PERGERAKAN KURS : MEWASPADAI GEJOLAK RUPIAH
Pelemahan rupiah dalam jangka panjang dikhawatirkan mempengaruhi harga produk impor, meskipun untuk saat ini impaknya belum begitu terasa.
Sebulan terakhir rupiah punya kinerja terburuk di antara mata uang Asia lainnya dengan koreksi -2,34%. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah kembali tergerus 0,41% ke Rp15.204 per dolar AS di pasar spot kemarin, Senin (10/7). Pada saat yang sama indeks dolar AS menguat 0,11% ke 102,38.Rupiah tak sendiri, mayoritas mata uang Asia dalam pergerakan negatif melawan dolar AS sebulan terakhir. Hanya peso Filipina dan dollar Hong Kong yang tercatat bergerak positif dengan masing-masing naik 0,62% dan 0,11% dalam sebulan.Biarpun terkoreksi sebulan ini, tetapi kinerja mata uang Garuda masih positif sepanjang 2023 dengan apresiasi 2,36% dan jadi mata uang dengan kinerja terkuat di Asia. Rupiah bahkan mengungguli rupee India yang hanya naik 0,19% year to date (YtD).Adapun mata uang Asia dengan kinerja terburuk sepanjang 2023 ditempati yen Jepang dengan kinerja -7,96%, diikuti ringgit -5,71%, renminbi China -4,69%, won Korea Selatan -3,13%, dan baht Thailand -1,55%. Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Subandi menuturkan belum ada dampak signifi kan yang dirasakan pengusaha dari anjloknya mata uang rupiah terhadap dolar AS.
Di sisi lain pelemahan rupiah terhadap dolar berpotensi menguntungkan untuk produk-produk impor yang akan diekspor kembali. Namun, Subandi mengatakan keuntungan tersebut dirasa tidak akan sebanding dengan biaya produksi dan pungutan pajak produk yang akan diekspor.Harga produk yang tinggi ditakutkan bakal menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Lionel Priyadi mengatakan penyebab pelemahan rupiah adalah penyesuaian ekspektasi investor di level global terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed.Banyak investor yang menarik kembali investasi mereka di pasar saham dan obligasi Indonesia untuk dipindahkan ke instrumen global alternatif, terutama komoditas.
Tags :
#KursPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023