;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

DAYA PIKAT OBLIGASI NEGARA

12 Jul 2023

Musim semi obligasi negara diramal terjadi hingga pengujung tahun ini, seiring perburuan instrumen investasi ini oleh investor asing. Dus, dana asing pun berpotensi mengalir deras, mengompensasi eksodus dari Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp129 triliun pada tahun lalu. Faktanya hingga 7 Juli lalu, dana asing yang masuk ke Indonesia telah mencapai Rp80,9 triliun. Masuknya dana asing yang lebih besar bakal turut memicu penurunan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN), karena penguatan harga. Artinya, biaya dana emisi surat utang baik pemerintah maupun korporasi di Tanah Air pun bakal lebih murah.Sejumlah kalangan menilai kebijakan moneter yang lebih longgar pada tahun ini memang memantik pencarian aset menguntungkan di negara berkembang meskipun bayang-bayang resesi Amerika Serikat muncul. Risiko resesi Negeri Paman Sam menguat di tengah agresivitas kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve alias The Fed, guna menjinakkan inflasi. Sebaliknya, sikap lunak Bank Indonesia seiring inflasi yang terkendali, memberikan stimulus terhadap penguatan surat utang dalam negeri. Hal itu tercermin pada pergerakan imbal hasil SUN acuan tenor 10 tahun yang mendekati 6%. Chief Investment Officer Manulife Aset Manajemen Ezra Nazula mengatakan imbal hasil obligasi 10 tahun dapat mengarah turun menuju 6%. Ezra mengatakan, aliran dana asing diperkirakan akan masuk seiring dengan puncak siklus suku bunga The Fed pada semester II/2023. “Aliran dana akan terus mengalir ke negara berkembang yang memiliki kondisi makro ekonomi stabil seperti Indonesia,” katanya.Senada, Managing Director Global Country Risk BMI Cedric Chehab mengatakan kinerja ekonomi negara berkembang di kawasan Asia lebih tangguh dibandingkan dengan negara maju. Dalam kesempatan yang sama, Senior Asia Country Risk Analyst BMI Darren Aw mengatakan bahwa Indonesia memiliki daya tawar dari sisi kinerja pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4% dengan satu-satunya sentimen pemberat dari kinerja ekspor. Kinerja fiskal pun andal sehingga defisit anggaran tetap terjaga sesuai target. Secara jangka pendek, pasar keuangan khususnya surat utang memperhatikan kandidat presiden dan wakil presiden pada Pemilu.

INVESTASI KOREA SELATAN : Mendag Janji Kurangi Hambatan

12 Jul 2023

Kementerian Perdagangan berjanji mengurangi hambatan dagang antara Indonesia dan Korea Selatan untuk mendongkrak perdagangan kedua negara. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan segala hambatan perundingan dagang dan investasi dengan Korea Selatan (Korsel) harus diselesaikan. Hal itu, agar investasi yang masuk ke Indonesia tidak terhambat. “Mungkin ada hambatan, ada ta­rif dan lain-lain, ten­tu ki­­ta akan runding, di ma­na ada ham­batan itu, ka­lau ta­rif ya kita berunding, ka­­lau ada perizinan yang la­ma, kita berunding agar kita bisa percepat,” kata­nya saat berkunjung ke pabrik PT Hyundai Motor Ma­nu­fac­turing Indonesia di Bojong­mangu Bekasi, Selasa (11/7). Mendag menyatakan pengurangan hambatan dagang bisa memberikan jalan lempang kepada perusahaan Korsel untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Zulkifli beralasan transaksi perdagangan dan investasi dari Korsel ke Indonesia tidak sebesar ke Vietnam. Sejak awal, Zulkifli menegaskan Indonesia ingin menjadi pusat mobil listrik di kawasan Asia, bahkan dunia. Sebagai bukti keseriusan Indonesia, Zulhas, mengatakan pemerintah Indonesia mati-matian memberlakukan penghiliran biji nikel meskipun diprotes Uni Eropa. Sementara itu, President of Hyundai Motor Asia Pacific Headquarters, Lee Youngtack menargetkan penjualan mobil listrik tahun ini bisa mencapai 10.000 unit ditopang peningkatan produksi Hyundai setelah pandemi Covid-19.

