Penyetaraan Harga karbon Tarik Investasi Hijau
JAKARTA,ID-Penyetaraan harga karbon Indonesia dengan Eropa diyakini akan menarik minat para pelaku usaha untuk menginvetasikan dananya di industri hijau nasional. Uni Eropa tercatat sebagai penyelenggara sistem perdagangan karbon pertama di dunia, dimana saat itu ini harga karbon yang diterapkan sekitar 100 euro atau setara Rp1,66 juta per ton CO2. Sementara pemerintah Indonesia akan membandrol harga karbon dikisaran US$ 2-18 atau sekitar Rp30-270 ribu per ton CO2. "Indonesia diharapkan tidak terlalu murah menerapkan harga karbon, karena biaya untuk menyerap karbon juga tidak murah. Kalau terlalu murah, saya khawatir semua perusahaan tidak mau investasi. Menurut saya, harganya harus sama dengan Uni Eropa." kata Audit & Assurance Partner Binder Dijker Otte (BDO) Indonesia Bambang Budi Tresno menjawab pertanyaan Investor Daily pada acara Private Interview Invitation di kantor BDO Indonesia. Dengan harga karbon yang sama, Bambang optimistis, hal ini akan memicu pelaku usaha menggelontorkan investasi di industri hijau dan mempercepat perkembangan industri ramah lingkungan tersebut kedepannya. (Yetede)
Tags :
#PengusahaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023