Pemulihan Ekonomi Topang Kinerja Ritel
Meski ekonomi bergulir, emiten ritel membukukan kinerja bervariasi sepanjang semester I-2023.
Misal PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mengalami penurunan laba bersih. Keuntungan LPPF merosot 25,53%
year on year
(YoY) menjadi Rp 683,87 miliar. Hasil ini terjadi ketika pendapatan LPPF masih bisa tumbuh 2,39% menjadi Rp 3,85 triliun.
Begitu juga PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Pendapatan MAPI menanjak 27,37% secara tahunan (yoy) ke posisi Rp 15,59 triliun. Tapi laba bersihnya terpangkas 5,45% menjadi Rp 1,04 triliun.
Serupa dengan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Laba bersih ERAA melorot 9,62% menjadi Rp 458,66 miliar ketika penjualan neto melonjak 23,50% ke level
Rp 28,90 triliun.
Nasib lebih baik dialami Grup Alfamart & Alfamidi, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Kinerja mereka tumbuh.
Analis Panin Sekuritas, Andhika Audrey menilai, secara umum kinerja emiten ritel setengah tahun ini sesuai dengan ekspektasi.
Sementara itu, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menjagokan saham ACES dan MAPI dengan strategi
buy on support.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023