PAJAK MINERAL : Jatim Terapkan Sistem Elektronik

12 Jul 2023

Provinsi Jawa Timur mulai mengimplementasikan sistem pembayaran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang berbasis elektronik guna mencegah kebocoran penerimaan pajak sekaligus meningkatkan potensi pendapatan asli daerah.Sistem pembayaran pajak digital e-Pasir Stockpile Terpadu ini diimplementasikan di tempat penampungan sementara (stockpile) pasir terpadu di Desa Sumbersuko, Lumajang. Stockpile Pasir Terpadu seluas 11,4 ha ini dibangun sejak Februari 2022. Saat ini, stockpile itu mampu mewadahi 13 pemilik Izin Usaha Pertambangan Pengangkutan dan Penjualan (IUP-PP) dan menampung 37 pemilik stockpile (non IUP OP).Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dalam prosesnya, setiap truk pasir yang masuk ke stockpile akan melakukan tap kartu yang berisikan saldo. Sistem akan otomatis memindahbukukan saldo di dalamnya untuk melakukan pembayaran pajak pasir. Menurutnya, jika fungsi stockpile ini bisa dimaksimalkan, proses monitoring dari manajemen pengelolaan penambangan pasir dan distribusinya juga akan terdata dengan baik. Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim sebagai pihak yang menerbitkan izin stockpile terpadu dalam IUP-PP juga perlu terus menguatkan sinergi dengan Pemkab Lumajang.

Awas, Tanda-Tanda Ekonomi Mulai Melambat

11 Jul 2023

Laju perekonomian Indonesia mulai memperlihatkan tanda-tanda perlambatan. Ini tecermin dari sejumlah indikator survei dan data terbaru. Terbaru adalah hasil survei Bank Indonesia (BI). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) BI pada periode Juni 2023 tercatat di level 127,1. Angka ini menurun 1,2 poin dari bulan Mei yang sebesar 128,3. Benar angkanya masih di atas 100 yang menunjukkan optimisme. Namun, penjelasan Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono layak kita simak. "Optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi terhadap ekonomi ke depan sedikit menurun dibandingkan Mei 2023," tutur dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/7). Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Juni 2023 juga tercatat sebesar 116,8. Level ini turun dari 118,9 pada bulan sebelumnya. Sedang Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Juni 2023 di level 137,5 atau turun dari 137,8 pada Mei 2023. Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal III 2023 di level 3,62. Angka itu turun dari level 3,69 di kuartal II-2023. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, masyarakat masih khawatir dengan ekonomi saat ini dan ke depan. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai, dalam kondisi saat ini, pemerintah juga perlu segera mengatur belanja fiskal agar cepat dan tepat. Ia menyayangkan dana pemerintah pusat maupun daerah yang masih banyak mengendap di perbankan maupun BI. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky juga melihat ada potensi sandungan di tahun ini karena tensi pemilu mulai menghangat. Dalam kondisi ini, para investor cenderung menanti hasil pemilu sebelum berinvestasi.

Ekonomi Dibayangi Harga Komoditas & Laju Rupiah

11 Jul 2023

Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menetapkan outlook asumsi dasar ekonomi makro di 2023. Di tengah ketidakpastian global dan pelemahan harga komoditas, outlook pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan berkisar 5%-5,3%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan didukung oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor yang masih terjaga. Outlook pertumbuhan ekonomi tersebut tak berubah dari target APBN sebelumnya yang di posisi 5,3%. Hanya, pemerintah menetapkan batas bawah outlook pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. "Nilai tukar rupiah mengalami tekanan di tengah pengetatan kebijakan moneter global," tutur Menkeu dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, Senin (10/7). Menurut Sri Mulyani, laju inflasi tahun ini akan tetap terjaga dengan terkendalinya inflasi pangan dan administered price. Hanya saja, batas atas perkiraan inflasi 2023 masih lebih tinggi dari target dalam APBN yakni sebesar 3,6%. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah mengemukakan, parlemen mengharapkan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester kedua tahun ini jauh lebih baik dibandingkan kuartal I-2023 yang sebesar 5,03% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Menuai Berkah dari Masa Transisi

