;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Produk UMKM Didorong Masuk E-katalog

04 Jul 2023

Pemerintah tetap menginginkan pelibatan aktif pelaku UMKM ke dalam platform katalog elektronik pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah. Jumlah produk UMKM yang masuk katalog elektronik atau e-katalog ditargetkan naik dari 2,9 juta menjadi 5 juta unit tahun ini. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM RulliNuryanto, Senin (3/7) di sela-sela peluncuran aplikasi Juragan Doku, di Jakarta. Untuk mencapai target, menurut Rulli, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan sejumlah pemangku kepentingan,termasuk komunitas UMKM.

”Sebanyak 40 % belanja kementerian/lembaga harus menyerap produk UMKM. Upaya pemerintah agar produk UMKM masuk ke platform e-katalog pengadaan barang/jasa pemerintah harus dilihat sebagai upaya untuk mendorong perluasan pasar,” ucap Rulli. Rulli menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberikan dukungan. Salah satunya, lewat pembiayaan melalui program KUR. Pada 2023, alokasi KUR naik menjadi Rp 450 triliun. Tahun sebelumnya, alokasi KUR mencapai Rp 365 triliun. Sekjen Sahabat UMKM (komunitas UMKM) Faisal Hasan Basri berpendapat, inisiatif pemerintah meningkatkan jumlah produk UMKM di platform e-katalog pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan hal yang patut disyukuri. Ini berarti pemerintah membuka kesem-patan yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang. Kesempatan itu sebaiknya diikuti persiapan produksi yang matang dari para pelaku UMKM. (Yoga)


Industri Tekstil Masih Menderita

04 Jul 2023

Kendati Indeks Manajer Pembelian (PMI) Indonesia pada Juni 2023 tercatat ekspansif di level 52,5, industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri masih terkontraksi. ”Industri tekstil masih menderita karena pasar domestik dibanjiri produk impor, terutama yang masuk melalui Pusat Logistik Berikat atau PLB,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Senin (3/7/2023), di Jakarta. Pada Mei lalu, PMI Indonesia tercatat 50,3. (Yoga)

Indonesia Kembali ke Kelas Menengah Atas

04 Jul 2023

Indonesia kembali masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas (upper middle-income) menurut data yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2023. Pendapatan nasional bruto per kapita Indonesia naik dari 4.170 dollar AS (2021) menjadi 4.580 dollar AS pada 2022. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Senin (3/7/2023), pemulihan ekonomi yang kuat menempatkan RI kembali sebagai kelas menengah atas. (Yoga)

RI-JEPANG, Kontribusi pada Rantai Pasok, Kepercayaan pada SDM Lokal

04 Jul 2023

Keberadaan perusahaan-perusahaan manufaktur asal Jepang dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain terkait proses alih teknologi dan pengetahuan, eksistensinya dianggap turut mengembangkan perusahaan dalam negeri. Apalagi regulasi mendorong peningkatan komponen dalam negeri. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), di bawah Sharp Corporation di Jepang, misalnya, bermitra dengan PT Yasonta saat hadir di Indonesia tahun 1970. SEID berkembang meraih pangsa pasar Indonesia, khususnya pada alat-alat elektronik, seperti televisi, lemari es, mesin cuci, dan penyejuk ruangan (AC). Setelah pabrik televisi, lemari es, dan mesin cuci di KIIC, Kabupaten Karawang, Jabar, Sharp mengoperasikan pabrik AC sejak April 2023.

