Penurunan Biaya Kredit Dongkrak Laba Bank
Kinerja bank-bank besar di Tanah Air kompak melanjutkan pertumbuhan solid hingga semester pertama 2023. Meski basis pembandingnya tahun lalu sudah tinggi, namun laba bersih bank masih naik tinggi di enam bulan pertama tahun ini.
Ini juga terlihat pada kinerja kelompok bank modal inti (KBMI) 4. Selain karena kenaikan pendapatan bunga, faktor pendorong pertumbuhan laba bank KBMI 4 adalah turunnya biaya kredit atau
cost of credit
(CoC), sejalan dengan perbaikan kualitas aset.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya, mencatat penurunan biaya kredit 23 basis poin dari paruh pertama tahun lalu jadi 1,19% pada Juni 2023. Rasio kredit bermasalah alias
non performing loan
(NPL) bank ini memang turun signifikan dari 2,42% ke 1,64%.
Dengan perbaikan NPL yang terjadi, Bank Mandiri merevisi target biaya kredit jadi 1,1%-1,3% tahun ini. Sebelumnya, bank berlogo pita emas ini menargetkan CoC di kisaran 1,3%-1,5%.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyebut, tren penurunan biaya kredit masih akan terjadi, sejalan dengan perbaikan NPL. Kualitas aset diperkirakan akan semakin membaik, seiring dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi makro.
Alhasil, BMRI melakukan mitigasi risiko dengan mengevaluasi tingkat pencadangan. Sebagai contoh, kami sudah meningkatkan
coverage
untuk debitur Wijaya Karya dan Waskita Karya, ujar Siddik, Senin (31/7). Per Juni 2023, Bank Mandiri memupuk pencadangan jadi 304%.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencatat penurunan biaya kredit. Ini mendorong laba bersih perusahaan ini tumbuh 17%, di saat pendapatan operasional hanya naik 1,34%.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023