;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Partisipasi Kerja Perempuan

19 Sep 2023

ASEAN memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global. Salah satu peluang datang dari perempuan sebagai angkatan kerja. Tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan di ASEAN bervariasi. Tingkat partisipasi perempuan berusia 15 tahun ke atas pada 2022 terendah di Filipina, yaitu 46 %, tertinggi di Kamboja sebesar 69,6 % meski 93,8 % berada di sektor informal. Sedangkan tingkat partisipasi di Indonesia 52,7 %, tidak banyak berubah sejak tahun 2000, yaitu 52 % (The Asean Magazine, 22 Mei 2023), sedangkan tingkat partisipasi kerja laki-laki 82 %. Apabila disigi lebih lanjut, separuh tenaga kerja perempuan di Indonesia bekerja di sektor informal, tidak termasuk di pertanian. Data BPS memperlihatkan, pada 2022 hanya 35,57 % perempuan bekerja di sektor formal, sementara laki-laki 43,97 %. Di sektor keuangan, hanya 51,35 % perempuan berusia di atas 15 tahun memiliki akun di lembaga keuangan atau penyedia jasa layanan keuangan digital.

Meningkatkan partisipasi kerja perempuan memiliki dampak nyata pada perekonomian. Kajian McKinsey Global Institute menyebut, menaikkan partisipasi perempuan di dunia kerja 3 % dapat menambah 135 miliar USD pada  perekonomian Indonesia pada 2025. Pertambahan ini setara Rp 2.065,5 triliun dengan nilai tukar rupiah Rp 15.300 per USD. Jika Indonesia ingin tumbuh 7 % per tahun agar menjadi negara kaya, harus ada lebih banyak perempuan berpendidikan SMP dan SMA ke atas memasuki sektor kerja formal. Pemerintah juga dituntut membuat kebijakan lebih berani untuk memenuhi kebutuhan strategis perempuan, seperti akses pembiayaan tanpa tergantung pasangan, partisipasi penggunaan dana desa, atau hak yang sama atas alat usaha seperti tanah. (Yoga)


Sumber Air Produsen Beras Dekati Titik Kritis

18 Sep 2023

Dampak kekeringan panjang akibat El Nino mulai terlihat di beberapa waduk dan bendungan di sejumlah daerah produsen beras. Persediaan air mendekati titik kritis. Kendati masih dapat dimanfaatkan, kondisi sumber-sumber air itu mengancam pasokan air musim tanam padi tahun depan. Untuk menjaga stok air waduk atau bendungan tersebut, pengairan areal sawah diatur bergiliran. Perum Jasa Tirta II, BUMN pengelola Waduk Jatiluhur, bahkan telah merencanakan pembuatan hujan buatan guna menambah air waduk tersebut. Pada hari Selasa-Jumat, (12-15/9/2023), tim Kompas memantau Waduk Jatiluhur di Purwakarta dan Bendung Rentang di Majalengka, Jabar, serta Waduk Kedungombo di Boyolali dan Bendung Klambu di Grobogan, Jateng. Ketinggian dan debit air waduk dan bendung itu telah berkurang. Khusus di Bendung Klambu, aliran irigasi setempat baru dibuka pada 15 September 2023 untuk musim tanam (MT) I. Di Waduk Jatiluhur, tinggi muka air jauh di bawah garis pembatas. Endapan lumpur yang mengering dan bebatuan besar di tepi waduk terlihat begitu jelas, namun air irigasi untuk sejumlah sawah tetap dialirkan.

