;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Penyederhanaan Perizinan untuk Tingkatkan Produksi Udang

27 Jun 2023

Penyederhanaan perizinan dan kapasitas berusaha perlu didorong untuk memajukan sektor budidaya udang. Pemerintah pusat dan daerah dinilai perlu bersinergi untuk membenahi masalah regulasi yang dikeluhkan pelaku usaha tambak udang. Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan, usaha budidaya udang menawarkan nilai ekonomi yang potensial. Indonesia menempati peringkat ketiga dalam ekspor udang global setelah Ekuador dan India. Meski demikian, kontribusi Indonesia dalam pasar udang global tercatat baru 6 %. ”Peluang besar peningkatan pasar dalam industri udang sepatutnya dioptimalkan,” ujarnya, dalam panen raya tambak percontohan budidaya udang berbasis kawasan (BUBK) milik KKP di Kebumen, Jateng, Senin (26/6).

Wapres Amin menambahkan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memajukan sektor budidaya udang, yakni penyederhaan izin dan kapasitas berusaha. Masalah regulasi kerap dikeluhkan pelaku usaha tambak udang. Disisi lain, praktik budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu terus dipastikan. Selain itu, dibutuhkan peningkatan kapasitas SDM serta keterlibatan masyarakat dan pekerja local dalam pengelolaan tambak budidaya melalui pelatihan dan pendampingan, juga kemudahan akses sumber daya dan permodalan. (Yoga)


Uang Beredar Mei 2023 Meningkat 6,1 Persen

27 Jun 2023

Posisi uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2023 sebesar Rp 8.332,3 triliun atau tumbuh 6,1 persen secara tahunan.  Perkembangan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan uang kuasi sebesar 9,9 persen secara tahunan. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono pada Senin (26/6/2023) di Jakarta. (Yoga)

Harga Naik, Pedagang dan Pemasok Ayam Mogok

27 Jun 2023

Pedagang dan pemasok ayam di Cirebon, Jawa Barat, mogok berjualan, Senin (26/6/2023). Mereka memprotes harga ayam potong yang mencapai Rp 30.000-Rp 31.000 per kilogram. Padahal, biasanya Rp 17.000- Rp 20.000 per kg. ”Kami demo karena ingin menstabilkan harga ayam,” kata Deni Kustandi, perwakilan aksi tersebut. Mereka akan kembali berjualan Selasa (27/6) ini. (Yoga)

Asing Masih Doyan Kejar Multifinance Lokal

27 Jun 2023

Industri pembiayaan dalam negeri terus memikat investor. Pasar yang semakin besar menjadikan investor berbondong-bondong masuk. Terbaru, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG Group) mengumumkan membeli 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) senilai Rp 7,04 triliun. MUFG Group membeli saham milik PT Jayamandiri Gemasejati (JG Motor) bersama dengan sejumlah pemegang saham lain, melalui MUFG Bank, Ltd. (MUBK), sebanyak 70,6%. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), anak usaha MUFG juga, mengambil 10% saham. Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menilai, akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan asing menandakan iklim bisnis yang baik. Ia juga memberikan sinyal akuisisi oleh investor asing di industri multifinance bisa berlanjut. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, akuisisi juga akan memperkuat struktur permodalan industri multifinance. Dengan begitu, pembiayaan bakal lebih semarak dan industri pun terus bertumbuh. Chief Financial Officer ADMF Sylvanus Gani menyebut, MUFG menganggap Indonesia pasar yang sangat penting, karena memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara. Dengan begitu, pasar Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi di masa mendatang. Sementara bagi Mandala Finance, akuisisi ini bakal menguatkan bisnisnya. Direktur Utama Mandala Finance Harryjanto Lasmana menyebut, transaksi ini bertujuan untuk mengakselerasi strategi pertumbuhan Mandala yang telah beroperasi selama 26 tahun, serta memperkuat posisi Mandala Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia.

