Ekonomi
( 40707 )Aset Dapen Naik Meski Pemain Susut
Industri dana pensiun (dapen) sepi pemain. Hingga Mei 2023, jumlah Dapen di Indonesia hanya 199 Dapen, turun dari 205 di periode sama tahun 2022.
Meski jumlah pemain berkurang, nilai aset secara industri justru meningkat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai aset Dapen naik 5,43% secara tahunan menjadi Rp 355,13 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 336,85 triliun.
Staf Ahli Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Mulyadi mengatakan, berkurangnya Dapen disebabkan ketidakmampuan pendanaan. "Karena pendiri tidak mampu membayar iuran kekurangan pendanaan maka pendiri menutup Dapen kemudian Dapen dipindahkan ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)," ujar dia.
PT Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) misalnya. Aset DPBM naik 8,99% secara tahunan menjadi Rp 9,95 triliun. Direktur Utama DPBM Ali Farmadi mengatakan, investasi juga naik 9,05% secara tahunan jadi Rp 9,92 triliun.
Ali memaparkan, investasi DPBM di surat berharga nasional (SBN) berkontribusi 40,5% setara Rp 4,02 triliun. Investasi di obligasi korporasi mencapai Rp 3,27 triliun, setara 32,95% dari total investasi dan deposito berjangka sebesar Rp 704,27 miliar atau sekitar 7,09% dari total.
Direktur Investasi Dana Pensiun BNI Bedie Roesnandi mengatakan, aset neto kelolaan Dapen BNI tumbuh 4% jadi Rp 7 triliun. Ini berkat investasi di SBN. Padahal jumlah peserta Dapen BNI menurun 1,8% secara tahunan menjadi 16.900 peserta pada semester I-2023. "Pengelolaan aset selalu berdasarkan aturan yakni aset likuid dan menjaga kesuaian,” ujar dia.
Direktur Bahana TCW Danica Adhitama bilang, saat ini masih dalam proses MoU antara pendiri Dapen BUMN dengan holding Bahana TCW, yaitu Indonesia Financial Group (IFG). Sebelum adanya mandat dari BUMN, Bahana TCW telah mengelola investasi sembilan Dapen BUMN, di antaranya BRI, Telkom, Pertamina, BTN, PLN dan perkebunan. Nilai portofolionya Rp 2 triliun.
PANTANG KENDUR KENDALI INFLASI
Gerak inflasi yang makin ramah menjadi bukti ketajaman taji otoritas fiskal dan moneter dalam menangkal momok indeks harga konsumen (IHK) yang menghantui ekonomi nasional sejak pengujung tahun lalu. Kemarin, Selasa (1/8), Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan inflasi IHK pada Juli 2023 hanya 3,08% (year-on-year/YoY), alias berada di jalur alamiah yang sempat ditinggalkan sejak kuartal III/2022. Akan tetapi, bukan berarti tugas pengendalian inflasi ke depan bakal semakin enteng. Pemangku kebijakan tak boleh jemawa, mengingat tantangan yang dihadapi masih cukup berat, terutama yang bersumber dari eksternal, yakni penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Musababnya, kondisi itu mendorong peningkatan inflasi atas barang impor yang masuk ke dalam komponen ongkos produksi sehingga tertransmisi ke harga jual di tingkat konsumen yang terus merangkak. Kewaspadaan itu pun bukan omong kosong belaka. Menilik laporan S&P Global, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia memang membaik pada bulan lalu, dari 52,5 menjadi 53,3. Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sarman Simanjorang, mengatakan pemerintah patut waspada di tengah kondisi ekonomi dunia yang masih tak menentu akibat konflik Rusia dan Ukraina. Pemerintah juga diminta melihat perkembangan ekonomi global sehingga mampu menyesuaikan kebijakan yang mendorong peningkatan produktivitas ekonomi dalam negeri. "Pemerintah sangat concern untuk mengendalikan harga. Inflasi 3,08% dapat dipertahankan sampai secara nasional pada 2023 bisa terkendali," katanya kepada Bisnis, Selasa (1/8). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengatakan kebijakan moneter selanjutnya difokuskan pada upaya untuk memperkuat stabilisasi rupiah di tengah gejolak global yang berlanjut, pengendalian inflasi barang impor, serta memitigasi dampak rambatannya ke stabilitas di dalam negeri. Kebijakan tersebut di antaranya melalui intervensi di pasar valuta asing dengan transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian atau penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dioptimalkan sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli.
