Ekonomi
( 40789 )PERDAGANGAN INTERNASIONAL, RI dan India Ajak Dunia Perkuat Kemitraan
Indonesia dan India mengajak dunia memperkuat jembatan kerja sama dan kemitraan antar negara di tengah tantangan konflik geopolitik. Indonesia menegaskan pentingnya membangun relasi mendalam, sedangkan India menawarkan keberlanjutan sebagai cara atau jalan hidup sebuah negara. Hal itu mengemuka dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kemitraan Konfederasi Industri India (Confederation of Indian Industry/CII Partnership Summit) 2023 di New Delhi, India, Senin (13/3/2023) malam. KTT yang dipimpin Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyalitu mengusung tema ”Kemitraan untuk Bisnis yang Bertanggung Jawab, Akselerasi, Inovatif, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”.
Menurut Mendag RI, Zulkifli Hasan, landasan dari semua jenis kerja sama adalah hubungan orang ke orang. Dari jalinan relasi personal itu terciptalah jembatan yang memungkinkan terbangunnya hubungan yang lebih mendalam. Sementara Goyal menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi berkelanjutan dengan berfokus pada inklusivitas. Membangun keberlanjutan di berbagai sektor telah menjadi inti dari agenda Presidensi G20 India. Ia menegaskan, Pemerintah India berpandangan, keberlanjutan adalah cara atau jalan hidup. ”Dalam konteks perdagangan global, keberlanjutan kesepakatan perdagangan multilateral dan bilateral sangat diperlukan di tengah tekanan restriksi dagang yang dilakukan sejumlah negara,” kata Goyal. (Yoga)
Petani Bersiasat Hadapi Keterbatasan Pupuk
Petani mesti bersiasat menghadapi keterbatasan pupuk bersubsidi karena alokasinya jauh dari kebutuhan. Petani pun berupaya memproduksi pupuk organik atau pupuk nabati secara mandiri. ”Alokasi pupuk bersubsidi sangat kurang. Jangankan 7,8 juta ton, 20 juta ton saja masih kurang,” kata Wakil Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional Zulharman Djusman, Selasa (14/3) di Jakarta. (Yoga)
Pelajaran dari Kerapuhan SVB
Kasus yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB) menjadi pelajaran berharga, baik bagi industri keuangan maupun industry teknologi digital. SVB yang fokus memberikan pinjaman untuk perusahaan-perusahaan teknologi dan usaha rintisan (start-up) sejak 1980-an kehabisan dana simpanan sehingga bank berukuran menengah ini tidak bisa dipertahankan. Situasi SVB mengguncang pasar global serta menyebabkan simpanan serta aset miliaran USD milik perusahaan dan investor telantar. Kasus ini merupakan kegagalan bank terbesar di AS sejak krisis keuangan, 10 tahun lalu. Regulator perbankan AS buru-buru menyita aset SVB, Jumat (10/3). SVB, bank terbesar ke-16 di AS, mengalami kegagalan setelah para deposan yang mayoritas pekerja perusahaan teknologi dan perusahaan dengan dukungan modal ventura mulai menarik uang mereka karena khawatir dengan kondisi bank itu (Kompas, 11/3).
