;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

INVESTASI SAHAM : Cerdas Emosi saat Pasar Bergejolak

06 May 2023

Pada dasarnya pasar modal bukan sektor yang stabil. Sifat alami pasar modal memang selalu naik turun karena setiap pelaku pasar diberi kebebasan untuk menjual dan membeli aset tertentu sesuai dengan nilai yang dikehendaki. Terkadang, gelombang naik dan turunnya terasa kecil, tetapi pada periode tertentu bisa bergerak lebih besar. Investor tidak perlu panik dalam menghadapi situasi yang terus berfluktuasi tersebut. Menurut Perencana Keuangan sekaligus CEO JOOARA Gembong Suwito, nilai saham yang turun tidak perlu langsung dijual. Pada posisi ini, investor perlu berpikir tenang dan tidak panik. Sebab, kepanikan akan membuat keputusan investasi tidak berdasarkan rencana dan strategi yang matang. Langkah pertama ketika mengetahui nilai investasi turun adalah dengan evaluasi. Biasanya semua akan disandarkan kembali ke tujuan awal dan karakter investasi dari si investor tersebut. Tujuan investasi seseorang akan berpengaruh pada instrumen yang dipilih, strategi, dan karakter dari si investor. Misalnya, jika tujuannya adalah jangka panjang, tentunya investor tidak perlu panik dengan gejolak yang terjadi sekarang. Sebab, penurunan yang terjadi biasanya hanya sementara. Setelah terjadi fluktuasi, nilai saham justru akan kembali pulih dan berada di nilai yang relatif lebih baik. Artinya, ketika nilai saham sudah menyentuh batas bawah yang sudah ditentukan, investor perlu bertindak agar kerugian tidak bertambah banyak. Financial Planner dari Finansialku Rizqi Syam mengatakan kunci dari investasi adalah saham. Gejolak yang terjadi di pasar modal tidak selalu harus ditanggapi dengan kepanikan. Namun, bagi pemula di dunia saham, memang hal ini cukup sering terjadi. Investor baru di dunia saham sering panik saat saham turun karena tidak mempelajari instrumen investasinya secara menyeluruh. Mereka juga terkadang hanya mengandalkan asumsi tanpa didasari oleh data-data yang valid.

Perekonomian Diperkirakan Melambat

05 May 2023

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2023 diperkirakan bakal sedikit melambat. Konsumsi rumah tangga yang belum pulih betul serta turunnya kinerja ekspor akibat normalisasi harga komoditas global jadi risiko yang perlu diantisipasi sepanjang paruh awal 2023. Sejumlah ekonom memproyeksikan, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini berada di bawah 5 %, yakni di kisaran 4,8 %-4,9 %. Kondisi itu turun dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2022 sebesar 5,01 % serta sepanjang tahun 2022 sebesar 5,31 %. Perkiraan itu dikemukakan menjelang pengumuman data produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan I-2023 oleh BPS, Jumat (5/5).

Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Kamis (4/5), konsumsi rumah tangga masih akan jadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi awal tahun ini, terutama di tengah kinerja ekspor yang melemah akibat menurunnya harga komoditas global. Meski demikian, terjadi tren pelambatan pada laju konsumsi rumah tangga ketimbang sebelumnya. Hal itu  terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) atau Survei Penjualan Eceran per triwulan I-2023 yang dirilis BI pada 12 April 2023. IPR triwulan I-2023 diperkirakan tumbuh 1,6 % secara tahunan, melambat dibandingkan dengan IPR triwulan IV-2022 sebesar 1,9 %. Survei BI memprediksi, penjualan eceran di hampir semua kategori barang masih terkontraksi pada triwulan I-2023, kecuali sektor makanan dan minuman yang tumbuh 4,5 %. Meski tumbuh positif, penjualan eceran di sektor makanan dan minuman itu hanya naik tipis dari 4,4 % pada triwulan sebelumnya. (Yoga)


Kenaikan Bunga The Fed Tidak Pengaruhi Rupiah

05 May 2023

Kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve atau The Fed, sebesar 0,25 % poin menjadi 5-5,25 %, pada hari Rabu (3/5) waktu setempat, diyakini tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas nilai tukar. Sebab, kenaikan tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. ”Karena sesuai ekspektasi, para pemilik modal pun tidak lantas serta-merta menarik modalnya dari Indonesia atau capital outflow sehingga tidak memicu gejolak nilai tukar rupiah,” ujar Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual saat dihubungi pada Kamis (4/5).

