Ekonomi
( 40707 )Pengusaha Desak Pemerintah Intervensi
Produksi karet Sumsel terus menurun. Jika tidak segera ditanggulangi, dalam 10 tahun ke depan, industri karet di Sumsel hanya tinggal kenangan. Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex Kurniawan Edy, Sabtu (5/8) di Palembang menjelaskan, pada semester I-2023, produksi karet Sumsel 405.315 ton, turun 12 % dibanding periode sama tahun lalu sebesar 468.667 ton, karena produktivitas karet anjlok akibat penyakit tanaman dan alih fungsi lahan. Saat ini, banyak petani mengganti kebun karet dengan sejumlah komoditas lain karena produktivitas kebun karetnya menurun. Tiga tahun lalu, 1 hektar lahan karet bisa mendapatkan getah karet 70-100 kg per minggu per hektar, sekarang hanya 40 kg per minggu per hektar. Penurunan produktivitas kebun karet ini disebabkan penyakit gugur daun yang kian masif sejak 2019 dan diperparah sulitnya petani mendapatkan pupuk. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Sumsel, tetapi juga secara nasional. Produksi karet Indonesia pada 2022 hanya 2,6 juta ton dengan 2 juta ton untuk ekspor, turun dibanding 2017 saat produksi karet 3,6 juta ton dengan 3,2 juta ton di antaranya diekspor.
“Jika penurunan terus terjadi, bukan tidak mungkin dalam 10 tahun ke depan karet di Indonesia punah,” kata Alex. Penurunan produksi karet akhirnya berdampak pada lesunya industri karet karena kesulitan memperoleh bahan baku. Sejak 2017 hingga kini, setidaknya delapan pabrik tutup dan hanya menyisakan 18 pabrik karet beroperasi di Sumsel. Pabrik karet yang masih bertahan terpaksa mengimpor bahan baku dari negara lain, seperti Myanmar, Filipina, dan sejumlah negara di Afrika, agar pabrik mereka bisa terus beroperasi. Meski demikian, pasokan bahan baku itu tak sebanding dengan kapasitas pabrik. Kondisi ini membuat operasionalisasi pabrik tidak efisien. Alex berharap ada intervensi dari pemerintah, baik untuk jangka pendek, seperti memberikan bantuan kepada petani untuk menanam sejumlah komoditas sebagai pendapatan tambahan selama produksi karet menurun. Tanaman tumpang sari yang bisa dibudidayakan seperti singkong ataupun tanaman palawija. Untuk program jangka panjang, perlu upaya peremajaan tanaman karet yang didukung ketersediaan bibit unggul agar tanaman tersebut tidak mudah terkena penyakit. Langkah lain adalah merealisasikan hilirisasi produk karet. (Yoga)
Inovasi Mahasiswa Mendayagunakan Buah Naga di Banyuwangi
Bakpia kukus dengan merek Nagapia Bites itu terlihat menggoda. Teksturnya lembut dan aromanya harum. Begitu digigit, selai di dalamnya langsung lumer di mulut. Selai bakpia itu ternyata dibuat dari buah naga sehingga rasanya unik. Nagapia Bites merupakan hasil kreasi para mahasiswa UGM yang sedang mengikuti KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jatim. Total ada 30 mahasiswa UGM yang mengikuti KKN di Kecamatan Pesanggaran. Mereka dibagi ke dua desa di kecamatan tersebut, yakni Desa Pesanggaran dan Desa Sumbermulyo. Program KKN itu berlangsung mulai 23 Juni hingga 11 Agustus 2023.
Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) KKN PPM UGM di Kecamatan Pesanggaran, Dinda Lutfia Nabilla (21), mahasiswa Fakultas Hukum UGM. mengatakan, pembuatan bakpia buah naga merupakan salah satu program unggulan KKN di wilayah tersebut, yang dibuat karena buah naga merupakan komoditas yang banyak ditemui di Pesanggaran. ”Buah naga merupakan komoditas terbesar di Pesanggaran, di perjalanan ke Pesanggaran, di pinggir jalan, banyak sekali kebun buah naga,” ujar Dinda saat ditemui di Desa Sumbermulyo, Jumat (28/7). Petani buah naga di Pesanggaran menghadapi persoalan berulang, yakni harga anjlok saat panen raya.