11 Jul 2023

Memasuki semester kedua 2023, kinerja saham emiten barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals) berlari kencang. Tercermin dari kinerja indeks saham IDX consumer cyclicals yang menguat di sepanjang tahun 2023 berjalan. Pada perdagangan kemarin (10/7), indeks saham konsumen nonprimer memang melemah 0,52%. Tapi jika diakumulasi sejak awal tahun 2023 berjalan ini, indeks saham konsumen nonprimer masih tumbuh 7,04%. Analis melihat, ada dua faktor utama yang mendorong laju saham-saham konsumen nonprimer. Pertama, rotasi sektor saham. Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto, mengamati momentum rotasi sejauh ini mengarah ke saham konsumen nonprimer. Sektor ini memiliki sejumlah segmen seperti komponen otomotif, ritel, media, hingga pariwisata. Kedua, normalisasi mobilitas masyarakat di tengah kondisi makro ekonomi yang masih terjaga. Equity Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Helen, memandang hal ini jadi faktor penting pendorong rotasi sektor ke saham consumer cyclicals. Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey sepakat, faktor tersebut menjadi katalis penting bagi saham konsumen nonprimer. Andhika memandang kondisi ini membawa prospek cemerlang terutama bagi emiten ritel. Apalagi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih terjaga di atas 100 atau pada zona optimistis. Andhika memandang, ruang untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar bagi saham consumer cyclicals. "Biasanya mengangkat sektor konsumer akibat meningkatnya daya konsumsi masyarakat," papar Cindy Alicia Ramadhania, Equity Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia.

Berburu Saham Pendatang Baru

11 Jul 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru. Kemarin (10/7), empat perusahaan resmi mencatatkan saham perdana di BEI lewat skema penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Emiten anyar tersebut berasal dari berbagai sektor bisnis. Misalnya, PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) dan PT Carsurin Tbk (CRSN) yang bergerak di sektor industri. Lalu, dari sektor konsumer primer, ada PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) yang mencoba peruntungannya di BEI. Terakhir, dari sektor transportasi dan logistik ada PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Sayang, dari empat emiten baru itu, tidak ada satupun yang masuk ke papan pencatatan utama di BEI. Contohnya, saham GRPM dan WIDI tercatat di papan akselerasi. Sedang CRSN dan TGUK masuk di papan pengembangan. Terkait pencatatan TGUK, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melihat, bidang makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) memiliki peluang market yang cukup luas. Hal ini terbukti saham TGUK mendapatkan respons bagus dari kalangan investor saat go public. Dus, Kementerian Koperasi dan BEI akan menjemput bola dengan melakukan induksi dan koneksi pelaku UKM dengan securities crowdfunding (SCF). Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menilai, dari empat emiten yang baru listing di BEI, emiten di sektor konsumer yang punya prospek paling baik.

Menilik Praktik Asuransi Kredit di Perbankan

11 Jul 2023

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan aturan baru yang mengatur terkait asuransi kredit. Ini buntut dari pembengkakan klaim asuransi kredit yang terjadi belakangan ini. Salah satu poinnya, perbankan akan diwajibkan menanggung sebagian dari risiko asuransi kredit. Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, dalam aturan yang digodok, sekitar 20%-30% risiko akan ditanggung bank. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menambahkan, asuransi kredit merupakan bagian dari mitigasi risiko kredit. Pelaksanaannya harus dilakukan secara prudent oleh bank. Dalam pembuatan beleid ini, Dian mengatakan OJK akan menekankan penerapan regulasi yang tepat bagi perbankan. Bank akan didorong memilih asuransi secara profesional, dengan memperhatikan kesehatan asuransi. Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut saat ini BTN telah membagi risiko kredit dalam pertanggungan risiko asuransi kredit untuk kredit kepemilikan rumah (KPR). "Asuransi sudah tak ada yang mau menanggung 100% risiko NPL, maksimal hanya 80%," ungkapnya. Bank Mandiri juga telah menerapkan skema risk sharing sesuai perjanjian kerjasama dengan asuransi. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, untuk kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit usaha mikro (KUM), perusahaan asuransi hanya menanggung 70%-80% risiko.