”Kami melihat pasar yang luas (di Indonesia) dan juga sebagai adaptasi terhadap kebijakan pemerintah yang mengarah ke produksi lokal dan mengurangi impor,” kata National Sales Senior GM SEID Andry Adi Utomo, di Jakarta, Jumat (23/6).  Andry menambahkan, rantai pasok produksi melibatkan perusahaan yang ada di Indonesia kendati sebagian di antaranya terafiliasi dengan perusahaan asal Jepang. Tak dimungkiri, tingginya nasionalisme membuat SEID memprioritaskan perusahaan-perusahaan Jepang. Tapi, jika harganya tak kompetitif, SEID memilih perusahaan asal negara lain. ”Untuk produksi AC, sekarang sudah 50 % lebih komponen (berasal) dari dalam negeri. Kami sedang mencari kompresor buatan lokal. Sebab, saat ini masih impor, seperti dari Malayasia, Thailand, dan China. Kalau ada pabrik kompresor di Indonesia, TKDN (tingkat komponen dalam negeri) AC akan meningkat,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia semakin banyak di SEID, sementara SDM Jepang berkurang. Saat ini, karyawan SEID sekitar 3.000 orang, hampir semuanya warga Indonesia. Ekspatriatnya hanya lima orang. ”Artinya, mereka (Jepang) sudah percaya dengan SDM Indonesia. Memang ekspatriat awalnya banyak, setelah berkembang, ada efisiensi biaya. Ternyata dipegang (SDM) lokal pun bisa, bahkan membaik. Sejak 2015, ekspatriat berkurang banyak,” ujarnya. Meski demikian, kata Andry, pengawasan mutu tetap dijaga. Audit pun dilakukan Sharp Corporation setiap tahun dan prosedur standar operasi dipantau agar tetap sesuai dengan standar internasional Jepang. (Yoga)


Butuh Intervensi Agar Kredit Tak Cekak

04 Jul 2023

JAKARTA,ID-Bidang usaha perikanan  dan kelautan mutlak mendapatkan dukungan dan intervensi dari pemerintah agar porsi kucuran kredit perbankan ke sektor tersebut tak terkunci di bawah 1%. Dukungan dan intervensi itu dibutuhkan untuk  menyingkirkan sejumlah tantangan seperti skala bisnis sektor perikanan yang masih kecil sehingga perbankan enggan untuk  mendanai. Tantangan lain adalah infrastruktur sektor perikanan dan kelautan, seperti kapal, storage, dan tempat pelelangan ikan, yang masih terbatas. Selanjutnya sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang terbatas dan kontinuitas  produksi relatif tidak stabil dikarenakan tergantung dengan kondisi dan cuaca/alam. Selain itu, mayoritas nelayan merupakan  nelayan kecil (unbankable) yang meliputi 99% dari total armada tangkap saat ini. "Secara bisnis, sektor perikanan  juga memiliki beberapa 'PR' yang perlu diselesaikan. Kami melihat, dukungan pemerintah masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan ketertarikan industri keuangan pada sektor ini, khususnya untuk penyediaan  infrastruktur yang layak," ujar Chief Economics PT Bank Mandiri (persero) Tbk Andry Asmoro kepada Investor Daily, Senin (03/07/2023). (Yetede)

Ekonomi Biru, Mesin Baru Pertumbuhan Asean

04 Jul 2023

JAKARTA,ID-Ekonomi biru berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean). Lautan di kawasan Asean disebut menyumbang 2,5% dari permukaan seluruh lautan. Didalam kawasan Asean saja, lautan (water area) mencakup sebanyak 66% dari total luas keseluruhan (lautan). Kendati produk domestik bruto (PDB) keseluruhan Asean tumbuh 10,3% selama periode 2016-2021, pemanfaatan ekonomi biru sebagai sumber  kemakmuran baru dilakukan dalam rangka mendongkrak ekonomi sehingga negara-anggota Asean yang masih menyandang status pendapatan menengah ke bawah. Pada 2021, ada lima negara Asean yang berpenghasilan menengah ke bawah, yaitu Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, dan Vietnam. Selain itu, ada tiga negara Asean yang tergolong berpenghasilan menengah ke atas, yakni Indonesia, malaysia, dan Thailand yang masih terjebak status pendapatan menengah selama 13 tahun. Demikian disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acar Asean Bule Economy Forum 2023 di tanjung Pandan, Kepulauan bangka Belitung, Senin (3/7/2023). "Asean membutuhkan mesin pertumbuhan baru untuk meningkatkan kemakmuran kesejahteraan rakyat," kata dia. (Yetede)