Menggotong Ekonomi Memacu Belanja

27 Jun 2023

Pemerintah diminta terus mempercepat penyerapan anggaran belanja negara tahun ini. Sebab, belanja negara akan menjadi salah satu tumpuan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Berbagai lembaga internasional meramal, ekonomi global pada tahun ini akan melemah. World Bank memperkirakan, ekonomi global 2023 hanya akan tumbuh 2,1%. Sementara International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,7%. Melemahnya ekonomi global tentu akan berdampak terhadap perekonomian RI. Terutama, dari sisi ekspor yang merupakan salah satu kontributor produk domestik bruto (PDB). Pemerintah harus menyiapkan strategi agar tekanan global tak berdampak signifikan terhadap ekonomi domestik. Caranya, memperkuat kontribusi domestik, berupa belanja pemerintah selain dari konsumsi rumah tangga. Sebenarnya ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menggenjot belanja. Sebab, selama lima bulan berturut-turut di tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu mencetak surplus. Dari data Kementerian Keuangan (Kemkeu), surplus APBN periode Januari-Mei 2023 mencapai Rp 204,3 triliun. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, realisasi belanja negara tersebut menandakan adanya percepatan penyerapan. Sebab, pada Januari hingga Mei tahun lalu, realisasi belanja justru terkontraksi 0,8% yoy. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti menambahkan, biasanya siklus belanja negara akan meningkat tajam pada semester kedua, tepatnya pada Setember, Oktober dan November. "Jadi ini memang belum pada siklus yang menanjam tajam karena nanti akan menanjak tajam itu di semester kedua," kata Astera. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, persentase serapan belanja negara cenderung lebih tinggi dibandingkan serapan pada bulan-bulan sebelumnya. Namun, tidak sebesar laju penerimaan APBN. Oleh sebab itu, pemerintah perlu meningkatkan laju belanjanya, terutama pada awal tahun sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terfokus di paruh kedua tahun berjalan.

AKSELERASI PERFORMA PDRB : DAERAH JAGA STABILITAS INFLASI

27 Jun 2023

Performa produk domestik regional bruto atau PDRB pada paruh kedua tahun ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah el nino yang diyakini akan mengganggu stabilitas inflasi di daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah dan kantor perwakilan Bank Indonesia terus menggalakkan sejumlah upaya guna menjaga stabilitas inflasi pada paruh kedua tahun ini.Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) misalnya yang menjadikan ketersediaan pasokan pangan sebagai fokus utama pengendalian inflasi pada semester II/2023.Pasalnya, TPID Sulsel memandang bahwa kelompok makanan menjadi sektor yang paling berpengaruh besar terhadap pergerakan inflasi di wilayah ini.Selain itu, langkah ini sekaligus mitigasi guna meminimalisasi dampak el nino yang berisiko memberikan pengaruh kepada hasil panen pertanian provinsi ini.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel (KPw BI Sulsel) Causa Iman Karana mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan mulai memetakan daerah paling berisiko terdampak el nino, terutama daerah sentra pertanian seperti Kabupaten Sidrap, Pinrang, Soppeng, dan Enrekang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulsel Ichsan Mustari mengatakan ada beberapa upaya strategis yang akan dilakukan pemerintah provinsi untuk mendukung terkendalinya inflasi dan peningkatan investasi. Langkah tersebut a.l mendorong proyek infrastruktur yang mampu memberi multiplier effect bagi perekonomian dan mendukung perwujudan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel melalui percepatan pembentukan kawasan ekonomi khusus. Sementara itu, dari Nusa Tenggara Barat (NTB), program pasar murah mulai menampakkan hasil yang tecermin dari melandainya inflasi di wilayah ini.Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemprov NTB, Abdul Aziz menjelaskan bahwa pasar murah yang dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal sangat efektif dalam mengintervensi harga komoditas di tingkat pengecer.

Liga 1 Menggerakkan Ekonomi Rp 9 Triliun, Sponsor Utama Kembali Dipegang BRI

27 Jun 2023

JAKARTA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sponsor utama perhelatan kompetisi sepakbola teratas di Indonesia, BRI Liga 1 musin 2023-2024. Hal ini disampaikan pada pers conference yang dihadiri oleh Ketua Umum  PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amail, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama PT LIB (liga Indonesia Baru) Ferry Paulus, dan Direktur Surya Citra Televisi Media (SCM) Harsiwi Achmad, di Jakarta (26/06). Dalam sambutannya, Zainudin Amail mengapresiasi atas support dan kepercayaan yang diberikan oleh BRI pada penyelenggaraan BRI 1 Liga musim 2023-2024 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Pihaknya berharap  BRI Liga 1 musim ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat terhibur melihat kompetisi ini. Sementara itu, Sunarso mengungkapkan bahwa alasan utama BRI kembali menjadi sponsor  untuk tiga tahun berturut-turut tak lepas dari misi perseroan untuk terus menciptakan economic value dan social value di tengah masyarakat. "BRI Liga 1 akan mulai lagi dan ini sangat penting. Jadi, Insya Allah kita jaga sepak bola Indonesia," kata Erick Thohir. (Yetede)