Air di wilayah pinggiran Waduk Kedungombo, tepatnya di Desa Klewor, Kemusu, Kabupaten Boyolali, juga sudah surut. Petani memanfaatkan lahan waduk yang surut untuk menanam padi dan jagung. Sementara di Bendung Rentang yang mendapatkan pasokan air dari Waduk Jatigede, air irigasi masih digelontorkan meski debitnya tak sebesar keadaan normal. Bendung itu menyalurkan air ke 37 kecamatan di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu di lahan seluas 87.840 hektar. Korlap Unit Pengelola Irigasi Bendung Rentang Dadi Supriadi mengatakan, penyaluran air ke sawah bergantung pada kebutuhan petani dan kondisi Waduk Jatigede. Saat ini, volume air di waduk 480 juta meter kubik atau hanya 49,68 % dari kondisi normal, yakni 980 juta meter kubik. Selain karena berkurangnya curah hujan sebagai dampak El Nino, penyusutan volume Waduk Jatigede juga akibat mengeringnya sungai yang menyuplai air ke waduk. ”Ketersediaan air di Jatigede itu cukup untuk tiga bulan (sampai Desember),” kata Dadi. Meskipun pasokan air masihcukup untuk MT I pada Desember 2023, Dadi mengimbau petani untuk menghemat air dan mematuhi pola gilir air. Apalagi, pada November 2023, jaringan irigasi akan dikeringkan selama sebulan guna mengecek kondisi saluran dan pengisian air waduk. (Yoga)


Daya Saing Perikanan RI Dibelit Sejumlah Masalah

18 Sep 2023

Upaya Indonesia mendorong perikanan berkelanjutan dan berdaya saing, baik perikanan budidaya maupun tangkap, masih dihadang sejumlah persoalan, mulai dari pencurian ikan, basis data dan pengawasan yang lemah, biaya produksi tinggi, hingga sinergi usaha hulu-hilir yang belum optimal. Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Agus Suherman mengemukakan, sumber daya laut Indonesia yang berlimpah telah mendorong maraknya pencurian dan penangkapan ikan ilegal. Sementara itu, pengawasan masih terbatas dan sumber daya manusia untuk pengawasan juga belum optimal. ”Dia (kapal pencuri ikan) tahu waktu-waktu tidur dan istirahat pengawas serta mengetahui armada pengawas tidak mampu menembus ombak tinggi sehingga di saat itulah dia masuk,” kata Agus dalam Kongres Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Ke-9 dan Seminar Nasional ”Strategi dan Inovasi untuk Mendukung Perikanan Berkelanjutan” secara hibrida, di Jakarta, Sabtu (16/9). 

Meski demikian, kata Agus, praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU Fishing) sebagian besar dilakukan oleh kapal-kapal di dalam negeri. Pelanggaran, di antaranya, terkait perizinan. Dari jumlah kapal motor berukuran 10-30 gros ton (GT), yakni 33.140 unit yang memperoleh izin provinsi, ditengarai 30 % atau 11.000 unit di antaranya kapal berukuran di atas 30 GT yang seharusnya mengurus izin ke pemerintah pusat. Selain itu, alih muatan kapal (transshipment) masih terjadi ditengah laut. Upaya mencegah pelanggaran memerlukan pembenahan tata kelola dan pendataan.Migrasi kapal perikanan dengan izin daerah untuk beralih ke izin pemerintah pusat memberikan kesempatan pelaku usaha untuk memperbaiki data dan izin usaha. ”Terkait tata kelola, masih banyak praktik IUU Fishing berasal dari pelaku domestik. Banyak kapal perikanan belum terdata. Ini terus kami benahi,” ujarnya. (Yoga)


