Ekonomi
( 40512 )PMI Melesat, Manufaktur Jangan Terlena
JAKARTA,ID-Di tengah merosotnya kinerja manufaktur global, sektor industri Tanah Air justru mencatatkan performa gemilang pada awal semester II-2023. Hal ini terlihat dari indeks manejer pembelian (purchasing managers' index/PMI) manufaktur Indonesia bulan Juli 2023 naik ke level 53,3 dari capaian tersebut diharapkan tidak membuat lengah terhadap ancaman deindustrialisasi di dalam negeri. "Harapan kami, pemerintah tidak cepat puas (complacent) dan tetap fokus menciptakan iklim usaha dan investasi di sektor manufaktur yang kompetitif dan suportif. Karena masih ada satu semester lagi hingga akhir tahun," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (1/8/2023). Shinta mengatakan, pada industrialisasi atau deindustrialisasi tidak memiliki parameter baku. Namun, penekanananya pada pertumbuhan industri dalam kurun waktu lebih panjang yang biasanya dalam hitungan tahun, dan dilihat dampak-dampak indutrialisasi terhadap parameter pertumbuahn lain seperti tenaga kerja, daya saing di pasar global, dan lain-lain. (Yetede)
Perlambatan dan Perlemahan Memukul Aktivitas Pabrik Dunia
LONDON,ID-Aktivitas pabrik dunia semakin memburuk pada Juli 2023. Perlambatan pertumbuhan dunia dan pelemahan pemulihan di Tiongkok sekarang berdampak pada ekonomi dunia. Penurunan ini menyoroti dilema bagi para pembuat kebijakan alias bank sentral. Yang sejak tahun lalu menjalankan siklus pengetatan agresif untuk memerangi infasi tinggi namun juga harus mencegah potensi resesi. Data purchasing manager's index (PMI) untuk zona euro secara keseluruhan menunjukkan kontraksi aktivitas manufaktur pada Juli 2023. Lanjutnya yang tercepat sejak masa puncak pandemi Covid-19. Adapun penyebab kontraksi tersebut adalah permintaan merosot meskipun pabrik-pabrik telah memotong tajam harga ditingkat mereka. Angka indeks dibawah 50 menandai kontraksi dalam aktivitas manufaktur. Sedangkan diatas 50 menunjukkan ekspansi. Sementara angka indeks yang mengukur produksi, yang dimasukkan kedalam PMI gabungan dan dijadwalkan keluar pada Kamis (03/08/2023) turun menjadi 42,7 dari 44,2. Ini adalah level terendah dalam tiga tahun lebih. Dan angka indeks ini dipandang sebagai tolok ukur yang baik tentang kondisi kesehatan ekonomi. (Yetede)
KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Domestik Terjaga
JAKARTA,ID-Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan, stabilitas keuangan pada kuartal II-2023 terus terjaga ditengah dinamika perekonomian dan pasar keuangan domestik yang resilen, serta didukung koordinasi yang terus diperkuat antara anggota KSSK yaitu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya berkomitmen melanjutkan pengetatan koordinasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan risiko global ke depan, termasuk rambatannya pada perekonomian dan sektor keuangan domestik. Dari sisi perekonomian global, Lambaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang merivisi kembali proyeksi April 2023 (2,8% yoy). Pertumbuhan Amerika Serikat dan beberapa negara maju di Eropa diperkirakan lebih baik dari proyeksi pertumbuhan ekonomi Tiongkok tetap sama, namun risiko tertahannya konsumsi dan investasi terutama sektor properti negara tersebut harus terus diwaspadai. Tekanan inflasi di negara maju masih relatif tinggi dipengaruhi oleh perekonomian yang lebih kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat. (Yetede)
Lobi Pengusaha Lunakkan Penahanan Devisa
JAKARTA — Kalangan pengusaha masih berupaya melobi pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan kewajiban penahanan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri selama minimal tiga bulan. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, mengungkapkan hingga saat ini masih ada beberapa hal yang mengganjal serta membebani pelaku usaha, seperti waktu implementasi kebijakan. “Waktu implementasi 1 Agustus 2023 itu mendadak. Dunia usaha membutuhkan waktu transisi untuk mempersiapkan diri karena kebijakan ini menyangkut sisi keuangan dan cash flow perusahaan,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Kebijakan parkir DHE resmi diberlakukan pada 1 Agustus 2023, hanya berselang dua pekan dari dirilisnya Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam pada 14 Juli 2023.