IMF Nilai Ekonomi RI Mampu Bangkit Pasca-Pandemi

27 Jun 2023

JAKARTA,ID-Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, Indonesia telah menunjukkan pemulihan ekonomi yang baik pasca pandemi melalui kinerja makroekonomi yang kuat, didukung penerapan kebijakan moneter dan fiskal secara hati-hati. Demikian hasil assesmen IMF atas perekonomian Indonesia dalam acara Article IV Consultation tahun 2023 yang dirilis pada Senin (26/06/2023). IMF menilai kebijakan forward looking dan sinergi telah berhasil membawa Indonesia menghadapi tantangan global pada 2022 dengan pertumbuhan yang sehat, tekanan inflasi yang menurun, dan sistem keuangan yang stabil. Berkaitan itu, Bank Indonesia (BI) menyambut baik hasil assesmen IMF tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin haryono menjelaskan, Dewan Direktur IMF menyampaikan apresiasi dan catatan positif terhadap berbagai kebijakan yang ditempuh otoritas Indonesia selama tahun 2022. Pertama, keberhasilan otoritas untuk kembali kepada batas maksimal defisit fiskal 3%, lebih cepat dari yang diperkirakan dan komitmen otoritas untuk menerapkan disiplin fiskal. Kedua, penerapan kebijakan moneter yang memadai untuk menjaga stabilitas harga. (Yetede)

Asing Kembali ke Pasar Saham

27 Jun 2023

JAKARTA,ID-Pemodal asing diprediksi kembali ke pasar saham, setelah profit taking di pasar surat berharga negara (SBN). Hal ini bakal menjadi katalis kuat kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan analis menilai. profit taking asing di SBN kemungkinan terjadi pekan ini, setelah harga reli. Kemarin, yield surat utang negara (SUN) bertengger di level 6,28%, dibandingkan 3 Januari sebesar 7%. Sementara itu, indikasi kembalinya asing ke saham terlihat pada perdagangan di BEI, Senin (26/6/2023). Setelah net sell beruntun selama 14 hari, asing membukukan net but, kemarin, sebesar Rp113 miliar. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, pelaku pasar mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan tetap menjaga tingkat suku bunga acuan di level 5,57% dcapital inflow di Tanah Air, meskialam 3-6 bulan mendatang. Ini bisa memicunya terjadinya capital inflow di Tanah Air, meski ada potensi hembatan kekhawatiran  pengetatan moneter dari The Fed atau bank sentrak lainnya. "Kita mengapresiasi langkah BI menetapkan suku bunga acuan pada level yang sama, sehubungan dengan inflasi Indonesia yang sudah beberapa ditarget atas BI, yakni 4%, berbeda dengannegara lain yang belum mencapai target," kata dia. (Yetede)

Perkuat Pembiayaan Otomotif, MMUFG Gelar Akuisisi Jumbo

27 Jun 2023

JAKARTA,ID-MUFG Bank dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) mengumumkan, mereka telah mencapai kesepakatan dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JG Motor) dan beberapa pemegang saham lainnya untuk pengambilalihan 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance/MFIN). Transaksi ini disebut mencapai Rp 7,04 triliun. Penyelesaian pengambilalihan ini akan menghasilkan MUFG Bank menjadi pemegang saham terbesar di MFIN dengan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 10% saham. "MUFG Bank bersedia melaksanakan penawaran tender wajib, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, terhadap sisa 19,4% saham MFIN setelah selesainya pengambialihan 80,6% saham tersebut," tulis Adira Finance dalam rilisnya yang diterima Investor Daily, Senin (26/26/2023). Adapun akuisisi diharapkan  selesai pada awal tahun 2024, dengan tunduk pada penerimaan persetujuan-persetujuan dari otoritas terkait. Dalam transaksi jual beli bersyarat ini, Greenhill$Co bertindak sebagai penasehat keuangan tunggal bagi JG Motor, pemilik Mandala Finance sebelumnya. (Yetede)