Rata-rata harga buah naga di Pesanggaran Rp 20.000 per kg, tetapi saat panen raya hanya Rp 4.000 per kg. Ide membuat bakpia buah naga terinspirasi dari bakpia yang menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta. Produksi bakpia buah naga memberi keuntungan lumayan, biaya produksi satu kemasan berisi 10 bakpia buah naga Rp 15.000, yang dijual Rp 20.000 sehingga diperoleh keuntungan Rp 5.000 per kemasan. Untuk membuat 10 bakpia, dibutuhkan 500 gram buah naga. Dengan skema itu, warga bisa mendapat keuntungan Rp 10.000 untuk 1 kg buah naga. Keuntungan bisa lebih besar saat harga buah naga turun. Selain bakpia buah naga, para mahasiswa juga memanfaatkan buah naga untuk membuat sabun cuci tangan dan pupuk organik cair. (Yoga)Momentum Investasi Arloji Mewah
Kenaikan bunga acuan The Federal Reserve juga berdampak pada performa pasar jam tangan mewah. Indeks WatchCharts, yang melacak harga 60 arloji dari merek terkenal termasuk Rolex, Patek Philippe hingga Audemars Piguet, turun 32% dari puncaknya Maret 2022. Indeks terpisah untuk model Rolex saja, turun 27% dibandingkan periode yang sama.
Harga arloji termahal turun paling tajam. Harga arloji antara US$ 50.001 dan US$ 100.000 turun lebih dari 15% selama 12 bulan terakhir. Sementara harga arloji antara US$ 10.001 dan US$ 20.000 turun 10,4%. Arloji dengan kisaran harga US$ 5.001-US$ 10.000 turun 6,8%.
Suku bunga yang merangkak naik memicu kekhawatiran akan penurunan ekonomi. Alhasil, mendorong investor untuk mengurangi pengeluaran barang mewah. Pengunjung termasuk para kolektor jam tangan mewah sibuk melihat-lihat dan sesekali bertanya dan bernegosiasi harga. Menurut Andre, anggota JWX, harga jam tangan mewah bukan turun, tapi kembali ke harga sebelum 2021.
Pasalnya, tahun 2021 sampai dengan awal 2022 harga jam tangan mewah naik secara signifikan. Dia mencontohkan, harga jam tangan Rolex dengan Submarine with Date harganya melonjak jadi Rp 250 juta. Padahal, sebelumnya harga di antara Rp 140 juta - Rp 150 juta.
Jika ditarik dari periode Januari - Agustus 2023, harga jam tangan mewah sudah berada di level bottom. Dengan begitu, Andre berpandangan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli dengan tujuan untuk digunakan.
Sementara jika tujuan untuk investasi, ia menilai masih sangat tricky. Sebab, keadaan ekonomi dan politik tidak terlalu positif, baik di dalam maupun luar negeri.
Otomotif Menderu Komponen Ikut Ngegas
Industri otomotif di tanah air yang semakin menderu membawa berkah bagi emiten komponen otomotif. Para emiten produsen suku cadang otomotif pun optimistis, laju bisnis bidang ini makin melesat hingga akhir tahun ini.
Terlihat dari hasil kinerja beberapa emiten komponen otomotif. Misalnya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencetak pendapatan jumbo, Rp 9,38 triliun di semester I-2023.
Top line
anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menanjak 9,32% secara tahunan atau
year on year
(yoy).
Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) tak kalah mentereng, dengan mencetak kenaikan penjualan hingga 72,32% yoy menjadi Rp 2,74 triliun.
Lonjakan kinerja juga dialami oleh PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM). Penjualan SMSM meningkat 7,39% (YoY) ke level Rp 2,47 triliun. Laba bersihnya melompat 13,75% menjadi Rp 429,33 miliar.
Begitu juga PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) yang mengantongi penjualan sebesar Rp 765,35 miliar, naik 16,18% secara tahunan.
