;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Laba Lima Emiten Semen Melesat 41% Saham Menggeliat

04 Aug 2023

JAKARTA,ID-Laba bersih lima emiten semen melesat 41% menjadi Rp 2,05 triliun semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,45 triliun. Seiring dengan itu, saham semen menggeliat pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/8/2023). Kelima emiten semen itu adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indocement/Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2023, laba bersih Semen Indonesia tumbuh 3% menjadi Rp866 miliar dari Rp 840 miliar semester I tahun lalu. Sementara itu, laba bersih Indocement meroket 139% menjadi Rp 698 miliar dari Rp 291 miliar. Lompatan laba bersih  juga melanda Cemindo, yakni dari Rp50,07 miliar menjadi Rp223,24 miliar. Begitu juga dengan laba bersih Semen Baturaja yang naik dari Rp16,25 miliar menjadi Rp16,62 miliar. Adapun laba bersih SBI turun tipis dari Rp258,27 miliar menjadi Rp254 miliar. Sementara itu, kemarin, saham SMGR naik 5,8% ke level Rp7.225 INTP 4,9% menjadi Rp 935, SMCB 0,6% ke level Rp 1.630, dan SMBR 3,28% menjadi Rp378. (Yetede)

Gurih Mete Sultra yang Melintasi Benua

04 Aug 2023

Berjaya sejak puluhan tahun lalu, jambu mete asal Sulawesi Tenggara kini dikomodifikasi dalam beragam bentuk olahan. seperti Keripik, cokelat, dan brownies yang diolah dengan mete. Penganan ini berlayar dari Teluk Kendari, mengarungi Selat Makassar, melintasi samudra, dan mendarat di beberapa benua. Pada 2019, La Ato (25), yang masih kuliah, menerima pesan di telepon pintarnya. Seseorang tidak mengirimkan foto cokelat mete buatannya yang berlatar belakang sebuah kota di AS. ”Ada yang kirimkan, saya tidak tahu juga siapa. Hasil karya saya bisa sampai di luar negeri dan dikenal orang. Saya saja belum pernah keluar dari Sultra,” kata Ato, akhir Juli lalu. Di sebuah kamar kos-kosan berukuran 3x6meter di Kendari, Sulawesi Tenggara, Ato mengolah mete dan cokelat menjadi penganan khas ”Bumi Anoa”, sebutan untuk Sultra sejak 2017.

Jumat (28/7) ia mengecek stok dan bahan yang ada. Ato membuat olahan mete setelah melihat potensi yang ada. Mete ciri khas daerahnya. Sejak kecil ia akrab dengan mete. ”Belajar otodidak, akhirnya dapat komposisinya, lalu berani buat dan kemas sendiri. Ternyata disukai pembeli. Akhirnya serius urus izin dan bikin produk sendiri,” katanya. Sejak itu, produksinya bertambah, dari 1 kg mete sebulan hingga 10 kg. Penjualannya meningkat dengan omzet rerata Rp 50 juta dalam sebulan. Meski pandemi Covid-19 membuatnya jungkir balik, ia kini mulai bisa bernapas lega. Pesanan meningkat. ”Terakhir ada pesanan untuk dikirim ke Madagaskar. Tapi, karena izin dan rumah produksi belum lengkap, belum bisa. Saya upayakan bisa selesai tahun ini,” kata Ato.

Koordinator Program dan Evaluasi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Sulawesi Tenggara Assayuthi Ma’suf mengungkapkan, produk jambu mete di wilayah ini diprioritaskan menjadi andalan. ”Tetapi, dua tahun terakhir ekspornya turun. Tahun lalu itu 18 ton dan tahun sebelumnya 48 ton,” katanya. Jambu mete di wilayah ini, ujar Assayuthi, memiliki sejumlah kendala, mulai dari tanaman berusia tua, teknologi, dan intervensi pertanian yang lemah, hingga pengaruh cuaca. Akibatnya, produksi menurun beberapa tahun terakhir. La Ato juga khawatir sebab ia tahu bahan baku jambu mete banyak didatangkan dari luar, lalu diolah di wilayah ini. ”Jangan sampai kita bilang, Sultra penghasil mete, tetapi ternyata dari luar semua,” kata ayah satu anak itu. (Yoga)


