Ekonomi
( 40512 )Suku Bunga Tinggi, Kerek Beban Bunga Utang RI
Era suku bunga tinggi perlu diwaspadai, khususnya terhadap utang RI. Pasalnya, beban bunga utang pemerintah, juga pokok utang ke depan bisa lebih tinggi.
Seperti diketahui, bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5%-5,25% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Kamis (4/5). Tingkat bunga acuan ini merupakan yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir.
Kenaikan ini berdampak terhadap pasar keuangan dalam negeri. Dari data Bank Indonesia (BI), premi
credit default swap
(CDS) lima tahun pada Kamis (4/5) lalu naik ke level 99,04
basis points
(bps), dari level sebelumnya 92,08 pada 28 April lalu.
Sementara itu, investor asing tercatat jual neto (
nett sell
) sebesar Rp 0,55 triliun di pasar surat berharga negara (SBN) pada periode 2 hingga 5 Mei 2023. Juga, tercatat nett sell sebesar Rp 0,4 triliun di pasar saham.
Kondisi itu perlu diwaspadai karena kenaikan suku bunga The Fed bakal berdampak terhadap pembayaran bunga utang pemerintah. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, pembayaran bunga utang pemerintah akan meningkat 5% hingga 7% dari target tahun ini yang sebesar Rp 441 triliun.
Untuk itu, Bhima menghimbau, agar pemerintah waspada. Salah satu solusinya bisa dengan memperkecil porsi penerbitan surat berharga negara (SBN) ataupun melakukan negosiasi dengan kreditur melalui forum
Debt Service Suspension Initiative
(DSSI) bersama anggota G20.
Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Sulistyo juga mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed bakal mengerek imbal hasil penerbitan SBN pemerintah, baik rupiah maupun
global bond. Hal itu untuk menarik minat investor asing masuk ke pasar SBN domestik. Akibatnya, beban utang pun bertambah.Sebab itu, efisiensi anggaran perlu dilakukan.
Properti Ditopang Pendapatan Berulang
Mayoritas emiten properti mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih selama tiga bulan pertama tahun ini. Meskipun begitu, kinerja emiten properti hingga akhir tahun ini masih berada di bawah bayang-bayang kenaikan bunga.
Salah satu emiten properti yang mencetak laba tinggi adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Laba bersih BSDE melonjak 154,09% menjadi Rp 883,98 miliar. Sementara itu, laba bersih PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) tumbuh 60,65% secara tahunan.
PT Intiland Development (DILD) juga membalikkan kerugian Rp 99,7 miliar di kuartal I-2022 menjadi laba bersih Rp 391,7 miliar pada kuartal I 2023.
Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, pendorong kinerja emiten properti ialah musim serah terima dari aset properti yang terjual pada tahun 2022. Alhasil pendapatan pun tumbuh positif dari tahun lalu.
Analis Phintraco Sekuritas Rio Febrian mengatakan, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memperpanjang pembiayaan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) hingga akhir tahun 2023 juga ikut mendorong penjualan properti. Hal itu menjadi langkah antisipatif terhadap dampak dari kenaikan suku bunga acuan BI yang berpotensi meningkatkan bunga KPR.
Head of Equity Research
Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, dampak negatif kenaikan suku bunga hanya akan terjadi dalam jangka pendek. Karena itu, Sukarno merekomendasi
trading buy
untuk saham DILD, BSDE, dan SMRA dengan target harga masing-masing Rp 190, Rp 1.225, dan Rp 655 per saham.
Kinerja Membaik, Namun Prospek Saham Masih Berat
Di tengah musim pengunduran diri sejumlah pimpinan bank digital, kinerja keuangan sektor ini tercatat mulai menunjukkan geliat. Memang, sebagian bank yang sudah untung mulai mengalami penurunan laba. Namun beberapa bank lain sudah berhasil mencatatkan penurunan kerugian secara signifikan. Ada juga bank yang baru mulai mencetak laba.
Tercatat ada lima bank digital yang profit di tiga bulan pertama tahun ini. Jika dirinci, Allo Bank Indonesia (BBHI) jadi bank penghasil laba terbesar yakni Rp 90,49 miliar. Disusul Bank Jago (ARTO) Rp 17,5 miliar, Seabank Rp 12,9 miliar, Bank Raya (AGRO) Rp 4,3 miliar, dan BCA Digital Rp 816 juta.
Meskipun secara umum kinerja bank digital membaik, pengamat melihat prospek sahamnya masih berat tahun ini. Pengamat ekonomi dan pasar modal Budi Frensidy mengatakan, para investor masih menunggu pembuktian para bank digital tersebut bisa membukukan profitabilitas yang berkelanjutan.