Menjaga Inflasi Tetap Terkendali
Di tengah risiko resesi yang sempat membayangi perekonomian dunia pada tahun ini, Indonesia kembali bernapas lega setelah laju kenaikan harga secara umum justru terus mengalami penurunan.Badan Pusat Statistik mengumumkan inflasi tahunan pada Juli 2023 mencapai 3,08%, menurun dibandingkan dengan pencapaian 3,52% pada bulan sebelumnya. Tren penurunan inflasi ini menunjukkan harga komoditas pangan dalam negeri yang masih stabil dan dalam kendali.Kendati melandai, pergerakan inflasi ini tetap harus dicermati karena inflasi secara bulanan pada Juli mengalami kenaikan di posisi 0,21% atau lebih tinggi dibandingkan realisasi Juni 2023 sebesar 0,14%. Penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok transportasi dan bahan makanan a.l. daging ayam ras, cabai merah hingga bawang putih. Biaya sekolah juga memberikan andil inflasi Juli 2023.Secara umum BPS menyimpulkan inflasi Juli 2023 masih terkendali meskipun hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Adapun, pemerintah sendiri menyasar inflasi hingga akhir tahun berada dalam kisaran 3% plus minus 1%.
Sejatinya, inflasi yang timbul selama ini dapat berasal dari tekanan sisi pasokan dan permintaan dari berbagai hal.
Adalah flashback Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, mengutip kekhawatiran lembaga internasional pada tahun lalu atas tanda-tanda kegelapan ekonomi dunia yang saat itu ada di depan mata. Dalam acara penyerahan insentif fiskal seperti dikutip dari kanal Youtube Kementerian Keuangan, Senin (31/7), Menkeu menyebutkan sinyal paling jelas berasal dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun ini yang diperkirakan hanya mencapai 2,1% atau turun drastis dari tahun sebelumnya di posisi 6,3%.
Di sisi lain, lonjakan inflasi ini kemudian disikapi oleh kenaikan suku bunga bank sentral untuk menyerap kelebihan likuiditas di masyarakat. Dalam kondisi inflasi dan suku bunga tinggi, dunia usaha tentu menjadi sulit untuk bergerak sehingga pada akhirnya akan mengganggu roda perekonomian.
PENGUKUHAN DPN APINDO Presiden Jokowi: Hilirisasi Jangan Berhenti di Nikel
Presiden Jokowi menilai, hilirisasi nikel terbukti meningkatkan nilai tambah ekspor dan membuka lapangan kerja berlipat kali. Oleh karena itu, hilirisasi perlu diteruskan ke semua sektor. ”Kalau bonus demografi bisa diwujudkan dan hilirisasi berhasil untuk semua mineral, pertanian, perkebunan, perikanan, kalau hitungan World Bank, McKenzie, OECD, IMF itu, di 2045 saya yakin (Indonesia) ini bisa agak maju,” ujarnya dalam pengukuhan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) periode 2023-2028 di Jakarta, Senin (31/7) sore, dimana Shinta Widjaja Kamdani dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPN Apindo periode 2023-2028. Presiden berharap hilirisasi diteruskan kendati menghadapi gugatan di WTO dan mendapat peringatan IMF. Sebab, menurut Presiden, lompatan hasilnya sangat jelas.
Sebelum hilirisasi nikel di Sulawesi Tengah, hanya 1.800 pekerja yang terserap di pengolahan nikel. Setelah hilirisasi, setidaknya 71.500 tenaga kerja terserap di Sulteng. Hal serupa terjadi di Maluku Utara. Sebelum hilirisasi nikel, hanya 500 pekerja yang terserap di pengolahan nikel, setelahnya menjadi 45.600 pekerja. Nilai ekspornya juga meningkat dari 2,1 miliar USD atau Rp 31 triliun pada 2014-2015 menjadi 33,8 miliar USD atau Rp 510 triliun pada 2022. Lompatan nilai ekspor tersebut membuat pendapatan negara dari beragam pajak dan royalti pun meningkat pesat. Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang rata-rata 7-7,5 % per melompat menjadi 15 % setelah hilirisasi. Di Maluku Utara, angka pertumbuhan sebelumnya 5,7 % melonjak menjadi 23 % setelah hilirisasi. (Yoga)
Pemerintah Daerah Didorong Berkompetisi Kendalikan Inflasi
Mendagri Tito Karnavian mendorong pemda untuk berkompetisi dalam mengendalikan inflasi di daerah. Daerah-daerah yang belum berhasil dalam mengendalikan inflasi diminta untuk mengambil contoh dari 33 daerah lain yang berhasil, sehingga mendapat insentif fiskal dari Kemenkeu. Dalam sambutan saat pemberian simbolis insentif fiskal kepada 33 pemda di Jakarta, Senin (31/7) Tito juga mengingatkan, karena tahun depan akan ada pilkada serentak, program pengendalian inflasi bisa menjadi prestasi yang mengerek elektabilitas calon kepala daerah. Khusus untuk penjabat kepala daerah, apabila dalam waktu tiga pekan berturut-turut inflasinya mencatatkan angka tinggi, dia mengancam akan mengganti penjabat tersebut.
