;

Siap-Siap Inflasi Melonjak Seusai Pesta Politik

Ekonomi Hairul Rizal 04 Aug 2023 Kontan
Siap-Siap Inflasi Melonjak Seusai Pesta Politik

Laju inflasi di tahun politik 2024 diperkirakan masih akan terjaga pada rentang target 1,5% hingga 3,5%. Namun pemerintah harus tetap waspada. Sebab, ada risiko inflasi melonjak setelah tahun politik. Pemerintah memang cenderung menahan sejumlah harga agar tidak melonjak di tahun 2024. Terutama, harga bahan bakar minyak (BBM) maupun tarif listrik subsidi. Pemerintah juga menahan sejumlah harga agar tak naik di tahun depan. Misalnya, tarif pajak pertambahan nilai (PPN). Sebab berdasarkan Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tarif PPN harus naik lagi menjadi 12% yang berlaku paling lambat mulai 1 Januari 2025. Meujuk data Bank Indonesia (BI), laju inflasi meningkat di tahun berikutnya setelah pemilihan umum (pemilu) 2004 dan 2009 silam. Tahun 2004, inflasi tercatat 6,4% year on year (yoy) dan melonjak drastis pada tahun 2005 menjadi 17,11 yoy. Sementara itu, inflasi tahun 2015 tercatat sebesar 3,35% yoy, turun dibandingkan tahun pemilu 2014 yang tercatat sebesar 8,36% yoy. Begitu pula dengan tahun 2020, inflasi menurun menjadi 1,68% yoy, setelah tahun pemilu 2019 inflasi tercatat 2,72% yoy. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Mohammad Faisal meramal, inflasi nasional tahun 2024 akan melampaui 2,5% yoy. Namun, inflasi tahun depan masih akan di bawah level 3% yoy. Sementara Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira melihat, laju inflasi 2024 tak akan melonjak tinggi, meski ada pemilu. Sebab, harga komoditas masih dalam tren penurunan. Ini pula yang menyebabkan inflasi negara-negara lain turut melandai. Yang jelas, pemilu berpotensi mengungkit ekonomi RI, meski hanya sesaat. Kepala Riset Grup DBS Maynard Arif mengungkapkan, dalam kampanye pasti masing-masing kandidat menggelontorkan dana. Bahkan bukan dana dengan nominal kecil.

Tags :
#Inflasi
Download Aplikasi Labirin :