Selain itu, perubahan direksi bank digital, menurut Budi, akan memberikan harapan baru untuk lebih menaikkan laba bersih bank tersebut. Seperti diketahui, Bank Jago dan Bank Neo Commerce (BNC) akan mengganti pucuk pimpinannya.
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi, saham bank digital masih butuh waktu untuk kembali dalam tren naik . Menurut dia, momentum bank kelompok ini sudah lewat beberapa tahun lalu, di tengah ancaman inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.
Secara jangka menengah hingga panjang, Nico memandang saham bank digital akan menarik. Namun, untuk jangka pendek, valuasi dan rencana bisnis bank perlu dicermati. Pasalnya, bank masih harus kerja keras membentuk ekosistem digital.
OJK Perketat Investasi Sektor Asuransi
Atur ulang industri asuransi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum selesai. Terbaru, OJK mengatur batas maksimal perusahaan asuransi untuk berinvestasi di pihak-pihak terkait, dalam hal ini termasuk afiliasinya. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Lembaga Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pengaturan batasan terbaru ini berkaca dari beberapa masalah yang terjadi di perusahaan asuransi belakangan ini. "Beberapa permasalahan terjadi di perusahaan asuransi adalah investasi pada pihak terkait yang sangat besar," ujar Ogi, Jumat (5/5).
Meskipun tak disebutkan secara gamblang, PT Asuransi Jiwa Kresna menjadi salah satu yang mengalami masalah tersebut dan akhirnya gagal bayar. Seperti diketahui, portofolio produk asuransi Kresna Life banyak berbasis saham perusahaan terafiliasi.
Pertama, investasi selain subdana unitlink atau investasi perusahaan pada pihak terkait secara keseluruhan diatur paling tinggi 10% dari hasil penjumlahan ekuitas perusahaan dan pinjaman subordinasi. Pada aturan sebelumnya, batasnya adalah 25%.
Kedua, investasi pada pihak terkait secara keseluruhan subdana unitlink paling besar dibatasi 10% dari hasil penjumlahan ekuitas perusahaan dan pinjaman subordinasi. Ditambah, perusahaan dilarang menempatkan investasi subdana di luar negeri atas polis asuransi untlink berdenominasi mata uang rupiah.
Head of Investment Sinarmas MSIG Life Hadi Setiawan bilang, saat ini pihaknya memang memiliki investasi saham ke beberapa pihak terafiliasi, dengan total di bawah 0,1% aset perusahaan di luar aset subdana Paydi. Alasannya karena fundamental perusahaan yang baik.
PDRB KUARTAL I/2023 : GERAK LINCAH EKONOMI DAERAH
Sepanjang kuartal I/2023, perekonomian di daerah menunjukkan performa yang cukup apik. Sejumlah wilayah bahkan nyaris menembus pertumbuhan produk domestik regional bruto atau PDRB hingga level 7%. Bahkan, performa PDRB pada kuartal II/2023 juga diproyeksi bakal lebih solid. PDRB Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya yang pada kuartal I/2023 nyaris menembus level 7% atau tepatnya berada di level 6,95%.Perfoma apik wilayah ini bahkan berada di atas rata-rata nasional yang hanya bertengger di level 5,03% pada kuartal I/2023. “Hampir seluruh sektor utama menyumbang peningkatan ekonomi Kaltim pada kuartal I/2023,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) Ricky P Gozali dalam keterangan resminya, Sabtu (6/5). Menurutnya, sektor pertambangan masih mendominasi kinerja perekonomian wilayah ini dengan porsi mencapai 49,48% dari total PDRB Kaltim, dengan pertumbuhan sebesar 4,92% pada kuartal I/2023. Sementara itu, imbuhnya, industri pengolahan mencatat pertumbuhan PDRB sebesar 7,04% secara tahunan (year-on-year/YoY), yang didorong oleh peningkatan industri minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) lantaran panen kelapa sawit yang lebih baik.
Ricky menambahkan sektor konstruksi juga mengalami pertumbuhan signifi kan, mencapai 17,36% seiring dengan pembangunan proyek strategis nasional di provinsi ini.
Peningkatan ini, imbuhnya, didorong oleh permintaan dan harga komoditas yang tinggi.Tak hanya itu, Ricky juga mengungkapkan bahwa kinerja investasi meningkat pesat sebesar 11,21%, terutama dalam pembangunan konstruksi di wilayah Kaltim. Oleh karena itu, dia optimistis ekonomi Kaltim akan tetap positif di masa mendatang.
Provinsi lain yang mencatatkan kinerja PDRB nyaris 7% pada kuartal I/2023 adalah Kepulauan Riau (Kepri). Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mencatat perekonomian wilayah ini tumbuh sebesar 6,51% pada kuartal I/2023. Kepala BPS Kepri Darwin Sitorus mengungkapkan capaian itu lebih tinggi ketimbang kuartal I/2022 yang hanya 2,83%.
