Ekonomi
( 40512 )DHE SDA Parkir, Nilai Tukar Rupiah Terjaga
JAKARTA,ID-Beleid tentang kewajiban memarkirkan hasil devisa hasil ekspor Sumber Daya Alam yakni PP Nomor 36 Tahun 2023 secara resmi berlaku hari ini, 1 Agustus 2023. Menteri Koordinasi Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa potensi optimalisasi DHE SDA sangat besar. Melansir data tahun 2022 saja, data DHE dari 4 sektor yang wajib DHE (Pertambangan, Perkebunan, Kehutanan, Perikanan) Totalnya mencapai US$203,0 miliar setahun atau sebesar 69,5% dari total ekspor. "Dengan adanya ketentuan 30% DHE SDA wajib disimpan di SKI, maka setidaknya terdapat potensi ketersediaan likuiditas valas dalam negeri (hasil dari penempatan DHE SDA) sebesar US$ 60,9 miliar," kata Menko Airlangga. Potensi terkumpulnya dana sebesar US$ 60,9 miliar setara dnegan Rp918.29 triliun memang memberikan optimisme akan terjadi penguatan dinilai tukar plus menurunkan ketergantungan pada mata uang asing. Bertambahnya dana yang disimpan, di dalam negeri, diproyeksikan dapat membantu mengurangi resiko volatilitas ekonomi. Parkirnya devisa hasil ekspor sumber daya alam tersebut juga diyakini akan meningkatkan investasi dalam negeri. (Yetede)
Bangkit dari Stagnasi, Ekonomi Zona Euro Tumbuh Moderat
FRANKFURT,ID-Perekonomian zona euro tumbuh moderat pada kuartal II 2023. Blok mata uang tunggal Eropa ini keluar dari stagnasi di kuartal sebelumnya, yang disebabkan suku bunga tinggi, walaupun Bank Sentral Eropa (ECB) melakukan itu untuk memerangi inflasi. tetapi kebijakan itu membuat kelompok rumah tangga dan bisnis membutuhkan dana lebih untuk berhutang, berinvestasi, dan berbelanja. Menurut laporan Badan Statistik Eropa, Eurostat, yang dirilis pada Senin (31/7/2023), 20 negara dalam blok mata uang tunggal Eropa berpenduduk total 346 juta mengalami pertumbuhan 0,3% untuk periode April hingga Juni 2023. Angka ini memperlihatkan peningkatan dari pertumbuhan dari pertumbuhan nol di kuartal I-2023 dan penurunan tipis di kuartal IV-2022. Revisi data telah menaikkan angka untuk kuartal pertama dari kontraksi 0,1% sehingga menghapus dua kuartal berturut-turut penurunan. Sementara itu, inflasi di zona euro melanjutkan penurunannya secara bertahap, dari 5,5% pada Juni 2023 menjadi 5,3% pada Juli 2023. (Yetede)
RI-Jepang Perluas Kemitraan UMKM dalam Rantai Pasok Global
JAKARTA,ID-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama pemerintah jepang, berkomitmen memperluas kemitraan UMKM dan ekonomi antar kedua negara. Kesepakatan perluasaan kemitraan itu ditandai dengan penandatangaan MoU antar Kemenkop UKM dan Organization for Small and Medium Enterprise and Regional Innovation (SMRJ) Jepang. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjelaskan, kerja sama Indonesia-Jepang dalam hal pengembangan UMKM telah berlangsung lama. Untuk itu, dalam kunjungan kerjanya ke Jepang, Senin (31/7/2023), dilakukan pembaharuan lingkup kerja sama kedua negara agar program kedepan lebih fokus dalam mendukung pengembangan beberapa sektor termasuk UMKM. Ini antara lain melingkupi pengembangan star-up, perluasan kemitraan rantai pasok, dan promosi produk UMKM ke pasar global. "Saya berharap melalui MoU dan pertemuan ini akan lebih banyak lagi kemitraan usaha dapat dilakukan dengan UMKM Indonesia dan pelaku usaha di Jepang. Khususnya dalam promosi produk UMKM di pasar global, kemitraan rantai pasok, dan pengembangan startup," jelas Menteri Teten dalam keterangan tertulis. (Yetede)
Rawan Celaka di Perlintasan Kereta
JAKARTA – Kecelakaan mobil tertabrak kereta api Dhoho di kilometer 85 antara Stasiun Jombang dan Stasiun Sembung, Jawa Timur, pada Sabtu, 29 Juli lalu, menambah panjang daftar kecelakaan di perlintasan sebidang pada tahun ini. Insiden yang menewaskan enam orang dan menyebabkan dua orang luka berat itu terjadi hampir dua pekan setelah kecelakaan KA Brantas menabrak truk trailer yang tersangkut di rel, di Jalan Madukoro, Semarang Barat, 18 Juli lalu.
Dengan kecelakaan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang hingga 30 Juli 2023 mencapai 185 kejadian. "Menyebabkan 42 orang meninggal, 42 orang luka berat, dan 43 orang luka ringan," ujar juru bicara PT KAI, Joni Martinus, kepada Tempo, kemarin. Tahun lalu, tercatat insiden di perlintasan sebidang mencapai 289 kejadian, yang menyebabkan 110 orang meninggal, 70 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.
