MENCARI LADANG DI LUAR BUNGA
Beban suku bunga yang masih dalam tren meninggi hingga paruh kedua tahun ini bakal tetap menjadi tantangan perbankan dalam memacu pendapatannya. Di tengah kondisi ini, sumber pendapatan di luar bunga menjadi opsi potensial untuk dijelajahi guna menjaga laba tetap tumbuh subur. Sumber pendapatan non-bunga sebelumnya terbukti menjadi andalan sejumlah bank pada paruh pertama tahun ini dalam menggenjot laba. Hal itu terjadi terutama akibat kenaikan suku bunga acuan sejak Agustus 2022 hingga awal 2023 sebesar 225 bps. Kendati beberapa bulan belakangan Bank Indonesia (BI) sudah menahan suku bunga acuannya di level 5,75%, kenaikan tersebut mulai berefek pada beban dana bank pada pertengahan tahun ini. Hal tersebut telah ditunjukkan dalam laporan kinerja mayoritas bank pada paruh pertama tahun ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., misalnya, menikmati pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 21,3% year-on-year (YoY) per Juni 2023 menjadi Rp64,2 triliun, tetapi beban bunganya meningkat lebih pesat hingga 52,1 persen YoY sebesar Rp16,9 triliun. Akibat beban bunga yang tinggi, Bank Mandiri melaporkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) 13,1% YoY menjadi Rp47,3 triliun. Untungnya, pendapatan nonbunga berhasil tumbuh lebih tinggi sebesar 14% menjadi Rp18,36 triliun. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan perseroan optimistis pendapatan non-bunga, termasuk dari fee based income (FBI) tetap tumbuh pada paruh kedua 2023. Di kalangan bank swasta besar, PT Bank CIMB Niaga Tbk. melaporkan NII tumbuh tipis 4,59% YoY menjadi Rp6,83 triliun. Di sisi lain, pendapatan non-bunga, khususnya FBI perseroan meroket 49,16% YoY menjadi Rp1,79 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengungkapkan bahwa pertumbuhan FBI bank ditopang oleh bisnis bancassurance dan treasury. Selain itu, PT Bank Panin Tbk. Juga melaporkan pertumbuhan FBI hingga 47,94% YoY menjadi Rp1,68 triliun, terutama dari transaksi surat berharga dan recovery. Ini menjadi penyelamat pada saat NII perseroan justru turun 5% YoY menjadi Rp4,78 triliun. Selain itu, PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (BNII) pun mencatatkan kinerja moncer FBI pada semester I/2023, yakni Rp1,10 triliun, tumbuh 25,6% YoY. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, mengatakan FBI BNII ditopang oleh transaksi global market yang melonjak sebesar 239,3% YoY menjadi Rp182 miliar. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan industri perbankan saat ini memang dalam masa peralihan. Kendati menjadi lini pemasukan utama, pendapatan bunga bukanlah satu-satunya sumber pendapatan yang potensial.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Transaksi Digital Melaju Kencang
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023