Harga Rumah di Singapura Turun Juga

04 Jul 2023

JAKARTA,ID-Harga rumah pribadi di Singapura dilaporkan turun untuk kali pertama  dalam tiga tahun terakhir pada kuartal II-2023. Kondisi ini menunjukkan pasar sedang melemah akibat pembatasan terbaru oleh pemerintah yang menyasar sektor properti. Menurut prediksi singkat yang dirilis otoritas Pengembangan Kota (Urban Redevelopment Authority (URA), nilai properti pribadi turun 0,4% dari tiga bulan sebelumnya, yang sempat naik 3,3%. "Ini adalah penurunan kuartalan pertama harga sejak kuartal 1-2020 karena momentum harga mereda di semua segmen pasar," kata URA, yang dikutip CNA pada Senin (03/07/2023). Momentum harga yang akhirnya mereda disebabkan penaikan  pasar properti di Singapura berlawanan dengan perlambatan global dari London di Inggris hingga Shanghai di Tiongkok. Untuk menjaga harga apartemen, pemerintah Singapura kemudian melipatgandakan bea materai (additional buyer's stamp duty/ABSD) bagi para pembeli asing pada April 2023 menjadi 60%. Ini adalah yang tertinggi diantara pasar-pasar utama. Pihak berwenang juga menaikkan  pungutan untuk para pembeli rumah kedua. "Kami akan terus mengawasi pasar properti, dan menyesuaikan kebijakan kami jika diperlukan," ujar menteri Pembangunan Nasional Singapura Desmon Lee. (Yetede)

Beleid Uni Eropa Ancam Komoditas Indonesia

03 Jul 2023

Pasar ekspor komoditas Indonesia mendapat ancaman ganda. Selain gejolak ekonomi global, tantangan terbaru datang dari Eropa. Hal ini setelah negara di Benua Biru yag tergabung dalam Uni Eropa (UE) menetapkan Undang-Undang Anti Deforestasi (EUDR) sejak Mei 2023. Lewat aturan tersebut, sejumlah komoditas seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), kopi, daging, kayu, kakao, kedelai dan karet yang masuk pasar Uni Eropa harus terbebas dari isu dan hasil deforestasi alias penebangan hutan. Uni Eropa adalah salah satu pasar potensial bagi produk ekspor Indonesia. Dengan ancaman tersebut, Mandiri Office of Chief Economist Group memperkirakan pemerintah berpotensi kehilangan penerimaan sebesar US$ 5,15 miliar akibat dari beleid tersebut. Head of Industry & Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani menilai ekspor komoditas yang paling terdampak adalah minyak sawit dan produk turunannya, serta minyak nabati lainnya. Tahun lalu saja, ekspor minyak sawit dan minyak nabati lainnya mencapai US$ 3,15 miliar ke Uni Eropa. Analis Industri Bank Mandiri, Muhammad Osribillal menambahkan, selain minyak sawit, pasar Uni Eropa berkontribusi sekitar 15% dari total ekspor kakao dan karet. Sedang komoditas kopi, ekspor ke pasar Uni Eropa hingga 20% tahun lalu. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual menyebut, penerimaan negara juga bakal kena imbasnya. Sebab, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ekspor sumber daya alam Indonesia ke pasar Eropa cukup besar yakni sekitar 45%. Sementara ekspor Indonesia ke Uni Eropa hanya mencapai US$ 21,5 miliar.