EKONOMI AS Jangan Terlena dengan ”Soft Landing”

04 Aug 2023

Kini sedang berkembang isu soft landing bagi perekonomian AS. Artinya, aktivitas perekonomian AS menurun, tetapi tidak terbanting keras seperti pada 2008. Namun, para pelaku di pasar uang, saham, dan lainnya perlu waspada agar jangan kecele. Sebab, ada kerawanan besar di balik pernyataan tersebut, terutama terletak pada kecepatan pengambilan kesimpulan. Bisa juga, kesimpulan diambil tanpa memperhitungkan semua faktor dan bisa terbukti salah total, tetapi baru dirasakan kemudian hari.

Di tengah inflasi yang belum sampai pada target 2 % dan suku bunga masih akan naik dari level 5,25 %-5,5 %, Gubernur Fed Jerome Powell dan Menkeu Janet Yellen sudah menyuarakan bahwa perekonomian paling-paling hanya menuju soft landing. ”Untuk AS, pertumbuhan ekonomi melambat, tetapi saya tidak melihat resesi,” kata Yellen, dikutip Reuters, 17 Juli 2023. Berdasarkan data yang ada, PDB AS tumbuh 2 % pada kuartal I-2023 dan 2,8 % pada kuartal II-2023. Perkiraan Fed untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang 2023 adalah 1,3 %.

Terjadi penurunan, tetapi ringan. Inilah dasar munculnya istilah soft landing. Reuters pada 27 Juli 2023 melaporkan, Powell menyampaikan perkiraan Fed bahwa ekonomi AS tidak akan memasuki resesi. Mantan penasihat Federal Reserve Dallas, Danielle DiMartino Booth, mengingatkan euforia tentang soft landing. ”Kita pernah menjalani diskusi serupa pada 2000 dan 2007. Saat itu diskusinya mirip dengan yang berlangsung sekarang, bahwa hanya akan terjadi soft landing,” kata DiMartino. Kenyataan kemudian menunjukkan perkiraan tersebut meleset jauh. (Yoga)


Tingkatkan Pengelolaan Sampah Plastik Berlapis

04 Aug 2023

Jenis sampah plastik kemasan berlapis seperti bungkus mi instan belum menjadi pilihan utama dalam proses daur ulang sampah di Indonesia. Plastik jenis itu dianggap sulit didaur ulang dan bernilai ekonomi rendah. Padahal, jenis sampah ini menempati urutan  kedua terbanyak setelah sampah organik dalam timbulan sampah. Perlu peningkatan teknologi daur ulang agar sampah jenis ini menjadi barang yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) BRIN bekerja sama dengan PT Standardisasi Sertifikasi Nasional dan PT Sendang Bumi Wastama Sustainable Waste Indonesia) untuk meneliti pengembangan sistem ekonomi sirkuler berbasis plastik berlapis. Selama lima bulan ke depan, mereka akan meneliti potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari proses produksi plastik berlapis layak daur ulang serta  membuat skenario-skenario pengembangan rantai nilai.

Kepala PR EPS BRIN Umi Karomah Yaumidin mengatakan, selain mengurangi timbulan sampah, daur ulang yang  maksimal dari sampah plastik berlapis ini juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat. ”Perilaku masyarakat terutama para pelapak ini untuk bisa memilah sampah lebih baik dan juga perubahan pasarnya. Ini akan kami telusuri. Bagaimana plastik berlapis ini bisa masuk secara reguler di pasar sehingga pemanfaatannya lebih bernilai tinggi,” kata Umi, Kamis (3/8/2023), di Jakarta. Riset akan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui studi pustaka, wawancara, diskusi kelompok, dan observasi lapangan di tiga lokasi penelitian, yakni Jabodetabek, Surabaya, dan Solo. (Yoga)