Di sisi lain, perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,29% pada kuartal I/2023. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Aryanto mengatakan hampir seluruh lapangan usaha di wilayah ini mengalami pertumbuhan, hanya sektor jasa keuangan dan asuransi yang tercatat mengalami kontraksi 0,06%.
Aryanto mengungkapkan dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 19,49%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pengeluaran pemerintah mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 58,28%.
Melihat Lagi Fungsi Setjen ASEAN
Keberadaan Sekretariat Jenderal Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN sangat penting dalam pelaksanaan operasional harian organisasi kawasan tersebut. Persoalannya, masyarakat AsiaTenggara belum banyak mengenal Sekretariat ASEAN yang gedungnya terletak di Jakarta ini. Setjen ASEAN, di dalam Pasal 11 Piagam ASEAN, dijelaskan sebagai kepala ketatausahaan organisasi kawasan. Lembaga ini bertugas melakukan koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan pelaksanaan segala kesepakatan ataupun proyek ASEAN. Untuk periode 2022-2027, posisi Sekjen ASEAN diampu oleh Kao Kim Hourn dari Kamboja. Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas, April 2023, Kao menjelaskan, fokus kerja Setjen ASEAN adalah memastikan penerapan pandangan ASEAN ter-hadap Indo-Pasifik (AOIP).
”Kuncinya terletak pada program kerja dan proyek yang nyata. Ini membuat para mitra wicara ASEAN percaya dan mau untuk menanam modal, finansial, serta teknologi kepada negara-negara anggota ASEAN,” ujarnya. Kao menekankan, proyek nyata ini pula yang bisa meredam persaingan politik antarnegara adidaya dan berbagai pakta keamanan internasional di Asia Tenggara Prinsip ASEAN sudah jelas, yaitu tidak berpihak kepada siapa pun dan tidak memusuhi siapa pun. ”Segala jenis kerja sama dilakukan dengan inklusif dan transparan. Setjen mengoordinasi kerja sama serta menjembatani antara mitra wicara dan negara-negara anggota,” katanya. Peneliti isu ASEAN untuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Khanisa Krisman, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (7/5) menjelaskan, satu hal yang harus dipahami ialah ASEAN berbeda dari organisasi kawasan lainnya, misalnya Uni Eropa. ASEAN tidak memiliki markas besar ataupun kantor pusat, tetapi sekretariat. Hal ini menggarisbawahi bahwa dalam ASEAN, setiap negara anggota memiliki satu suara sehingga keputusan diambil dengan cara musyawarah. (Yoga)
Dunia Arab Terpikat ASEAN
Indonesia menjadi tuan rumah KTT Ke-42 ASEAN yang digelar di LabuanBajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei ini. Organisasi regional yang didirikan tahun 1967 itu memiliki kisah panjang, termasuk hubungannya dengan dunia Arab. Dunia Arab sudah sejak tiga dekade lalu, persisnya sejak tahun 1990-an, melihat ASEAN sebagai kawasan yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerja sama perdagangan dan ekonomi. Dunia Arab saat itu sangat mengagumi keberhasilan pembangunan ekonomi kawasan ASEAN sehingga lahir negara-negara yang dijuluki ”Macan Asia” di kawasan itu. Negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Indonesia, sudah populer di mata dunia Arab sebagai Macan Asia. Singapura sudah dikenal lama sebagai negara maju, setara dengan Jepang, Korsel, dan Eropa. Dunia Arab terakhir ini semakin apresiatif terhadap Asia, termasuk ASEAN, khususnya setelah tercapainya kesepakatan normalisasi hubungan Iran-Arab Saudi pada Maret lalu dengan mediasi China.