David menjelaskan, berbagai indikator perekonomian Indonesia yang dalam kondisi positif juga memberikan keyakinan para pemilik modal bahwa risiko investasi di Indonesia cenderung menurun. Alih-alih melemah setelah The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga, nilai tukar rupiah justru menguat terhadap dollar AS. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), pada perdagangan Kamis, kurs rupiah ditutup di level Rp 14.632, menguat ketimbang perdagangan Rabu yang sebesar Rp 14.706. Adapun sejak awal tahun hingga Kamis (4/5), nilai tukar rupiah telah menguat sebesar 6,15 %. Penguatan nilai tukar rupiah itu ditopang oleh derasnya arus modal masuk ke dalam negeri. (Yoga)


Harga Beras Tekan Usaha Warung Nasi

05 May 2023

Tingginya harga beras turut menekan pedagang warung nasi. Sejumlah pedagang yang mayoritas berskala UMKM serta melayani pekerja sektor informal sebagai pelanggan memilih untuk menanggung kenaikan harga. Namun, sebagian lainnya terpaksa menaikkan harga atau mengurangi porsi nasi yang dijual. Berdasarkan data Panel Harga Bapanas per Kamis (4/5) rata-rata nasional harga beras medium ditingkat pedagang eceran senilai Rp 11.900 per kg, sedangkan beras premium Rp 13.620 per kg. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, rata-rata nasional harga beras medium Rp 10.810 per kg dan beras premium Rp 12.340 per kg. Sejumlah pelaku UMKM, khususnya warung nasi, mengandalkan beras sebagai bahan baku.

Mereka antara lain pelaku usaha warung tegal, nasi padang, nasi goreng, nasi uduk, nasi kuning, nasi kucing, dan nasi rames. Ada juga dagangan lain yang mengandalkan beras, seperti ketupat, lontong, dan arem-arem. Ketua Umum Asosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny, Kamis (4/5), mengatakan, sejumlah pelaku UMKM pedagang warung nasi sudah menaikkan harga. Dia mencontohkan, terdapat pedagang yang menaikkan harga nasi dari Rp 3.000 per porsi pada tahun lalu jadi Rp 4.000 per porsi. Adapun bagi pedagang yang tidak menaikkan harga, pilihannya adalah mengurangi porsi nasi yang dijual. Oleh sebab itu, untuk mengatasi kesulitan pedagang warung nasi, Hermawati berharap pemerintah dapat meredam harga beras, karena ada tambahan pasokan dari impor. Pasokan ini diharapkan dapat segera membanjiri pasar. (Yoga)


Pendapatan Garuda Naik, Kerugian Turun

05 May 2023

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan secara grup 602,99 juta dollar AS pada triwulan I-2023 atau tumbuh 72 % secara tahunan. Garuda juga membukukan penurunan rugi bersih sebesar 50,91 % menjadi 110,03 juta dollar AS. ”Pada triwulan II-2023, kami optimistis pendapatan Garuda bakal berkontribusi besar terhadap pendapatan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Kamis (4/5/2023), di Jakarta. (Yoga)

Aturan Pengelolaan Reksa Dana Diperkuat

05 May 2023

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat aturan pengelolaan reksa dana dengan menerbitkan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2023 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Aturan ini diterbitkan menyikapi isu likuiditas dalam pengelolaan reksa dana dan pengembangan reksa dana yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan. (Yoga)

Jakarta-Bogor Jalin Kerja Sama Angkutan

05 May 2023

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Kota Bogor di bidang transportasi untuk mengatasi kemacetan dan mempermudah mobilitas warga. Itu terungkap dalam pertemuan antara Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kamis (4/5) di Balai Kota DKI Jakarta. Bus Transjakarta akan membantu mobilitas warga Bogor ke Jakarta.  Ada satu titik pertemuan antar angkutan umum yang dioperasikan Pemprov DKI dengan Kota Bogor. Di titik itu, penumpang berpindah angkutan. (Yoga)

