Pertumbuhan Industri Pengolahan Melambat
Sepanjang triwulan I-2023 pertumbuhan produk domestik bruto pada industri pengolahan melambat dibanding triwulan IV-2022 ataupun periode sama tahun 2022. Perlambatan ini dipengaruhi melemahnya permintaan pasar domestik dan global karena tekanan ekonomi global. BPS merilis, Jumat (5/5) nilai PDB Indonesia pada triwulan I-2023 sebesar Rp 2.961,2 triliun berdasarkan harga berlaku atau Rp 5.071,7 triliun berdasarkan harga konstan, tumbuh 5,03 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, nilai PDB itu lebih rendah 0,92 % dibanding triwulan-IV 2022. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan jadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan I-2023 dengan andil 18,57 %. Secara tahunan, PDB industri pengolahan tumbuh 4,43 %. Pertumbuhan itu lebih lambat dibanding triwulan IV-2022 yang mencapai 5,64 % dan triwulan I-2022 sebesar 5,07 %.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani berpendapat, situasi global 2023 tergolong sulit lantaran laju inflasi, pengetatan keuangan, dan tingginya risiko krisis ekonomi menyebabkan pertumbuhan permintaan pasar dalam dan luar negeri relatif lambat dibanding tahun lalu. ”Apalagi, pemerintah menerapkan kebijakan neraca komoditas yang secara riil memengaruhi kelancaran suplai bahan baku/penolong impor untuk industri manufaktur. Kombinasi (situasi itu) membentuk kondisi yang sangat tidak ideal untuk meningkatkan keyakinan dan pertumbuhan kinerja manufaktur nasional,” katanya saat dihubungi pada Jumat (5/5). Untuk mendongkrak kinerja manufaktur dalam waktu singkat, Shinta berpendapat, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan permintaan pasar dalam negeri akibat lambatnya pertumbuhan daya beli domestik.Ekspansi pasar ekspor menjadi kunci. Produk manufaktur Tanah Air perlu ditingkatkan secara signifikan agar berdaya saing di pasar ekspor. Kelancaran rantai pasok industri juga mesti ditingkatkan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023