;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

OJK Perketat Investasi Sektor Asuransi

08 May 2023

Atur ulang industri asuransi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum selesai. Terbaru, OJK mengatur batas maksimal perusahaan asuransi untuk berinvestasi di pihak-pihak terkait, dalam hal ini termasuk afiliasinya. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Lembaga Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pengaturan batasan terbaru ini berkaca dari beberapa masalah yang terjadi di perusahaan asuransi belakangan ini. "Beberapa permasalahan terjadi di perusahaan asuransi adalah investasi pada pihak terkait yang sangat besar," ujar Ogi, Jumat (5/5). Meskipun tak disebutkan secara gamblang, PT Asuransi Jiwa Kresna menjadi salah satu yang mengalami masalah tersebut dan akhirnya gagal bayar. Seperti diketahui, portofolio produk asuransi Kresna Life banyak berbasis saham perusahaan terafiliasi. Pertama, investasi selain subdana unitlink atau investasi perusahaan pada pihak terkait secara keseluruhan diatur paling tinggi 10% dari hasil penjumlahan ekuitas perusahaan dan pinjaman subordinasi. Pada aturan sebelumnya, batasnya adalah 25%. Kedua, investasi pada pihak terkait secara keseluruhan subdana unitlink paling besar dibatasi 10% dari hasil penjumlahan ekuitas perusahaan dan pinjaman subordinasi. Ditambah, perusahaan dilarang menempatkan investasi subdana di luar negeri atas polis asuransi untlink berdenominasi mata uang rupiah. Head of Investment Sinarmas MSIG Life Hadi Setiawan bilang, saat ini pihaknya memang memiliki investasi saham ke beberapa pihak terafiliasi, dengan total di bawah 0,1% aset perusahaan di luar aset subdana Paydi. Alasannya karena fundamental perusahaan yang baik.

PDRB KUARTAL I/2023 : GERAK LINCAH EKONOMI DAERAH

08 May 2023

Sepanjang kuartal I/2023, perekonomian di daerah menunjukkan performa yang cukup apik. Sejumlah wilayah bahkan nyaris menembus pertumbuhan produk domestik regional bruto atau PDRB hingga level 7%. Bahkan, performa PDRB pada kuartal II/2023 juga diproyeksi bakal lebih solid. PDRB Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya yang pada kuartal I/2023 nyaris menembus level 7% atau tepatnya berada di level 6,95%.Perfoma apik wilayah ini bahkan berada di atas rata-rata nasional yang hanya bertengger di level 5,03% pada kuartal I/2023. “Hampir seluruh sektor utama menyumbang peningkatan ekonomi Kaltim pada kuartal I/2023,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) Ricky P Gozali dalam keterangan resminya, Sabtu (6/5). Menurutnya, sektor pertambangan masih mendominasi kinerja perekonomian wilayah ini dengan porsi mencapai 49,48% dari total PDRB Kaltim, dengan pertumbuhan sebesar 4,92% pada kuartal I/2023. Sementara itu, imbuhnya, industri pengolahan mencatat pertumbuhan PDRB sebesar 7,04% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang didorong oleh peningkatan industri minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) lantaran panen kelapa sawit yang lebih baik. 

Ricky menambahkan sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan signifi kan, mencapai 17,36% seiring dengan pembangunan proyek strategis nasional di provinsi ini. Peningkatan ini, imbuhnya, didorong oleh permintaan dan harga komoditas yang tinggi.Tak hanya itu, Ricky juga mengungkapkan bahwa kinerja investasi meningkat pesat sebesar 11,21%, terutama dalam pembangunan konstruksi di wilayah Kaltim. Oleh karena itu, dia optimistis ekonomi Kaltim akan tetap positif di masa mendatang. Provinsi lain yang mencatatkan kinerja PDRB nyaris 7% pada kuartal I/2023 adalah Kepulauan Riau (Kepri). Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat perekonomian wilayah ini tumbuh sebesar 6,51% pada kuartal I/2023. Kepala BPS Kepri Darwin Sitorus mengungkapkan capaian itu lebih tinggi ketimbang kuartal I/2022 yang hanya 2,83%. Di sisi lain, perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,29% pada kuartal I/2023. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Aryanto mengatakan hampir seluruh lapangan usaha di wilayah ini mengalami pertumbuhan, hanya sektor jasa keuangan dan asuransi yang tercatat mengalami kontraksi 0,06%. Aryanto mengungkapkan dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 19,49%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pengeluaran pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 58,28%.

