Ekonomi
( 40512 )Sentimen dari Paman Sam
Tekanan eksternal tampaknya masih berlanjut terhadap pasar keuangan Indonesia dan berpotensi mengganggu ekonomi nasional. Fitch Ratings telah menurunkan peringkat utang Amerika Serikat (AS) dari rating teratas AAA menjadi AA+. Lembaga pemeringkat kredit itu memangkas peringkat kredit pemerintah AS menyusul kekhawatiran atas keadaan keuangan negara dan beban utangnya. Bagi suatu negara apalagi sebesar Negeri Paman Sam Amerika Serikat, pemangkasan peringkat tersebut berdampak negatif karena investor cenderung melihatnya sebagai investasi yang lebih berisiko. Hal itu dikhawatirkan berujung pada kebijakan bank sentral AS untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga acuan. Saat ini, tingkat suku bunga The Fed berada di rentang 5,25%—5,50%, posisi tertinggi selama lebih dari dua dekade. Apalagi The Fed juga dibebani target inflasi yang sulit dipenuhi karena tantangan ketahanan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang belum sesuai dengan ekspektasi. Kondisi dilematis ekonomi AS bisa berdampak pada Indonesia. Di sisi lain, pemangkasan peringkat credit rating AS juga berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Bursa Efek Indonesia seharian kemarin berada di zona merah karena sikap hati-hati investor terhadap kemungkinan kenaikan lanjutan suku bunga The Fed. Nilai tukar rupiah pun terdepresiasi di atas Rp15.160-an per dolar AS. Kondisi pasar nilai tukar ini sedikit anomali karena AS juga pernah mengalami penurunan rating oleh S&P dan dampaknya nilai tukar dolar AS melemah. Namun, kali ini dolar AS malah menguat terhadap mayoritas mata uang dunia. Meskipun demikian, volatilitas arus modal asing diprakirakan akan makin terbatas. Selain karena telah dilakukan besar-besaran pada tahun lalu, arus modal asing diyakini kembali masuk ke Indonesia jika The Fed menyatakan sudah cukup dengan kenaikan suku bunga.
KREDIT KENDARAAN BERMOTOR : PEMBIAYAAN MOBIL LISTRIK MEROKET
Perusahaan pembiayaan alias leasing ikut kecipratan lonjakan penjualan mobil listrik selama paruh pertama tahun ini. Permintaan kredit meningkat di tengah pemulihan mobilitas pascapandemi dan gencarnya pabrikan meluncurkan lebih banyak produk yang lebih murah. Setidaknya tiga perusahaan multifinance yang bergerak di bisnis pembiayaan roda empat menorehkan pertumbuhan kredit mobil listrik hingga tiga digit, mengekor kenaikan penjualan sekitar 500% sepanjang semester I/2023. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan pembiayaan mobil listrik Rp81,4 miliar atau 214 unit pada semester kemarin, dua kali lipat dari pencapaian periode yang sama tahun lalu. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Bisnis, Selasa (1/8), mengatakan kenaikan pembiayaan berlangsung di tengah mobilitas masyarakat yang kembali normal serta kesadaran terhadap lingkungan yang makin tinggi. Di sisi pasokan, manufaktur memberikan beragam alternatif produk dengan harga yang lebih terjangkau. Salah satu strategi CNAF untuk melanjutkan pertumbuhan pembiayaan mobil setrum ke depan adalah menawarkan suku bunga yang lebih murah dari pembiayaan regular, bahkan menawarkan bunga 0% dengan syarat khusus. Sementara itu, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menyalurkan pembiayaan mobil listrik Rp163,58 miliar yang mencakup 490 unit, melesat 277% YoY. Adapun, PT Bank Central Asia Finance (BCA Finance) menyalurkan pembiayaan Rp674 miliar atau 1.451 unit sepanjang Januari-Juni 2023, terbang 7.536% YoY. Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim mengatakan pembiayaan mobil listrik tahun ini melesat, mengekor penjualannya yang naik pesat. Padahal, pada paruh pertama tahun lalu, penjualan mobil listrik belum banyak. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik menembus 23.260 unit sepanjang semester I/2023, 557,99% lebih tinggi dari 3.535 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Peringkat Utang Diturunkan, Menkeu AS Protes
Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Pemerintah Amerika Serikat dari AAA menjadi AA+, Selasa (1/8/2023). Alasannya, jumlah utang Pemerintah AS terus meningkat dan penanganannya memburuk serta pertumbuhan ekonomi AS akan menurun. Penurunan peringkat ini tidak menunjukkan kesulitan berarti tentang daya utang AS dalam waktu dekat. Meski demikian, Menteri Keuangan Janet Yellen memprotes putusan Fitch. (Yoga)
Nusantara Sejahtera Raya Raih Rp 2,25 Triliun
Pada akhir sesi kedua di hari perdana pencatatan, saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk ditutup naik 17,04 persen atau Rp 46 menjadi Rp 316 dari harga perdana Rp 270 per saham. Dari penerbitan saham perdana ini, Nusantara Sejahtera berhasil mendapatkan total dana publik Rp 2,25 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama Nusantara Sejahtera Raya Hans Gunadi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Yoga)
Insentif Ekstra bagi Eksportir Tidak Perlu Dipukul Rata
Pemerintah mempertimbangkan menambah insentif bagi eksportir sumber daya alam untuk menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Agar tidak mengurangi potensi tambahan devisa yang bisa didapat negara, insentif dan keringanan itu perlu diberikan secara selektif dan bertingkat sesuai kebutuhan likuiditas per sektor serta kepatuhan pengusaha. Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Triwulan II Tahun 2023, Selasa (1/8) mengatakan, pemerintah akan mengkaji opsi fasilitas dan insentif tambahan untuk menarik eksportir menyimpan DHE di sistem keuangan dalam negeri. Harapannya, eksportir bisa lebih mudah memutar devisa untuk kebutuhan modal kerja.