OJK menyatakan bahwa kasus ini tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil. Namun, masalah yang menimpa SVB akan membuat investor lebih berhati-hati dalam mendanai usaha rintisan (Kompas, 13/3). Hingga kemarin, masih banyak pihak yang menduga penyebab inti dari kasus SVB. Berbagai analisis itu belum memuaskan sejumlah kalangan. Salah satu sisi yang belum terungkap adalah sejauh mana faktor tata kelola (governance) menjadi penyebab keruntuhan bank. Setidaknya tak ada model bisnis bank seperti SVB di Indonesia. Mungkin lebih menengok perusahaan teknologi finansial (tekfin). Perhatian lebih perlu kita berikan pada 25 tekfin peer-to-peer lending dengan rasio kredit macet melebihi 5 %. (Yoga)
Tok! RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp24,7 Triliun
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis yang tercermin dari laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9% secara year on year (yoy). Selain itu, total dana pihak ketiga (DPK) bank berkode emiten BMRI ini tumbuh 15,46% (yoy) dari Rp 1.291,2 triliun di akhir 2021 menjadi Rp 1.490,8 triliun di akhir 2022. Pencapaian bisnis perseroan turut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Hingga akhir 2022, kredit konsolidasi perseroan mampu tumbuh 14,48% (yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Atas pertumbuhan bisnis 2022 yang impresif, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 Bank Mandiri pada Selasa (14/3/2023) pun sepakat menetapkan 60% dari laba bersih konsolidasi 2022 atau sekitar Rp 24,7 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham (dividen payout ratio). Ini berarti, besaran dividen per lembar saham atau dividend per share mencapai Rp 529,34. (Yetede)
Pelemahan IHSG Hanya Sementara
JAKARTA, ID - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 2,14% atau 145 poin ke level 6.641,81, Selasa (14/3/2023), dipicu mencuatnya kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat pelaku pasar panik, sehingga melakukan aksi jual besar-besaran, terlihat pada net sell pemodal asing Rp 1,3 triliun. Akan tetapi, kalangan analis menilai pelemahan indeks hanya bersifat sementara. Alasannya, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diprediksi tidak lagi agresif menaikkan suku bunga acuan demi menghindari penutupan bank lainnya. Selain itu, laju inflasi AS diprediksi melambat pada Februari 2023. Seiring dengan itu, investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi saham-saham prospektif. Strategi trading yang paling relevan saat ini adalah buy on weakness. Di sisi lain, koreksi indeks kemarin disebabkan tumbangnya tiga saham bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal ini diperburuk oleh amblesnya saham raksasa teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Yetede)
Pasar Software Indonesia Diproyeksikan US$ 1,4 Miliar
JAKARTA, ID – Nilai omzet pasar perangkat lunak (software) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 21,46 triliun pada 2023, bertumbuh dibandingkan tahun 2022 sebesar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 19,92 triliun. Nilai proyeksi tersebut akan berkontribusi sekitar 10% terhadap total penjualan software maupun perangkat keras (hardware) di Tanah Air. Total nilai pasar software tersebut dihitung dari berbagai produk dan semua perangkat lunak yang dibeli/ditransaksikan secara nasional di Indonesia, termasuk produk perangkat lunak terpaket, lisensi, dan pemeliharaan. Associate Market Analyst IDC Indonesia Sandika Putra mengatakan, pada 2023, pasar software nasional akan terus tumbuh positif dibandingkan tahun sebelumnya (year over year/ YoY). Pasarnya sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh sebesar 14,4% YoY. “Penjualan software diperkirakan mencapai US$ 1,3 miliar tahun 2022 dan tumbuh menjadi US$ 1,4 miliar pada 2023, dengan kontribusi 10% tahun 2022 dan 2023 dari total penjualan software dan hardware,” ujar Sandika kepada Investor Daily, dikutip Selasa (14/3/2023). Kontribusi pasar software Indonesia tersebut di pasar kawasan Asia Tenggara mencapai sebesar 10,8%. (Yetede)
Start-up Broom Meraih Pendanaan RRp 155 Miliar
JAKARTA, ID - Broom, start-up/platform digital untuk ekosistem mobil bekas, mengumumkan pendanaan Pra-Seri A senilai US$ 10 juta atau setara Rp 155 miliar. Pendanaan dipimpin oleh Openspace, dengan partisipasi dari MUFG Innovation Partners dan BRI Ventures, bersama dengan investor putaran terdahulu AC Ventures dan Quona Capital. CEO & Co-Founder Broom Pandu Adi Laras mengatakan, dengan pendanaan tersebut, Broom akan melanjutkan diversifikasi layanan serta mengembangkan teknologinya lebih jauh untuk melayani lebih banyak mitra showroom dengan lebih baik. Broom juga ingin meningkatkan kapasitas modal Buyback agar dapat menangani volume transaksi yang lebih tinggi. Sebelum ini, Broom telah mendapatkan fasilitas kredit senilai US$ 12 juta atau setara Rp 186 miliar dari DBS Indonesia dan BRI. “Kami berterima kasih atas dukungan dari investor, pemberi pinjaman, dan mitra yang telah mendorong pertumbuhan sejauh ini. Kami yakin Broom telah menemukan rumus yang tepat untuk berkembang, dan kami bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini dan semakin memberdayakan teman-teman showroom,” ujar Pandu, dalam pernyataannya, di Jakarta, Selasa (14/3/2023). (Yetede)