Masih Rendah, Serapan Belanja Produk Dalam Negeri Dikebut

04 Aug 2023

Empat bulan menjelang akhir tahun, ruang APBN yang belum dibelanjakan masih tersisa banyak. Pemerintah pusat dan daerah diminta mengoptimalkan sisa anggarannya itu untuk mempercepat penyerapan produk dalam negeri, khususnya barang dan jasa keluaran UMKM. Sampai semester I-2023, APBN baru terserap 41 % atau Rp 1.255,7 triliun daritotal pagu Rp 3.061,2 triliun. Artinya, ada 60 % APBN atau Rp 1.805,5 triliun yang belum dibelanjakan oleh kementerian/lembaga dan pemda.

Dari total realisasi belanja itu, pengadaan barang dan jasa pemerintah baru 34,9 % dari total nilai pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) Rp 1.112,45 triliun dengan 5,3 juta paket pengadaan. Secara rinci, realisasi RUP sampai akhir Juli 2023 sebesar Rp 387,81 triliun dengan 768.000 paket pengadaan. Sebanyak Rp 216,36 triliun sudah terverifikasi sebagai produk dalam negeri, sisanya masih dalam proses verifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Saat membuka ajang Temu Bisnis Tahap VI dan Indonesia Catalogue Expo and Forum (ICEF), Menkeu Sri Mulyani berharap, kementerian dan lembaga serta pemda dapat menggunakan waktu empat bulan terakhir untuk mengebut belanja penggunaan produk dalam negeri sesuaitarget, yakni 95 % dari total belanja pengadaan. Penyerapan produk dalam negeri juga diharapkan lebih memprioritaskan barang dan jasa dari UMKM, industri kecil menengah, dan artisan. Targetnya, realisasi belanja produk UMKM Rp 250 triliun dari total pengadaan tahun ini. (Yoga)


Penghapusan Kredit Macet Dorong UMKM

04 Aug 2023

Rencana pemerintah menerbitkan aturan yang membolehkan bank-bank BUMN menghapus kredit macet usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendorong UMKM untuk bangkit setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, Kamis (3/8/2023), menjelaskan, hal itu juga akan mendorong bank-bank  BUMN  lebih banyak menyalurkan kredit ke sektor UMKM. (Yoga)

Pasar Kerja Digital Tak Diimbangi Kompetensi

04 Aug 2023

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kamis (3/8/2023), mengatakan, berdasarkan survei Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2023, permintaan terhadap pekerjaan-pekerjaan dengan pemanfaatan teknologi digital meningkat. Sayangnya, fenomena itu tak diimbangi dengan kompetensi digital pekerja sehingga terjadi ketidaksesuaian di pasar kerja. Menurut Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2022, penduduk Indonesia masih minim akses pelatihan digital. (Yoga)

Antara Risiko dan Cuan Besar Saham-Saham IPO

03 Aug 2023

Di Agustus ini, penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) semakin ramai. Di awal Agustus ini saja, sudah ada 10 perusahaan yang sedang menjalani proses penawaran dan telah menetapkan harga IPO. Para calon penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) itu berasal dari sektor dan bisnis  beragam. Kebanyakan  berasal dari perusahaan sektor properti dan barang konsumsi non-primer. Nah, investor yang berminat di saham IPO perlu jeli. Karena memilih saham IPO boleh jadi urusan yang susah-susah gampang. Saham-saham IPO cenderung jadi ajang cari cuan jangka pendek, namun juga bisa menjanjikan  untuk investasi jangka panjang. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas mengatakan, perlu hitungan cermat agar bisa menemukan potensi pertumbuhan saham di masa mendatang. Di sisi lain, bukan perkara mudah juga untuk melakukan trading saham yang baru listing. Data historis pergerakan harga saham dan indikator teknikal belum maksimal. Muhamad Alfatih, Senior Technical Analyst Samuel Sekuritas menjelaskan, pada hari pertama, investor dapat menggunakan chart intraday. Misalnya periode 15 menit. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menimpali, kalau ada indikator yang belum muncul, investor juga  dapat memperhatikan sisi volume dan volatilitas saham. Senior Technical Analyst Sinarmas Sekuritas, Mayang Anggita juga menyebut trading saham IPO di pasar sekunder tergolong berisiko tinggi karena hanya berpegang pada analisis dari prospektus.