MENGURAI HAMBATAN RUMAH BERSUBSIDI

05 May 2023

Sekjen Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia atau Apersi Daniel Djumali mengungkapkan, pengembang rumah bersubsidi seakan dihadang rentetan persoalan selama beberapa tahun terakhir. Persoalan utama meliputi hambatan perizinan dan belum adanya penyesuaian patokan harga jual rumah bersubsidi selama lebih dari tiga tahun. Hambatan perizinan yang belum tuntas menyebabkan langkah pengembang dalam memasok rumah rakyat,termasuk rumah bersubsidi, semakin berat. Persoalan perizinan itu mencakup peralihan dari IMB menjadi persetujuan bangunan gedung (PBG) yang lamban di sejumlah daerah. Selain itu, penetapan aturan lahan sawah dilindungi (LSD) di sejumlah kabupaten/kota dan provinsi yang dinilai tumpang tindih dengan rencana tata ruang (RTR) dan kontraproduktif dengan program perumahan.

Daniel menambahkan, persoalan LSD turut memicu masalah perizinan, pelayanan pertanahan, dan persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (PKKPR). Kerap terjadi, lahan yang sudah dimiliki pengembang perumahan masuk dalam area LSD sehingga pengembang tidak bisa memperoleh izin membangun. Beberapa kawasan hunian yang sudah selesai dibangun bahkan tercatat masuk dalam LSD. Sementara itu, persyaratan dan jangka waktu pengurusan PBG berbeda-beda hampir di setiap daerah sehingga membingungkan pengembang. Persoalan izin yang rumit memakan waktu dan biaya tinggi. Masalah perizinan dirasa kian pelik dengan tertundanya penyesuaian patokan harga jual rumah bersubsidi selama lebih dari tiga tahun dan menyebabkan arus kas pengembang tergerus. ”Perizinan untuk rumah bersubsidi seharusnya dipermudah karena rumah ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Di samping itu,(pembangunanrumah) dapat menekan backlog (kekurangan) rumah,” ujar Daniel, saat dihubungi, Jumat (14/4). (Yoga)


Pertumbuhan Ekonomi Asean 4,9% Tahun 2023

05 May 2023

JAKARTA, ID - Menjadi bagian dari rantai pasok produk ke RRT, AS, dan Eropa, peran Asean sebagai mesin pertumbuhan (engine of growth) atau espisentrum pertumbuhan (epicentrum of growth) ekonomi akan semakin penting pada masa mendatang. Tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi Asean 4,9% dan pada 2024 sebesar 5,2%. Salah satu faktor penopang pertumbuhan Asean adalah perdagangan 10 negara anggota Asean plus lima negara mitra dagang Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru— yang tergabung dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). “Asean adalah satu-satunya kawasan yang selama pandemi Covid-19 tidak masalah,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam halal bihalal dengan para pemimpin media massa di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (04/05/2023). Dalam 20 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Asean paling mengesankan dibandingkan kawasan lain. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan terbaru, April lalu, mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan turun dari 3,4% tahun 2022 ke 2,8% tahun 2023 dan naik tipis ke 3,0% tahun 2024. (Yetede)

Saham Teknologi Pimpin Penguatan IHSG

05 May 2023

JAKARTA, ID – Saham-saham sektor teknologi memimpin penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis (4/5) yang ditutup di zona hijau level 6.844 atau naik 0,46%. Sinyal penghentian suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate/FFR) menjadi salah satu katalis positif IHSG. Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih membenarkan bahwa pergerakan IHSG kemarin ditopang saham growth stock salah satunya sektor teknologi. Dia mengatakan, performa saham growth stock sejalan dengan proyeksi suku bunga The Fed yang saat ini telah mencapai terminal rate di level 5,1%. Hal itu memberikan katalis positif untuk saham growth stock dengan P/E yang tinggi bahkan negatif, serta saham dengan rasio utang yang tinggi. “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi do mestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendalipada April 2023 sebesar 4,33%(yoy), lebih rendah dari bulansebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). “IHSG diproyeksikan kembali mengalami penguatan. Penopang penguatan IHSG juga didorong data ekonomi domestik dalam momentum positif, di mana angka inflasi terkendali pada April 2023 sebesar 4,33% (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya 4,97% (yoy),” ujar Ratih, Kamis (4/5/2023). Kenaikan harga saham GOTO sejalan dengan peningkatan indeks saham sektor teknologi yang memimpin pertumbuhan dibanding indeks lain dalam perdagangan Kamis (4/5/2023). IDX Sector Technology bergerak naik 1,38%, disusul IDX Sector Infrastructures 1,29%. (Yetede)