Kendala Swasta Masuk ke Proyek Kereta
JAKARTA — Sejumlah kalangan mengkritik panjangnya durasi persiapan dan pembangunan proyek kereta api Makassar-Parepare. Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Aditya Dwi Laksana, mengatakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) sangat sulit diterapkan untuk proyek sepur dengan kebutuhan dana jumbo. Proyek strategis nasional (PSN) ini pun dianggap tak menarik bagi pemodal swasta karena merupakan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi. “Jadi, hitungan permintaannya belum matang. Sedangkan mayoritas investor KPBU mencari proyek yang pengembalian investasinya bagus,” tutur Aditya kepada Tempo, kemarin. Bila merujuk pada data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) selaku lembaga pengawas PSN, kebutuhan investasi proyek KA Makassar-Parepare menembus Rp 8,25 triliun. Sebanyak Rp 6 triliun dari jumlah itu dibiayai kas negara. Ada juga pendanaan lahan sebesar Rp 84 miliar yang disokong kas daerah yang dilintasi. Sedangkan porsi pembiayaan dengan skema KPBU tercatat sebesar Rp 2,1 triliun—terdiri atas belanja usaha (capex) sebesar Rp 1 triliun serta ongkos operasi dan perawatan Rp 1,1 triliun. (Yetede)
Paques Luncurkan FDS Cegah penipuan
Paques, perusahaan penyedia solusi big data analitik buatan Indonesia, meluncurkan Paques Fraund Detection System (FDS) dalam gelaran acara tahunan diskusi konprehensif Paques Data Day, pada 14 Maret 2023. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dari solusi anti-fraud adalah kemampuan mengolah data dan informasi dari banyak transaksi. Tidak hanya mampu mengolah data transaksi yang masif, solusi Paques Fraud Detection System (FDS) ini memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap pola ancaman penipuan yang kerap berubah dalam mencari target baru. "Sehingga, dengan solusi yang dibangun diatas platfom big data ini, menjadi salah satu kekuatan Paques FDS dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan customer yang terus berkembang," kata CEO dan Product Creator Paques, Benni Adham. Saat ini, PT Bank Victoria International Tbk, sudah menggunakan solusi FDS untuk mencegah terjadinya upaya penipuan dan penyelewengan yang sejalan dengan peraturan OJK Nomor 39/POJK.03/2019 mengenai menerapan strategi anti-frud. Chief of Change Management Office di PT Bank Victoria Interantional Tbk, Muhammad Rakhmadhani, mengatakan, pihaknya dalam pengembangan digitalisasi perbankan demi peningkatan produk dan layanan untuk bisa bersaing di pasar. (Yetede)
Dividen Jumbo Bank Siap Mengalir ke Investor
Usai ingar bingar lonjakan laba tahun 2022 yang mencengangkan, kini saatnya emiten perbankan bagi-bagi keuntungan. Sejumlah bank besar digadang bakal menebar dividen besar untuk tahun buku 2022 bagi para pemegang sahamnya.
Contoh saja Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang memutuskan menebar dividen 85%, dari laba bersih tahun 2022 yang sebesar Rp 51,2 triliun. Direktur Utama BBRI Sunarso mengatakan, sekitar 85% dari total laba tahun 2022 atau setara Rp 43,49 triliun, ditetapkan sebagai dividen tunai. Adapun sisa laba BBRI senilai Rp 7,67 triliun, akan dipakai sebagai laba ditahan.
Jumlah dividen tersebut, mencakup dividen interim yang sudah manajemen BBRI bagikan kepada pemegang saham pada 27 Januari 2023 silam senilai Rp 8,60 triliun. "Sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sekurang-kurangnya sebesar Rp 34,9 triliun," terang Sunarso usai perhelatan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST, Senin (13/3).
Investor kini juga bersiap mendengar kabar mengenai jumlah dividen Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Tabungan Negara (BBTN) yang akan menggelar RUPST, Selasa (14/3). Berikutnya, RUPST Bank Negara Indonesia (BBNI) pada 15 Maret dan Bank Central Asia (BBCA) pada 16 Maret juga bersiap membawa kabar baik.
Kementerian BUMN berharap dividen kali ini minimal sama dari tahun sebelumnya. Dengan asumsi
payout ratio
sama dengan tahun sebelumnya, yakni 60%, maka potensi dividen BMRI kali ini mencapai Rp 24,7 triliun. Diikuti dividen BBNI Rp 4,57 triliun dan BBTN Rp 304 miliar.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus berpendapat, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130/2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023, pendapatan negara dari kontribusi laba bank BUMN hanya ditargetkan Rp 24,8 triliun. Sedangkan pada tahun 2022 lalu, empat bank BUMN memberikan kontribusi dividen sebesar Rp 24,57 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