Makin Banyak Barang Yang Akan Kena Cukai

03 Aug 2023

Pemerintah akan memperluas objek atau barang kena cukai di Indonesia. Selain menambah pemasukan negara, jumlah barang kena cukai di Indonesia saat ini relatif tertinggal ketimbang negara ASEAN lainnya. Sebagai gambaran, saat ini Indonesia memungut cukai terhadap tiga barang, yakni: etil akohol, minuman mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau (rokok) termasuk rokok elektrik dan vape. Jumlah ini bertahan sejak lama. Dibanding dengan negara kawasan, barang kena cukai di Indonesia masih tertinggal. Dengan jumlah barang kena cukai yang masih sedikit, Indonesia memiliki banyak objek cukai, termasuk jasa sebagaimana dilakukan negara tetangga. Pelaksana di Direktorat Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) Boy Riansyah mengaku, konsep jasa kena cukai sebenarnya telah dikaji oleh para akademisi Indonesia. Sebab itu, pihaknya terus mengkuti perkembangan kajian tersebut. Boy menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat barang kena cukai di Indonesia jauh lebih sedikit dibanding negara lain. Utamanya, penambahan barang kena cukai sebagaimana amanat Undang-Undang Cukai, hanya bisa diatur melalui peraturan pemerintah. Artinya, keputusan tersebut bukan hanya pada Kemkeu saja. Alhasil, proses perluasan cukai memerlukan waktu lebih lama. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan, perlu ada justifikasi dan hal yang mendasari munculnya kebijakan pengenaan cukai terhadap beberapa jasa. Jangan sampai, pengenaan cukai yang bertujuan menekan eksternalitas negatif, justru menjadi kebijakan yang mendistorsi perekonomian.

MENYIASATI ANOMALI DARI AS

03 Aug 2023

Keputusan Fitch Ratings memangkas peringkat kredit Amerika Serikat (AS) dari AAA ke level AA+, Rabu (2/8), membawa secercah asa bagi negara berkembang. Lazimnya, situasi tersebut akan menuntun investor asing mengarahkan dananya ke pasar keuangan di negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Namun, data terkini kinerja pasar keuangan justru menunjukkan gelagat sebaliknya. Demikian pula dengan kinerja rupiah yang loyo di hadapan dolar AS. Dus, kondisi itu pun menuntut kewaspadaan pemerintah untuk terus berjibaku mengamankan pilar-pilar penopang ekonomi agar tetap moncer di tengah anomali yang terjadi. Harapannya, aliran dana investor asing tetap mengucur deras jika kinerja ekonomi Indonesia terus solid. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto, menjelaskan optimisme itu berpijak pada dua landasan. Pertama, pengalaman dow­­n­­g­­rade serupa yang dilakukan oleh S&P pada 2011 yakni dari AAA ke AA+. Kala itu, dampak ke pasar keuangan pun terbatas. Kedua, kondisi ma­­kro­­­­­­eko­nomi dan fiskal Indonesia yang jauh lebih sehat, ditandai dengan realisasi konsolidasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih cepat dari target. Pasalnya, kinerja APBN hingga semester I/2023 cukup solid yang diiringi dengan outlook defisit yang lebih rendah sehingga pemerintah memangkas penerbitan SBN secara signifikan, yakni dari Rp712,9 triliun menjadi Rp362,9 triliun. Tak hanya itu, inflasi juga telah berada di jalur alamiah yakni kisaran 3% (year-on-year/YoY), serta likuiditas domestik yang masih kuat didukung yield SBN yang kompetitif dan stabil. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kinerja ekspor bakal terdampak jika proyeksi Fitch soal resesi di AS betul-betul terjadi. Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto, memandang SBN memiliki daya topang kuat dari likuiditas rupiah yang relatif cukup besar.