Lebih Agresif Optimalkan Belanja

11 Jul 2023

Upaya pemerintah untuk terus memperkecil ruang defisit APBN 2023 tampaknya membuahkan hasil. Ini karena realisasi defisit diyakini hanya mencapai 2,28% atau Rp486,4 triliun dari target 2,84% yang setara dengan Rp598,15 triliun dari produk domestik bruto (PDB). Dalam kerangka ekonomi makro, defisit APBN yang mengecil secara umum menandakan terjadinya konsolidasi fiskal terhadap perbaikan kondisi keuangan publik dengan sejumlah langkah mengurangi defisit anggaran dan pengendalian atas utang negara. Di dalam proses konsolidasi fiskal terjadi upaya negara meningkatkan pendapatan melalui berbagai cara seperti memoles kinerja perpajakan. Peningkatan pendapatan ini sudah pasti membantu mengurangi defisit anggaran. Nah, realisasi penerimaan negara ditaksir bisa mencapai Rp2.637 triliun atau 107,1%. Angka ini tumbuh 7% di atas target. Penerimaan pajak diperkirakan juga mencapai Rp1.818,2 triliun atau 105,8% dari target alias 5,9% pertumbuhannya. Adapun, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp300 triliun atau 99% dari target, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bisa menyentuh Rp515,8 atau 116,9% dari target atau tumbuh 13,4%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan di dalam APBN, keseimbangan primer awal diperkirakan Rp156 triliun, tetapi realisasinya hanya Rp49 triliun. Dengan penurunan defisit, ujar bendahara negara ini, pemerintah akan melakukan issuance dari pembiayaan utang Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp362 triliun. Angka ini diklaim jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang ada di dalam APBN awal yang mencapai Rp712,9 triliun. “Jadi penurunannya hampir 50%,” jelas Menkeu. Namun, harian ini memberikan catatan bahwa dari sisi belanja, pemerintah tampak kurang menunjukkan agresivitasnya untuk mengoptimalisasi serapan anggaran. Padahal, belanja negara menjadi salah satu mesin yang mendorong aktivitas ekonomi dari sisi permintaan maupun penawaran.

PERGERAKAN KURS : MEWASPADAI GEJOLAK RUPIAH

11 Jul 2023

Pelemahan rupiah dalam jangka panjang dikhawatirkan mempengaruhi harga produk impor, meskipun untuk saat ini impaknya belum begitu terasa. Sebulan terakhir rupiah punya kinerja terburuk di antara mata uang Asia lainnya dengan koreksi -2,34%. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah kembali tergerus 0,41% ke Rp15.204 per dolar AS di pasar spot kemarin, Senin (10/7). Pada saat yang sama indeks dolar AS menguat 0,11% ke 102,38.Rupiah tak sendiri, mayoritas mata uang Asia dalam pergerakan negatif melawan dolar AS sebulan terakhir. Hanya peso Filipina dan dollar Hong Kong yang tercatat bergerak positif dengan masing-masing naik 0,62% dan 0,11% dalam sebulan.Biarpun terkoreksi sebulan ini, tetapi kinerja mata uang Garuda masih positif sepanjang 2023 dengan apresiasi 2,36% dan jadi mata uang dengan kinerja terkuat di Asia. Rupiah bahkan mengungguli rupee India yang hanya naik 0,19% year to date (YtD).Adapun mata uang Asia dengan kinerja terburuk sepanjang 2023 ditempati yen Jepang dengan kinerja -7,96%, diikuti ringgit -5,71%, renminbi China -4,69%, won Korea Selatan -3,13%, dan baht Thailand -1,55%. Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Subandi menuturkan belum ada dampak signifi kan yang dirasakan pengusaha dari anjloknya mata uang rupiah terhadap dolar AS. Di sisi lain pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menguntungkan untuk produk-produk impor yang akan diekspor kembali. Namun, Subandi mengatakan keuntungan tersebut dirasa tidak akan sebanding dengan biaya produksi dan pungutan pajak produk yang akan diekspor.Harga produk yang tinggi ditakutkan bakal menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Lionel Priyadi mengatakan penyebab pelemahan rupiah adalah penyesuaian ekspektasi investor di level global terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed.Banyak investor yang menarik kembali investasi mereka di pasar saham dan obligasi Indonesia untuk dipindahkan ke instrumen global alternatif, terutama komoditas.