Ekspor Listrik ke Singapura Perlu Disertai Transfer Teknologi

18 Sep 2023

Rencana kerja sama Indonesia-Singapura terkait jual beli daya listrik sebesar 2 gigawatt dinilai dapat menghadirkan peluang transfer teknologi dan pengetahuan di bidang energi terbarukan. Apabila kerja sama itu terealisasi dengan optimal, akan ada peningkatan daya saing SDM Indonesia. Ahli ekonomi energi yang juga dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta, Fahmy Radhi, yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (17/9) mengatakan, kerja sama Indonesia-Singapura disektor energi terbarukan diharapkan dapat berdampak meningkatnya kapasitas SDM Indonesia. ”Listrik yang dihasilkan rencananya dari pembangkit energi terbarukan yang dibangun di sekitar Batam (Kepri). Secara business to business, ini akan menguntungkan semua pihak. Di samping itu, jika memang berjalan, akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan energi terbarukan. Manfaat ini harus dioptimalkan dan baik untuk SDM kita,” ujar Fahmy.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) telah dilakukan Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9). MoU itu meliputi kerja sama energi rendah karbon dan interkoneksi listrik Indonesia-Singapura. Tan See Leng, Jumat (8/9), menyebutkan, dari target 4 gigawatt (GW) impor listrik rendah karbon 2035, separuhnya atau 2 GW akan dipasok dari Indonesia. Kerja sama itu juga beriringan dengan kesepakatan pengembang serta pabrikan panel surya dan baterai yang melibatkan sejumlah perusahaan sehingga nantinya akan bersifat business to business. Akan tercipta ekosistem energi terbarukan dari hulu ke hilir guna menghasilkan listrik rendah karbon yang dapat menunjang kebutuhan energi Indonesia dan Singapura. (Yoga)


Secuil Kebahagiaan Petani Kakao

18 Sep 2023

Merujuk data International Cocoa Organization (ICCO), pada 2021-2022 Indonesia menjadi negara ketujuh penghasil kakao di dunia setelah Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Kamerun, Nigeria, dan Brasil, namun setiap tahun produksinya menurun, berdasar laporan BPS pada 2022 produksi kakao nasional  667.300 ton, turun 3 % dibanding tahun sebelumnya 688.200 ton. Faktor usia pohon kakao yang semakin tua menjadi salah satu penyebab turunnya produksi tersebut. Hal ini dialami Muh Aris (55), petani kakao di Kabupaten Soppeng, Sulsel. Dengan lahan 1 hektar, produksi kakao kebun Aris terus menurun setiap tahunnya, dari 1,5 ton per tahun menjadi 500 kg per tahun. ”Usianya sudah lebih dari 25 tahun sehingga produksinya menurun. Baru dalam beberapa waktu terakhir produksi meningkat ketika semua pohon kakao disambung samping dan sambung pucuk. Sekarang sudah bisa memproduksi 1 ton dalam setahun,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (16/9).

Sambung samping merupakan teknik menyambungkan batang atas dari tanaman induk unggul ke batang bawah tanam kakao yang memiliki produktivitas rendah. Sementara itu, sambung pucuk menyambungkan batang bawah dan batang atas agar produksi lebih dipercepat. Dengan cara ini, tanaman akan berproduksi hanya dalam jangka waktu dua tahun, Kedua teknik itu baru diketahui Aris melalui program pelatihan yang diberikan oleh Cargill. Bukan hanya Aris, 25.000 petani juga menerima pelatihan serupa untuk mendorong produktivitas mereka. Selain dibekali pelatihan untuk meningkatkan  produksi kakao, Aris juga diberi bekal melakukan pembibitan yang turut memberikan penghasilan tambahan dan menambah kebunnya menjadi 2 hektar. Alhasil, pendapatan Aris mencapai lebih dari Rp 6 juta per bulan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya. (Yoga)


PLN Dampingi 10 Perusahaan Rintisan

18 Sep 2023

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah mendampingi 10 perusahaan rintisan bidang teknologi lewat program inkubasi bisnis. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Sabtu (16/9/2023), mengatakan, program ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi industri teknologi dan nonkelistrikan di Indonesia, khususnya di sektor elektrifikasi pertanian dan pengelolaan sampah. (Yoga)

Hilirisasi Silika Perlu Diperkuat

18 Sep 2023

Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Kemampuan Industri Dalam Negeri Ignatius Warsito, Sabtu (16/9/2023), mengatakan, pemerintah terus mendukung hilirisasi komoditas silika sebagai bahan baku semikonduktor. Menurut dia, industri yang mampu mengolah silika menjadi wafer silicon solar grade belum tersedia di Indonesia. Wafer silicon adalah material penting sel panel surya. (Yoga)