Bentuk insentif tambahan itu masih dibahas pemerintah. Pemerintah akan lebih dulu mengevaluasi jalannya kebijakan wajib parkir DHE yang berlaku sejak 1 Agustus 2023. Sebelumnya, kebijakan DHE sempat memancing protes dan keluhan dari eksportir SDA. Mereka khawatir kewajiban memarkir 30 % devisa di sistem keuangan domestik selama minimal tiga bulan itu bisa mengganggu arus kas perusahaan. Di beberapa sektor tertentu, DHE umumnya langsung diputar kembali untuk modal kerja, seperti mengimpor bahan baku atau membayar kebutuhan operasional lainnya. (Yoga)
Kawasan Industri Dongkrak Penjualan Listrik
Kawasan industri di Jawa Tengah turut mendongkrak penjualan listrik pada semester I-2023. ”Kontribusinya terhadap pertumbuhan penjualan listrik hingga Rp 249,4 miliar. Angka ini meningkat 10,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan DI Yogyakarta Mochamad Soffin Hadi, dalam siaran pers, Rabu (2/8/2023). (Yoga)
Jaring Laba Digitalisasi Ekonomi Hijau
Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (CEF) telah tuntas digelar pada Jumat hingga Minggu (21-23/7/2023). Ajang ini tidak hanya memanggungkan produk UMKM yang fokus pada ekonomi hijau digital, tetapi juga mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp 1,2 miliar. Ingatan Yuli Hasan (46) belum bisa lepas dari CEF yang digelar Kantor Perwakilan BI Cirebon kedelapan kali tahun ini. CEF menampilkan aneka produk UMKM dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) di Provinsi Jabar. Puluhan pelaku UMKM, termasuk Yuli, mencoba membawa pesan sesuai tema, ”Ciayumajakuning Tumbuh, Hijau, dan Berkelanjutan”.
Saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Larangan, Kota Cirebon, Jabar, Selasa (1/8), pemilik UMKM dengan jenama Swarna Alam ini antusias bercerita soal CEF. ”Saya sudah tiga kali ikut CEF. Setiap ikut, omzetnya bisa sampai Rp 10 juta,” ucap Yuli, yang menjual produk fashion berbasis ecoprint, teknik mewarnai kain dan membentuk motif menggunakan bahan alam, seperti dedaunan, bunga, hingga ranting pohon. Bagi Yuli, meraup uang sejumlah itu dalam tiga hari hanya bisa terwujud dalam ajang seperti CEF. Namun, bagi Yuli, cuan bukan satu-satunya tujuan. Baginya, ajang itu menjadi ruang kampanye ecoprint, yang belum setenar batik.
”Baju dari pabrik, misalnya, hanya digunakan dua tahun. Tapi, kalau baju ecoprint bisa bertahan empat tahun. Bahan-nya juga tidak membuat kulit iritasi,” ucapnya menunjukkan telapak tangannya yang mulus. Suja’i, pengelola Galeri Batik Ciwaringin, juga menikmati berkah CEF. Mengusung batik tulis pewarna alam, produknya termasuk jadi incaran pengunjung. ”CEF tahun ini, hasil penjualan semuanya Rp 12 juta. Ini meningkat dibandingkan tahun lalu, Rp 6 juta,” katanya. ”Perkiraan penjualan UMKM selama periode kegiatan (CEF) mencapai Rp 1,2 miliar, meningkat 15 % dari tahun lalu,” ucap Kepala KPw BI Cirebon Hestu Wibowo. (Yoga)
TERMINAL PETI KEMAS : AKSI EKSPANSI SPTP KE BUMI BORNEO
Pengoperasian dua terminal peti kemas anyar milik PT Pelindo Terminal Petikemas atau SPTP diyakini bakal makin menyokong arus bongkar muat yang pada paruh pertama tahun ini terus melanjutkan tren penaikan.