Kadin berharap pemerintah dapat memberikan sedikit kelonggaran waktu bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan diri, terutama dalam mengelola keuangan, agar peraturan ini tidak merugikan dalam jangka pendek. “Perlu ada waktu 1-3 bulan untuk pelaku usaha mengatur keuangan, terutama cash flow yang terkena dampak oleh PP DHE ini,” kata Arsjad. Aspirasi berikutnya adalah perihal definisi dari SDA dan kategori SDA yang wajib menyimpan DHE. Pelaku usaha menilai definisi dan kategorinya belum jelas. “Walau sudah ada kategorinya, masih terlalu umum dan kurang detail penjelasan setiap sektor SDA yang dimaksudkan, sehingga membingungkan pelaku usaha dalam implementasinya,” ucap Arsjad. Pemerintah diminta mengkategorikan SDA secara lebih jelas dan rinci agar tidak timbul permasalahan-permasalahan di kemudian hari. (Yetede)
INDONESIA-KUWAIT Investasi Sektor Energi Jadi Incaran
Duta Besar RI untuk Kuwait Lena Maryana saat ditemui di Kedutaan Besar RI di Kuwait mengatakan, ”Kuwait adalah negara maju dan dari sisi ekonomi produk domestik bruto mereka besar. Kita mengupayakan diplomasi ekonomi terus digalakkan dengan prioritas bagaimana menarik investasi dan foreign direct investment Kuwait ke Indonesia,” kata Lena. Salah satu yang kini tengah diincar adalah kerja sama di sektor energi yang dimotori oleh Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC). ”Pada tahap awal diharapkan KUFPEC bisa menginvestasikan 1 miliar USD dari 10 miliar USD yang bisa ditanamkan di Tanah Air, terutama di sektor energi dan sumber daya mineral. Itu target kami, mudah-mudahan bisa kita realisasikan,” kata Lena. Pada Mei lalu, KBRI di Kuwait bersama Kuwait Chamber of Commerce and Industry (Kamar Dagang dan Industri Kuwait/KCCI) menggelar Indonesia Investment Forum (IIF) di Kuwait. Dalam forum yang diarahkan untuk menarik lebih banyak investor Kuwait untuk berinvestasi di Indonesia itu, Deputi Menteri Bidang Investasi Kementerian Investasi Nurul Ichwan menawarkan kepada pebisnis Kuwait untuk berpartisipasi dalam 69 proyek.
Dalam pernyataan pers KBRI disebutkan, pada kesempatan itu, Indonesia juga menawarkan berbagai fasilitas dan insentif untuk investasi. Selain itu, Staf Khusus Menteri Investasi Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Kementerian Investasi Muhammad Pradana Indraputra memaparkan juga beberapa proyek yang dapat dikerjasamakan, antara lain pembangkit listrik tenaga surya di Banten, industri minyak goreng di Jambi, dan proyek-proyek investasi potensial lainnya di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Selain itu, ditawarkan juga peluang untuk berinvestasi dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). IIF dihadiri 37 pengusaha dan pemangku kepentingan dari berbagai perusahaan investasi Kuwait, antara lain, dari Kuwait Investment Authority, Union Investment Companies, Al Bader Trading Co, Marawi Group, Bin Sabt Group Companies, Fouad Al Ghanim & Sons Group of Companies. (Yoga)
Biaya Pendidikan Kembali Sumbang Inflasi Juli
Kelompok pengeluaran pendidikan menyumbang inflasi bulanan tertinggi pada Juli 2023. Secara tahunan, inflasi biaya pendidikan cenderung meningkat. Pemerintah dinilai perlu melakukan intervensi guna meredam inflasi biaya pendidikan. BPS, Selasa (1/8) merilis, inflasi pada Juli 2023 tercatat 0,21 % secara bulanan. Berdasarkan kelompok pengeluaran, pendidikan mencatatkan inflasi tertinggi, yakni 0,66 % dan andil 0,04 %. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, berdasarkan data historis, inflasi kelompok pengeluaran biaya pendidikan cenderung terjadi pada Juli-September bersamaan tahun ajaran baru. ”Kelompok pendidikan masih berpotensi memberikan andil inflasi pada dua bulan ke depan,” ujarnya.