Ekosistem Industri Perlu Dukung Hilirisasi

18 Sep 2023

JAKARTA, KOMPAS — Komoditas tambang strategis Indonesia berpotensi menjadi modal mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Syaratnya, nilai tambah potensi mineral itu meningkat hingga ekosistem industri pendukungnya. Kolaborasi dari hulu ke hilir oleh antarpemangku kepentingan amat dibutuhkan. Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto mengatakan, nikel, timah, bauksit, dan tembaga termasuk komoditas mineral strategis dengan cadangan melimpah. ”Dengan hilirisasi yang menghasilkan produk-produk turunan, ada nilai tambah lebih tinggi, yang juga akan meningkatkan daya saing RI terhadap negara-negara lain. Hilirisasi salah satu fundamen dasar strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Seto dalam diskusi ”Tantangan dan Kebijakan Hilirisasi di Indonesia” di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (15/9/2023). Selain Seto, hadir dalam diskusi menjelang Indonesia Mining Summit 2023 itu, Ketua Indonesia Mining Association (IMA) Rachmat Makkasau dan Presiden Direktur PT Kalimantan Aluminium Industry Wito Krisnahadi. Hadir pula Vice President Government Relations and Smelter Technical Support PT Freeport Indonesia Harry Pancasakti dan ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman. (Yetede)

The Fed Kemungkinan Tidak Menaikkan Suku Bunga

18 Sep 2023

NEW-YORK,ID- Para analis di Goldman Sach menyampaikan laporan pada Sabtu (16/09/2023) bahwa The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat suku bunga dalam pertemuan dua hari, pada 31 Oktober 2023. Mereka juga memprediksi bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemungkinan tidak akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di pertemuan kebijakan  terkait ringkasan proyeksi ekonomi minggu depan. "Kami mengira, pada November terjadi penyeimbangan kembali pada pasar tenaga kerja. Berita inflasi yang lebih baik  dan kemungkinan terjadi pertumbuhan di kuartal IV mendatang bakal meyakinkan lebih banyak partisipasi bahwa Komite pasar terbuka  Federal (FOMC) dapat membatalkan kenaikan  suku bunga tahun ini," demikian disampaikan para pakar strategi bank AS dalam laporan, yang dilansir Reuters. Disaat para pelaku pasar mencoba mengukur lintasan kebijakan moneter The Fed, beberapa investor besar, termasuk J.P. Morgan Asset Management dan Janus Henderson Investors, menungkapkan bahwa bank sentral AS kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga, serta mengikuti siklus pengetatan kebijakan moneter paling agresif dalam beberapa dekade terakhir. (Yetede)

Jangan Hanya Andalkan Himbara

18 Sep 2023

JAKARTA,ID-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyetujui untuk menaikkan target setoran dividen 2024 menjadi Rp 85,8 triliun. Secara historis, penyumbang setoran dividen BUMN terbesar adalah himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Adapun, target total dividen pada 2020-2024 dari Kementerian BUMN sebesar Rp278,73 triliun. Di 2024, target dividen diperkirakan BUMN yang pada saat ini kian meningkat. Ekonom dan Directur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, tahun depan menjadi tahun menantang bagi BUMN. Oleh karena itu, dia menekankan agar jangan terlalu berharap ada kenaikan dividen, terlebih dari BUMN karya yang turut berdampak pada laba Himbara lantaran besarnya pencadangan  yang dialokasikan bank pelat merah untuk mengantisipasi kredit macet atau pendanaan bermasalah dari BUMN karya. Selain itu, penyaluran kredit perbankan masih relatif rendah, terlihat juga bank-bank pelat merah yang jadi dominan pembagi dividen  itu juga akan berpengaruh pada makro ekonomi 2024, kenaikan suku bunga. (Yetede)