IHSG Bisa Menguat di Semester Kedua

03 Jul 2023

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di posisi 6.661,87 di akhir semester pertama tahun ini. Artinya, IHSG sudah melemah 2,76% sejak awal tahun. Lima sektor saham mengalami penguatan hingga akhir perdagangan Juni, Selasa (27/6). Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan kenaikan 14,37%. Pada saat yang sama, ada enam sektor saham melemah. Sektor energi anjlok paling dalam, minus 23,76% sepanjang semester pertama 2023. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengatakan, ada sejumlah katalis yang muncul di luar ekspektasi pasar. Mulai dari sentimen kebangkrutan bank regional di Amerika Serikat (AS), batas utang atau debt ceiling AS, hingga lambatnya pertumbuhan ekonomi China. Harga komoditas yang turun juga membuat saham sektor energi terkoreksi. Kondisi ini turut menjadi penekan IHSG di paruh pertama 2023. "Muncul banyak risiko tak terduga sehingga menghambat laju IHSG," kata Nico, Minggu (2/7). Founder dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menimpali, siklus IHSG mulai melandai di semester kedua tahun lalu. Fase konsolidasi ini berlanjut pada semester I-2023. "Tema besar yang mempengaruhi indeks saham adalah kenaikan suku bunga," sebut Fendi. Sektor saham yang berpotensi mendorong laju IHSG pada semester kedua adalah keuangan, industri, pertambangan, barang konsumsi, hingga properti. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, IHSG punya peluang berbalik menguat pada semester kedua, asal mampu bertahan pada support krusial di 6.542 dengan 6.971 sebagai area resistance-nya. Sektor saham yang menarik adalah keuangan dan konsumer primer, seperti ARTO, BBRI, PNLF, JPFA, ANJT dan GGRM.

Tak Ada Lagi Diskon Sewa Gerai

03 Jul 2023

Kinerja emiten ritel mulai meningkat. Meski begitu, harga saham para emiten masih tertekan. Tahun ini prospek emiten ritel dinilai masih netral akibat tekanan pada laba operasional dan laba bersih emiten. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menilai, penurunan harga saham emiten ritel mengikuti kinerja fundamentalnya. Rilis kinerja emiten peritel secara rata-rata per kuartal I-2023 mengalami penurunan dibanding periode sama tahun lalu. Ini khususnya di pos laba operasional dan laba bersih. Padahal dari sisi pendapatan, emiten ritel mencetak pertumbuhan di kuartal I 2023 adalah PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten grup Lippo ini mencetak pertumbuhan pendapatan 11,62% menjadi Rp 1,44 triliun namun laba bersih turun 30,18% jadi Rp 101,28 miliar. Praska mengatakan, lesunya bottom line emiten ritel akibat peningkatan biaya operasional dan tren kenaikan suku bunga. Hal ini memicu minat penggunaan fasilitas pembiayaan untuk belanja. Sejalan dengan penurunan bottom line, harga saham emiten ritel karena belum adanya katalis positif baru setelah momentum rilis kinerja kuartal I dan musim pembagian dividen final. Akibatnya membuat mayoritas emiten ritel cenderung tertekan, khususnya emiten ritel dengan sasaran kelas menengah bawah. Analis Buana Capital, James Stanley Widjaja menambahkan, efek suku bunga dapat memberikan tekanan besar pada emiten ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Ia melihat, leverege keuangan ERAA mengkhawatirkan karena tingkat suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama. Nampak dari rasio utang bersih terhadap ekuitas ERAA meningkat menjadi 0,94 kali dari 0,34 kali pada kuartal I 2022. Analis Samuel Sekuritas Ashalia Fitri mengatakan, keberhasilan MAPI menjaga pendapatan tetap tumbuh hingga 32% membuktikan bahwa perusahaan ini masih bisa membaca keinginan pasar. Tapi MAPI tetap tidak mampu menahan kenaikan beban operasional sehingga laba bersihnya turun. "Penurunan laba karena MAPI sudah tidak memperoleh diskon biaya rental dari landlord," jelas Ashalia. Penurunan diskon biaya rental MAPI sudah terlihat sejak 2022.