Pasar Finansial Cermati Risiko Inflasi AS dan Tiongkok
NEW YORK,ID-Pasar saham dunia memulai aktivitas perdagangan pekan ini pada Senin (7/8/2023) dengan lesu. Setelah diakhir perdagangan pekan lalu laporan pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) memicu reli di pasar obligasi, tantangan baru membentang pekan ini karena akan muncul laporan inflasi konsumen AS dan Tiongkok. Pasar mencermati keduanya, karena seperti dikatakan Dana Moneter Internasional (IMF) akhir bulan lalu, inflasi tetap menjadi momok bagi pasar saham. Indeks saham global MSCI melemah 0,2% dalam volume perdagangan yang tipis, setelah turun 2,6% pada minggu lalu. Sedangkan indeks saham Eropa Stoxx turun 0,3%, dipimpin penurunan saham-saham pertambanagn, bawang merah, dan minyak yang hanya dapat diimbangi sebagian oleh saham-saham produsen obat. Sementara itu di pasar AS, yang saat naskah ini disusun belum dibuka, kemungkinan menguat. Indeks futures untuk S&P menguat 0,2% Nasdaq naik o,4%. Dari sekitar 90%, perusahaan dalam indeks S$P 500 telah mengeluarkan laporan keuangan kuartal II, data Refinitiv I/B/E/S menunjukkan hasilnya 4% lebih baik dari perkiraan kalangan analis dan lebih dari 79% mengalahkan prediksi Wall Street. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Sinyal Kuat Kebangkitan IHSG
Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
Pasar Dalam Tekanan
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023