana murah yang naik 31,1 % dan tabungan yang naik 13,5 % dari tahun 2021. (Yoga)