”Yang bukan penjabat (kepala daerah) akan ditegur, baik teguran tertulis maupun lisan, supaya mereka bekerja maksimal. Kalau mereka bekerja maksimal, pusat akan mengintervensi membantu daerah,” kata Tito. Pemberian simbolis insentif fiskal kepada 33 pemda itu dilakukan Mendagri Tito Karnavian dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Ini merupakan bentuk apresiasi yang diberikan kepada pemda yang dinilai berhasil mengatasi inflasi nasional yang semula 5,9 % pada Desember 2022, kini bisa ditekan menjadi 3,52 %. Daerah yang menerima insentif fiskal itu ialah tiga provinsi, 24 kabupaten, dan enam kota. Tiga provinsi meliputi DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo. Kriteria yang digunakan ialah upaya pengendalian inflasi pangan, laporan pengendalian inflasi, indeks pengendalian harga, dan realisasi belanja pendukung pengendalian inflasi. (Yoga)
DKI Jakarta Tawarkan Sejumlah Peluang Investasi Proyek Perkotaan
Proyek kawasan berorientasi transit, revitalisasi halte, dan properti akan ditawarkan kepada investor saat Jakarta Investment Forum 2023. Proyek-proyek itu bagian dari 21 proyek transportasi, properti, dan konstruksi yang akan dipamerkan Pemprov DKI Jakarta pada Kamis (3/8). Jakarta Investment Forum merupakan perhelatan ketiga. Penyelenggaranya adalah Unit Pengelola Jakarta Investment Centre Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta. PT MRT Jakarta, sebagai salah satu peserta, akan mengenalkan empat proyek kepada investor, yakni perpanjangan concourse MRT Bundaran HI dan MRT Fatmawati, jalur pedestrian dek Dukuh Atas, serta penggunaan campuran Blok M dan Fatmawati.
”Sejauh ini ada 18 perusahaan yang berminat dalam pembiayaan, konstruksi, dan kemitraan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad H Mahfud dalam konferensi pers Jakarta Investment Forum 2023 di Jakarta, Senin (31/7). Perpanjangan concourse MRT Bundaran HI berupa pengembangan ritel, amenitas, pintu masuk baru, dan terowongan pejalan kaki di area kosong stasiun yang tidak terpakai. Proyek ini akan menambah lebih dari 3.100 meter persegi ruang ritel dan publik. Perpanjangan concourse Fatmawati akan menambah 2.400 meter persegi ruang ritel dan publik. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) juga akan menjaring minat investor melalui potensi revitalisasi halte dan pemasangan panel surya. Revitalisasi mencakup halte BRT dan non-BRT, sedangkan panel surya dipasang di halte ikonik. (Yoga)
”Linglinghou” Tantangan bagi China
Angkatan kerja China usia 16-24 tahun, bagian generasi linglinghou, pesimistis akan pekerjaan bagus. Jiulinghou kelahiran 1990-an juga cerewet soal lingkungan kerja. Sekitar enam juta linglinghou (generasi Z) atau 20,8 % dari angkatan kerja berusia 16-24 tahun masih mencari pekerjaan. Hal itu disampaikan juru bicara Biro Nasional Statistik, Fu Linghui, 15 Juni 2023. Anjuran pemerintah agar kelompok kerja ini memasuki pekerjaan di desa-desa atau rela bekerja dengan gaji rendah relatif tidak mempan. Linglinghou telah berlelah-lelah melewati gaokao, ujian standar nasional yang ketat, melakoni pendidikan berbiaya mahal dan pantauan ketat orangtua. Mereka tak sudi mundur dengan mencari pekerjaan di perdesaan.
”Generasi kelahiran 2000-an ini tipe merasa berhak beropini, individualistis, dan memilih pekerjaan,” kata Zac Wang, Direktur Randstad, perusahaan konsultan sumber daya manusia untuk wilayah China selatan (The South China Morning Post, 17 Mei 2023). Lalu bagaimana mencari penghidupan? ”Saya suka memasak, ... mulai hari Senin sampai Jumat,” tulis seorang perempuan belia di situs media sosial Douban. ”Orangtua menggajiku tanpa mencampuri hidupku. Saya sangat bahagia setiap hari,” katanya. Opini yang muncul bernada kegelisahan soal pekerjaan. Menambah persoalan adalah munculnya sarjana lulusan baru sebanyak 11,6 juta jiwa. Persoalan lain adalah keberadaan generasi jiulinghoi yang menderita penghasilan tidak stabil. ”Masalahnya bukannya saya tidak bekerja keras, tetapi kerja, kerja, tidak juga menghasilkan upah baik,” kata seseorang seperti dikutip situs Asia Times, 13 Juli 2023. banyak juga yang tidak mau bekerja keras. (Yoga)
Sinyal Kuat Emiten Telekomunikasi
Kinerja emiten telekomunikasi pada separuh pertama tahun ini cukup beragam. Kendati laba bersih masih turun, pemulihan sektor ini ini mulai terlihat dari kinerja operasional yang kompak menguat.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 15,76 triliun per Juni 2023. Nilai itu naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy). Meski tak setinggi EXCL, pendapatan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 73,47 triliun.
