;

Suku Bunga Tinggi, Utang Emiten Naik

Ekonomi Hairul Rizal 01 Aug 2023 Kontan
Suku Bunga Tinggi, Utang Emiten Naik

Kebijakan sejumlah bank sentral, menimbulkan era suku bunga tinggi. Contohnya Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang kembali mendongkrak suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,25%-5,50% pada Rabu (26/7). Sehari berselang, giliran European Central Bank (ECB) mengerek naik suku bunga acuan Eropa 25 bps jadi 3,75%. Pasar masih melihat kemungkinan The Fed maupun ECB kembali mengungkit suku bunga acuan, demi mengejar target penurunan inflasi. Pelaku pasar dinilai perlu menakar dampak suku bunga tinggi bagi kinerja emiten, terutama yang memiliki utang dalam mata uang asing. CEO Pinnacle Investment Indonesia, Guntur Putra mengingatkan, kenaikan suku bunga bisa menyebabkan beban bunga naik dan berpotensi mengurangi profit emiten. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro mengamati, sejumlah emiten yang memiliki utang obligasi dalam dolar AS. Pada periode yang sama, sejumlah emiten properti punya utang obligasi dollar AS setara lebih dari Rp 3 triliun. Yakni, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) setara Rp 6,4 triliun dan PT Modernland Realty Tbk (MDLN) Rp 5,4 triliun. CEO Edvisor.id, Praska Putrantyo menambahkan, secara tidak langsung biaya bunga tinggi dalam valuta asing membuat pencatatan dalam rupiah menurun dan memangkas margin. Jadi, laba bersih akan tampak merosot dibandingkan periode sebelumnya. Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta sepakat, naiknya utang dollar AS bisa menggerus net profit margin emiten. "Emiten harus bisa menjalani mitigasi risiko dengan baik," katanya.

Tags :
#Saham #Moneter
Download Aplikasi Labirin :