Perseroan memperluas area kerja melalui pengoperasian Terminal Peti kemas (TPK) Bagendang dan TPK Bumi Harjo di Kalimantan Tengah mulai 1 Agustus 2023. Corporate Secretary SPTP Widyaswendra mengatakan bahwa pengoperasian kedua terminal peti kemas itu merupakan kelanjutan dari aksi korporasi setelah penggabungan Pelindo. “Secara bertahap kegiatan pelayanan terminal peti kemas akan diserahoperasikan dari holding [Pelindo] kepada SPTP. Dengan bertambahnya 2 TPK di Kalimantan Tengah ini menambah daftar terminal yang kami kelola menjadi 29 terminal peti kemas,” jelasnya, Selasa (1/8).Dia menjelaskan bahwa sejak 2022 SPTP menerima serah operasi terminal di 14 kantor cabang dan inbreng 7 anak perusahaan. Dengan serah operasi TPK Bagendang dan TPK Bumi Harjo yang menjadi 1 cabang, maka total terdapat 15 kantor cabang dengan keseluruhan terminal menjadi 29 terminal peti kemas.
“Seluruh terminal peti kemas akan memiliki standar pelayanan yang sama sesuai dengan kelas masing-masing guna memudahkan kontrol dan monitoring bagi SPTP selaku operator maupun perusahaan pelayaran sebagai pengguna jasa,” jelasnya. Dalam catatan perseroan, performa arus bongkar muat di kedua terminal peti kemas ini cukup moncer.
PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat kinerja arus petikemas selama semester I/2023 ini mencapai 644.770 TEUs atau meningkat tipis sebesar 3% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya 625.946 TEUs. Direktur Utama TPS Wahyu Widodo mengatakan pihaknya memang memiliki pangsa layanan internasional yang berkontribusi 80% dari total layanan peti kemas di kawasan Tanjung Perak.
Wahyu mengatakan peningkatan kinerja TPS tidak hanya terjadi pada arus peti kemas tetapi juga pada kinerja bongkar muat yang saat ini berada pada angka 56,09 box/ship/hour.Angka ini imbuhnya, jauh di atas kinerja bongkar muat 48 box/ship/hour yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak di Surabaya.
Direktur Utama TTL David P. Sirait mengatakan peningkatan kinerja arus peti kemas itu juga diiringi dengan peningkatan jumlah kunjungan kapal peti kemas ke TTL pada semester I/2023 yang tercatat sebanyak 658 unit atau naik 5,3% YoY.
Investor Bocor
JAKARTA,ID-Pemerintah harus memangkas ekonomi biaya tinggi (high cost economy) agar penanaman modal memiliki daya dongkrak (leverage) yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika investasi langsung (direct investment) terus ‘bocor’ seperti sekarang, Indonesia sulit mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Investasi yang masih ‘bocor’ tercermin pada Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dikisaran 6,2. Padahal, ICOR menunjukkan jumlah investasi baru yang dibutuhkan untuk menaikkan atau menambah satu unit output dalam perekonomian. Koefisien ICOR yang menilai negatif atau bernilai besar menunjukkan inefisiensi dalam investasi. Memangkas ekonomi biaya tinggi dapat dilakukan antara lain dengan menghapus pungli, korupsi, dan kolusi, serta mengarahkan investasi ke sektor-sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi. Pemerintah juga harus melanjutkan debirokratisasi perizinan investasi, meneruskan hilirisasi dan industrialisasi, serta menciptakan konektivitas ekonomi melalui Pembangunan infrastruktur. (Yetede)
Pemerintah AS dan Ekonom Menangkis Langkah Fitch Ratings
NEW YORK,ID-Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sejumlah ekonom terkemuka di sana menepis langkah Lembaga pemerintah Ficth Ratings, yang pada Selasa (01/8/2023) menurunkan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA+. Pemerintah AS menyebutkan, keputusan tersebut sekehendak sendiri. Sedangkan kalangan ekonom memandangnya sebagai langkah yang aneh. Namun sebagian ekonom lain mengatakan, biar bagaimanapun Langkah Fitch itu harus tetap menjadi bahan pemikiran, bagi pemerintah AS maupun para investor. Fitch memiliki alasan sendiri untuk menurunkan peringkat kredit AS dari AAA ke AA+. Menurut mereka, kemerosotan fiskal selama tiga tahun ke depan dan negosiasi pagu utang yang berulang kali gagal telah mengancam kemampuan pemerintah AS untuk membayar tagihan-tagihannya. Fitch pertama kali menandai kemungkinan penurunan peringkat utang AS itu pada Mei 2023. Kemudian mempertahankan posisi tersebut pada Juni 2023 setelah krisis pagu utang teratasi dan sekarang juga berencana menyelesaikan tinjauannya untuk kuartal III tahun ini. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









