Suku Bunga Tinggi, Nilai Emisi Obligasi Korporasi Anjlok 20%
JAKARTA,ID-Penerbitan obligasi korporasi turun 20,4% menjadi Rp74,9 triliun per Juli 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp94 triliun. Salah satu pemicunya adalah masih tingginya suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo rate (BI7DRR) di level 5,75%. Di sisi lain, penurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) mengguncang pasar saham Indonesia. Kemarin harga indeks saham gabungan (IHSG) terpangkas 0,4% ke level 6.854. Sebelumnya, indeks sudah terpukul sinyal kuat pelemahan ekonomi Tiongkok. Chief ekonomist PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefinso) Suhindarto menyatakan, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan beberapa kali sejak semester II-2022 hingga Januari 2023. Kemudian, BI mempertahankan suku bunga di level 5,75% hingga sekarang. "Lingkungan bunga ini membuat pendanaan menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan semester I-2022 yang lalu," kata Suhindarto, Rabu (2/8/2033). Selain itu, imbuh dia, suku bunga tinggi meningkatkan leverage keuangan dari emiten. Akibatnya, investor meminta premi yang lebih tinggi untuk mengkompensasi resiko yang lebih tinggi akibat kenaikan leverage keuangan. (Yetede)
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023