Sepanjang 2020-2023, kata Pudji, inflasi bulanan biaya pendidikan pada Juli dan Agustus cenderung meningkat. Setiap Juli, inflasi bulanan kelompok pengeluaran ini 0,16 % (2020), lalu 0,18 % (2021), dan 0,34 % (2022). Sementara itu, pada Juli 2023, tercatat 0,66 % atau lebih tinggi dibandingkan Juli tiga tahun sebelumnya. Adapun setiap Agustus, inflasi biaya pendidikan mencapai 0,57 % (2020), 1,2 % (2021), dan 1,85 % (2022). Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, pemerintah sebaiknya melakukan intervensi guna meredam kenaikan biaya pendidikan. ”Pendidikan merupakan bagian penting dalam pengembangan SDM. Namun, pemerintah terbatas dalam menyediakannya (layanan pendidikan) sehingga lebih banyak swasta,” ujarnya. Oleh sebab itu, pemerintah bisa memberikan bantuan biaya fasilitas dasar pendidikan yang dibutuhkan dalam pengembangan SDM, seperti menambah alokasi bagi sekolah swasta dalam program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Program Indonesia Pintar. (Yoga)
Stabilitas Rupiah Terjaga
Kebijakan pengetatan moneter yang berlanjut di sejumlah negara maju sejauh ini dinilai tidak berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah. Rupiah diyakini bakal konsisten menguat ditopang oleh kinerja pasar surat utang negara yang stabil dan kewajiban parkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) yang mulai diterapkan bulan ini. Sampai 28 Juli 2023, nilai tukar rupiah tercatat menguat 3,13 % secara tahun kalender (year to date) atau sejak akhir Desember 2022. Penguatan nilai tukar rupiah itu terjadi ditengah ketidakpastian pasar keuangan global dan berlanjutnya kebijakan pengetatan moneter di sejumlah negara maju. Pekan lalu, bank sentral AS, The FederalReserve (TheFed), baru saja menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sebanyak 25 basis poin hingga mencapai 5,25-5,5 %, tertinggi dalam dua dekade.
The Fed diperkirakan masih akan menaikkan lagi suku bunga acuannya sebanyak satu kali pada September 2023 hingga menyentuh level 5,75 %, seiring tekanan inflasi di negara maju yang masih relative tinggi. Proyeksi inflasi global masih diliputi ketidakpastian seiring adanya potensi kenaikan inflasi pangan dunia. Menkeu Sri Mulyani meyakini, meski di tengah tekanan inflasi global, nilai tukar rupiah akan konsisten menguat dengan ditopang oleh indikator fundamental ekonomi yang kuat, imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang menarik, serta kebijakan wajib parkir DHE SDA yang berlaku mulai bulan ini. ”Nilai tukar rupiah akan tetap terkendali untuk mendukung stabilitas perekonomian,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) triwulan II tahun 2023 di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/8). (Yoga)
RI Sementara Tolak Sapi Hidup dari Australia
Sebanyak 13 sapi bakalan yang dikirim dari Australia terinfeksi lumpy skin disease atau LSD. Atas temuan itu, Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI Bambang, Selasa (1/8/2023), di Jakarta, menyatakan, pihaknya memutuskan untuk tidak menerima sapi bakalan impor dari empat peternakan di Australia yang berkaitan dengan temuan tersebut. Penghentian itu bersifat sementara hingga terbukti bebas dari LSD. (Yoga)
Cangkang Sawit dari Aceh Diekspor ke Jepang
Sebanyak 10.000 ton cangkang kelapa sawit dari Aceh diekspor ke Jepang via Pelabuhan Krueng Geukuh, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, oleh PT Biomassa Andalas Indonesia Kharisma. ”Kami jual ke Jepang, pada perusahaan pembangkit listrik, sebagai bahan bakar pengganti batubara. Harganya 130 dollar AS per ton,” kata Direktur PT Biomas Andalan Indonesia Kharisma Peter Halim, Selasa (1/8/2023). (Yoga)
Terkendali, Inflasi DKI di Bawah 3 Persen
Inflasi tahunan di Jakarta untuk pertama kali ada di bawah 3 persen, terhitung sejak Juli 2022 (3,50 persen). Badan Pusat Statistik DKI Jakarta merilis inflasi tahunan itu, Selasa (1/8/2023). Pelaksana Tugas Kepala BPS DKI Jakarta Dwi Paramita Dewi mengatakan, pemerintah daerah harus tetap mengupayakan langkah strategis agar inflasi tetap terkendali. Dalam empat bulan terakhir, inflasi Jakarta menunjukkan tren penurunan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