Perseroan menilai berulangnya kecelakaan tersebut, antara lain, disebabkan oleh kurangnya budaya disiplin masyarakat di perlintasan sebidang kereta api. Joni mengingatkan bahwa tata cara melintas di perlintasan sebidang adalah berhenti di rambu tanda stop, lalu menengok ke kiri dan kanan. Apabila telah yakin aman, barulah bisa melintas. "Palang pintu, sirene, dan penjaga perlintasan adalah alat bantu keamanan semata. Alat utama keselamatannya ada di rambu-rambu lalu lintas bertanda stop tersebut," ujar Joni. (Yetede)
Ongkos Tambahan Isi Daya Mobil Listrik
JAKARTA – Pemerintah mematok biaya layanan untuk pengisian cepat (fast charging) dan sangat cepat (ultrafast charging) daya mobil listrik. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jisman P. Hutajulu, yakin kebijakan ini bakal mendongkrak minat investasi pendirian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Pengisian daya di SPKLU saat ini dikenai tarif maksimal Rp 2.467 per kilowatt jam (kWh). Dengan adanya biaya layanan, pengguna kendaraan listrik harus membayar ongkos tambahan. Seperti diatur dalam Keputusan Menteri Energi Nomor 182 Tahun 2023 tentang Biaya Layanan Pengisian Listrik pada SPKLU, badan usaha bisa mengenakan biaya hingga Rp 27 ribu tiap kali pengguna mengisi daya cepat. Sedangkan pengisian daya sangat cepat dikenai biaya maksimal Rp 57 ribu. Angka tersebut belum termasuk pajak pertambahan nilai.
Menurut Jisman, biaya layanan ini dirancang sebagai insentif buat badan usaha. "Dengan adanya biaya layanan, balik modal bisa lebih cepat, diharapkan di bawah enam tahun," tuturnya, kemarin. Tanpa bantuan tersebut, investasi untuk mendirikan SPKLU tak menarik lantaran pengusaha baru bisa menikmati untung setelah 18 tahun. Sementara itu, pemerintah sedang berupaya menambah jumlah infrastruktur ini hingga hampir 200 ribu unit pada 2030. (Yetede)
IPO Meraja, Bursa Saham Indonesia Jadi Jawara
Ekonomi Indonesia yang relatif stabil membuat sejumlah perusahaan lumayan percaya diri untuk mencari dana dari pasar modal dengan melepas saham ke publik. Bahkan, gelaran
initial public offering
(IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan nilai jumbo cukup ramai pada tahun ini.
Padahal, kalau dilihat secara global, tren IPO cenderung turun, baik dari jumlah IPO maupun nilai emisinya. Berdasarkan riset Ernst & Young (EY), terdapat 615 perusahaan yang IPO di seluruh bursa dunia sepanjang semester pertama tahun ini. Angka itu turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dari total emisi yang diraih, nilainya turun 36% menjadi US$ 60,9 miliar atau sekitar Rp 918,25 triliun.
EY mencatat, angka ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat, kebijakan moneter yang cenderung ketat, dan ketegangan geopolitik yang meningkat. Meski demikian, aktivitas IPO di beberapa pasar negara berkembang justru bergerak sebaliknya.
Betul, secara global, China masih tetap mendominasi sebagai negara dengan IPO terbanyak. Namun di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat wahid dengan total emisi IPO terbanyak dan nilai emisi terbesar.
Strategy and Transactions Partner
EY Indonesia Sahala Situmorang mengatakan, sektor yang paling populer untuk
go public
ialah sektor industri dan material. "Ini didorong oleh pesatnya industrialisasi di Indonesia dan meningkatnya jumlah perusahaan yang ingin memanfaatkan peluang sumber daya alam Indonesia," kata dia, akhir pekan lalu.
CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai IPO di Indonesia masih mampu untuk tumbuh karena ditopang oleh beberapa katalis. Mulai dari meningkatnya inklusi dan literasi keuangan serta jumlah investor yang semakin banyak, "Prospek ekonomi Indonesia yang relatif stabil dalam jangka panjang," tandasnya.
Pangan dan Pendidikan Menyulut Inflasi Juli
Tren kenaikan laju inflasi diperkirakan masih berlanjut. Pada Juli 2023, inflasi bulanan diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan faktor musiman kenaikan biaya pendidikan, selain lonjakan harga pangan.
Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, inflasi bulanan Juli berada pada rentang 0,22% hingga 0,45%
month on month
(mom). Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi bulanan pada Juni lalu yang tercatat sebesar 0,14% mom.
Kabar baiknya, laju inflasi tahunan Juli berpeluang kembali melandai ke kisaran 3% hingga 3,3%
year on year (yoy). Adapun inflasi tahunan Juni tercatat 3,52% yoy.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede meramal, inflasi bulan ini sebesar 0,22% mom. dengan perkiraan inflasi tahunan Juli sebesar 3,09% yoy. Kembali naiknya inflasi bulanan tersebut sejalan dengan potensi kenaikan inflasi inti. Terutama didorong oleh kelompok pendidikan.