Sedangkan pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 9,54% yoy menjadi Rp 24,67 triliun dari Rp 22,52 triliun pada semester I-2022. Kinerja pendapatan ini salah satunya didorong oleh peningkatan average revenue per user atau ARPU.
Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini mengatakan, industri telekomunikasi pada semester I-2023 sudah kembali pulih seperti pra-pandemi. Meskipun pendapatannya sudah naik 12% di semester I-2023, EXCL masih mempertahankan target pendapatan high single digit, di kisaran 6%-10% hingga akhir 2023.
Research Analyst
NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menilai, potensi peningkatan konsumsi data diharapkan bisa meningkatkan ARPU emiten telekomunikasi. Tak hanya itu, layanan fixed mobile convergence (FMC) juga bakal jadi mesim baru sektor ini.
Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi juga menilai, layanan FMC bakal memperkuat margin pemain telekomunikasi. Aqil menyarankan beli TLKM dan EXCL. dengan target masing-masing Rp 4.800 dan Rp 2.730. Lalu, Leonardo merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 5.000.
Suku Bunga Tinggi, Utang Emiten Naik
Kebijakan sejumlah bank sentral, menimbulkan era suku bunga tinggi. Contohnya Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kembali mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,25%-5,50% pada Rabu (26/7).
Sehari berselang, giliran European Central Bank (ECB) mengerek naik suku bunga acuan Eropa 25 bps jadi 3,75%. Pasar masih melihat kemungkinan The Fed maupun ECB kembali mengungkit suku bunga acuan, demi mengejar target penurunan inflasi.
Pelaku pasar dinilai perlu menakar dampak suku bunga tinggi bagi kinerja emiten, terutama yang memiliki utang dalam mata uang asing.
CEO Pinnacle Investment Indonesia, Guntur Putra mengingatkan, kenaikan suku bunga bisa menyebabkan beban bunga naik dan berpotensi mengurangi profit emiten.
Research & Consulting Manager
Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, sejumlah emiten yang memiliki utang obligasi dalam dolar AS.
Pada periode yang sama, sejumlah emiten properti punya utang obligasi dollar AS setara lebih dari Rp 3 triliun. Yakni, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) setara Rp 6,4 triliun dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) Rp 5,4 triliun.
CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menambahkan, secara tidak langsung biaya bunga tinggi dalam valuta asing membuat pencatatan dalam rupiah menurun dan memangkas margin. Jadi, laba bersih akan tampak merosot dibandingkan periode sebelumnya.
Senior Investment Information
Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta sepakat, naiknya utang dollar AS bisa menggerus net profit margin emiten. "Emiten harus bisa menjalani mitigasi risiko dengan baik," katanya.
Penurunan Biaya Kredit Dongkrak Laba Bank
Kinerja bank-bank besar di Tanah Air kompak melanjutkan pertumbuhan solid hingga semester pertama 2023. Meski basis pembandingnya tahun lalu sudah tinggi, namun laba bersih bank masih naik tinggi di enam bulan pertama tahun ini.
Ini juga terlihat pada kinerja kelompok bank modal inti (KBMI) 4. Selain karena kenaikan pendapatan bunga, faktor pendorong pertumbuhan laba bank KBMI 4 adalah turunnya biaya kredit atau
cost of credit
(CoC), sejalan dengan perbaikan kualitas aset.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat penurunan biaya kredit 23 basis poin dari paruh pertama tahun lalu jadi 1,19% pada Juni 2023. Rasio kredit bermasalah alias
non performing loan
(NPL) bank ini memang turun signifikan dari 2,42% ke 1,64%.
Dengan perbaikan NPL yang terjadi, Bank Mandiri merevisi target biaya kredit jadi 1,1%-1,3% tahun ini. Sebelumnya, bank berlogo pita emas ini menargetkan CoC di kisaran 1,3%-1,5%.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, tren penurunan biaya kredit masih akan terjadi, sejalan dengan perbaikan NPL. Kualitas aset diperkirakan akan semakin membaik, seiring dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi makro.
Alhasil, BMRI melakukan mitigasi risiko dengan mengevaluasi tingkat pencadangan. Sebagai contoh, kami sudah meningkatkan
coverage
untuk debitur Wijaya Karya dan Waskita Karya, ujar Siddik, Senin (31/7). Per Juni 2023, Bank Mandiri memupuk pencadangan jadi 304%.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan biaya kredit. Ini mendorong laba bersih perusahaan ini tumbuh 17%, di saat pendapatan operasional hanya naik 1,34%.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