Sekretaris Perusahaan BOLT, Anthony Wijaya membeberkan pertumbuhan kinerja bisnis setengah tahun ini didorong oleh kenaikan produksi di industri otomotif. Produksi pabrikan otomotif mendorong semua rantai pasokan untuk ikut bertumbuh. Dengan kondisi itu, Chief Financial Officer PT Selamat Sampurna Ang Andri Pribadi optimistis hingga akhir tahun nanti SMSM bisa mencapai target bisnis. Yakni pertumbuhan penjualan SMSM di level 5%-10% dan kenaikan laba sekitar 10%.
Research Analyst
Reliance Sekuritas, Lukman Hakim menimpali, industri otomotif masih berpotensi tumbuh di semester II ini.
Emiten Konstruksi Agresif Mengejar Kontrak Baru
Beberapa emiten yang bergerak di bidang konstruksi mampu membukukan kontrak baru di semester I-2023. Kontrak ini akan menjadi modal penting untuk melaksanakan produksi hingga beberapa tahun mendatang. Tak hanya penambahan jumlah, kontrak selama semester I-2023 dinilai banyak yang sesuai dengan target hingga dianggap
in-line
sampai akhir tahun 2023 ini.
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang hingga Juni 2023 telah berhasil menggenggam kontrak baru sebesar Rp 11,47 triliun atau turun dibandingkan periode yang sama yang sebesar Rp 13,8 triliun. Target kontrak WIKA sampai akhir tahun Rp 36 triliun.
Corporate Secretary
WIKA Mahendra Vijaya bilang sebagian besar proyek pada
order book
berasal dari segmen infrastruktur dan bangunan gedung, disusul dengan kontrak rekayasa, pengadaan, konstruksi dan
commissioning
(EPCC) dan industri.
Memasuki semester II-2023, WIKA optimistis nilai kontrak baru akan terus bertambah hingga akhir tahun sejalan dengan keikutsertaan perseroan pada berbagai tender proyek yang didominasi oleh segmen infrastruktur, bangunan gedung dan industri.
Tak hanya WIKA, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) hingga Juni 2023 juga memperoleh kontrak sesuai target. "ADHI mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp14 triliun atau tumbuh sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,7 triliun," jelas Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto, kemarin.
Sementara PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) semakin dekat menggapai target kontrak baru untuk tahun 2023 yaitu Rp 2,6 triliun. "Per 31 Juli 2023 nilai kontrak baru yang telah diraih sekitar Rp 2,06 triliun," tutur Sekretaris Perusahaan TOTL, Anggie S. Sidharta, kemarin.
Ini berarti ada peningkatan kontrak baru di Juli. Mengingat, sampai akhir Juni 2023 nilai kontrak baru TOTL sebesar Rp 1,33 triliun. Anggie mengatakan, sejauh ini ada 13 proyek baru yang dikerjakan, ditambah beberapa proyek lain yang masih
on-going
di tahun 2023.