Mulai muncul rumor sebaiknya China merintis upaya mendamaikan Palestina-Israel karena sampai saat ini tidak ada satu pun negara, termasuk AS, mampu mendamaikan Palestina-Israel. Hubungan dunia Arab, khususnya negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC); Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Kesultanan Oman, dan Uni Emirat Arab (UEA) dengan ASEAN sudah terjalin sejak 1990-an. Saat itu GCC terpincut kemajuan ekonomi ASEAN yang membuat GCC ingin membangun kerja sama ekonomi dengan ASEAN. Sejak saat itu, GCC-ASEAN sepakat menggelar pertemuan tahunan di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York, ASt. GCC dan ASEAN menandatangani nota kesepahaman (MOU) di Bahrain pada Juni 2009 yang menjadi dasar kerja sama GCC-ASEAN di bidang ekonomi dan perdagangan bebas. Sejak itu, GCC-ASEAN sering menggelar pertemuan bilateral. Terakhir pertemuan itu digelar pada September 2019. Impor GCC dari ASEAN 6 % dari keseluruhan impor GCC dari seluruh dunia pada 2016-2020. Investasi GCC di ASEAN mencapai 13,4 miliar USD sejak 2006. UEA memiliki investasi terbesar di ASEAN. (Yoga)
Pekerjaan Rumah Sektor Perdagangan ASEAN
Di bawah keketuaan Indonesia, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan dijadikan episentrum pertumbuhan ekonomi dunia. Salah satu sasarannya ialah memperkuat sektor perdagangan. Namun, itu tak akan semudah membalik telapak tangan. ASEAN masih memiliki tiga pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara terencana dan bertahap, terkait perdagangan barang intra-ASEAN dan inter-ASEAN, serta rantai pasok nilai ASEAN dan global. Sejak era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bergulir pada 2015, perdagangan barang intra-ASEAN masih stagnan. Pertumbuhan perdagangan barang antar negara anggota ASEAN itu belum banyak berubah dari sebelum integrasi MEA. Dalam satu dekade (2012- 2021), perdagangan barang intra-ASEAN bergerak di rentang 518 miliar USD hingga 712 miliar USD, hanya tumbuh 20-24 %, masih cukup jauh dari target 30 % yang ditetapkan. Padahal, dalam rangka integrasi MEA, ASEAN telah mengubah tarif banyak komoditas menjadi atau mendekati nol persen.
ASEAN juga mengembangkan perdagangan digital yang menyasar pengembangan pasar usaha kecil menengah. Stagnasi itu terjadi lantaran negara-negara di kawasan Asia Tenggara memproduksi jenis barang ekspor yang relative sama. Misalnya, makanan-minuman, produk olahan pertanian, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur. Karena itu, produk-produk itu tidak dapat diekspor kepada sesama anggota dalam jumlah besar. Di sisi lain, perdagangan ASEAN dengan negara atau kawasan lain berkembang cukup signifikan selama satu dekade. Nilai perdagangan inter-ASEAN itu meningkat secara bertahap dari 1,87 triliun USD pada 2012 menjadi 2,63 triliun USD pada 2021. Namun, perdagangan itu masih perlu dioptimalkan kembali melalui perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional(RCEP) yang berlaku sejak 1 Januari 2022. Jangan sampai ASEAN yang memelopori perjanjian itu justru tertinggal dari negara di luar ASEAN. (Yoga)
190 Bank di AS Berpotensi Bangkrut
Sedikitnya 190 bank di Amerika Serikat berpotensi bangkrut. Dari jumlah itu, kini 12 bank dipersepsikan terancam bangkrut, ditandai dengan kejatuhan tajam harga-harga sahamnya. Perdagangan saham dua bank di AS, PacWest dan Western Alliance, terpaksa dihentikan karena kejatuhan saham 50 % lebih dalam sehari, Rabu (3/5/2023). Sebanyak 4.844 bank di AS menghadapi persoalan penurunan nilai aset mereka akibat kenaikan suku bunga bank sentral AS. (Yoga)
Ekonomi Tumbuh Positif, tetapi Belum Pulih
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2023 mencapai 5,03 % secara tahunan, melampaui ekspektasi. Namun, jalan menuju pemulihan ke level sebelum pandemi masih panjang. Kendati tumbuh positif, beberapa indikator kunci belum kembali ke kondisi normal. BPS mengumumkan, perekonomian RI tumbuh 5,03 % secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2022 yang sebesar 5,01 % secara tahunan. Dengan capaian itu, ekonomi RI konsisten tumbuh di atas 5 % selama enam triwulan berturut-turut sejak triwulan IV-2021. Realisasi pertumbuhan ekonomi itu juga melampaui prediksi ekonom yang memperkirakan pertumbuhan pada triwulan pertama tahun ini berkisar 4,8-4,9 %. BPS mencatat, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi bersumber dari konsumsi rumah tangga, yakni 2,44 % disusul pertumbuhan perdagangan luar negeri 2,10 %, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebagai indikator investasi 0,68 %, dan konsumsi pemerintah 0,22 %.
”Konsumsi rumah tangga dan perdagangan luar negeri kita masih kuat menopang pertumbuhan ekonomi selama triwulan pertama tahun ini,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/5). Secara rinci, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,54 %. Realisasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi pada triwulan I-2022 sebesar 4,34 % dan di atas capaian triwulan IV-2022 sebesar 4,48 %, meski masih di bawah 5 %. Pertumbuhan tertinggi ada di sektor transportasi dan komunikasi, didorong oleh meningkatnya penjualan sepeda motor dan mobilitas penumpang di angkutan darat, laut, dan udara. Peningkatan konsumsi juga terlihat di sector restoran dan hotel, tecermin daritingkat hunian kamar hotel yang tumbuh positif. ”Momentum Ramadhan ikut mendorong pertumbuhan konsumsi, khususnya di sektor makanan dan minuman,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









