Bisnis Sewa Properti untuk Anak Muda
MEMILIKI rumah pribadi di pusat kota sudah menjadi semacam mimpi di siang bolong bagi masyarakat berpenghasilan menengah, termasuk generasi muda yang baru membangun karier. Harga yang terlampau tinggi membuat segmen pembeli pemula ini bergeser ke hunian di kota penyangga. Namun masalah tak selesai karena lokasi perumahan umumnya terpaut jauh dari lokasi kerja, belum ditambah beban macet di jalan atau berdesakan di angkutan umum. Jalan tengahnya adalah menyewa tempat tinggal di dekat kantor. Tingginya kebutuhan atas hunian sewa ini dilirik Sabrina Soewatdy dan Sarah Soewatdy. Kakak-adik tersebut langsung menyasar konsumen hunian komunal alias coliving sejak 2019. Sabrina yang sudah menggeluti bisnis properti selama delapan tahun itu paham betul soal kebutuhan pasar perumahan. Lulusan Program Master of Architecture di University of California itu saling melengkapi ide dengan adiknya, Sarah, yang juga malang melintang selama 12 tahun di industri akomodasi. Keduanya merintis Rukita—kependekan dari rumah kita—startup layanan coliving yang menyediakan sewa rumah tapak hingga apartemen. “Kami ingin menjawab kebutuhan 50 juta generasi muda kelas menengah yang belum tertangani oleh para pengembang properti ataupun pemerintah,” ujar Sabrina kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023