PDB Kuartal I Tumbuh 5,03%, Tapi Deindustrialisasi Berlanjut
JAKARTA, ID — Di tengah ancaman resesi ekonomi dunia, laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal pertama 2023, yoy, sebesar 5,03%. Namun, sektor industri hanya bertumbuh 4,43%, sementara perannya terhadap PDB 18,57%, turun dari 21,28% kuartal keempat 2014. Kondisi deindustrialisasi ini cukup mencemaskan karena sektor industri diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lebih besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada triwulan IV-2014, pertumbuhan PDB manufaktur tercatat hanya 4,24% secara year on year (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara umum 5,01% yoy. Kondisi yang sama masih terjadi pada kuartal I-2023, dengan pertumbuhan PDB manufaktur 4,43% yoy dan pertumbuhan ekonomi RI 5,03% yoy. Dalam sembilan tahun terakhir, tercatat hanya satu kali, pada kuartal IV-2022, pertumbuhan manufaktur lebih besar yakni 5,64% yoy dibanding ekonomi nasional 5,01%. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, industri manufaktur tercatat konsisten mengalami deindustrialisasi dini, dengan porsi menurun tajam dari 19,21% terhadap PDB Indonesia kuartal I-2022 menjadi 18,57%. Porsi industri pengolahan turun sejalan dengan pertumbuhannya yang rendah hanya sebesar 4,43%, di bawah pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun ini. Kondisi itu mengancam jutaan pekerja di sektor manufaktur, khususnya manufaktur yang terimbas pelemahan pasar ekspor,” ujar Bhima ke pada Investor Daily. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023