Melihat Lagi Fungsi Setjen ASEAN

08 May 2023

Keberadaan Sekretariat Jenderal Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN sangat penting dalam pelaksanaan operasional harian organisasi kawasan tersebut. Persoalannya, masyarakat  AsiaTenggara belum banyak mengenal Sekretariat ASEAN yang gedungnya terletak di Jakarta ini. Setjen ASEAN, di dalam Pasal 11 Piagam ASEAN, dijelaskan sebagai kepala ketatausahaan organisasi  kawasan. Lembaga ini bertugas melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan pelaksanaan segala kesepakatan ataupun proyek ASEAN. Untuk periode 2022-2027, posisi Sekjen ASEAN diampu oleh Kao Kim Hourn dari Kamboja. Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas, April 2023, Kao menjelaskan, fokus kerja Setjen ASEAN adalah memastikan penerapan pandangan ASEAN ter-hadap Indo-Pasifik (AOIP).

”Kuncinya terletak pada program kerja dan proyek yang nyata. Ini membuat para mitra wicara ASEAN percaya dan mau untuk menanam modal, finansial, serta teknologi kepada negara-negara anggota ASEAN,” ujarnya. Kao menekankan, proyek nyata ini pula yang bisa meredam persaingan politik antarnegara adidaya dan berbagai pakta keamanan internasional di Asia Tenggara Prinsip ASEAN sudah jelas, yaitu tidak berpihak kepada siapa pun dan tidak memusuhi siapa pun. ”Segala jenis kerja sama dilakukan dengan inklusif dan transparan. Setjen mengoordinasi kerja sama serta menjembatani antara mitra wicara dan negara-negara anggota,” katanya. Peneliti isu ASEAN untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Khanisa Krisman, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (7/5) menjelaskan, satu hal yang harus dipahami ialah ASEAN berbeda dari organisasi kawasan lainnya, misalnya Uni Eropa. ASEAN tidak memiliki markas besar ataupun kantor pusat, tetapi sekretariat. Hal ini menggarisbawahi bahwa  dalam ASEAN, setiap negara anggota memiliki satu suara sehingga keputusan diambil dengan cara  musyawarah. (Yoga)


Dunia Arab Terpikat ASEAN

08 May 2023

Indonesia menjadi tuan rumah KTT Ke-42 ASEAN yang digelar di LabuanBajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei ini. Organisasi regional yang didirikan tahun 1967 itu memiliki kisah panjang, termasuk hubungannya dengan dunia Arab. Dunia Arab sudah sejak tiga dekade lalu, persisnya sejak tahun 1990-an, melihat ASEAN sebagai kawasan yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerja sama perdagangan dan ekonomi. Dunia Arab saat itu sangat mengagumi keberhasilan pembangunan ekonomi kawasan ASEAN sehingga lahir negara-negara yang dijuluki ”Macan Asia” di kawasan itu. Negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia, sudah populer di mata dunia Arab sebagai  Macan Asia. Singapura sudah dikenal lama sebagai negara maju, setara dengan Jepang, Korsel, dan Eropa. Dunia Arab terakhir ini semakin apresiatif terhadap Asia, termasuk ASEAN, khususnya setelah tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan Iran-Arab Saudi pada Maret lalu dengan mediasi China.

Mulai muncul rumor sebaiknya China merintis upaya mendamaikan Palestina-Israel karena sampai saat ini tidak ada satu pun negara, termasuk AS, mampu mendamaikan Palestina-Israel. Hubungan dunia Arab, khususnya negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC); Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Kesultanan Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan ASEAN sudah terjalin sejak 1990-an. Saat itu GCC terpincut kemajuan ekonomi ASEAN yang membuat GCC ingin membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN. Sejak saat itu, GCC-ASEAN sepakat menggelar pertemuan tahunan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, ASt. GCC dan ASEAN menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Bahrain pada Juni 2009 yang menjadi dasar kerja sama GCC-ASEAN di bidang ekonomi dan perdagangan bebas. Sejak itu, GCC-ASEAN sering menggelar pertemuan bilateral. Terakhir pertemuan itu digelar pada September 2019. Impor GCC dari ASEAN 6 % dari keseluruhan impor GCC dari seluruh dunia pada 2016-2020. Investasi GCC di ASEAN mencapai 13,4 miliar USD sejak 2006. UEA memiliki investasi terbesar di ASEAN. (Yoga)