MENCARI LADANG DI LUAR BUNGA
Beban suku bunga yang masih dalam tren meninggi hingga paruh kedua tahun ini bakal tetap menjadi tantangan perbankan dalam memacu pendapatannya. Di tengah kondisi ini, sumber pendapatan di luar bunga menjadi opsi potensial untuk dijelajahi guna menjaga laba tetap tumbuh subur. Sumber pendapatan non-bunga sebelumnya terbukti menjadi andalan sejumlah bank pada paruh pertama tahun ini dalam menggenjot laba. Hal itu terjadi terutama akibat kenaikan suku bunga acuan sejak Agustus 2022 hingga awal 2023 sebesar 225 bps. Kendati beberapa bulan belakangan Bank Indonesia (BI) sudah menahan suku bunga acuannya di level 5,75%, kenaikan tersebut mulai berefek pada beban dana bank pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut telah ditunjukkan dalam laporan kinerja mayoritas bank pada paruh pertama tahun ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., misalnya, menikmati pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 21,3% year-on-year (YoY) per Juni 2023 menjadi Rp64,2 triliun, tetapi beban bunganya meningkat lebih pesat hingga 52,1 persen YoY sebesar Rp16,9 triliun. Akibat beban bunga yang tinggi, Bank Mandiri melaporkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) 13,1% YoY menjadi Rp47,3 triliun. Untungnya, pendapatan nonbunga berhasil tumbuh lebih tinggi sebesar 14% menjadi Rp18,36 triliun. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan perseroan optimistis pendapatan non-bunga, termasuk dari fee based income (FBI) tetap tumbuh pada paruh kedua 2023. Di kalangan bank swasta besar, PT Bank CIMB Niaga Tbk. melaporkan NII tumbuh tipis 4,59% YoY menjadi Rp6,83 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga, khususnya FBI perseroan meroket 49,16% YoY menjadi Rp1,79 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan FBI bank ditopang oleh bisnis bancassurance dan treasury. Selain itu, PT Bank Panin Tbk. Juga melaporkan pertumbuhan FBI hingga 47,94% YoY menjadi Rp1,68 triliun, terutama dari transaksi surat berharga dan recovery. Ini menjadi penyelamat pada saat NII perseroan justru turun 5% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Selain itu, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (BNII) pun mencatatkan kinerja moncer FBI pada semester I/2023, yakni Rp1,10 triliun, tumbuh 25,6% YoY. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan FBI BNII ditopang oleh transaksi global market yang melonjak sebesar 239,3% YoY menjadi Rp182 miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan industri perbankan saat ini memang dalam masa peralihan. Kendati menjadi lini pemasukan utama, pendapatan bunga bukanlah satu-satunya sumber pendapatan yang potensial.
MENJELANG LAPORAN BPS : Ekonomi RI Diprediksi Tetap Tangguh
Sejumlah ekonom memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap tangguh pada 2023, di tengah prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyatakan, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun cenderung moderat pada tingkat 5,04%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 5,31%. Menurutnya, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik pada 2023. Kegiatan ekspor ke depan diproyeksikan melemah, seiring dengan perlambatan ekonomi global. “Di sisi lain, konsumsi domestik diperkirakan akan tetap kuat, didukung oleh faktor mobilitas masyarakat yang meningkat, tren inflasi yang menurun, dan kondisi fiskal yang solid,” katanya, Jumat (4/8). Pada Senin (7/8), Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Kuartal II/2023. Dia juga memperkirakan pertumbuhan pada Kuartal II/2023 akan didorong oleh menguatnya konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang meningkat. “Konsumsi rumah tangga diperkirakan mendapat dorongan yang signifikan setelah berakhirnya pandemi, yang meningkatkan mobilitas masyarakat,” jelasnya. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memperkirakan ekonomi Kuartal II/2023 tumbuh 5,03% secara tahunan tahunan atau lebih rendah sedikit dari pencapaian pertumbuhan pada Kuartal I/2023 yang sebesar 5,03% YoY. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2023 terutama akan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan net ekspor.
JUAL-BELI DARING : Aturan Baru Berlaku September
Kementerian Perdagangan memperkirakan usulan pelarangan produk impor dengan harga di bawah US$100 dijual di platform dalam jaringan (daring), baik e-commerce maupun social commerce, bakal diterapkan mulai September 2023. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan pelarangan itu mengacu target selesainya revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.50/2020 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) pada September 2023. “Mudah-mudahan lebih cepat lebih bagus buat kami. Kalau bisa bulan ini kelar biar September depan jadi,” katanya saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jumat (4/8). Menurutnya, harmonisasi revisi Permendag No.50/2020 dilakukan bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan kementerian terkait lainnya. Selain larangan produk impor seharga di bawah US$100, revisi Permendag No.50/2020 itu juga mengatur perlakuan sama antara platform daring dan luar jaringan (luring) seperti pengenaan pajak, izin, dan lainnya. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim sebelumnya menuturkan sejumlah ketentuan telah direvisi, terutama terkait dengan pembatasan peredaran produk impor di platform digital. Selain aturan batas minimum harga untuk produk impor yang diperdagangkan dalam marketplace, juga menetapkan persyaratan tambahan bagi pedagang luar negeri yang bertransaksi di marketplace domestik, mulai dari komitmen penjual asing memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).