Selain komponen inti, peningkatan harga beberapa komoditas juga mendorong inflasi kelompok harga bergejolak. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain beras sebesar 0,025%, telur 0,5%, bawang putih 7,7%, cabai merah 3,5%, serta cabai rawit 0,5%.
Sementara kelompok harga yang diatur pemerintah menyumbang inflasi terbatas sejalan dengan penyesuaian beberapa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Misalnya Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite. Selain itu, ada penyesuaian harga elpiji tabung 5,5 kkilogram (kg) dan 12 kg per 10 Juli 2023.
Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga memperkirakan inflasi Juli 2023 sebesar 0,26%. Sementara inflasi tahunan bulan ini diprediksi kembali melandai dan berada di angka 3,13% yoy.
Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky meramal, inflasi tahunan pada bulan Juli akan menurun dan berada pada kisaran 3% hingga 3,2% yoy.
Daya Beli Jadi Vitamin Emiten Rokok
Saham-saham produsen rokok mempunyai prospek yang menarik pada tahun ini. Tingkat daya beli yang mulai membaik akan memudahkan pemain di bisnis ini menaikkan harga di tengah himpitan tarif cukai yang terus naik.
Head of Research Investasiku, produk dari Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, sentimen positif bagi sektor rokok berasal dari kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) yang meningkat. Hal ini memicu berlanjutnya pemulihan ekonomi. Dengan begitu, meski ada kenaikan harga jual dari para produsen, harga rokok masih bisa dijangkau.
Sebagai gambaran, pada semester I-2023, kinerja PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengalami kenaikan. Pendapatan HMSP meningkat 4,95% secara tahunan menjadi Rp 56,15 triliun dari Rp 53,50 triliun. Sejalan dengan itu, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk ikut meningkat 23,02% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp 3,75 triliun pada semester I-2023.
Emiten lain yakni PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga melaporkan kenaikan kinerja cukup signifikan. Pada semester I-2023, WIIM mencatatkan kenaikan laba bersih 200% secara tahunan menjadi Rp 247 miliar. Sementara pada periode yang sama, pendapatan WIIM tumbuh 46% menjadi Rp 2,38 triliun.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama mengatakan, dengan bukti kenaikan laba, WIIM sejauh ini terbukti menjadi pemenang. Ini karena harga jual produk WIIM lebih terjangkau ketimbang produsen emiten rokok yang lain.
WIIM secara aktif menetapkan harga jual rata-rata di posisi harga yang harus ditinggalkan oleh pesaingnya seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), HMSP dan Djarum. Ini karena para pesaing WIIM harus memulai siklus kenaikan harga jual rata-rata rokok yang agresif. Dus, WIIM bisa merebut sebagian pangsa pasar dari para produsen rokok raksasa.
Ke depan, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri dalam riset 28 Juli 2023 berharap, menjelang momen pemilu daya beli masyarakat bisa lebih kuat.
Bank Tak Agresif Menaikkan Bunga
Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan BI-7 day reverse repo rate (BI 7-day-RR) di level 5,75% per Juli. BI juga masih mempertahankan bunga deposit facility di 5% dan bunga lending facility di 6,50%. Sejak BI mulai menaikkan bunga acuan, besar kenaikannya sudah mencapai 225 basis poin (bps).
Kendati begitu, bank tidak melakukan banyak penyesuaian terhadap suku bunga kredit masing-masing. Penyesuaian justru dilakukan pada suku bunga simpanan.
Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja bilang, selama BI agresif menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022, bank ini tak menaikkan bunga kredit sama sekali. Bahkan, ia bilang BCA telah menurunkan bunga KPR tenor tertentu.
Direktur Distribution & Funding Bank Tabungan Negara (BTN) Jasmin juga menyebut, saat ini tidak mudah bagi BTN untuk menyesuaikan suku bunga kredit. Sebab KPR di BTN mayoritas merupakan KPR subsidi yang memiliki bunga tetap 5% selama 20 tahun.
Sementara suku bunga simpanan naik cukup tinggi, kendati tidak setinggi kenaikan BI 7-day-RR. Kenaikan tertinggi terjadi di simpanan berjangka 12 bulan, yang naik 171 bps jadi 5,02%. Suku bunga simpanan berjangka 12 bulan dan 24 bulan juga lebih tinggi dibanding suku bunga deposit facility.
PERSEMAIAN ASET KRIPTO
Kehadiran bursa kripto di Indonesia memberi hawa segar bagi investor yang menanamkan modalnya di aset ini. Adanya lembaga kliring dan pengelola tempat penyimpanan aset, memperkuat prospek kripto sebagai aset investasi. Bahkan, mekanisme pengawasan transaksi kripto ke depan akan dialihkan kepada Otoritas Jasa Keuangan. Investor berharap peralihan pengawasan itu tidak melahirkan berbagai regulasi dan biaya yang pada akhirnya menyurutkan minat masyarakat berinvestasi di aset kripto.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