Pekerjaan Rumah Sektor Perdagangan ASEAN

08 May 2023

Di bawah keketuaan Indonesia, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan dijadikan episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Salah satu sasarannya ialah memperkuat sektor perdagangan. Namun, itu tak akan semudah membalik telapak tangan. ASEAN masih memiliki tiga pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara terencana dan bertahap, terkait perdagangan barang intra-ASEAN dan  inter-ASEAN, serta rantai pasok nilai ASEAN dan global. Sejak era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bergulir pada 2015, perdagangan barang intra-ASEAN masih stagnan. Pertumbuhan perdagangan barang antar negara anggota ASEAN itu belum banyak berubah dari sebelum integrasi MEA. Dalam satu dekade (2012- 2021), perdagangan barang intra-ASEAN bergerak di rentang 518 miliar USD hingga 712 miliar USD, hanya tumbuh 20-24 %, masih cukup jauh dari target 30 % yang ditetapkan. Padahal, dalam rangka integrasi MEA, ASEAN telah mengubah tarif banyak  komoditas menjadi atau mendekati nol persen.

ASEAN juga mengembangkan perdagangan digital yang menyasar pengembangan pasar usaha kecil menengah. Stagnasi itu terjadi lantaran negara-negara di kawasan Asia Tenggara memproduksi jenis barang ekspor yang relative sama. Misalnya, makanan-minuman, produk olahan pertanian, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur. Karena itu, produk-produk itu tidak dapat diekspor kepada sesama anggota dalam jumlah besar. Di sisi lain, perdagangan ASEAN dengan negara atau kawasan lain berkembang cukup signifikan selama satu dekade. Nilai perdagangan inter-ASEAN itu meningkat secara bertahap dari 1,87 triliun USD pada 2012 menjadi 2,63 triliun USD pada 2021. Namun, perdagangan itu masih perlu dioptimalkan kembali melalui perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional(RCEP) yang berlaku sejak 1 Januari 2022. Jangan sampai ASEAN yang memelopori perjanjian itu justru tertinggal dari negara di luar ASEAN. (Yoga)


190 Bank di AS Berpotensi Bangkrut

06 May 2023

Sedikitnya 190 bank di Amerika Serikat berpotensi bangkrut. Dari jumlah itu, kini 12 bank dipersepsikan terancam bangkrut, ditandai dengan kejatuhan tajam harga-harga sahamnya. Perdagangan saham dua bank di AS, PacWest dan Western Alliance, terpaksa  dihentikan karena kejatuhan saham 50 % lebih dalam sehari, Rabu (3/5/2023). Sebanyak 4.844 bank di AS menghadapi persoalan penurunan nilai aset mereka akibat kenaikan suku bunga bank sentral AS. (Yoga)

Ekonomi Tumbuh Positif, tetapi Belum Pulih

06 May 2023

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mencapai 5,03 % secara tahunan, melampaui ekspektasi. Namun, jalan menuju pemulihan ke level sebelum pandemi masih panjang. Kendati tumbuh positif, beberapa indikator kunci belum kembali ke kondisi normal. BPS mengumumkan, perekonomian RI tumbuh 5,03 % secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2022 yang sebesar 5,01 % secara tahunan. Dengan capaian itu, ekonomi RI konsisten tumbuh di atas 5 % selama enam triwulan berturut-turut sejak triwulan IV-2021. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu juga melampaui prediksi ekonom yang memperkirakan pertumbuhan pada triwulan pertama tahun ini berkisar 4,8-4,9 %. BPS mencatat, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi bersumber dari konsumsi rumah tangga, yakni 2,44 % disusul pertumbuhan perdagangan luar negeri 2,10 %, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebagai indikator investasi 0,68 %, dan konsumsi pemerintah 0,22 %.

”Konsumsi rumah tangga dan perdagangan luar negeri kita masih kuat menopang pertumbuhan ekonomi   selama triwulan pertama tahun ini,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/5). Secara rinci, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %. Realisasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi pada triwulan I-2022 sebesar 4,34 % dan di atas capaian triwulan IV-2022 sebesar 4,48 %, meski masih di bawah 5 %. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor transportasi dan komunikasi, didorong oleh meningkatnya penjualan sepeda motor dan mobilitas penumpang di angkutan darat, laut, dan udara. Peningkatan konsumsi juga terlihat di sector restoran dan hotel, tecermin daritingkat hunian kamar hotel yang tumbuh positif. ”Momentum Ramadhan ikut mendorong pertumbuhan konsumsi, khususnya di sektor makanan dan minuman,” katanya. (Yoga)