INDUSTRI FESYEN : Membangun Target Pasar yang Tepat
Ini juga menjadi tantangan bagi para pelaku usaha untuk menciptakan produk fesyen yang dapat menjadi pilihan gaya berpakaian seseorang atau merepresentasikan style pribadi penggunanya. Salah satu brand fesyen yang berhasil menarik perhatian dan digandrungi kalangan anak muda terutama Gen Z adalah Jiniso. Brand yang dikembangkan oleh Dian Fiona sejak 2019 ini bukan sekadar menjual jeans atau denim pada umumnya. Ada konsep branding yang diusung di dalamnya bahwa jeans ini diciptakan untuk merepresentasikan gaya fesyen anak muda yang aktif dan kreatif. Terlebih dengan produk unggulannya high waist jeans yang nyaman dikenakan untuk segala aktivitas yang sesuai dengan tagline Jiniso Active Jeans. Brand fesyen lainnya yang mampu merepresentasikan fesyen wanita muslimah yang aktif adalah Tantri Namirah Official. Brand modest fesyen yang dihadirkan oleh pasangan Haykal Kamil dan Tantri Namirah ini baru saja di-relaunch pada Ramadhan 2023 ini. Meski baru saja diluncurkan pada Ramadan 2023 ini, permintaan pasar akan pasmina yang mereka luncurkan sangatlah besar. “Biasanya kalau penjualan setelah Ramadan akan turun, kalau ini malah makin naik karena kami sudah ketemu selah akan produk yang memang disukai konsumen,” ujar Haykal. Untuk penjualan, Tantri Namirah Official saat ini sangat mengandalkan penjualan secara online. Salah satu penjualan terbesar diakuinya didapatkan melalui Shopee live yang menyumbang hampir 70% dari total keseluruhan penjualan yang saat ini mencapai hingga 3.000 pcs per bulan.
Pariwisata Makin Pulih, Awas Risiko Berlebih
Setelah anjlok akibat pandemi Covid-19, jumlah kunjungan wisatawan berangsur pulih seiring pelonggaran mobilitas sosial. Dua tahun terakhir, kunjungan wisatawan melonjak signifikan. Selain peningkatan mutu sarana prasarana, layanan, dan penge- lolaan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah daya dukung kawasan. Khusus wisatawan domestik, berdasar data BPS, jumlah perjalanan wisatawan 433,57 juta perjalanan selama semester I-2023. Meningkat 12,57 % dibandingkan semester I-2022 dan 23,83 % dibandingkan semester I-2019. Sementara wisatawan mancanegara 5,19 juta kunjungan atau meningkat 250,33 % dibandingkan semester I-2022. Menurut Ketua Tim Wilayah I Direktorat Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf Agus Suprihastono, pihaknya menargetkan 1,4 miliar pergerakan wisatawan domestik pada 2023.
”Kami memperbaiki destinasi wisata (saat ini), bagaimana merangsang orang supaya mau berwisata di dalam negeri,” ujar Agus dalam konferensi pers Kompas Travel Fair 2023 di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (4/8). Saat ini, Kemenparekraf fokus menggarap tujuan lokal, terutama daerah berstatus destinasi superprioritas, yaitu Danau Toba (Sumut), Borobudur (Jateng), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulut). Menurut Agus, pihaknya mempersiapkan masyarakat sekitar, terutama untuk aspek pelayanannya. Meski demikian, risiko pariwisata berlebih diwaspadai. Agus mengatakan, Kemenparekraf mengupayakan untuk memperhitungkan daya tampung serta daya dukung suatu kawasan, bila terjadi penumpukan turis, perlu dibuat antrean masuk bagi wisatawan. Saat ini, pemerintah menekankan pada kualitas ketimbang kuantitas wisatawan. Harapannya, lingkungan terjaga, sementara wisatawan yang berkunjung merasa nyaman. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