Pertumbuhan Industri Pengolahan Melambat

06 May 2023

Sepanjang triwulan I-2023 pertumbuhan produk domestik bruto pada industri pengolahan melambat dibanding triwulan IV-2022 ataupun periode sama tahun 2022. Perlambatan ini dipengaruhi melemahnya permintaan pasar domestik dan global karena tekanan ekonomi global. BPS merilis, Jumat (5/5) nilai PDB Indonesia pada triwulan I-2023 sebesar Rp 2.961,2 triliun berdasarkan harga berlaku atau Rp 5.071,7 triliun berdasarkan harga konstan, tumbuh 5,03 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, nilai PDB itu lebih rendah 0,92 % dibanding triwulan-IV 2022. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan jadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan I-2023 dengan andil 18,57 %. Secara tahunan, PDB industri pengolahan tumbuh 4,43 %. Pertumbuhan itu lebih lambat dibanding triwulan IV-2022 yang mencapai 5,64 % dan triwulan I-2022 sebesar 5,07 %.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani berpendapat, situasi global 2023 tergolong sulit lantaran laju inflasi, pengetatan keuangan, dan tingginya risiko krisis ekonomi menyebabkan pertumbuhan permintaan pasar dalam dan luar negeri relatif lambat dibanding tahun lalu. ”Apalagi, pemerintah menerapkan kebijakan neraca komoditas yang secara riil memengaruhi kelancaran suplai bahan baku/penolong impor untuk industri manufaktur. Kombinasi (situasi itu) membentuk kondisi yang sangat tidak ideal untuk meningkatkan keyakinan dan pertumbuhan kinerja manufaktur nasional,” katanya saat dihubungi pada Jumat (5/5). Untuk mendongkrak kinerja manufaktur dalam waktu singkat, Shinta berpendapat, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan permintaan pasar dalam negeri akibat lambatnya pertumbuhan daya beli domestik.Ekspansi pasar ekspor menjadi kunci. Produk manufaktur Tanah Air perlu ditingkatkan secara signifikan agar berdaya saing di pasar ekspor. Kelancaran rantai pasok industri juga mesti ditingkatkan. (Yoga)


Operasional Smelter Diharapkan Lebih Cepat

06 May 2023

Pemerintah berharap operasional Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan sesuai target, bahkan dipercepat hingga mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau kapasitas penuh. Progres konstruksi ditarget 4 % per bulan sehingga bisa mencapai 92 % pada Desember 2023. Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Jumat (5/5/2023), di Jakarta. (Yoga)

Dibayangi Krisis, Kinerja Perbankan Dalam Negeri Tetap Positif

06 May 2023

Ditengah ancaman krisis perbankan global yang meningkat pasca kolapsnya sejumlah bank besar di AS dan Eropa, kinerja perbankan dalam negeri masih optimal. Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi bank yang tetap bertumbuh dan berbagai indikator lain yang menunjukkan perbankan dalam kondisi sehat. Mengutip data OJK, sampai triwulan I-2023, penyaluran kredit bank mencapai Rp 6.446 triliun atau tumbuh 9,93 % secara tahunan. Pertumbuhan penyaluran kredit ditopang kredit investasi yang tumbuh 11,4 % secara tahunan. Adapun kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing tumbuh 9,52 % dan 9,20 % secara tahunan. Risiko kredit juga melanjutkan tren penurunan dengan rasio kredit berperforma buruk (nonperforming loan/NPL) net perbankan Maret 2023 sebesar 0,72 % setelah pada Februari 2023 pada level 0,75 %. Begitu pula dengan NPL gross Maret 2023 pada level 2,49 %, menurun dari Februari yang sebesar 2,58 %.

Pada saat yang sama, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga bertumbuh. Pada triwulan pertama tahun ini, penghimpunan DPK mencapai Rp 8.005 triliun atau tumbuh 7 % secara tahunan. Likuiditas perbankan pada Maret 2023 juga dalam level memadai yang tecermin dari rasio alat likuid/non core deposit (AL/NCD) sebesar 128,87 %, lebih tinggi dari ambang batas ketentuan yang sebesar 50 %. Begitu pula dengan alat likuid/DPK (AL/DPK) pada level 28,91 %, di atas ambang batas 10 %. Adapun permodalan perbankan masih di level yang solid engan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 24,69 %. Dalam jumpa pers hasil rapat Dewan Komisioner OJK secara daring, Jumat (5/5) Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, industri perbankan dalam negeri sedang dalam kondisi sehat. Fungsi intermediasi pun berjalan optimal yang ditandai dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan DPK. Sampai akhir tahun ini, pertumbuhan kredit bank diperkirakan 10-12 %, Ini sesuai dengan rencana bisnis perbankan yang disampaikan ke OJK.  (Yoga)